Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Rencana Yin


__ADS_3

"Syang!! Kamu kok bisa bersama dengan dia?" tanya Jack yang duduk di kursi, dia beranjak berdiri terkejut saat istrinya berjalan di belakang Yin masuk ke ruanganya.


"Emm.. Aku..."


"Aku tadi bertemu dengannya di luar, katanya dia mencari kamu. Jadi aku bawa dia ke sini sekalian, takutnya nanti dia nyasar lagi!!" ucap Yin menyerobot ucapan Yiwen tak membiarkannya dia menjawab, dia segera beranjak duduk di kursi kerjanya.


"Oo.."


Jack memegang tangan Yiwen, menuntunnya untuk segera duduk di sampingnya.


"Kamu tadi gak nyasar, kan?" tanya Jack.


Yiwen tersenyum tipis, dia melirik ke arah Yin, yang memberikan kode dengan ke dua alis tertarik ke atas. "Enggak kok!! Tadi kalau aku gak bertemu dengannya, pasti aku sudah nyasar!" ucap Yiwen.


"Oya, tadi apa ada orangku ke sini?" tanya Yin mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Ada, tapi kenapa anda membiarkan dia kerja di sini?" tanya Jack kesal, saat mengingat tentang Changmin, teman musuhnya dan sekaligus orang yang dia bunuh.


"Karena dia dapat di percaya. Lagian aku menyerahkan semua ini padanya. jadi kalau ada apa-apa, kamu bilang padanya."


"Kenapa harus dia?" tanya Jack.


"Kalau kamu tidak mau, baiklah. Kita batalkan saja perjanjian kita. Aku tidak mau bekerja sama dengan orang yang tidak bisa profesiaonal.


Sialan! Siapa sebenarnya dia? Kenapa dia bisa dekat dengan changmin, gak mungkin jika dia adalah hanya sebatas teman kerja.


"Gimana?" tanya Yin memastikan.


"Jangan batalkan kerja sama kita!!" saut Yiwen, yang merasa tak suka jika Yin seenaknya untuk memutuskan kerja sama.


"Yiwen!! Jangan banyak bicara!!" ucap Jack.


"Kenapa? Apa kamu mau jika dia meninggalkan kerja sama kita begitu saja. Aku gak mau," ucap Yiwen kesal. "Kamu sudah berjuang, tapi kenapa kamu menyerah begitu saja. Kalau kamu ada masalah dengan yang namanya Changmin. Jangan di bawa pada pekerjaan" jelas Yiwen menggebu.


"Benar kata istri kamu, dia sangat hebat dalam segala hal. Dan kini aku merasa dia benar juga, kamu harus profesional agar kamu bisa membangun perusahaan baru kamu,"


Jack menghela napasnya, dia menatap istrinya dnegan mata seakan berharap jika dia ingin Jack meneruskan kerja samanya. "Baiklah!!"


"Syang!!" suara centil seorang wanita berjalan masuk ke dalam ruangan itu. Dia langsung mengusap lembut wajah Yin, dan duduk di sampingnya, baju seksi yang di gunakan memperlihatkan bentuk tubuhnya. Gaun yang melihatkan paha mulusnya, dan lengan putihnya terpapang jelas.


" Syang!! Kenapa kamu di sini. Kita harus persiapkan pernikahan kita," ucap seorang wanita cantik di depannya membuat Yiwen merasa sangat risih.


"Bentar! Aku ada tamu!" jawab Lian yin.


"Jack? Kamu kerja sama dengannya?" tanya Yhing yhi, menatap tajam ke arah Jack, dia punya dendam yang masih belum terbalaskan padanya. Membuat Yhing yhi tersenyum lebar saat melihat dia di sini menajdi orang yang yang lemah dan tunduk dengan Lian yin sekarang.


"Iya," ucap Yin mengusap paha Yhing yhi, dan Yiwen yang melihatnya terbelalak seketila, ingin sekali marah tapi itu bukan urusannya.


