
Lian yin melakukan percabaan pertamanya. Yang langsung masuk ke dalam kingaran mesin waktu. Dan ayah yiwen sendiri yang mencobanya pada tubuj Lian yin. "Kamu mau kemana?" Tanya Wo jian. Yang sudah bersiap menjalankan mesin waktu itu.
"Aku mau melihat Yiwen" ucap Lian yin. "Baiklah kamu diam di dalam. Aku akan menjalankannya" jawab Wo jian, yang mulai menjalankan mesin waktu itu. Ia menjalankan dengan sangat sempurna, Lian yin seakan masuk ke dalam sebuah lorong yang membuatnya harus berputar-putar, namun bukan tubuhnya seakan seperti arwahnya saja yang melayang-layang, dan pergi kemana-mana.
Dan tepat ia berhenti di dalam kamar Yiwen, ia melihat Yiwen. Sedang tidur pulas di ranjangnya. "Apa dia capek, tidur pulas banget" ucap Lian yin tersenyum tipis, duduk di ranjang Yiwen mencoba mengusap lembut rambutnya namun ia tidak bisa mengusap rambut Yiwen. Tangannya seakan tembus di kepala Yiwen. Sepertinorang yang sudah meninggal.
"Kenapa aku tidak bisa memegangnya, apa ini hanya arwah aku saja" gumam Lian yin, melihat ke dua telapak tangannya yang memang tidak kenapa-napa. Mungkin efek dari mesin itu memang dan hanya bisa arwahnya saja yang pergi." Ucap Lian yin, duduk di ranjang Yiwen, terdiam memikirkan tentang mesin waktu ini.
Thingg.... seakan sebuah jawaban muncul dalam otakya.
" Aku tahu sekarang ini adalah mesin waktu yang pertama ia buat, karena masih banyak kelemahan dalam membuatnya, ia memodifikasinya lagi jauh lebih baik. Dan dengan alat yang hanya sederhana, ia bisa pergi kemana saja, langsung menggunakan tubuhnya tidak bayangan seperti ini. Dari mesin waktu pertama ia hanya bisa pergi menggunakan bayangan, dan itu juga sangat besar, dan harus membuatkan ruangan yang begitu luas. Dan pasti asa lagi yang ke dua dan ke tingga nantinya" ucap Lian yin.
"Kamu mau kemana lagi?" Tanya seseorang yang membuat Lian yin memutar matanya, ia mendengar suara orang tapi dia tidak bisa melihat orang itu. Atau memang alat waktu ini bisa.
"Siapa?" Teriak Lian yin, dan sepertinya Yiwen juga tidak mendengar teriakannya.
"Aku ingin pergi melihat Lay sekarang" ucap Lian yin, ia ingin tahu gimana perkembangan Lay mendapatkan cintanya nanti. Sesuai dengan rencananya dengan Lyli atau tidak. Dan sebelumnya Yiwen juga sudah setuju juka dia menghubungi Lyli, untuk mengembalikkan senyum Lay yang dulu sempat hilang, keceriaan wajahnya sekaan terkikir si selimuti dengan kesedihan hatinya selama ini.
__ADS_1
Ia sampai di sebuah danau, dengan kursi yang hanya bisa di gunakan untuk dua orang saja. Lian yin Tersenyum saat ia melihat Lay duduk di samoing Lyli dengan di hiasi pemandangan danau yang indah, dan waktu yang tepat matahari perlahan sudah mulai terbenam. Dan ia kini melihat Lay seakan sudah menemukan hidupnya kembali. Wajahnya sudah terlihat berekspresi sekarang tidak seperti dulu yang selalu kaku banget. Dan selalu dingin dengan semua orang.
~
"Lay maaf aku mengganggu waktu kamu sekarang" ucap lyli duduk di samping Lay, dengan pandangan menatap danau sambil menikmati matahari terbenam. "Aku menghubungi kamu hanya karena aku ingin bicara dengan kamu. Aku tahu semua perasaan kamu padaku."
"Kamu tidak pernah mengganggu aku, justru aku malah senang ada kamu lagi. Dan kamu kini berani datang padaku bertemu dengan aku, an berbicara dengan aku. Aku gak tahu lagi jika aku tidak bisa bertemu dnegam kamu." Ucap Lay. "Dan soal perasaan aku tidak pernah memaksa kamu, aku bisa jadi teman kamu saja sudah merasa sangat senang."
