
"Tapi apa kamu mau ninggalin Yiwen sekarang. Gimana kalau dia mencari kamu nanti, jika kamu gak tiba-tiba gak ada di sini" gumam Lay.
"Entahlah, sekarang lebih penting pembahasan rencana kita ke depan. kalau soal itu bisa dinpikirkan lagi nanti" gumam Lian yin.
"Apa kamu lagi bermaten dengan Yiwen?" Tanya Lay, menatap ke arah Lian yin dengan wajah bingungnya, ia tidak pernah melihat Lian yin segitu marahnya dengan Yiwen.
Lian yin menarik napasnya, mencoba untuk berbicara dengan lay, meski hatknya merasa tidak mood untuk membahas itu lagi.
"Aku lagi gak mau bicara dengan dia, dia lebih percaya dengan orang lain dari pada suaminya sendiri. Aku ingin dia sadar dulu, jika apa yang yang di lakukan itu salah" gumam Lian yin.
Lay yang tahu apa penyebabnya, ia hanya diam. Ia tahu pasti gara-gara Mei lagi, dia lagi yang membuat masalah dalam rumah tangga Yiwen. Entah apa rencananya sebenarnya. Tapi Yiwen sekarang sangat percaya dengan Mei.
"Ya sudah ayo kita pergi, sebelum kita bertemu dengan Yiwen dan Mei nantinya. Malah akan tambah ribet dan banyak bicara nanti jika ada para wanita." Ucap Lay yang mulai masuk ke kamar Lian yin, ia membuka pintu kamar Lian yin.
"Apa Yiwen gak ada di dalam?" Tanya Lian yin, ia baru sadar jika Yiwen tadi ada di dalam kamarnya. Tapi setelah ia keluar, dia tidak tahu apa Yiwen masih di dalam atau tidak.
"Gak ada!" ucap Lay, yang langsung masuk ke kamar Lian yin, dan di susul dengan Changmin berjalan di belakangnya. Ia dengan segera membuka pintu ruang rahasia di balik tembok kamar Lian yin.
"Kemana Yiwen, tadi dia di kamar, tapi sekarang dia pergi. Apa dia mencari aku. Kemana dia pergi sekarang." gumam Lian yin yang masih berdiri di depan pintu kamar Lian yin. "Yiwen aku harap kanu gak nekat pergi dariku" batin Lian yin.
Changmin menoleh ke arah Lian yin yang terdiam di depan pintu rumahnya.
"Yin, ayo cepat masuk" teriak Changmin, segera menarik tangan Lian yin masuk. Sebelum bertemu dengan Mei dan Yiwen.
Bahkan Changmin dari tadi belum bertemu dengan Mei, setelah kejadian Lian yin yang menyuruhnya kerja sama dengan Grace. Dan juga Mei yang awalnya ingin bertemu dengan Changmin, saat melihat Dia dengan Grace ia mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan Changmin dan tidak mau mengganggunya dulu.
Lay yang sudah membuka pintu ruang rahasia, dengan segera mereka masuk ke dalam. Tetapi pikiran lian yin terus melayang gak jelas, ia kepikiran tentang Yiwen. Di mana dia sekarang apa dia marah dengannya dan nekat pergi meninggalkan dia. Atau dia di taman lagi mencarinya. Ia tidak bisa jika Yiwen meninggalkan dirinya.
Berbagai pertanyaan datang bertubi-tubi dalam otak Lian Yin. "Yin, apa kamu masih mikirn Yiwen?" Tanya Lay, yang duduk di sofa.
"Iya, di aman dia sekarang?" Tanya Lian yin.
"Kenapa kamu gak lacak saja di mana keberadaan dia sekarang." Ucap Changmin.
__ADS_1
"Gimana cara aku lacak dia, aku tidak memasang pelacak di tubunya." Ucap Lian yin merasa tak bisa apa-apa lagi.
"Kenapa kamu jadi bodoh karena wanita. Sama dengan teman kamu itu" sindir Lay tersenyum tipis menatap ke arah Changmin.
"Kenapa aku lagi?" Tanya Changmin.
"Emang kami bodoh karena wanita." Ucap Lay, yang mulai membuka minuman yangbsudah tersedia di depannya.
"Yin, kalau dia bawa ponsel. Kamu bisa lacak dia dengan ponsel kamu. Dan gak perlu khawatir lagi jika pergi jauh" ucap Lay, yang mulai meneguk minuman di depannya, lalu meletakkannya kembali di meja depannya.
"Benar juga apa kata Lay, sekarang mana ponsel kamu" ucap Changmin, mengulurkan tangannya meminta ponsel lian yin.
"Ini" ucap lian yin, memeberikan ponselnya pada Changmin.
"Kamu tunggu sebentar, aku akan lacak dia. Aku yakin dia tidak mungkin pergi jauh dari sini" gumam Changmin, ia dengan segera mengotak-atik ponsel Lian yin. Untuk melacak keberadaan Yiwen.
"Udah ini, lihatlah sendiri di mana dia. Sekarang kamu gak perlu khawatir lagi dengan dia. Kamu bisa lihat dia di manapun dan kapanpun" gumam Changmin, "dan jika dia di rumah, kamu bisa lihat dari cctv rumah ini di ponsel kamu sambung Lay.
"Ternyata dia di ruang tamu, aku kira di mana" ucap Lian yin. "Sudah sekarang apa yang ingin kalian bahas apa?" Tanya Lian yin, meletakkan ponselnya di meja.
