
"Lian yin? Siapa dia? Saat menyebut namanya hatiku merasakan sebuah rindu yang amat dalam.." gumam Yiwen, memutar matanya ke atas, mencoba mengingat kembali siapa sebenarnya Lian yin, apakah dia orang yang bagitu tampan atau orang yang selama ini hatinya cari.
"Banyak teka-teki yang membuat kepalaku terasa sangat pusing. Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus tanya tentang Lian yin pada Jack? Tapi nanti dia pasti sangat marah, dia saja tidak memberikan aku ponsel." Yiwen mengusap dagunya dengan jari telunjuk.
"Sepertinya ada yang di sembunyikan Jack dariku, dan pernikahan ini membuat aku merasa curiga. Jika aku cinta dengannya harusnya aku bahagia menikah dengan Jack, tapi ini sebaliknya. Aku tidak merasakan sedikitpun bahagia."
Tok.. Tok.. Tok..
"Syang kamu di dalam, ayo makan dulu," ucap Jack tepat di luar kamarnya.
"Iya, bentar lagi aku akam kaluar!!" jawab yowen, ia mencoba menyembunyikan pinselnya di bawah kamarnya agar Jack tidak tahu apa yang di lakukan Yiwen.
"Kamu mau keluar?" tanya srorang alki-laki seontak membaut Yiwrn membalikkan badanya. Matanya terebelalak saat tahu siapa yang ada di depannya.
"Kamu gila masuk ke dalam kamarku?" umpat Yiwen, menatap ke arah pintu, dan ke wajah alki-aki asing yang tiba-tiba ramah d3nganya itu.
"Kamu tahu kalau suami aku di luar!!" ucap Yiwen lirih.
"Yiwen buka pintunyq, kamu lagi apa? Kenapa lama sekali," tanya Jack yang sudah tak sabar melihat istrinya itu.
"Bentar syang!! Aku mau ke kamar mandi dulu, kamu duluan saja ke ruang makan!!"
"Baiklah!! Aku tinggal. Mei sudah menunggu kita." Jack melangkahkan kakinya pergi.
Merasa Jack sudah pergi dari depan pintu kamarnya, Yiwen menghela napasnya lega. Dan Yin menarik tangan Yiwen, hingga jatuh ke ranjangnya.
"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Yiwen was-was.
"Aku hanya ingin melihat wajah cantik kamu, apa kamu bisa mendapatkan suatu yang sangat berharga atau tidak."
"Maksud kamu?" tanya Yiwen mengernyitkan matanya.
"kamu patut mendapatkan kebahagiaan. dan kebahagiaan kamu hanyalah aku, aku tahu kamu pasti sangat merindukanku, syang!!" Yin mengusap wajah cantik Yiwen yang berbalut make up tipis, Jemari tangannya bertindak nakal menjelajahi tubuh Yiwen.
"Jauhkan tanganmu dari tubuhku?" ucap Yiwen tegas.
"Aku sudah memberinya hadiah, dan kamu harus membalas hadiah itu."
"Aku..." ucapan Yiwen terhenti saat bibir Yin menggulum bibirnya.
"Empp.. Empp.."
Jari-jari Yin semakin nakal, dia melepaskan kehidupannya, dengan segera membuat semua helaian benang yang menempel di tubuh Yiwen.
"Kamu jangan gila, Yin!!" ucap Yiwen mencoba melindungi dirinya, namun dia tak bisa bertindak apa-apa, bisa tubuh Yiwen membuat dia masuk ke dalam dunia panas tubuh Yin, yang masuk menuju pembuluh darahnya, dia merasakan sensasi yang luar biasa saat berhubungan dengan Yin. Berbeda jika dia berhubungan dengan Jack, yang membuat tubuhnya hambar.
"Yin!! Makasih!!" ucap Yiwen yang membuat Yin meradakan kebahagiaan sendiri, meski dia tidak bisa bersama dengan Yiwen, tapi tubuh
Yin bermain dengan sangat lembutnya, memeluk, menggulum bibir Yiwen, seakan melakukannya penuh cinta dari hatinya.
Hanya 10 menit semua berlalu, Yin membantu Yiwen memakai bajunya. "Aku harus segera keluar, Jack pasti menunggu."
"Baiklah, makan yang banyak syang!!" ucap Yin, mengecup lembut kening Yiwen.
"Kecupannya membuat aku benar-benar terbius!!" gumam Yiwen dalam hatinya.
"Kamu keluar saja dulu, aku belakangan. Nanti banyak orang yang curiga lagi," ucap Yin, mengusap dagu Yiwen dengan ibu jarinya.
"Tapi kamu hati-hati!!"
__ADS_1
"Cie.. Kamu sudah mulai perduli, nih!! Tenang saja aku akan jati-ati, syang!!" Yin mengusap rambut Yiwen, penuh dengan perasaan.
