Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Perasaan terpendam


__ADS_3

Lian yin memegang tangan yiwen untuk segera pergi ke hotel. Ia ingin memghapus make up di wajahnya. Dan ganti pakaian seperti biasanya. Kali ini pertandingan sudah selesai tinggal pertandingan terakhir yang akan di langsungkan bersamaan. Jadi tidak perlu ragu lagi, tinggal Yiwen yang harus menjaga dirinya sendiri nantinya.


"Aku mau ganti baju dulu"ucap Lian yin.


"Aku juga mau mandi, hari ini aku merasa sangat melelahkan"gumam Yiwen.


"Baiklah, mandi bersama ya?" ucap Lian yin dengan kedipan menggoda.


"Gak mau"ucap Yiwen tegas.


"Sudahlah, gak apa-apa syang menghilangkan rasa capek sejenak"ucap Lian yin, mengangkat tubuh Yiwen menuju ke kamar mandi. Belum sampai masuk ke dalam kamar mandi ponsel yiwen berbunyi.


KRINGG... KRING...


"Siapa? Mengganggu saja" ucap Lian yin kesal.


"turunkan aku dulu"ucap Yiwen, memukul dada bidang Lian yin.


"Gak mau"gumam Lian yin.


"Ya sudah kalau gitu ambilkan ponselku"ucap Yiwen, lian yin segera mengambilka. ponsel Yiwen, yang tergeletak di ranjangnya.


"Dari Mei, tumben dia menghubungiku" gumam Yiwen.


"Siapa?" tanya Lian yin.


"Mei" ucap Yiwen.


"Ada apa emangnya?" tanya Lian yin.


"Ya, mana aku tahu, aku belum angkat telponnya"ucap Yiwen kesal dengan pertanyaan aneh Lian yin.


"Ya, sudah angkat dulu, siapa tahu penting"gumam Lian yin.


"Baiklah"Yiwen segera menerima telepon vidio call dari Mei.


"Hei, Yiwen apa kabar, kenapa kamu tidak menghubungiku sama sekali. Apa kamu terlalu sibuk? Sampai kamu lupa dengan teman kamu yang ada di sini. Kamu gak ingat lagi denganku"ucap Mei tak ada hentinya, ia mengerutkan bibirnya kesal dengan Yiwen yang tidak mengingatnya lagi. Bahkan dia seakan di abaikan oleh Yiwen.


"Ada apa?" tanya Yiwen.


"Aku tanya banyak, cuma di jawab ada apa? haduh Yiwen apa kamu sudah lupa denganku"ucap Mei.


"Siapa bilang aku lupa, aku itu sibuk di sini Mei, apa kamu tahu aku aku ikut kompetisi"ucap Yiwen, uang mulai turun dari gendongan Lian yin.

__ADS_1


"Pertandingan apa?"tanya Mei. "Oya, tadi kamu lagi mesra-mesraan dengan Lian yin ya.. Wah sepertinya aku lagi gangu nih"gumam Mei menutup matanya seakan tidak mau melihat kemesraan mereka berdua.


"Udah gak penting itu, sekarang aku melakukan pertandingan di kota Timur. Kalau kamu penasaran kamu bisa browsing, di internet"gumam Yiwen.


"Kenapa kamu bisa sampai di sana, bukannya kamu kemarin ke rumah Luhan. Kenapa bisa ke Timur. Apa kau gak salah dengar"ucap Mei, yang terkejut Yiwen berada di sana.


"Iya, aku di sini dengan Lay, dan temannya. Serta Lian yin."ucap Yiwen.


"Syang kamu masih lama?" tanya Lian yin memeluk Yiwen dari belakang, mengecup telinga Yiwen.


"Bentar syang aku lagi telepon sama Mei, kamu diam dulu. Aku mau jika dia tahu"gumam Yiwen.


"Biarkan dia tahu"ucap Lian yin, menyandarkan dagunya ke pundak Yiwen. menatap ke arah ponsel Yiwen.


"Yin, apa benar kamu di Timur"saut Changmin yang merebut ponsel Mei. Ia terlihat sangat khawatir dengan Lian yin.


"Iya, kamu tetap di situ. Jangan khawatir aku baik-baik saja. Di sini semua masalah beres. Lagian Lay juga ada di sini, kamu atur perusahaan saja"gumam Lian yin.


"Baiklah, jika ada maslah segera hubungi aku, aku akan datang membantu kamu"ucap Changmin


"Siap"ucap Lian yin.


Lian yin mengangkat tubuh Yiwen, untuk segera pergi menuju kamar mandi. Ia meraih ponsel yiwen melemparnya ke ranjang. "Kenapa kamu membuang ponselku"ucap Yiwen kesal.


