
Keesokan harinya Lian yin yang bangun lebih dulu melihat ke arah Yiwen yang masih tertidur pulang di dalam dekapan hangatnya.
Lian yin mengusap lembut wajah Yiwen dengan jemarinya, ia terus memandang Yiwen saat tertidur pulas tanpa balutan make upyang menghiasi wajahnya.
“Kamu memang cantik syang, aku beruntung bisa dapatkan cinta kamu”gumam Lian yin, mencium kening Yiwen, sebagai capan selamat pagi juga untuknya.
Lian yin segera bangkit dari tidurnya, dan berjalan menuju kamar mandi, ia ingin membasuh tubuhnya lebih dulu sebelum membangunkan Yiwen dari tidurnya.
“Lebih baik aku berendam dulu”gumam Lian yin.
------000----
“Huammm…”Yiwen menguap Lebar dan perlahan membuka matanya, ia tidak melihat Lian yin berada di sampingnya.
“Di mana dia?”gumam Yiwen. Ia muai beranjak bangun, menarik selimutnya dan bangkit dari tidurnya.
‘yin, kamu di mana?”teriak Yiwen, yang merasa khawatir dengan Lian yin.
Ia terdiam sejenak, tersadar jika tadi malam mereka berhubungan. Yiwen menatp ke seluruh tubuhnya. “bajuku’gumam Yiwen, yang mulai menarik selimutnya dan mulai membalut ke tubuhnya.
“Yin, apa kamu di dalam”Tanya Yiwen mengetuk pintu kamar mandi.
Merasa tidak ada jawaban Yiwen membuka pintu kamar mandi yang memang tidak terkunci itu, yiwen masuk perlahan dengan langkah sangat hati-hati.
“yin”panggil Yiwen.
Mendengar panggilan Yiwen, Lian yin yang semula berendam dan memejamkan matanya sejenak ia mulai membuka matanya. melihat Yiwen sudah ada di depannya.
“Kamu di sini?”Tanya Yiwen.
“kenapa kamu mencariku, apa yang kemarin malam masih kurang’tanya Lian yin, dengan senyum menggoda, ia meraih tangan yiwen dan memegang pergelangan tangannya erat.
“Apa maksud kamu?”Tanya Yiwen.
“kalau amu masih kurang, gimana kalu kita lanjut lagi, sebelum kamu mulai bertanding nanti”gumam Lian yin.
“Apaan sih, gak mau”ucap Yiwen, mencoba melepaskan tangan Lian yin.
“Kamu sudah masuk ke dalam, melihatku mandi. Dan kamu sudah gak bisa keluar lagi dari sin syang”ucap Lian yin, yang mulai beranjak berdiri, berjalan mendekati Yiwen.
Yiwen seketika menutup matanya, melihat tubuh Lian yin. “Kenapa kamu selalu malu”ucap Lian yin, memegang tangannya menjauhkan dari wajahnya.
“Bukannya kamu sering lihat tubuh aku, kenapa sekarang kamu mau segala”ucap Lian yin.
“Apa mau kamu?”Tanya Yiwen, membalikkan pandangannya.
“Aku gak mau apapun dari kamu, hanya minta sesuatu lagi”ucap Lian yin, langsung menarik selimut yang menutupitubuh Yiwen.
“Yin apa yang kamu lakukan, aku gak mau”gumam Yiwen, sketika menutupi tubuhnya.
__ADS_1
“Istriku ini emang malu-malu ya, kenapa kamu melakukan hal itu, menutupi tubuhmu segala”gumam Lian yin, mengangkat tubuh Yiwen dan memasukannya ke dalam bathup berendam berdua dengannya.
Lian yin merengkuh pinggang Yiwen erat, agar ia tiak pergi dari bathup itu. “Yin, lepaskan aku”ucap Yiwen.
“Gak mau”gumam Lian yin, mengecup leher belakang Yiwen, yang masih menempel helaian rambutnya.
Lian yin, menyilakan rambut panjang Yiwen ke pundaknya, dan mulai mengecup leher Yiwen, hembusan napas berat Lian yin terasa di leher Yiwen.
“Yin, udah jangan buat aku seperti ini lagi”gumam Yiwen.
“Emangnya kamu kenapa syang”Tanya Lian yin.
“Sudah jangan banyak bicara”ucap Yiwen. “Sekarang cepat lepaskan tan kamu”ucap Yiwen, mencoba melepaskan tangan Lian yin yang semaki erat merengkuhnya.
“Kalau aku gak mau gimana?”Tanya Lian yin dengan senyum menggoda, ia menandarkan dagunya di pundak Yiwen.
Yiwen menoleh ke arahnya tak sengaja benda kenyal saling menempel membat Yiwen terkejut, seketika melebarkan matanya. Menatap Lian yin yang tadnya berada dengan jarak sangat dekat dengannya.
Meihat ada kesempatan Lian yin, memegang kepa belakang Yiwen , mengecupnya semkain dalam, meski penuh dengan perlawanan dari Yiwen, namun ia tidka perduli, dngan jemari tangan Lian yin mulai bertidak Lian menjalar ke seluruh tubuh Yiwen.
