Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Rencana licik Jack


__ADS_3

"Baik, tapi jangan pergi lagi dariku. Ijinkan aku mengantikan Lian yin di hati kamu!!" ucap Jack, memegang ke dua tangan Yiwen.


"Aku gak bisa, sampai kapanpun Lian yin jadi nomor satu di hatiku. Aku gak mau kamu menggantikan dia. Sampai kapanpun, bahkan sampai aku mati-pun gak akan bisa kamu menggantikan sosok Lian yin di hatibaku!!" ucap Yiwen, beranjak berdiri, tanpa perdulikan Jack yang masih duduk jongkok di depannya.


"Kenapa gak bisa?" tanya Jack penuh rasa kekecewaan, dia beranjak berdiri, memegang ke dua tangan Yiwen.


"Jika kamu menolakku, lihatlah. Kamu tidak akan jauh dariku. Tunggu satu bulan kemuadian, jika kamu hamil, berarti itu adalah anak aku," bisik Jack semakin membuat Yiwen terkejut, dia melebarkan matanya, menatap ke arah Jack.


"Apa yang kamu katakan? Jangan banyak bicara lagi, aku tidak mungkin akan hamil anak kamu. Aku punya suami, dan pasti aku hamil anak Lian yin." ucap Yiwen, beranjak pergi, namun langkahnya terhenti saat sebuah tangan mencegahnya pergi, Jack menarik tangan Yiwen, mencium kasar bibi Yiwen, Ia mengangkat tubuh Yiwen naik ke atas wastafel. Jamari tangan jack semakin bertindak luar, Yiwen terus menepis tabganya, dan berusaha untuk pergi, Namun Jack semakin mencengkeram erat tangannya, mungkin akan berbekas nantinya di kulit putih miliknya.


"Emmmppp..." Yiwen mendesah seketika, dengan mulut yang masih belum bisa terbuka sempurna, ia merasakan lidah Jack semakin ********** dalam. Dan jari tangannya menerobos masuk ke dalam intinya, membuang dalaman milik Yiwen. Hingga jatuh ke bawah.


Tok... Tok.. Tok...


"Apa ada orang di dalam, aku mau ke kamar mandi!!" ucap seorang wanita yang mengetuk pintu luar kamar mandi itu. Membuat Jack melepaskan kecupannya, menurunkan tubuh Yiwen, ia mendorong tubuh Jack menjauh darinya.


"Aku benci dnegan kamu!!" ucap tajam Yiwen, mengambil dalamnya, lalu memakainya, "Aku akan bantu kamu," ucap Jack mencoba membantu Yiwen.


"Jangan sentuh aku,"bentak Yiwen.


"Jangan begitu syang!! Siapa yang sudah aku sentuh, kamu sudah menjadi milikku. Apalagi kamu sudah tidur dengan aku. Maka kamu akan jadi milikku selamanya." ucap Jack, memegang tangan Yiwen, melangkahkan kakinya pergi.


"Lepaskan aku!!"


"Gak mau!!"


"Tolong lepaskan"


"Aku gak mau, syang!!" ucap tegas Yiwen, menarik tangannya, yang semakin sakit, dari tadi jack terus mencengkeram erat tangannya hingga membekas biru di pergelangan tangannya.


Jack membuka pintu kamar mandi, melihat beberapa wanita yang sudah berdiri di luar pintu menatap ke arahnya, dengan tatapan menggoda. "Apa kalian sedang bercinta?" tanya salah satu wanita.


"Itu pasti, jika berdua di dalam. Pasti sedang bercinta" ucap Jack, membuat Yiwen menggeram kesal, tangannya mengepal dan sangat ingin sekali mendaratkan sebuah pukulan tepat di kepala laki-laki di depannya itu.


"Apa kita bisa main," salah satu wanita yang sedang mabuk itu mencoba menggoda Jack menyentuh tubuhnya. "Maaf aku sudah punya istri, jadi singkirkan tangan kamu. Dan dialah istri aku. Jadi aku akan bercinta hanya dengannya." ucap Jack penuh senyuman di wajahnya, ia memegang tangan Yiwen, berjalan menjauhi para wanita yang mencoba menggodanya itu.


"Kamu mau pergi kemana?" tanya Jack.


"Keluar dari pesta ini," ucap Yiwen, menarik tangannya, saat sudah jauh dari pandangan kepada wanita tadi.


"Kenapa? Aku belum ajak kamu menikmati minuman di sini. Dan bukanya kamu suka minum, aku ingin ajak kamu minum dulu, melupakan semua masalah yang terjadi dulu." ucap Jack, memegang tangan Yiwen, lalu mengangkatnya sebahu, berjalan masuk ke dalam bar yang ada di sana, musik irama seakan seperti diskotik terlihat sangat merdu.


"Hari ini kita akan melihat pasangan dansa yang paling bagus. Siapa yang paling bagus dansa dengan pasangan masing-masing akan mendapatkan sebuah liburan romantis dari kita. Dengan kapal pesiar," ucap seorang mc membuat Jack merasa tertarik dengan itu.