Sebelumnya Lian yin sempat menoleh menikah dengan Yhing yhi. Namun dia berpikir keras jika gak ada gunanya terus mengingat masa lalu, yang belum tentu anak dalam kandungannya adalah anak dia. Dengan menikahi Yhing yhi, dia merasa bisa melupakan Yiwen perlahan.


"Oke.. Baiklah!! Tapi apa kamu gak ingat kalau kita juga harus persiapkan pernikahan Lyli dan Lay. Sepertinya mereka akan menikah secepatnya!!" ucap Yhing yhi. Sembari memeluk erat leher Lian yin.


"Baik!! bentar aku akan siapkan berkas dulu. Kita akan pergi!!" jawab Lian yin, dia menatap wajah Yiwen yang sepertinya tidak suka. Dia memainkan bibirnya, sedikit memutarnya kesal.


"Emm.. Kalian mau menikah?" tanya Jack, mencoba sok akrab.


"Iya, kita akan segera menikah. Mungkin dua minggu lagi."


"Oo.. Selamat!!" saut Yiwen tanpa menatap ke arah Yin dan Yhing yhi.


Selama beberapa minggu, Lian yin hidup sebagai identitas barunya. Namun masih tetap sama nama panggilannya adalah Yin. Namun wajahnya berubah, dia masih menggunakan topeng yang di berikan kakaknya. Dan Yhing yhi entah kenapa dia bisa tahu siapa Lian yin.

__ADS_1


Ternyata Yiwen gak tahu kalau ini Lian yin. Sepertinya jangan di kasih tahu, biarkan aku saja yang menikah dengannya. Aku gak akan tinggal diam. Gumam Yhing Yhi menarik bibirnya tipis.


"Lebih baik kamu sekarang pergi dulu. Aku ada kesibukan dengannya." Yin menunjuk ke arah Yiwen, sembari melirik singkat ke arah Jack.


"Tapi.."


"Aku bilang kamu pergi dulu. Bukannya aku mengusir kamu. Tapi aku masih ada tamu, aku mohon kamu mengerti!!" Yin mencoba merendah.


Sedangkan Yiwen hanya diam memalingkan pandangannya tanpa menatap Yin dan Yhing yhi. Entah mendengar kata kenikah, harinya terasa di cambuk-cambuk sakit namun yak berdarah. Yiwen hanya bisa diam menelan ludahnya kasar.


Kenapa dia menikah dengan wanita lain. Terus kenapa dia memanggilku syang? Dan pernah berhubungan juga dua kali denganku. Apa begitu mudahnya dia melupakan kejadian itu. Dasar laki-laki kurang ajar, suka banget mempermainkan hati wanita. Umpat kesal Yiwen dalam hatinya.


"Yiwen, Jack kamu mau pergi bersama kita tidak. Saya akan mengundang kalian makan malam nanti. Tapi sepertinya aku harus pergi dulu bersama wanita ini. Untuk pilih gaun pengantin" kata Yin, semakin membuat hatinya terluka.


"Iya, baiklah. Ya itung-itung kalau kita mengadakan syukuran saat pernikahan kita," ucap Yhing yhi.


"Emm.. Tapi sepertinya kita gak bisa ikut. Kita mau pergi juga" jawab Yiwen. "Ya, gak syang?" tanya Yiwen pada Jack, sembari mengedipkan matanya pelan.


"Mata kamu, kenapa?" tanya Jack, memegang pipi Yiwen mencoba melihat mata Yiwen.


"Aku gak napa-napa, aku hanya tanya kita akan pergi, kan? Kita akan kencan lagi" ucap Yiwen.


Yin menarik bibirnya sini, dia merasa pemandangan di depannya itu membuatnya sangat muak. Bahkan dia sangat benci dengan situasi ini. Tapi demi identitasnya dia ingin tetap untuk berpura-pura menjadi orang lain.


