Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Menyerang


__ADS_3

“Lian yin!! Aku mau kamu menyerah


sekarang dan serahkan apa yang kamu dapatkan selama ini?”


“Maksud kamu apa?” tanya Lian yin


bingung dengan apa yang di katakan laki-laki di depannya.


“Aku hanya mau kamu cari aman


saja. Sekarang serahakn yang kamu cari tad di rumah itu. Setelah itu aku akan


pergi dari sini, dan akan emmbiarkan kamu lolos dengan selamat dari kepungan


kita semua.”


“Apa yang kamu katakan, aku tidak


akan dengan mudah menyerahkan semuanya. Da ini bukan milik kmau, kenapa kamu


susah payah untuk mendapatkan semuanya?” tnay Lian yin, yang mulai paham dengan


apa yang di inginkan para kelompotan bersenjata itu.


Laki-laki misterius itu, berjalan


mendkeat dengan langkah ringan, mengulurkan tanganya ke depan. “Serahkan


sekarang, aku lagi berbaik hati dengan kamu skerarang,” ucapnya.


Negosiasi dari mereka hanya di


balas dengan senyum kecut dari Lian yin. “Kamu kira kita tidak bisa melawan


semua pengawal kamu ini?” tanya Yiwen, menarik bibirnya sinis.


“Oke, baiklah. Jika memang kalian


tidak mau. Gak masalah. Kalian bisa hadapi semuanya pengawal aku. Dan sebentar


lagi juga akan ada seseorang yang datang. Kamu pasti akan tahu siapa dia, dia


tuan kita. Yang akan menyambut kalian semuanya.” Ucap Ylaki-laki misterius di


depannya.


Semua sudah bersiap, dan mulai


melayangkan senjata mereka ke udara.


“Lian  yin, awas!!” teriak Yiwen, meraih tangan Lin


yin dengan ke dua kaki sedikit melompat menghentakkan ke dua kakinya ke pohon


besar di sampingnya, dengan ke dua tangan mengulurkan senjata ke beberapa orang


di belakang Lian yin dengan sangat cepat.  Melayangkan beberapa tembakan bertubi-tubi.


Dor... Dor... Dor...


Dor... Dorr..


Bukkk... Buukkkk...


Sebuah tendangan memutar tepat


jatuh di beberapa orang yang berjejeran di samping Lian yin tepat mengenai


wajah mereka semua bergantian.


Tappp.... Tap...


Buukkk..


Lian yin mengentakkan ke dua kakinya


ke pohon, dengan gerakan sangat cepat, membuat lawannya terkecoh olehnya. Ia


memutar tubuhnya ke belakang, melayangkan sebuah tendangan kaki kiri, tepat


mengenai orang di belakangnya yang hampir saja melayangkan sebuah tembakan ke


arahnya.


Lian yin terdiam sejanak menatap


Yiwen yang dari tadi menatapnya. Ke dua mata mereka saling tertuju, namun ke


dua telinga merkea sangat was-was dan jelia mnedengarkan gerak gerika musuh di


sekitarnya.


Dooorrrr...


Yiwen, melayangkan tembakan ke


atas, tepat di atas pohon bersembunyi satu orang yang akan melayangkan busur panahnya.

__ADS_1


“Kita akan jadi partner yang baik,”


ucap Lian yin, menarik tangan Yiwem bergantian tempat.


Dor.... Dor...


Dor.. Dor...


Lian yin da Yiwen bersamaan


melayangkan tembakan pada orang di depannya, dengan ke dua tangan masih


berpegangan erat.


“Kalian pikir akan begitu mudah


mengalahkan kita,” ucap Lian yin, dengan sunyum picik penuh percaya diri dari


raut wajahnya.


“Oke, kalian bisa mengalahkan semuanya.


Tapi apa kalian tahu, jika dua wanita di rumah kalian dalam bahaya” ucap


laki-laki di depannya.


Mendengar hal itu seketika Yiwen,


berlari cepat, dan lansgung mendorongkan senjata ke depannyanya. “Apa yang kamu


katakna, jangan berani-beraninya kalian emnyakiti merkea” ucap Yiwen, dengan


tatapan tajamnya.  Dan hanya di balas


dengan senyum sisnis dari laki-laki di depannya.


“Aku tidaknberbuat macam-macam


dengan merkea, tapi Tuan kita yang melakukannya. Jadi semua ketentuan ada di


tangannya.”


Seketika tubuh Yiwen terasa sangat


lemas, mendengar hal itu. Ia yang semula tegap mendongakan senjata, tanganya


terasa lemas dan perlahan menurunkan senjatanya, dengan wajah sedikit menunduk.


“Bagaimana bisa mereka membuat kita terpancing,” gumam Yiwen lirih.


rumah aku, dan kenapa kalian begitu mudah membobol semua pengaman di sana?” tanya


Lian yin, melangkahkan kakinya memndekati Yiwen.