"Tapi apa kamu tidak membenciku sama sekali dengan apa yang sudah aku lakukan pada kamu, Lian yin dan juga Yiwen. Aku sudah tega ninggalin kalian di saat hentingnya. Dan aku juga sudah berkhianat pada kalian telah mengmberi tahun semuanya pada ayah Grace. Kamu juga pasti sudah tahu semua dari Lian yin dan yiwen" ucap Lyli dengan wajah menunduk sedih.
"Aku tahu semuanya, tapi aku tidak menganggap kamu begitu. Dan Lian yin juga tidak menyalahkan kamu. Karena kamu memang terpaksa melakukan hal itu." Ucap Lay, memegang ke dua tangan Lyli di sampingnya, dengan tubuh membalik manatap Lyli.
"Kenapa kamu bicara seperti itu?" tanya Lay yang bingung dengan apa yang ia ucapakan.
"karena aku hanya memastikan, begitu bodohnya aku tidak bisa mencintai orang yang sangat tulus dengan aku. Dan malah lebih memilih orang lain yang tidak pernag sama sekali mencintai aku dari dulu. Bahkan dia hanya menganggapku teman. Dan aku mi i mau belajar membuka hati aku untuk orang lain. dan memebrikan kesempatan untuk orang lain membuktikan cintanya padaku" ucap Lyli, melepaskan tangan lay yang memegangnya.
Lian yin yang melihat dan mendengar apa yang mereka katakan. Ia hanya bisa duduk di bawah menyaksikan percintaan mereka. karena memang dia sangatvoenasaran dengan Lay dan lyli. Wanita yang sama-sama keras kepala kalau lagi jatuh cinta.
__ADS_1
"Ayo Lay tembak dia" gerutu Lian yin yang duduk tidak bisa terlihatboleh ke dua temannya itu.
"Baik aku akan buktikan lada kamu tentang semua perasaan aku padamu, dan aku yakin jika kamu pasti bisa jatuh cinta dengan aku" ucap Lay dengan penuh percaya diri.
"iya aku tunggu sampai satu bulan lamanya dan mulai daei hari ini, detik ini jam ini juga. kamu harus bisa membuat aku jatuh cinta padamu. jika kamu bisa menaklukkan hati aku dalam satu bukan ke depan. maka aku mau jadi kekasih kamu" ucap Lyli tersenyum samar manatap ke arah Lay.
"Aku gak mau kamu jadi kekasihku, aku mau kamu langsung menjadi pendamping hidupku. Aku tidak mau lama-lama, saat satu bulan berlalu nanti aku akan melamar kamu. dan aku akan menikahi kamu dengan segera. tapi jika kamu jatuh cinta dengan aku tapi jika tidak aku juga harus mengubur dalam-dalam harapan ku padamu. mungkin memang kamu bukan wanita yang di takdirkan untuk aku. Tapi aku akan berjuang sebelum aku bisa. Membuktikan semuanya pada kamu." ucap Lay, menatap wajah Lyli tepat di depannya. Mata mereka saling menatap satu sama lain. dan tanpa ucapan seuntai kata keluar dari mulut Kyli, Lay langsung mengecup lembut kening Lyli membuatnya terdiam tak bisa berkutik.
baru kali ini Lyli merasaka kecupan lembut di kening dari seorang lelaki. Kecupan yang sangat hangat mampu membuat hatiku bergertak sebentar.
melihat itu Lian yin merasa sangat senang. Dan sekarang ia sudah puas melihat mereka. dan ingin segera pulang kembali.
"apa aku biar keluar sekarang?" tanya Lian yin.
"Kalau kamu mau keluar, tunggulah aku proses" ucap Wo jian.
Lian yin segera di tarik kemabli. kini ia membiarkan Lay berbicara dari hati ke hati dengan Lyli meski tahu sebagian yang Lay lakukan padanya, itu sangat menunjukan jika Lay sangat cinta dengannya.
__ADS_1
"Kamu tinggal di mana sekarang?" tanya lay pada Lyli di samoingnya.
"kamu mau ke rumah aku sekarang?" tanya Lyli yang entah bingung mau tinggal di mana lagi. selama ini ia menginap dari hotel satu ke hotel lainnya. agar pengawal ayah Grace tidak mengejarnya lagi, karena dia mengincarnya untuk dalat informasi lagi dari Lian yin.