“Yin lepsakan aku"ucap Yiwen, mendorong tubuh Lian yin menjauh darinya.
Lian yin hanya tersenyum, karena tanganya masit tertinggal di tubuhnya, ia semakin bertindak liar membuat Yiwen, hanya diam menuruti, apa yang di inginkan Lian yin.
‘Yin apa kamu di daam?”Tanya Lay, yang sudah berdiri di depan pintu kamar hotel Lian yin.
“Yin, hentikan. Ada seseoran di luar"ucap Yiwen.
“Itu suara Lay, sepertinya dia sudah datang”ucap Yiwen.
“Sudah, sekarang kamu cepat pakai handuk dan keluarlah lebih dulu”ucap Yiwen.
“Baiklah, baik, tapi ingat kamujuga cepat ganti baju saja, sudah siang lomba terakhir kamu juga akan segera di mulai. Dan kita dengan segera pergi dari temat ni”ucap Lian yin.
“baiklah”gumam Yiwen.
Lian yin segera meraih handuk di depanya, dan beranjak keluar, membuka pintu kamar hotenya.
“Lay, ada apa?”Tanya Lan yin yang berdiri di depan pintu dan masih memakai balutan handuk putih.
“Aku kira kamu masih tidur”ucap lay.
“kamu selalu suka sekali ganggu permainan aku dengan Yiwen”gumam Lian yin kesal.
“Kalian seang main?”Tanya Lay terkejut, ia tidak tahu jika mereka berdua lagi bermain di dalam.
“Iya, dan kamu selalu menggagalkannya, jadi tertunda lagi”gumam Lian yin kesa.
Luli yang berdiri di samping Lay, hanya diam menatp kea rah Lian yin, ia merasa tidak suka dengan apa yang Lian yin berbuat dengan Yiwen, namun ia hanya bisa diam. Karena bukan hak dia untuk melarang Yiwen melakukan hubungan dengan istrinya. Dan Lagian Lian yin juga tidak pernah mengganggapnya lebih, ia hanya menganggapnya hanya sebagai teman tidak lebih.
__ADS_1
“kamu mau masuk ke dalam nunggu aku ganti baju dulu atau tidak?”Tanya Lian yin.
“Emangnya kamu sudah selesai bermain dengan yiwen.”Tanya lay menggoda.
“Sudah, lagian sekarang sudah waktunya pertandingan terakhir”gumam Lian yin.
“ya, sudah aku masuk ke dalam ya?”Tanya lay, yang langsung masuk ke dalam kamar Lain yin tanpa rasa malu.
“Kamu kenapa masih di depan”Tanya Lian yin pada Lyli yang hanya diam, menundukkan kepalanya berdiri di depan pintu.
“Eh.. aku pergi dulu saja”ucap Lyli yang terlihat sangat gugup.
Lian yin memegang tangan Lyli dan menariknya masuk ke dalam, jantung Lyli benar-benar seakan amu copot Lian yin memegang tanganya. Ia tidak menyangka baru kali ini Lian yin, memegangnya lagi.
“Sudah kalian duduk saja di sofa, aku mau ganti baju dulu di kamar mandi”ucap Lian yin.
Ia segera mengambilkan baju yiwen di lemari dan sekalian ambil baju juga untuknya.
“Oya, kemarin malam aku sudha bertemu dengan Grace”ucap Lian yin, dengan jemari tangan masih memilih baju untuk yiwen.
“terus apa yang dia lakukann”Tanya Lyli yang terkejut jika Lian yin menemui Grace pada saat malam hari.
“Gak melakukan apa-apa, aku dan dia hanya berbincang berdua”jawab Lian yin.
“Nanti di lanjut lagi”Ucap Lian yin, yang mulai masuk ke dalam kamar mandi.
---000---
“Hai syang, kamu nunggu lama ya”ucap Lian yin, berjalan mendekati Yiwen yang sudah berdiri menunggunya.
Lian yin memeluk Yiwen dari belakang, dengan tangan yang selalu usil berkeliaran kemana-mana. Hingga desahan keluar dari mulut Yiwen.
Lian yin mengecup punggung Yiwen, dan mulai naik ke belakang lehernya, hingga hembusan napasnya beratnya terasa di lehernya.
“Yin, lepaskan. Nanti saja di lanjut. Aku gak mau jika mereka dengar”ucap Yiwen.
“baiklah, nanti lagi ya”gumam Lian yin.
“iya”ucap Yiwen yang mulai meraih bajunya dan segera memak baju, di bantu dengan Lian yin.
Mereka segera klau menemui Lay dan Lyli yang sudah menunggunya dari tadi.
“Tadi ada suara apa?”Tanya Lay menggoda.
“Suara apa?”ucap Yiwen.
“Entahlah, mungkin aku salah dengar tadi wanita”ucap Lay, di balas dengan pelototan tajam mata Yiwen ke arahnya.
“Jangan menatapku seperti itu”ucap Lay pada Yiwen ia merasa takut, Pandangan Yiwen seakan mau menerkamnya.
__ADS_1
“udah, udah sekarang aku mau bilang pada kalian”ucap Lian yin, memegang tangan yiwen agar duduk di sofa, duduk di sampingnya