
"Gimana kamu sudah berhasil meretasnya?" tanya Lyli, bernajak duduk di samping Grace.
Mereka bertiga berdiam diri di kamar Grace, dnegan berbagai makanan sudah tersedia di dalamnya. Mereka memutuskan untuk tidak keluar, dan fokus dengan sistem keamananan dan memperbarui kecanggihan teknologi di rumah Lian yin. Meskipun pekerjaan yang akan memakan waktu lama, mereka berusaha semaksimal mungkin untuk mempercepat tugas mereka.
"Belum selesai, mungkin akan terlalu banyak File. Tapi Lian yin masih di sini kan?" tanya Grace, melirik ke arah Lyly.
"Lian yin, masih di rumah, mereka menunggu kita." jawab Lyli. yang juga dia sangat sibuk dengan tugasnya sendiri
"Apa yang kamu inginkan sekarang?" saut Changmin.
"Udah kamu diam saja, dan bantu aku." jawab Grace jutek.
"Iya, tapi kamu jangan lupa minum obat. Aku gak mau kalau kamu terlalu sibuk bekerja. Sampai kamu lupa minum obat," Changmin yang tadi duduk santai di atas sofa, dengan jemari tangannya memegang laptop, untuk membantu Lyli memperbaiki sistem keamanan. Ia menatap ke arah Grave, dan melangkahkan kakinya duduk di sebelah Grace, memberikan obat padanya.
"Cepat minumlah, jangan sampai kamu sakit nantinya." ucap Changmin.
"Benar kata Changmin, Grace! Kamu minum obatlah dulu. Kita semua juga membutuhkanmu, kalau kamu sakit. Siapa yang meneruskan semuanya." sambung Lyli.
Garce tersenyum, menatap Lyli dan Changmin bergantian. "Baiklah!!" jawab Grace, meraih obatnya di tangan Changmin.
"Makasih, kamu sudah peduli dengan aku!!" gumam Changmin lirih.
Lian yin, melebarkan matanya. "Berarti kalau suka, kita lanjut lagi sekarang," ucap Lian yin menggoda.
"Sekrang sudah malam, kalian berdua tidurlah di ranjang. Aku yang akan membenarkan, dan menunggu hasil retas saja." ucap Changmin.
"Baiklah, kamu bisa melanjutkannya kan?" tanya Grace.
"Bisa, hanya tinggal ninggu, dan menjaga penyusup membantalkannya begitu saja nanti."
"Iya gak hanya itu, jangan sampai Jack juga tahu."
""Baiklah!! Itu masalah gampang." ucap Changmin.
"Dan kamu Lyli aku akan melakukannya semua tugas kamu. Jika belum selesai, besok kamu bisa lanjutkan. Lagian kamu juga besok harus pergi dengan Lay ke perbatasan." gumam Changmin.
"Oo.. iya, aku juga hampir saja lupa." gumam lyli.
"Baiklah, aku dan Grace tidur dulu. Kamu bisa kan jaga semuanya." ucap Lyli.
"Bisa tenang saja, jangan khawatir."
"Grace dan Lyli segera bangkit dari duduknya, dan beranjak membaringkan tubuhnya di ranjang, menarik selimut tebalnya. Peralahan mulai memejamkan matanya.
------
Sedangkan Yiwen dan lian yin, di tengah malam masih berada di taman, mereka masih bemanja berdua, saling bercanda.
"Syang!! Gimana? Jadi lanjut?" tanya Lian yin.
Yiwen mengerutkan keningnya, "lanjut kemana?" ucap Yiwen, sedikit menyipitkan matanya.
"Ini syang!!" Yiwen menelusuri tubuh Yiwen dengan jemari tangannya, membuat Yiwen, mengeliatkan tubuhnya, dengan berbaring di bawah, menikmati. Membuat Lian yin semakin tertarik.
"Kalau begitu kita lanjut, ya sekarang?" goda Lian yin. Yang sudah tidak bisa tahan saat melihat Yiwen, mengerang seperti itu.
"Lanjut jangan di sini!!" ucap Yiwen, manja. Ia malu jika harus di lihat orang nantinya.
"Di mana? Di sini saja nangung syang, lagian kamu sudah menginginkannya lagi kan. Lhat udah basa nih," goda Lian yin.
Membuat Yiwen malu, ia tak bisa berkutik lagi.