Jack menautkan ke dua alisnya, merasa bingung dengan apa yang di katakan istrinya itu.


"Kapan kita akan kencan, tapi kalau kita makan malam bersama gak apa-apa, lagian hanya sebentar. Setelah itu kita kencan lagi!!" ucap Jack kencana memahami apa yang di inginkan istrinya, meski dia bingung kenapa Yiwen merasa berbeda sekarang.


"Tapi..."


"Udah jangan menolak lagi.. Aku hanya ingin kalian makan bersama. Sekalian kita bertemu dengan yang lainnya," saut Yin, tak mengijinkan Yiwen menolaknya lagi.


"Iya, surah jangan menolak!!" ucap Yhing yhi, penuh senyum kelicikan di otaknya.


"Syang!! Ayo kita terima ya," ucap Jack memegang ke dua tangan Yiwen, lalu tangan kanannya mengusap lembut rambut Yiwen, membuat Yin memalingkan pandangannya seketika, ia merasa ingin sekali marah melihat istrinya di sentuh-sentuh di depannya.


Yiwen menghela napasnya, dengan terpaksa harus menerima apa yang di katakan Jack.


"Baiklah!!" ucap Yiwen lirih.


Lama berbincang mengenai bisnis dan masalah pribadi mereka. Yhing Yhi dan Yin bergegas pergi keluar dari ruangan Yin. Dan langsung di ikuti oleh Yiwen dan Jack yang berjalan di belakangnya. Mereka masuk ke dalam mobil mereka masing-masing dan labsgung mengemudi mobilnya menuju ke rumah Yin.


"Kenapa dari tadi kamu diam?" tanya Jack menatap Yiwen yang terlihat cemas, ia tak hentinya nencengkeram tanganya sendiri.


"Emm.. Gak napa-napa aku hanya grogi saja harus berteman dengan mereka. Spertinya merka orang yang snagat kaya!!" ucap Yiwrn mencoba berbohong.


"Sudhalah!! Kita bisa sesukses merrka kelak. Dan di sini sepertinya kita harus memulainya dari nol." ucap Jack, mengusap lembut rambut Yiwen.


"Tapi.."


"Jangan khawatir, kita akan lalui bersama. Di setiap kota dulu. Aku juga memulai usaha dari nol. Dan akhirnya bisa sebesar ini," jelas Jack.


Padahal bukan itu yang aku maksud. Aku emrasa tidak suka melihat mereka berdua. Dan entah kenapa aku merasakan cemburu yang begitu hebat. Ingin sekali aku jambak rambut panjang wanita murahan itu.


--------


Sampai di sebuah rumah mewah yang begitu slmega, dengan taman yang begitu luas, bahkan seperti lapangan golf, halaman yang tak kalah luas dari halaman rumah barunya yang di beli bersama Jack tadi pagi. Rumah yang begitu megah dengan desain modern berpadu dengan desain klasik yang tak kalah bagusnya.


"Udah ayo masuk!!" ucap Yin, mempersilahkan Yiwen dan Jack masuk ke dalam. Semua pelayan berjejer menyambut kedatangan yin.


"Sungguh luar biasa. Apa semua ini miliknya sendiri." gunan Yiwen, menggerutu dalam hatinya. Yiwen berjalan dnegan pandangan mata memutar melihat sekelilingnya. Dia melihat begitu banyaknya pelayan seakan menyambut seorang puteri raja yang pulang ke istana.

__ADS_1


"Kalian kalau masuk istirahat, sekarang istirahat dulu saja. Biar pelayan siapkan kamar untuk kalian,"


"Baiklah!!" ucap Jack, menarik tangan istrinya itu. Pandangan yiwen masih tertuju pada Yin dan Yhing yhi yang mulai berjalan menjauh darinya.


"Permisi tuan!! Kamar anda sudah kami siapkan!!" ucap seorang pelayan mempersilahkan Yiwen dan Jack masuk ke dalam kamarnya.