"Aku pergi dulu," Yiwen melangkahkan kakinya malu-malu, ia segera berlari keluar dari kamarnya menuju ke ruang makan, seketika langkahnya terhenti saat melihat Jack menyentuh helaian tipis rambut Mei, dan menyilakan di belakang telinganya, wajahnya penuh dengan senyuman tipis.
"Ehem.. Ehem..." dahem Yiwen, yang berousar-pura tak melihatnya, dan segera duduk di depan Yin.
"Udah dekat makan, kenapa kalian melihatku seperti itu?" tanya Yiwen mencoba untuk tetap santai mengetahui laki-laki yang baru saja dia nikahi kemarin malam main dnegan wanita lain.
"Jack, kenapa kamu bisa menikahi, Yiwen. apakah dia sudah cerai dengan Lian yin?" tanya Mei penasaran dari kemarin dia ingin bertanya padanya, namun terus mengurungkan niatnya karena takut!!"
"Lian yin sudah mati, jadi aku berhak jadi istrinya," bisik Jack.
"Baiklah!! Semoga saja kalian bahagia!" ucap lirih Mei.
"Makasih!! Tapi apa kamu merasa bahagia nantinya!!" sindir Yiwen, membuat Mei terdiam menutup mulutnya rapat.
"Oo.. Iya maaf!! Tapi kalau kamu mau mengambil kebahgianku tidak masalah, aku akan pergi!!" lanjut Yiwen, menatap ke arah Jack dan seketika di balas dengan tatapan tajamnya.
"Apa maksud kamu?" tanya Jack.
"Kamu jangan pura-pura bodoh, aku tahu apa yang kamu lakukan semalaman dengan Mei, dan apa yang kamu lakukan tadi di kamarnya, dan sekarang kamu bertingkah sangat manis, saat aku datang kamu pura-pura cuek dengannya." jelas Yiwen. Jack mengerutkan dahinya, menatap tak percaya ke arah Yiwen.
Apa dia sudah ingat sekarang? Kenapa dia sangat berubah?
"Syang! Jangan bicara begitu, ingat anak kita. Aku juga gak akan melepaskannya nantinya!!"
Mendengar kata anak, Yin yang berdiri menatap mereka dari kejauhan seketika langsung menelan ludahnya.
"Jadi Yiwen hamil, dan itu adalah anak Jack. Kenapa dia tidak memberi tahu ku. Ternyata diam-diam dia menduakan aku di belakangku!!" umpat Yin dalam hatinya.
Puk!
"Iya, lebih baik kita melakukan tugas lainya, kamu fokus dengan perusahaan kamu saja, untuk menjatuhkan perusahaan, Jack." saut Reysa berdiri di sampingnya.
Mereka melakukan penyamaran sebagai pelayan sangat sempurna, tanpa di ketahui oleh anak buah Jack sam sekali.
"Baiklah aku akan pergi sekarwng!!" gumam Yin, yang merasa dirinya sudah di tipu oleh Yiwen, dia merasa sangat kecewa dan bergegas pergi meninggalkan kapal itu juga, tapi menunggu Yiwen dan Jack keluar dari kapalnya.
--------
Yiwen terdiam, ia benar aku hamil anaknya, aku gak mungkin jika pergi meninggalkannya. Siapa yang bantu aku mengurus anak aku nantinya. Lebih baik aku harus bertahan.
Yiwen segera makan dengan sangat lahapnya, tanpa suara kelaur dari mulutnya. Selesai makan dia beranjak berdiri.
"Aku akan ke kamar dulu ganti baju!!"
"Gak usah, pakai itu saja." Jack berdiri, melangkahkan kakinya mendekati Yiwen, "Ayo kita pergi antar Mei dulu!!" ucap Jack, menarik tangan Yiwen untuk segera keluar dari kapal yang sudah menepi, dan di pinggiran dermaga sebuah mobil.mewah sudah menunggu Jack.
Mereka bertiga naik ke dalam mobil, dan Yiwen duduk di jok kursi depan.
"Jangan marah lagi," ucap Jack, meletakkan tangannya di paha Yiwen yang hanya mengenakan baju tanpa lengan dengan panjang sepahanya. Karena dia hamil ia tidak mau pakai celana lagi.
"Jauhkan tangan kamu," ucap Yiwen sinis, menrpiis tangan Jack, namun laki-laki itu masih saja kembali menyentuhnya semakin ke atas, menyingkapkan gaun pendeknya.
"Kenapa? Mei juga tidak masalah akan hal itu," ucap Javk, jemari tangannya mulai nakal mengusap semakin ke atas, dan membuat sebuah permainan di dalam daerah inti Yiwen.
"Emm.. Jack!! Jangan di sini, kamu algi nyetir mobil," ucap Yiwen sembari mendesah pelan.