"Di kamar, tapi besok saja, syang. Sekarang aku capek, kamu sudah bermain denganku, berapa ronde tadi. Baru pulang, lawan anak buah Jack. Malah ajak aku main." ucap Yiwen, mengerutkan bibirnya kesal.
Merasa ada penolakan, jemari tangan Lian yin bertindak semakin nakal, menyelip lagi di daerah intu, membuat Yiwen mendesah.
"Tapi bukannya kamu puas syang, lihatlah, desahan erangan kamu. Kamu sangat menikmati syang, sudahlah kalau kamu puas. Aku tambah suka syang." ucap Lian yin, melirik jam tangan di pergelangan tangannya, sudah menunjukan pukul 1 malam. ia segera menarik tangannya, dan membiarkan Yiwen duduk lagi. Merasa sudah puas tadi, ia membaringkan tubuhnya diatas rumput, dengan pandangan mata tertuju ke langit di atasnya.
__ADS_1
Ia menggeser tubuhnya, meletakkan kepalanya di pangkuan Yiwen. "Biarkan jadi bantal ya," ucap Lian yin. Dengan tangan yang mulai jahil, mengintip milik Yiwen, yang terbalut celana pendek.
Plakk..
Yiwen memukul tangan Devid, membuat laki-laki itu merasa sangat kesal. "Hanya dikit ayang," ucap Lian yin, lirih seperti anak kecil.
"Gak boleh, jangan pegang-pegang aku, selalu berani pegang aku lagi. Aku lagi, awas saja" ancam Yiwen.
"Iya, syang!!" Lian yin, mencubit dagu Yiwen.
"Syang sini!! Aku mau berbisik padamu," ucap Lian yin.
"Emang mau bicara apa?"
"Sudah sini, mendekatlah."
Lian yin, menarik kepala Yiwen mendekat ke wajahnya, tanpa basa-basi lagi, ia seketika ******* bibir Yiwen, mebuat gadis itu mencoba melawan, namun Lian yin beranjak duduk, semakin melumatnya kasar, ia memainkan seperti biasanya.
Membuka semuanya dengan cepat. Mengecup leher Yiwen hingga ke ke bawah. Ia juga tak lupa memainkan sejenak, membaut Yiwen basah lebih dulu. Hari ini nafsunya benar-benar tinggi, karena banyak pikiran gang mengganggunya, hanya itu yang menjadikannya sebuah obat untuk menenangkan hatinya.
Setelah puas, ia bertindak cepat, mamasukan, melakuaknnya dengan gaya, semakin cepat. hingga membuat Yiwen berguling-guling di rerumputan, tanpa helaian kain yang menutupi dirinya. Lian yin, meminta jatah lagi pada Yiwen. Membuat gadis itu mengerang keras, permainan Lian yin kali ini jauh lebih panas dari tadi, ia seakan baru mengeluarkan tenaganya. Suara dencatan, keluar sangat keras, membaut Yiwen mencengkram erat tangan kalian yon, menahan gencatan semakin Liar, dan cepat.
Hampir lima belas menit berlalu, Lian yin, yang sudah merasa lega, dan puas. menyudahi aksinya. Merasa puas. Ia segera memakia bajunya.
"Kamu gila, Yin. Sudah ayo kembali. Aku amu mandi lagi, setelah itu tidur." ucap Yiwen.
"Kamu tidur pakai, baju yang sudah aku siapkan. Biar aku kalau mau bisa gampang," ucap Lian yin, membantu Yiwen memakaikan bra-nya dan celana dalamnya. Ia segera memakia baju kembali dan beranjak berdiri.
"Aku pergi dulu," ucap Yiwen.
"Iya, mandilah. Aku akan mandi di kamar aku sendiri nanti." ucap Lian yin, yang mulai membaringkan tubuhnya lagi di rerumputan hijau, ia tersenyum, kali ini mendapatkan jackpot banyak banget. Rasa kesal dan pikiran yang membuat dia stres, seketika hilang. Di bumbui dengan kenikmatan yang setiap satu jam sekali ia rasakan.
Yiwen sudah beranjak pergi meninggalkan Lian yin sendiri, ia berjalan dengan langkah cepat, dan rambut berantakan akibat ulah Lian yin, yang semakin ganas, dengan bekas kecupan Lian yin, banyak selali di leher dan dadanya.
Yiwen berusaha untuk kenutupi semuanya. Agar tidak ada yang tahu nantinya.