“Semua karena Mei, dia yang


membocorkan semuanya. Dialah yang mata-mata sebenarnya. Pantas saja mereka bisa


dengan mudah masuk ke rumah kamu” ucap Yiwen Yang masih menundukkan kepalanya.


“Jadi apa yang kamu katakan itu


benar?” tanya Lian yin.


“Iya, memang benar apa yang di


katakan wanita kamu. Calon istri tuan kami memang yang membocorkan semuanya.”


Lian yin memegang pundak Yiwen, “Kamu


jangan khawatir dengan Grace dan Lyli. Aku tahu Grace wanita seperti apa, dia


sangat buas dalam hal membunuh para musuh. Dan tidak kenal ampun pada orang


yang berani menyakiti seorang yang dekat dengannya.” Ucap Lain yin, mencoba


menenangkan hati Yiwen.


Yiwen menoleh ke arah Lian yin, “Apa


aku bisa tenang, jiak kondisi Grace saat ini masih belum pulih. Apa dia bisa


melwan para musuhnya dengan mudah. Dan apa dia bisa membunuh semuanya seperti


apaa yang kamu bilang,” ucap Yiwen dengan wajah kesalnya.


“Percayalah padaku, aku tahu doa


sejak lama. Aku tahu sifat baik buruknya dia. Jadi kamu gak perlu khawatir


dengan dia. Aku nanti aka segera memberi tahu dokter agar ia bisa merawatnya


dengan sangat baik.


“Tapi..”


“percayalah padaku,” ucap Liaqn

__ADS_1


yin, memegang ke dua bahu Yiwen. Membuat wanita di depannya itu yang semula


gundah dan khawatir dengan keadaan teman barunya yang masih berada di rumah


Lian yin. Ia mulai berubah, perlahan percaya dengan apa yang di katakan Lian


yin.


“Kamu harus merawatnya dengan


baik, jangan sampai dia kenapa-napa. Dia sangat baik, dan banyak membantu kita.


Bahkan rela mengorbankan dirinya sendiir untuk kita,” uvap Yiwen, menatap wajah


Lian yin.


“Sudah kalian bicaranya, kalau mau


bermesraan jangan di sini,” ucap laki-laki misterius di depannya, yang dari


tadi mendengarkan apa yang di katakna Yiwen dan Lian yin.


-----


Lian yin yang masih berbincang dengan para musuh, mencoba


meredakan situasi.Sedangkan Changmin, menuntun Lay menuju tempat yang aman


untuknya.


“Kenapa kamu membawaku pergi?” tanya Lay, yang memang tidak


suka jadi beban ke dua temannya.


“Aku gak mau jika kamu terluka, dan gak hanya aku. Semua


juga khawatir dengan keadaan kamu. Jadi menurutlah dengan apa yang aku katakan.


Jangan banyak bicara lagi” ucap changmin.


“Aku masih bisa hanya melawan mereka semua, dan kamu gak perlu


khawatir dengan aku. Aku gak mau jadi beban kalian terus menerus”


Situasi masih belum kondusif. Changmin segera membawa Lay


pergi ke halicopter yang terparkir di pinggir pantai.


“Kalian mau kemana?” tanya seseorang pengawal yang berlari


mengejarnya. Dengan membawa beberapa gerombolan.


Changmin menoleh ke belakang, dengan senyum piciknya


terpancar di raut wajahnya.


“Kalian gak akan bisa melawanku,”


“Jangan banyak bicara kamu,”


“Siapa yang banyak bicara, bagaimana kalau kita buktikan.


Kalian boleh melawanku, tapi hanya menggunakan tanga kosong. Dan buang semua


senjata kalian. Bagaimana?” ucap Changmin, mencoba bernegosiasi dengan lawan di


depannya. “kalian bisa melawan aku langung semua orang maju ke depan.” Lanjutnya.


Mereka terdiam, mencoba menimang-nimang apa yang di katakan


Changmin itu. Dengan bertanya pada penagal satu ke yang lainya dengan bersisik


meminta pendapat.


“Bagaimana, jangan lama-lama berpikir. Aku gak punya bnayak


waktu lagi. Kalau kalian bisa mengalahkanku. Aku akna memberikan apa yang kamu


kasih,” ucap Changmin dengan sangat santainya, menarik ke dua alisya ke atas.


“Baiklah, tapi jika aku menang maka kamu harus menyerahan


semuanya,” ucap musuhnya.


“Todak masalah bagiku,” ucap Changmin penuh percaya diri. “Dan


sekarang kalian semua buiang senjata kalain, jangan ada yang membawa senjata


sama sekali,” lanjut Changmin.


“Baik,” ucap seorang laki-laki di depannya yang mulai


membuang senjata ditangannya ke samping. “ Dan kalian semua, buang senjata


kalian.” Ucap orang di depanya pada semua pengawal yang berada di


belakangkanynya.

__ADS_1


__ADS_2