__ADS_1


"Apa kamu ingin ke oantai," bisik Jack, pada Yiwen, yang sudah mulai duduk, dengan tangan di atas meja bar, mengambil satu gelas minuman di depannya. Ia meneguknya habis, lalu minta lagi, hingga sudah habis 5 gelas dalam waktu satu menit saja.


"Kamu jago minum juga?" tanya Jack, tersenyum tipis.


"Tidak terlalu, aku ingin berdansa nanti." ucap Yiwen, memegang lengan Jack. Ia menatap ke arah mc yang sedang menjelaskan cara mainnya, tanpa ia sadari Jack menaburkan obat ke dalam minuman Yiwen. Sebuah obat yang akan membuat Yiwen jatuh cinta hanya sementara dengannya.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Yiwen, menatap tajam ke arah Jack, laku mengambil minumannya, meneguknya habis.


"Syang!! Kamu ikut aku berdansa ya," ucap Jack.


"Baiklah, kita akan memulai gimana cara main , pasangan yang terpilih juga harus ciuman hot di sini. Di depan semua orang dan buktikan jika kalian henar-benar saling mencintai." ucap mc itu yang sudah selesai menjelaskan.


"Semua bersiap, maka musik akan segera di nyalakan," lanjut mc itu.


Seketika musik dansa sudah di nyalakan. Dan semua sudah bersiap dengan pasangan masing-masing.


"Apa kamu mau berdansa dengan aku?" tanya Jack mrngulurkanntanganya ke arah Yiwen.


Mata Yiwen terlihat sangat samar menatap wajah Jack, entah kenapa wajahnya semakin terlihat sangat tampan. Yiwen tersenyum, menerima uluran tangan Jack. Dan berjalan menuju ke tengah lingkaran kumpulan orang yang menatap mereka.


Jack dan yiwen berdansa dengan santainya, seperti seorang pasangan yang baru di landa asmara. Mereka terlihat sangat romantis, dan sangat kompak, "Jika kita menang di kompetisi ini. Aku akan bawa kamu ke laut. Kita akan naik kapal pesiar hanya kita berdua. Dan menikmati malam kita berdua." bisik Jack, menarik bibirnya tipis, seakan rencananya perlahan mulai berhasil.


"Baiklah, tapi apa kamu tidak malu dengan aku. Aku hanya wanita biasa tidak seperti wanita cantik yang banyak di sini," ucap Yiwen tanpa sadar apa yang ia bicarakan.


"Bolehkan aku mencium kamu sekarang," lanjut Jack, Yiwen hanya diam dan langsung memeluk dan mencium Jack lebih duluh, penuh gairah, membuat Jack kegirangan dalam hatinya. Obat itu ternyata sudah bekerja, dan ia langsung membalas kecupan Yiwen tak kalah gabasnya, ia memegang sekujur tubuh Yiwen, mengecup leher dan belahan dadanya, membuat semua orang yang menatap mereka bersorak melihat tontonan yang begitu hot di depannya.


"Emmmppp.. " Sentuhan tangan Jack mengarah ke dada Yiwen yang terlihat menyundul, terlihat belahan dadanya.


"Syang!! Gimana kalau kita lanjutkan nanti saja," ucap Yiwrn, merengkuh leher Jack, dengan bibir terus kendesah, merasakan sentuhan jemari tangan Jack di tubuhnya.


"Baiklah!!" Jack mengakhiri apa yang ia lakukan, membuat semuanya penonton kecewa. Ia memegang tangan Ywien, menariknya pergi.


"Aku ambil tiket kapal itu." ucap Jack pada mc di depannya yang masih melongo dengan mulut membentuk huruf o. Dia hanya diam melihat betapa hot kecupan mereka tadi di depan semua orang.


"Kamu gak malu di lihat banyak orang kecupan seperti itu denganku?" tanya Ywien, menatap Jack berjalan di sampingnya.


"Masuklah ke mobil. Aku akan bicarakan ini pada kamu," jawab Jack, membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Yiwen untuk segera masuk ke dalam mobilnya. Jack segera masuk ke dalam mobilnya, dan menjalankan mobilnya keluar dari halaman rumah itu.


Ia segera teraburu-buru pergi dari sini. Membawa kapal pesiar untuk jauh dari kota ini beberapa waktu. Dan membatalkan pernikahan dengan Mei, ini kesempatan dia untuk bisa dekat dengannya. Jauh dari kita di mana Yiwen akan selaku mengingat Lian yin. Dan semua anak buatnya sudah menemukan Lian yin yang terkapar karena tertembak dan membuang tubuhnya ke laut, meski terlihat masih hidup dan pingsan tak berdaya pada malam itu.


Seorang yang menunggu Lian yin di sebuah teman luas, tak berhasil mendapatkannya, karena sudah di bawa lebih dulu oleh anak buah Jack, dan langsung tanpa banyak bicara dia membuangnya agar tidak meninggalkan jejak.


