
Pertandingan hari ini sudah selesai, Grace memenangkan pertandingan dengan Yhing Yin, dan sekarang pertandingan yang terakhir antara Grace dan Yiwen.
Namun mereka masih istirahat dan masih makan di tempat yang sudah di sediakan oleh pihak panitia pertandingan.
Dan Lian yin juga masih berada di hotel menyiapkan semua yang akan ia bawa pulang ke mobilnya. Dan Lay dia masih menamati sekitar. Membuat Lian yin berada di dalam bersama dengan Lyli. “Yin!”panggil lyli.
“Ada apa?"ucap Lian yin yang merasa sangat tidak suka dengan Lyli yang semakin menunjukan jika dia sangat suka dengannya. Dan bahkan perasaan itu tidak pernah lupa dari hati Lyli.
“Kamu jangan merasa ragu lag denganku, aku tahu semua sekarang tentang kamu”ucap Lian yin.
“Maksud kamu apa?”Tanya Lyli.
“kamu sudah punya rencana kan untuk menjatuhkan aku, dan kamu juga sering berhubungan dengan ketua dari timur, ayah dari Grace, dan kamu juga sudah sering bertemu Grace kan”Tanya Lian yin tanpa mentap kea rah Lyli.
“Yin, aku bisa jelaskan semuanya. Kamu pasti salah paham dengan itu, dan Grace memang aku sering bertemu dengannya karena dia juga kulah di Sydney, dan soal ayahnya memang aku juga berhubungan dengannya, memberi informasi tentang ke adaan anaknya di sana, karena dia minta tolong aku mengamati Grace saat di Sydney”gumam Lyli mencoba menjelaskan pada Lian yin, ia mencoba meraih tangan lian yin, namun selalu di tepis olehnya seakan Lian yin tidak mau jika Lyli menyentuhnya.
“Apa kamu yakin dengan apa yang kamu katakan”Tanya Lian yin. Beranjak berdiri dan duduk di sofa kamarnya.
“Iya, kenapa aku bohong dengan kamu, bukannya kamu juga sudah kenal aku dari lama kan, dan kamu juga sering menghubungiku, apa kamu masih tidak percaya denganmu. Aku gak mungkin menyakiti kamu, orang yang dari dulu aku syang, meskipun kamu tidak pernah membalasnya, tapi aku tidak perduli dengan itu, bahkan saat menikah, kamu juga tidak mengundangku. Jika bukan Lay yang beri tahu aku, mungkin aku gak akan tahu jika kamu sudah menikah dengan waitayang baru kamu kenal itu kan?”ucap Lyli, yang mulai meneteskan air matanya, ia duduk di samping Lian yin.
“Tapia pa kamu tahu, aku dari dulu hanya menganggap kamu sebagai tean tidak lebih Ly, aku sekarang sudah punya istri dan gak akan mungkin berpaling dari istri aku, lebih baik kamu buang rasa kamu dengan aku, kamu tahu Grace, dia sudah bilang semuanya tentang kebusukan kamu, yang tidak di ketahui oleh yang lainnya. Termasuk Lay, kamu sadarlah ada sosok yang lebih perduli dengan kamu di bandingkan dengan aku”ucap Lian yin menegaskan pada Lyli dan mencoba menghindar darinya.
Bukannya dia tidak punya perasaan dengan Lyli tidak kasihan dengannya, tapi sama sekali memang dia tidak ada rasa, bahkan dia sudah punya seorang wanita yang sangat mencintainya juga dan sekrang dia selalu ada buatnya, di saat dalam bahaya, bahkan dia pernah terluka dan hilang ingatan juga karenanya.
“Yin, apa kamu gak bisa beri kesempatan padu”ucap Lyli.
‘Bukannya aku gak mau beri kamu kesempatan tapi aku sudah punya pasangan dan gak mungkin aku suka dengan kamu, iangat kehidupan kita sudah terpisah karena pernikahan. Dan kamu juga harus cari lelaki yang menyanyangi kamu, jangan bergantung pada cintaku yang tidak akan pernah berpaling dari Yiwen”ucap Lian yin
“Jika kamu tidak pernah bertemu dengan Yiwen pakah kamu akan mencintaiku”Tanya Lyli.
__ADS_1
“gak akan, karena aku sudah anggap kamu sebagai teman aku bukan sebagai kekasih atau lebih”ucap Lian yin.
“selama ini aku baik dengan kamu, perhatian dengan kamu bukan untuk dapat simpati atau cinta dari kamu”ucap Lian yin.