"Sepertinya semuanya sudah tidur, rumah sepi sekali." gumam Yiwen, yang sudah berdiri di depan kamarnya, ia segera membuka pintunya, dan berjalan masuk, langsung menuju kamar mandi, membasuh tubuhnya lagi.
Sepukuh menit ia membasuh tubyhnya, dengan segera Yiwen keluar daei akmar mansi, berjalan menuju ke kamarnya. Kangakhanya terhenti saat melihat lingerie baju sexy yang terpapang di atas ranjangnya. Dengan sepucuk tlisan di kertas.
"Pakailah ini!! Saat aku masuk kamu harus pakai ya, aku sudah siapkan banyak pakaian sexy, berbagai model. Untuk kamu gunakan setiap malam,"
"Paati ini dari Lian Yin." ucap Yiwen, menatap pakaian itu. Tapi ia tidak bisa menolak permintaan suaminya. Dnegan terpaksa ia harus memakai apa yang dia inginkan sekarang, agar dia tambah betah dengannya, dan tambah cinta pastinya.
Yiwen yang sudah selesai memakai Lingeri sexy, hingga terlihat lekuk tubuhnya. Ia beranjak membaringkan tubuhnya di ranjang. Matanya sudah tidak bisa di tahan lagi. Bahkan ia sudah dari tadi menguap.
Yiwen, menarik selimut tebal, dan mulai memejamkan matanya.
Lian yin, yang baru masuk Menatap istrinya yang sudah tertidur. Ia menaeik selimut Yiwen, ia melihat Yiwen ternyata menuruti permintaannya. Dengan segera Lian yin, berbaring di sampingnya, merengkuh tubuh Yiwen dari belakang, dengan tangan memegang dada Yiwen.
"Yin!! Apa ini kamu?" ucap Yiwen setengah sadar.
"Iya, syang. Sekarang kita tidur. Aku juga cepek." ucap Lian yin, yang juga mulai memejamkan matanya.
-----
Jarum jam menunjukan pukul 6 pagi, Yiwen yang berbaring miring, ia merasakan benda keras di belakangnya, yang seakan sudah siap untuk menerjangnya.
Dengan tangan yang sudah dari tadi memegang dadanya, membuat Yiwen mendesah.
"Yin!! Hentikan ini masih sangat pagi, aku harus bersiap sekarang." ucap Yiwen.
"Dikit syang sebagai sambutan pagi," ucap Lian yin.
"Iya, sudah bentar saja syang.. Emmpp" ucap Yiwen.
Hampir satu jam Lian yin, bermain seperti biasa dengan Yiwen. Baju sexy Yiwen membuat ia semakin tertarik dan tergoda. Merasa sudah puas, ia beranjak berdiri. menuju ke kamar mandi.
__ADS_1
Aku mandi dulu, kamu beresin baju, besok kita akan ke rumah kamu. Ada hal yang aku katakan pada ayah kamu," ucap Lian yin, membalikkan badannya, menatap Yiwen yang masih berbaring di kamarnya.
"Baiklah!!" gumam Yiwen, mendengar kata itu, akan menjadi hal yang bisa di manfaatkan, ia akan pergi ke rumah Jack. Untuk mencuri sesuatu darinya. Itu akan menjadi hal bagus. Dan Amerta, aku minta bantuan kamu, dan semoga tidak membocorkan pada Jack.
-----
Yiwen, beranjak berdiri, segera memakai bajunya. Dan beranjak pergi menuju keluar dari kamarnya. Hari ini Amerta akan pulang, dan di antarkan oleh Lay. Karena Changmin sedang sibuk, sudah dari kemarin dia tidak keluar, dan sibuk sendiri dengan tugasnya. Sekarang hanya Lay, yang masih bisa untuk keluar masuk rumah, untuk cek keadaan di luar, dan pergi ke perusahaan hanya untuk cek beberapa pekerjaan dan laporan keungan perusahaan.
"Lay!!" panggil Yiwen, berlari mengikuti Lay, yang pergi ke kamar Amerta.
Lay menghentikan langkahnya, menoleh ke belakang. "Ada apa?" tanya Lay datar.
"Kamu mau bertemu Amerta?"
"Iya, memangnya kenapa?" tanya Lay, bingung.