Sedah sekarang kamu cepat mandi"ucap Lian yin.


"Emang kamu gak mandi?" tanya Yiwen.


"Kalau boleh mandi dengan kamu, aku mandi sekarang."ucap Lian yin menggoda.


"Gak mau! Kamu pergi sekarang"ucap Yiwen. Mendorong tubuh Lian yin keluar dari kamar mandi.


"Jangan masuk"gumam Yiwen.


"Tapi aku mau kita mandi berdua syang"ucap Lian yin di depan pintu kamar mandi yang sudah tertutup.


"Gak mau"ucap Yiwen. Ia segera berendam air hangat dalam kamar bathup kamar mandi, agar tubuhnya bugar kembali. "Enak juga kalau seperti ini"gumam Yiwen.


"Yiwen jangan lama-lama"teriak Lian yin.


"Enggak hanya berendam syang"ucap Yiwen.


"Udah jangan berisik, tunggu aku sampai keluar dulu"teriak Yiwen yang merasa terganggu dengan ucapan Lian yin di luar kamar mandi. Ya, padahal dia ingin berndam dan memejamkan matanya sejenak.

__ADS_1


"Ya, sudah aku pergi ke kamar lebih dulu"ucap Lian yin, yang terlihat kecewa dengan Yiwen.


"Baiklah"ucap Yiwen, yang mulai memejamkan matanya, menikmati berendan air hangat yang membuat tubuhnya merasa lebih rileks.


"Melupakan masalah sebentar, lebih baik menikmati tidur dulu"gumam Yiwen.


Lian yin beranjak pergi meninggalkan Yiwen yang masih Mandi. Ia menuju kamar Lay, untuk menumpang mandi. "Lay kamu di dalam?" tanya Lian yin.


"Masuklah"ucap Lay.


Lian yin segera masuk ke dalam kamar Lay, ia melihat Lay bersama dengan Lyli sedang berbincang.


"Aku ganggu kalian ya?" tanya Lian yin yang merasa canggung melihat mereka berdua.


"Gak kok, ada apa kamu ke sini?" tanya Lyli menatap ke arah Lian yin.


"Aku amu menumpang mandi di kamar mandi Lay, Yiwen mandi gak bisa di ganggu"ucap Lian yin.


"Ya, sudah kamu mandi sana. Lagian kamar mandi aku kosong. Tapi jangan lama-lama"ucap Lay menggoda.


"Iya, kalian lanjut saja pembicaraan kalian, aku mandi dulu. Bye.."ucap Lian yin, berjalan ringan menuju ke kamar mandi Lay.


Lyli tak berhenti memandang Lian yin, ia melihat sampai Lian yin masuk ke dalam kamar mandi.


"Sampai kapan kamu terus memperhatikan dia"ucap Lay.


"Kenapa?" tanya Lyli.


"jangan suka dengan lelaki yang sudah bersuami"ucap Lay mengingatkan Lyli.


"Aku gak suka"ucap Lyli mengelak.


"Jangan bilang gak suka, bukannya kamu pernah bilang jika kamu suka dengannya. Sudahlah, lupakan lian yin kamu bisa dapat lelaki yang lebih baik dari dia"ucap Lay.


"Gak, aku gak tahu bisa melupakannya atau tidak, dia terlalu banyak memenuhi hati dan pikiranku. Entah sampai kapan juga aku seperti ini. Aku gak tahu bisa gak melupakan semuanya."ucap Lyli.


"Aku yakin kamu bisa melupakanny jika ada niat, tapi jika gak ada niat sampai kapanpun juga kamu gak akan bisa melupakan dia"ucap Lay, mencoba meraih tangan Lyli.


"Lihatlah seseorang yang tulus suka dengan kamu, jangan melihat orang yang selalu mengabaikan kamu, dia juga bakalan mengabaikan kamu selamanya. Karena dia sudah punya istri dan tidak akan perdulikan kamu."ucap Lay, memegang pipi Lyli, mengusapnya lembut.


"Dengarlah aku, jangan pernah memikirkan orang lain jika ada orang mencintai kamu, lebih baik di cintai dari pada mencintai. Iya, kalau mencintai dia juga mencintai kamu tidak masalah, tapi kalau tidak apa yang akan kamu dapat, hanya sakit hati. "ucap Lay.


Lyli menepis tangan Lay, "biarkan itu jadi urusan aku sendiri"ucap Lyli beranjak berdiri dan pergi dari kamar Lay menuju ke kamarnya. Ia kesal.dnegan apa yang di katakan Lay.

__ADS_1


__ADS_2