
Yiwen mulai tersadar, ia mendapati dirinya tanpa helaian baju dalam mobil. "Apa yang kamu lakukan?" tanya Yiwen pada Lee yang sibuk dengan ponselnya.
"Maaf tadi hanya permainan kecil"gumam Lee. Ia melemparkan pakaian ke arah Yiwen.
Yiwen berdengus kesal kali ini, ingin rasanya memukul Lee, namun ia hanya bisa menahannya dulu. "Pergi dari sini?" Gumam Yiwen.
"Kenapa harus pergi tinggal ganti baju saja ribet" ucap Lee.
"Cepat pergi" bentak Yiwen,
Tak mau berdebat lagi Lee segera pergi dari hadapan Yiwen. Katanya dia menurut denganku, apaan dia malah membentakku, gumam Lee. Ia menunggu Yiwen ganti pakaian.
"Sudah masuklah, kita pergi" ucap Yiwen.
Lee terheran-heran kali ini dengan Yiwen, tadi dia membantak sekarang seakan dia melupakan apa yang dia lakukan padanya. "Kerja bagus Yhing yhi, kamu memberikan sesuatu yang sangat berguna" gumam Lee.
Lee segera masuk ke dalam mobil, dan beranjak pergi menuju suatu tempat kali ini. Di sebuah pantai yang sangat luas. Namun suasana pantai itu sangat ramai. Banyak pengunjung datang berlibur di sana. Dan tak terkecuali dengan Yiwen dan Lee.
Di sisi lain Ley dan Lian yin mengikuti Yiwen dari jauh, ia melihat setiap detik apa yang mereka lakukan.
Lian yin tak mau kejadian lagi seperti tadi, benar-benar ingin aku menyiksa dia dalam penjara bawah tanah saat tertangkap nanti, gumam Lian yin.
"Apa yang kamu lakukan tadi?" tanya Yiwen pada Lee yang berada tepat di sampingnya.
"Bukannya kita saling suka" ucap Lee dengan santainya.
Yiwen terdiam seketika, dia terus bertanya dalam hati apa benar dia suka dengan Lee. Tapi entah kenapa pikirannya sekarang tak bisa menolak apa yang di bilang Lee. Namun hatinya tak pernah setuju dengan apa kata Lee. Sekana ia yak pernah sama srkali mencintai Lee. Yiwen menatap sekelilingnya. Ia curiga dari tadi ada yang mengikutinya.
"Kamu kenapa?" Tanya Lee.
Yiwen menoleh ke arah Lee.
"Gak kenapa-napa, aku hanya tidak suka dengan apa yang kamu lakukan. Bahkan tanpa izin dariku. Kamu sudah melakukan hal tak terpuji padaku. Aku merasa sangat muak, benar-benar muak dengan apa yang kamu lakukan" ucap Yiwen mengungkapkan isi hatinya.
"Ya sudah maafkan aku, aku tidak akan mengulangi hal itu lagi" gumam Lee. "Bentar kamu tunggu di sini ya, aku mau belikan kamu minuman dulu" lanjut Lee.
__ADS_1
"Baiklah" balas Yiwen tanpa perdulikan Lee yang sudah pergi menjauh.
Yiwen berjalan mendekati pinggiran pantai, namun langkahnya terhenti seseorang menutup mulut Yiwen dan menggendongnya pergi dari pantai.
"Ley, kamu bawa mobilnya. Aku akan urus Yiwen. Kita harus bawa Yiwen segera pergi dari sini" ucap Lian yin dengan wajah mulai panik.
Sebelumnya ia memang sengaja terus mengintai Yiwen dan Lee. Mencari kesempatan untuk menculik Yiwen dari Lee.
"Baiklah" lay segera masuk ke dalam mobil. "Cepat masuklah"ucap Ley pada Lian yin.
Lian yin masih menutup mulut Yiwen membiusnya dengan sapu tangan yang sudah berisikan obat bius, ia langsung naik ke mobil sebelum Lee tahu.
"Ley kita bawa Yiwen ke rumah ku"perintah Lian yin pada Ley.
Yiwen yang masih belum sadar, ia tertidur di pangkuan Lian Yin. Bahkan lelaki itu tak henti terus mengusap lembut rambut panjang yiwen. "Maafkan aku telah menyuruhmu datang sendiri, dan kini aku harus kehilanganmu sementara. Bahkan tubuhmu di jajah lelaki lain. Tapi tenang saja aku tidak akan tinggal diam, siapa yang berani menjajahmu maka akan berurusan denganku. Sejataku akan menembus dadanya secara langsung" ucap Lian yin dalam hati.
Ley segera mengemudi dengan kecepatan tiggi agar cepat keluar dari kota itu, dan mulai masuk ke perbatasan kota.