"Yiwen!! Kita akan pergi keluar negeri setelah ini. Apa kamu mau tinggal bersama dnegan aku," ucap Jack memegang pahanya, mengusap lembut paha putihnya yang terlihat jelas di depan matanya.

__ADS_1


"Boleh, tapi apa kamu akan menikahi aku?" tanya Yiwen.


"Pasti aku akan menikahi kamu setelah ini. Di sebuah kapal pesiar, kita akan segera menikah,"


"Dan aku juga sudah mengurus surat perceraian kamu dengan suami kamu, jadi besok kita akan menikah." ucap Jack, menyingkap rok pendek milik Yiwen, hingga terlihat jelas di depan matanya.


"Jangan seperti ini di mobil," ucap Yiwen malu-malu.


"Kenapa sayang, sedikit saja. Tadi kita belum selesai."


"Fokuslah mengemudi," gumam Yiwen.


Obat yang di berikan Jack memang membuat Yiwen seakan melupakan Lian yin. Dan obat itu akan bertahan hanya selama 1 bulan. Dia akan ingat kembali masa lalunya saat dia ingat tentang Lian yin yang sudah di buang sengaja oleh Jack, dia pasti akan marah besar dengannya. Dan maka dari itu, Jack segera menikahinya. Sebelum semua akan menyelamatkan Yiwen, dia memang sengaja untuk pergi jauh agar tidak ada orang yang tahu keberadaannya. Dia sudah membeli rumah jauh dari pusat kota. Di luar negeri, hanya untuk bulan madu dengan istrinya kelak nanti.


"Basah syang!!" ucap Jack yang dari tadi memang bermain milik Yiwen dnegan salah satu tangan fokus mengemudi.


"Kamu gak sabaran, kenapa kamu tidak nunggu nanti saat kita di kapal," ucap Yiwen.


"Kelamaan. Dan bsok kita akan menikah. Jadi kanu akan jadi milik aku seutuhnya." gumam Jack, mengusap wajah Yiwen, dengan tangan yang terlihat masih basah.


"Usapi syang!!" ucap Jack.


"Baiklah sini!!" Yiwen mengusap tangan Jack dengan sapu tangan miliknya, ia bawa di dalam tas miliknya.


"Sudah syang!! Kamu fokus mengemudi dulu," gumam Yiwen, menyandarkan kepalanya di bahu Jack.


"Apa kita akan menikah di kapal pesiar nantinya," tanya Yiwen.


"Iya, kita akan mendarat di sebuah kita untuk mencari orang sebagai saksi kita. Lalu kita akan menikah." ucap Jack, mengusap ujung kapala Yiwen.


"Syang, aku tidur dulu. Kepala aku sangat pusing efek kebanyakan minum tadi," gumam Yiwrn, memegang kepalanya yang terasa sangat berat dan dia terlalu banyak minuman membuat tubuhnya juga sangat lemas.


"Baiklah. Kamu tidur dulu, syang!! Lagian perjalanan kita juga masih satu jam lagi. Untuk sampai ke laut." jack mengusap lembut ujung kepala Yiwen, membuat gadis itu tersipu malu, ia mencium punggung tangan kiri Jack.


"Syang setelah menikah. Aku gak mau jauh dari kamu, jangan kemana-mana. selama satu bulan kamu harus di rumah. Bermanja berdua dengan aku. Jangan pergi," ucap Ywien, yang sudah terlihat tak sadar efek minuman dan obat membuat kepalanya terasa ingin pecah. Dan dia benar-benar tak sadar apa yang sudah di katakan, dan keluar tiba-tiba dari mulutnya itu.


"Baiklah, aku tidak akan kemana-mana. Kita akan bermanja berdua selama 1 bulan penuh. Kita bikin anak yang banyak, agar nanti ramai rumah kita," ucap Jack, mencubit manja pipi Yiwen, yang terlihat sudah memejamkan matanya.


"Dia ternyata sudah tidur?" gumam Jack tersenyum tipis, mengusap pipi Yiwen.


"Maafkan aku, aku melakukan semua ini juga karena aku ingin memiliki kamu. Aku sudah lama mengagumi kamu saat kamu ada di agen intelijen. Dan semua tentang kamu aku sudah tahu semuanya. Tapi kamu tidak pernah sama sekali menatapku. Dan setelah kenal Lian yin. Kamu bisa suka dengannya, padahal dia melecehkanmu. Dan aku melajukan hal sama dengan kamu. Aku ingin menggantikan Lian yin di hati kamu. Tapi tetap saja kamu selaku mengingat Lian yin. Aku tidak mau jika kamu pergi dariku. Tidak mau, Yiwen.


Jack melaju mobilnya semakin cepat, ia ingin membaringkan tubuh Yiwen di ranjang agar dia bisa tidur pulas dan tidak terasa capek tidur dengan posisi duduk di dalam mobilnya

__ADS_1


__ADS_2