“maaf, memang aku salah”ucap Lyli beranjak berdiri dan segera pergi dari kamar Aron. Dan Lay yang melihat Lyli ia bingung dengannya, sekilas menatap ke arah Aron dan dia memberinya kode untuk mengejar Lyli.
“Apa yang harus aku lakukan sekarang”gumam Lian yin, merentangkan tangannya diatas sofa mencoba menetralkan pikiran yang terus mengganggunya, membuat ia tidak bisa berpikir jernih lagi.
“Semoga dia sadar Jika ada Lay yang selalu ada buat dia, aku gak mau menyakiti banyak wanita lagi, sekarang aku focus dengan Manda”ucap Lian yin, yang mulai bangkit dari duduknya. Ia segera membawa beberapa barangnya dan barang Manda ke mobilnya. Dan menutup pintu kamarnya dengan segera.
Lian yin beranjak pergi dari parkiran hotel, ia melihat sekilas ke arah Lay yang mencoba berlari mengikuti Lyli yang berlari menangis meratapi semua perasaanya.
‘Lay!”panggil Lian yin.
“Yin, ada apa?”Tanya Lay yang menghentikan larinya.
“Aku tunggu kamu di stadion, setelah pertandingan aku mau kita cepat pergi dan kamu cepat bawa Lyli jangan sampai dia pergi sendiri, aku yakin jika kamu bisa menenangkan hatinya”ucap Lian yin.
Lian yin hanya tersenyum dan segera melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke stadion yang jaraknya sangat dekat dengan hotel hanya berjarak 5 km.
“Semoga Yiwen menang hari ini, aku gak mau sampai dia kenapa-napa. Aku yakin pasti Grace akan menjaganya”gumam Lian yin.
“Yiwen”panggil Lian yin berari mendekati Yiwen yang hanya diam menunduk duduk menatap dengan pandangan kosong, ke dalam ring. Sekarang giliran garce dan Yhing yin yang bertanding, dan Yhing yhin sudah kalah beberapa pukulan dari Grace namun masih tetap berusaha bangun dan ingin sekali mengalahkan Grace.
“Ada apa”ucap Yiwen lemas.
‘kamu kenapa?”taya Lian yin.
“Aku gak apa-apa syang, hanya saja kamu tahu apa yang aku alami tadi, tiba-tiba aku kalah dengan yhing yhi, aku gak tahu kenapa”ucap Yiwen.
__ADS_1
“sudahlah, gak apa-apa ya, lagian kita gak mentingkan soal hadiah yang terpenting pengalaman kamu bisa ikut dalam kompetisi seperti ini”gumam Lian yin, merengkuh pundak yiwen.
“Tapi aku belum selesai ngomong”gumam Yiwen.
“Emangnya ada lagi yang kamu omongin ya”ucap Lian yin.
“Ada, aku itu sebanrnya di babak terakhir aku menang saat ada orang yang mengirimkan rekaman pada panitia, dan suara itu menggema seluruh stadion membuat Yhing yhi gagal fokus dan semua penonton jadi menyoraki dia dengan kata-kata kasar”ucap Yiwen.
“jadi dia kalah gitu?”Tanya Lian yin.
“Iya, dan aku sekarang menang lagi syang”ucap Yiwen, memeluk tubuh Lian yin erat.
“ya, sudah syang jangan bangga dulu ya, kita akan menghadapi yang lebih besar nantinya”ucap Lian yin.
“Iya aku tahu”gumam Yiwen.
“Iya sudah sekarang kamu harus bersiap untuk pertandingan selanjutnya syang”gumam Lian yin.
“Iya bawel”gumam Yiwen, melepaskan pelukan Lian yin.
“kamu sudah makan belum”Tanya Lian yin.
“sudah tadi, kalau kamu belum makan aku antarkan kamu beli makanan sekarang”ucap Yiwen.
“Gak usah syang, entar saja aku lagi belum lapar”ucap Lian yin, mencibit hidung Yiwen.
“Selalu deh nyeselin kamu, aku sakit sayang jika kamu cubit terus gini’gumam Yiwen, mengusap lembut hidungnya yang terlihat memerah.
"Kalian jangan senang, ku memang kalah di sini, tapi aku belum sepenuhnya kalah. Kalian jangan bangga dulu. aku akan mengalahkanmu nanti. Kalian bersenang-senanglah."ucap Yhing yhi berjalan mendekati yiwen.
__ADS_1
"Baiklah aku tunggu ancaman kamu"ucap Yiwen beranjak berdiri menatap tajam ke arah Yhing Yhi.