
Syang, darii tadi aku di rumah tidak melihat Mei, saat terakhir aku melihatnya di taman bersama kamu?" Tanya Lian yin. "Tapi jangan curiga dulu, aku hak suka mei, aku hanya tanya saja" lanjut Lian yin sekana sudah tahu apa maksud dari pandangan yiwen ke arahnya. Dia pasti cemburu dengannya.
Yiwen segera menarik tangan Lian yin masuk dalam rumahnya. "Aku juga gak tahu? Tapi aku juga gak lihat dari tadi dia pergi ke mana. "Mungkin dia ada di kamarnya syang, lagian dia masih sedih dan belum bisa sepenuhnya terima jika Changmin akan berkeja sama dengan wanita lain bukan dirinya lagi. Lagian selama ini mereka selalu bekerja sama berdua. Dalam bahaya berdua, dan hari-harinya juga selalu berdua." Lanjutnya.
Yiwen segera menampakkan kakinya menaiki anak tangga, dengan langkah cepatnya di susul dengan Lian yin bejalan cepat di belakangnya.
"Tapi apa kamu yakin percaya dengannya. Dia mengurung diri di kamar dan tidak berniat bicara dnegan changmin dan grace agar tidak memperkeruh suasana di antara mereka. Dan kenapa dia hanya diam di kamar." tanya Lian yin, yang terua mengikuti langkah kaki Yiwen.
"Emangnya kenapa? Terserah apa yang dia kakukan syang. Lagian kenapa kamu urusin dia." Tanya Yiwen bingung.
"Apa kamu gak curiga padanya, atau hanya ciruga hal dikit saja padanya gitu?" Tanya Lian Yin.
"Aku gak curiga dengannya, lagian selama ini dia baik dengan kita" ucap yiwen.
"Baik tapi kita gak tahu sebenarnya dia gimana di belakang kita syang" ucap Lian yin. Yiwen menghentikan langkhanya tepat di depan ruang kerja ayahnya.
"Maksud kamu apa? Apa kamu curiga dengannya. Dia itu baik, kenapa kamu curiga dengan orang yang baik. Dia igu baik aku kenal dengannya dari dulu. Meski tidak kenal daei kecil tapi setidaknya dia juga telah menolong kita berdua. Dan selalu membantu keamanan kita" gumam Yiwen kesal. "Udah jangan bahas itu, kita baru baikan tapi malah bertengkar lagi. Lebih baik sekarang kamu temui ayah aku dengan segera. Aku akan tunggu kamu di kamar, aku akan mengantarkan kamu masuk ke dalam, dan setelah itu aku pergi lagi." Ucap Yiwen.
"Kenapa kamu pergi, apa kamu gak mau bicara juga dengan ayah kamu" tanya Lian yin. Tanpa menjawab Yiwen menarik tangan yiwen untuk masuk ke dalam ruangan dan membiarkan dia masuk ke rumah kecil persembunyian mereka. Dan Yiwen kembali lagi menuju ke kamarnya. Ia ingin menyendiri juga di kamarnya. Bukannya tidak mau pergi meninggalkan Lian yin sendiri. Tapi kali ini ia ingin istirahat, tanpa di ganggu orang lain. Dan membiarkan lian yin bicara sendiri dengan ayahnya.
~
Di rumah megah milik Lian yin, Mei berbaring di kamarnya dan sibuk dengan ponselnya. Entah siapa yang ia hubungi dari tadi, karwna Mei tidak pernah menunjukanponaelnya apda ornag lain.
Dan kini Ia bahkan tidak perduli lagi dengan Changmin yang sibuk dengan Grace, dari tadi ia sudah mencari Changmin tapi apa setiap bertemu dengannya dia selalu dengan Grace, setiap detik setiap jam waktunya hanya untuk wanita baru itu. Yang jauh lebih cantik dari pada dirinya. Ia bahkan minder dengan apa yang dia punya, bahkan dia tidak secantik orang yang akan selaku berada di sisi kekasihnya.
__ADS_1
"Apa Changmin bisa jaga hatinya, tapi awal dari kebiasaan bisa jadi cinta. Meakipun dia sudah bersuami atau punya kekasih" gumam Mei.