--00--
Ia segera menghubungi seseorang untuk melacak di mana keberadaan Yiwen sekarang. "Cepat cari di mana Yiwen sekarang, jika dia kabur tidak akan bisa pergi dari kota ini. Sekarang tutup semua akses menuju perbatasan" ucap Lee.
"Baik tuan"
"Yiwen harus ketemu, di manapun dia berada bawa kembali padaku" ucap Lee mematikan telfonnya.
Kamu tidak akan bisa pergi dariku Yiwen, karena kamu satu-satunya aset menuju kekalahan Lian yin. Dan hanya kamu yang bisa membebaskan Yhing yhi nanti, gumam Lee. Ia menendang botol minuman tepat di bawahnya hingga jauh terjatuh ke laut.
Beberapa pengawal berlari menuju ke arah Lee. "Ada apa??" Tanya Lee.
"Maaf tuan, ada mobil penyusup yang membawa salah satu robot kita yang sedang jalan-jalan keluar"ucap salah satu pengawal itu.
"Apa katamu? Bagaimana mungkin dia bisa tahu jika itu adalah robot" tanya Lee, wajahnya kini sudah mulai kesal.
"Saya tidak tahu tuan, tidak ada yang melihat bagaimana cara dia tahu. Dan sekarang penyusup itu sepertinya sudah pergi jauh dari kota ini" ucap pengawal.
__ADS_1
"Kurang ajar, jadi dia yang mengambil Yiwenku juga, apa dia Lian yin. Tapi itu tidak mungkin, bagaimana mungkin dia bisa datang kemari. Tidak ada orang yang bisa datang ke kota ini jika tidak melihatkan kartu anggota" gumam Lee.
"Sekarang kalian cepat bertindak, tangkap semua mata-mata itu hidup-hidup. Aku akan mengintrogasi dia siapa yang menyuruhnya." ucap lee pada pengawalnya.
"Baik tuan" para pengawal itu segera bertindak dan pergi dari depan Lee.
"Arrggg... semua membuatku kesal, jika itu dari pihak Chengyi pun aku tidak akan segan-segan melukai mereka. Aku tidak perduli dari pihak siapapun" decak kesal Lee.
Ia segera beranjak dari pantai itu menuju ke mobilnya, ia ingin mencari petujuk di sana.
#Lian Yin POV
"Yin, sekarang kita sudah bebas dari perbatasan" ucap Ley.
"Cepat pergi menuju kota, aku yakin lelaki itu pasti sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari kita, dan aku mau kamu cari dokter terbaik untuk menyembuhkan ingatan Yiwen. Aku tidak mau dia lupa denganku" gumam Lian yin.
"Baiklah" ucap Ley singkat.
Lama perjalanan Ley sampai di suatu tempat, rumah Lian yin. Yang baru saja kemarin Yiwen berada di sana sebelum penculikan.
Lian yi. Segera keluar dari mobil mengangat tubuh Yiwen masuk ke dalam rumahnya. Dan lay dengan segera menghubungi dokter terbaik sesuai perintah Lian yin . Dan ia juga tak lupa menghubungi Lie Wei untuk membawa Mei kesini agar bisa menjaga Yiwen saat ingatannya masih dalam proses penyembuhan nanti.
"Yin, aku sudah menghubungi sesuai perintahmu, dan aku juga menyuruh Mei untuk cepat datang kemari" ucap Ley.
"Baiklah, kerja bagus. Aku butuh perempuan untuk merawat dia, dan Yiwen pasti akan berbagi cerita dengan Mei nantinya" ucap Lian yin. Yang mulai membaringkan tubuh Yiwen di ranjang.
Saat ini Yiwen masih belum sadarkan diri, ia masih tertidur karena obat bius yang di berikan lian yin padanya. Jika tidak menggunakan itu, pasti Yiwen akan memberontak dan tak mau ikut dengannya.
"Sementara kamu cari informasi tentang lelaki itu, semua dari masa lalunya samlai semua aset perusahaannya. Dan jika sudah terkumpul semua. Hubungi Lie Wei untuk menghancurkan harga saham perusahaannya." ucap Lian yin.
"Baiklah, tapi bagaimana dengan robot yang kita bawa di bagasi tadi" ucap Ley, yang baru teringat jika tadi ia membawa sebuah robot.
"Iya aku hampir saja lupa, bawa robot manusia itu pada Lie Wei. Aku mau kamu dan dia bekerja sama menyelidiki robot itu" ucap Lian yin.
"Baik" Ley beranjak pergi, ia segera melaksanakan perintah dari Lian yin. Karena baginya Lian yin lah orang yang selama ini menolongnya, menolong orang yatim piatu sepeeti dirinya dan merawatnya dari dia masih sangat muda sampai menjadi orang seperti sekarang ini. Hingga membuat ia jadi lebih di takuti banyak orang sekarang. Padahal dulu ia selalu di remehkan bahkan selalu di hina.
__ADS_1