"Baik, makasih!!" Yiwen dan Jack segera masuk, lalu menutup pintunya rapat.


Yiwen? Kenapa kamu menatap mereka seperti itu, apa kamu ingin seperti mereka?" tanya Jack, duduk di ranjang sembari menarik tangan istrinya untuk duduk di sampingnya. Dia mengusap.lembut pahanya, membuat gaun Yiwen tersingkap ke atas.


"Syang!! Apa yang kamu lakukan? Ini bukan rumah kita," ucap Yiwen mencoba mencegah Jack. Tetapi tangan jack sudah terlanjur menyentuh milik paling berharga.


"Kenapa dalaman kamu basah?" tanya Jack.


"Emm.. Gak apa-apa, tadi..." Yiwen beranjak berdiri, ia merapikan gaunnya lagi.


"Sekarang aku mau membaringkan tubuhku dulu!!"


"Bentar? Aku tanya kenapa dalaman kamu basah?" ucap Jack, menarik tangan Yiwen, menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjangnya.


"Syang!! Aku hamil jangan terlalu kasar!!"


"Aku tahu kamu pasti sudah basah duluan. Dari tadi kamu menginginkan ini, kan?" tanya Jack. Mengecup leher Yiwen, sembari tangan menyergap menjalar di tubuh Yiwen.


"emm.. Jack lepaskan!!"


Jack tak perdulikan Yiwen, dia masih tetap melakukan keinginannya. Rasa cemburu dan curiga mulai merasuki pikirannya. Di tambah rasa khawatir kehilangan Yiwen membuat nafsunya semakin tinggi.


Jack membuang semua helaian kain yang menutupi tubuh istrinya, dan mulai mengecup sekujur tubuhnya, membuat wanita itu menggeliat, sembari mendesah. Suara desahannya terdengar jelas di balik pintu.


Yin yang berdiri di depan pintu seketika mengepalkan tangannya sangat erat, rahangnya mulai mengenang, membuat aliran darinya mulai naik.


"Emm.. Syang!! Hentikan" ucap Yiwen, memeluk tubuh Jack, mencengkeram erat punggungnya.


"jangan tinggalkan aku!!" ucap Jack.


"Aku tidak akan meninggalkan mu,"


"Lihatlah!! Milik kamu sudah basa dari tadi? Sebenarnya apa yang kanu lakukan?" tanya Jack.


"Tadi.. Aku.."


"Apa kamu bermain dengan tangan kamu?" tanya Jack.


"Emm.. Iya! Iya!"


Desahan Yiwen semakin kuat, terdengar jelas di telinga Yin.


"Syang!! Kamu kenapa?" tanya Yhing yhi berjalan mendekati Yin.


Yin menarik tangan Yhing yhi, amarahnya yang mulai memuncak, ia segera melemparkan gubuh Yhing yhi di kamar tepat di samping kamar Yiwen.


"Apa kamu menginginkan sekarang!!"


Yin hanya diam, dan melakukan hal dasyat seperti yang di lakukan yiwen dan Jack, yang membuat pikirannya panas.


----------


Sementara Yiwen yang sudah sangat lelah, dua kali berhubungan dengan orang yang berbeda. Dia membaringkan tubuhnya dengan tangan terlentang, membiarkan Jack bermain dengan tubuhnya. Jack mengecup lembut kening Yiwen.


"Makasih!!" ucapnya lirih, laku mengusap tetesan keringat yang keluar mengalir dari keningnya.

__ADS_1


"Yin, pelan!!" suara wanita mendesah kera terdengar jelas di telinga Yiwen, suara keras itu masuk ke kamarnya membuatnya sangat risih.


"Jangan dengarkan, mungkin mereka calon pengantin mau berhubungan dulu seperti kita," ucap Jack, mengusap lembut rambut Yiwrn, menyilakan rambutnya ke belakang telinga. Jack yang sudah lelah berbaring di samping Yiwen,


__ADS_2