"Haahh.. entahlah, kalau memang tidak terserah dia. Aku akan segera pergi dari sini. Buat apa lagi aku di sini hanya membawa beban bagi Yiwen, Changmin dan semuanya. Dan aku hanya buat masalah saja" gumam Mei, membaeingkan tubuhnya menatap ke atap langit kamarnya.
~
Changmin yang sudah di kamar Grace ia mulai melakukan apa tugasnya. Dia bahkan sudah membuat desain kerangka untuk mebuat robot seperti manusia.
Dan Grace juga sidah menyiapkan sistemnya. Ia juga kasih mencoba melacak siapa hang membantu perusahaan Lian yin diam-diam.
"Min, apa kamu sudah tahu siapa yang menyelamatkan harga saham perusahaan Lian Yin.?" Tanya Grace, yang duduk di ranjang miliknya, dengan kaki memangku sebuah laptop. Dan di sampingnya juga ada laptop lagi untuk membuat.
"Belum tapi apakah kamu sudah tau?" Tanya Changmin yang duduk di sofa menjauh dari Grace.
"Sinilah, coba kamu lihat sekarang. Aku menemukan ini, tapi aku masih bingung" ucap Grace tersenyum tipis.
Tak sengaja Mei yang ingin melihat keadaan Grace, ia membuka pintunya sedikit, matanya terbelalak seketika saat menatap Changmin duduk samping Grace. Mei mengurungkan niatnya untuk masuk dan memilih menutup kembali pintunya, pergi dari kamar Grace.
"Ternyata mereka lagi sibuk" ucap Mei, berjalan menjauh dan kembali lagi ke kamarnya.
"Kamu kenapa?" Tanya Lay, yang tiba-tiba berdiri di depannya.
"Gak apa-apa hanya lagi sakit saja, kamu melihat Yiwen gak?" Tanya Mei pasa Lay di depannya.
"Aku baru mau tanya Changmin di mana Lian yin." Jawab Lay.
__ADS_1
"Oo. Ya sudah" ucap Mei yang masih menundukkan kepalanya.
"Jangan sakit hati, jika hanya melihat tidak mengetahuai sebenarnya" ucap Lay, dan beranjak pergi meninggalkan Mei sendiri.
~
"Jadi yang bantu dia adalan orang bertopeng ini?" Tanya Changmin pada Grace, yang berasil membuka situs oemag yang membantu Lian yin kemarin.
"Iya, tapi aku belum biaa tahu siapa dia. Identitasnya sangat tersembunyi" ucap Grace.
"Apa yang kalian bicarakan" saut lay, yang berjalan amsuk menuju ranjang grace.
"Dia menemukan siapa yang membantu menyetabilkan perusahaan kita" ucap Changmin.
"Siapa dia?" Tanya Lay yang semakin penasaran.
"Ini lihatlah sendiri, apa kamu kenal dengannya?" Tanya Grace pada Lay yang berdiri di sampingnya.
Lay mengamati foto orang bertopeng itu, dan namanya hanya Mr x, "Siapa dia?" Gumam Lay yang juga tidak tahu siapa dia.
"Tapi sepertinya identitas ini sudah di ubah sebelum aku bisa masuk ke dalam situsnya. Dan dia sengaja melemahkan pengamananya. Sepertinya memang dia sudah tahu jika kita menyerangnya." Ucap grace.
"Dia benar-benar itak berlian, bisa membaca setiap pikiran musuhnya dengan mudah. Dan dia tidak hanya bisa menyetablikan perusahaan hanya dengan hitungan detin dan menit. Dia bahkan sudah membuat komputer aku jadi banyak virus, dan virus sepertinya memang dia yang ciptakan sendiri" ucap changmin.
"Iya, dia bukan orang smebarang. Jadi kita harus hati-jadi jika berhadapan dengannya. " ucap Grace.
__ADS_1
"Iya, aku juga akan cari tahu siapa dia" sambung Lay.
"Sekarang aku akan coba cari lagi, siapa sebenarnya dia. Dan apa tujuan serta maksudnya membantu Lian Yin atau dia hanya ingin bermain dengan lian yin. Untuk memanfaatkannya, aku juga gak tahu" gumam Grace yang mulai menatap laptonya kembali. Dan ia segera kembali bekerja menggunakan otaknya