"Emangnya kamu mau buat apa?" Tanya Lian yin yang semakin penasaran, dengan berbagai penemuan barunya yang membuat kecanggihan keamanan di kotanya semakin meningkat.
"Kita buat robot seperti di negara selatan, robot itu hanya menyerupai kamu, Yiwen, aku dan Changmin. Dan kita akan bekerja sama untuk membuatnya jauh lebih canggih dari pada selatan. Aku yakin jika kita dapat bantuan Grace nanti semua sudah beres. Dan kita harus segera melakukan sidik jadi juga, jadi biar sidik jari pada robot itu sama dengan kita." Ucap Lay, yang pelahan menjelaskan apa rencana mereka.
"bukannya itu malah bahaya" ucap Lian yin.
"bahaya gimana?" tanya Changmin.
"Kita harus buat sidik jari yang berbeda, jika sama maka orang akan memanfaatkan robot itu menggunakan atas nama kita" ucap Lian yin.
Changmin dan Lau terdiam sejenak. "Benar juga apa yang kamu katakan" gumam Changmin.
"Kita yangbharus buat semirip mungkin robot itu dengan kita, aku juga sudah melakukan beberapa oenelitian selama ini di robot dari selatan yang kita sekap" ucap Changmin. "Dari sana aku menemukan sebuah ide yang tidak di gunakan oleh negara selatan. Dari ide itu aku yakin Grace bisa memodifikasina lagi nanti. Apalagi jika dia sudah benar-benar pulih. kita akan dengan mudah mengerjakan semuanya" lanjutnya.
__ADS_1
"jadi kalian mau bikin robot dari manusia? Yang sangat mirip dengan manusia, bisa segala hal seperti manusia biasa. " Tanya Lian yin memastikan . "Sekalian bikin robot seperti Yiwen biar aku bisa bingung siapa istri aku sebenarnya" goda Lian yin, di sambut tawa kecil dari Changmin dan Lay.
"Ya, asalkan kamu tidak berhubungan dengan orang yang salah" goda Changmin.
"Kalau itu gak mungkin salah, emang robot oinya rasa yang sama. Aku lebih cinta dengan Yiwen" ucap Lian yin.
"Iya udah-udah jangan saling bercanda lagi. Lagian aku biat semua ini juga demi keselamatan kita. Jadi saat dalam bahaya, kita tidak sendiri. Mereka akan menjadi tameng kita. Tapi tenang saja, mereka sudah aku susun nanti semuanya tidak tembus peluru, baik segala jenis peluru apapun" ucap Changmin. "Mereka juga yang akan membantu pertahanan kita nantinya" lanjutnya
"Sepertinya ini ide yang sangat bagus. Aku harap ide ini berhasil. Dan jika kalian butuh bantuan aku, ku siap bantu kalian." Ucap Lian yin, yang mulai membuka botol minuman di depannya, lalu meneguknya sedikit, untuk melegakkan tenggorokan yang terasa kering.
"Tapi, sekalian ciptakan beberapa pengawal dari robot. Itu juga ide bagu" gumam Lian yin.
"Iya, tapi kita juga harus memperketat pertahanan rumah kita" ucap Lay.
"Iya, kita juga ingin membuat tameng, tapi itu sangat sulit. Apa kamu bisa minta bantuan ayah Yiwen dalam hal ini dia sangat ahli dari pada aku yang hanya bisa menciptakan alat sederhana" sambung Changmin.
Lian yin, mengehela napasnya sejenak. "Memang ayah Yiwen benar-benar membuat aku kagum, desain rumah yang begitu mencengangkan aku bahkan tak berhenti mengaguminya." Ucap Lian yin.
"Aku dengar-dengar, jika Wo jian menciptakan tembus waktu, bahkan dia juga menciptakan mesin memutar waktu. Dan juga banyak lainnya. Orang seperti dia bisa menjelajah waktu. Aku benar-benar ingin seperti dia" sambung Changmin. "Apa aku gak bisa belajar darinya, apa dia gak mau ilmunya itu di turu kan pada seseorang" lanjutnya.
"Jika di turunkan pada seseorang pastinya kamu sudah tahu itu siapa" ucap Lay.
"Maksud kamu siapa?" Tanya Changmin bingung.
"Orang di depan kita. Kamu tahu sendiri dialah menantinya. Jadi gak mungkin dia memberikan semuanya selain keturunannya" gumam Lay.
"Apa itu yang akan di bicarakan ayah Yiwen padaku nanti" gumam Lian yin yang tiba-tiba terdiam.
"Emangnya dia ingin bertemu kamu?" Tanya Lay.
"Iya, dia ingin bicara dengan aku. Dan apa kalian tahu, jika yang aku pegang sekarang sebuah lembaran ini adalah sebuah peta harta karun yang tak ternilai harganya" ucap Lian yin, mengeluarkan lembaran kertas yng kurang satu potongan.
Changmin dan Lay terkejut saat mendengar jika itu adalah harta karun. Jadi selama ini semua orang mengincar kita karena ini. Sebenarnya sudah banyak yang tahu, tapi hanya kita yang tidak tahu. Dan kakek kamu menyembunyikannya dengan sangat baik. Bahkan kita tidak tahu di mana keberadaannya. semuanya penuh teka teki" ucap Lay, yang mulai melihat lembaran kertas itu.
__ADS_1
"Jadi jangan bilang pada siapa-pun, termasuk Yiwen dan Mei. Kau gak mau ini bocor ke orang lain. Kita harus menyembunyikan semua ini" ucap Lian yin.
"Kita di kasih tugas yang sangat besar, harus menjaga harta karun yang tak ternilai" ucap Lay.