"Kamu tunggu saja di ruang tamu, aku mau bicara dengan Amerta sebentar. Gak apa-apa kan?" tanya Yiwen, menatap memohon pada Lay.
"Baiklah!! Memangnya kamu mau bicara apa?"
"Kamu lama-lama seperti Lian yin, kepo banget. Udah jangan banyak tanya? kamu tunggu saja di ruang tamu. Oke!!" ucap Yiwen, mengedipkan mata kanannya.
Lay menelan lidahnya kasar, ia hanya bisa sabar menghadapi Yiwen, yang membuatnya semakin kesal. Lebih baik mengalah.
"Iya," Lay segera beranjak pergi, dan Lian yin beranjak pergi menuju ke kamar Amerta.
Yiwen tersenyum, melihat Lay, sudah berjalan menjauh darinya. Ia segera beranjak menuju kamar Amerta.
Tok.. Tok.. Tok..
"Amerta apa kamu di dalam sekarang?" tanya Yiwen, yang terus mengetuk pintunya.
"Iya, kak. Masuk saja!" ucap Amerta.
Yiwen segera masuk ke dalam, melangkahkan kakinya duduk di sofa kamar Amerta.
"Kamu pulang di antar siapa?" tanya Yiwrn, yang sebelumnya sudah tahu, ia mencoba untuk basa-basi dengannya.
"Gak tahu entar, oya kak. Soal rencana kemarin, apa kakak sudah merencanakan betul-betul. Karena di sana sangat bahaya." ucap Amerta." ucap Amerta, beranjak duduk di samping Yiwen.
"Aku sudah memikirkannnya, semuanya sudah berjalan dengan baik. Aku sudah punya ide, untuk bisa masuk ke sana. Jadi jangan khawatir lagi. Tidak akan terjadi apa-apa. Asal kamu juga merahasiakannya. Kamu anggap nanti aku teman kamu, dan kamu ingin pergi ke sana selama beberapa hari," jelas Yiwen.
"Baiklah, mungkin nanti setelah dari sini. Mereka pasti akan tahu. Jika aku ikut dengan Lian yin. Jadi butuh waktu dulu. Untuk menjelaskan pada mereka jika aku tidak berkhianat. Kalau semua sudah siap, dan mereka tidak curiga padaku, aku bisa menghubungimu." sambung Amerta.
Yiwen tersenyum, menatap ke depan. "Awalnya aku ingin masuk menggunakan nama agen intelijen, tapi sepertinya terlalu bahaya. Dan kenapa juga tidak memanfaatkan mu." pikir Yiwen.
"Tenang saja, aku akan membantumu, asalkan kamu juga membantu kakak aku, dan memulihkan ke adaan lagi. Aku tidak mau jika semuanya terlambat nantinya."
"Siap,"
"Amerta!!" panggil seseorang, berjalan masuk ke dalam kamar Amrta.
"Kak Boby, ada apa?" tanya Amerta, bangkit dari duduknya, menoleh ke belakang.
"Kamu pulang sekarang?" tanya Boby.
"Iya kak,"
"Jangan bilang pada mereka jika aku di aini, aku yakin mereka pasti sangat marah padaku, san berusaha mencariku. Mereka juga sudah mencari ku kemnaa-mana, dan pasti akan menghukum ku. Karena aku masih punya hutang banyak padanya."
"Aku yang akan bayar hutang kak Boby, jadi tenang saja. Tidak ada yang patut di takuti lagi. Sekarang lebih baik kak Boby, hidup di sini dnegan damai, tanpa harus merasakan sensasi hidup seperti di penjara di sana." ucap Amerta, berjalan mendekati Boby, menepuk-nepuk bahunya.
Puk! Puk! Puk!
"Jangan khawatir, tentang semuanya. Aku akan kendalikan, agar mereka tidak terus fokus, mencari kamu," lanjut Amerta mencoba menenangkan Boby, yang terlihat sangat cemas.
"Baiklah, kamu sudah siap belum. Aly menunggu kamu di luar, hari ini Changmin gak bisa menemani kamu." jelas Yiwen.
__ADS_1
"Baiklah!!" Ucap Amerta. "Kak, Boby aku pergi dulu. Jangan kecewakan mereka. Mereka semua sudah sangat baik perlakukan kak Boby di sini."
"Iya, kamu juga hati-hati di sana." ucap Boby, menatap punggung Amerta yang sudah perlahan pergi menjauh darinya.