Mei yang duduk di belakang, melihat jelas apa yang mereka lakukan, namun ia seakan verpura-pura tak melihat, desahan demi desahan Yiwen membuat telinganya sangat oanas, hatinya benar-benar sangat sakit melihat hubungan mereka berdua. Dengan sekuat hatinya dia menahan emosi dan sakit hatinya.
__ADS_1
"Apa yang kamu inginkan?" tanya Yiwen.
"Apa kamu gak mau melepaskan dalaman kamu," ucap Javk, menatap Yiwen mengeluarkan wajah merayunya.
"Jangan di sini, ada Mei juga yang melihatnya. Dan lagian ini di jalan, Syang!!" ucap Yiwen, sembari memejamkan matanya, mencengkeram erat punggung Jack.
"Sudha gak apa-apa, lagian kamu juga menikmatinya. aku ingin buktikan kalau aku tidak ada apa-apa dengannya," ucap Jack. "Dan kamu sudah basah!!" lanjutnya.
"Jangan sentuh aku dulu, kita anterin Mei ke rumahnya."
"Baiklah, setelah itu kita berdua dan kamu harus kasih jatah aku setiap harinya."
"Apa?" ucap Yiwen terkejut.
"Kenapa kamu gak mau, lagian aku mau kita segera punya anak lagi, aku ingin anak lebih dari satu nanti!!" jelas Jack.
"Tapi..."
"Aku mohon!!" ucap Jack memelas.
Pikiran Yiwen teringat tentang Yin, laki-laki yang dua kali berhubungan dengannya tanpa sepengetahuan Jack.
Sepertinya, Jack begitu baik denganku, dan mungkin aku hanya salah paham, siapa tahu kalau Mei berhubungan dnegan laki-laki itu juga. Lagian dia juga baru kenal aku sudah ajak aku berhubungan aku gak tahu siapa dia, atau jangan-jangan semua wanita tidur dengannya, mana aku tahu itu. Gumam Yiwen.
"Kenapa kamu diam?" tanya Jack, melepaskan tangannya, membenarkan gaunnya yang tersingkap. Dia mengusap lembut ujung kepala Yiwen, membuat wanita itu menoleh ke arahnya. Ke dua mata mereka saling tertuju.
"Baiklah, kita buat anak lagi nanti setelah anak ini lahir!!" ucap Yiwen.
"Benarkah!!"
"Iya, syang!!" ucap Yiwen, meski sangat berat mengucapkan hal itu.
Sampai di rumah Mei, tanpa banyak bicara, Mei segera turun dan masuk ke falam rumahnya.
"Kenapa dia hanya diam?" tanya Yiwen.
"Entah aku juga gak tahu," ucap Jack, yang langsung menggulum bibir Yiwen, dari tadi ia hanya bisa menahannya karena masih mengemudi mobilnya, kali ini bibirnya tak bisa menahannya lagi.
Kecupan mereka penuh gairah, Jack segera menutup kaca mobilnya, dan membuka semua helaian benang yang menempel di tubuh Yiwen. "Kita pulang dulu," ucap Yiwen menutupi bagian tubuhnya dengan ke dua tangannya.
"Bentar, saja." ucap Jack, menyentuh ke dua bola milik Yiwen.
"Jangan pakai lagi, kamu tetap seperti ini sampai kita kembali ke kapal!!" ucap Jack.
"Emmppp..."
"I-iya!!" jawab Yiwen terpatah-patah sembari menikmati sentuhan lembut Jack.
Selesai menyentuh Yiwen, Jack menjalankan mobilnya melaju dengan kecepatan sefang, seperti biasa jarinya tak berhenti bermain di daerah inti Yiwen, membuat satu jam perjalanan hanya terdengar desahan Yiwen di dalam mobil itu.
Satu jam petjalanan, Jack bergegas turun, dan membuka pintu untuk Yiwen.
"Aku pakai baju dulu," ucap Yiwen, mencoba mencari helaian benang miliknya.
"Gak usah, semua pelayan di kapal sudah aku suruh keluar sekarang. Dan di kapal hanya ada aku dan kamu dan nahkoda kapal. Dan dia gak mungkin melihat kamu." ucap Jack, Dia mengangkat tubuh Yiwen, berjalan masuk ke dalam kapal.
Di balik pohon Yin yang melihatnya tak berhenti marah, dia terus memukulnya tangannya ke pohon hingga berdarah tanpa merasakan sakitnya. Sakit hati yang dia rasakan lebih sakit dari tangannya sekarang.
"Beraninya Jack membuat istri aku seperti itu, bahkan dia sering melihat tubuh istriku sekarang umpat kesal Yin, dengan tangan memukul pohon depannya sangat keras, darah segar keluar dari tangannya tanpa dia rasa sama sekali.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan di sini gak ada gunanya jika kamu ingin membalas Jack, maka kamu harus membuat dia jatuh, dan memasukan dia ke penjara," ucap Brayen yang selalu muncul tiba-tiba.