Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Pergi ke pantai


__ADS_3

Lay pov


"Syang!! Kamu gak bangun?" tanya Lay membelai lembut rambut istrinya.


"Emm.. Apa sih. Kamu bangun saja duluan, aku masih capek!!" jawab Lyli malas.


"Baiklah!! Kalau begitu aku mandi dulu, kamu juga cepat bangun. Kita mau pergi berlibur nanti.


"Aku malas!!"


"Apa kamu gak ingin pacaran denganku?" tanya Lay.


Lyli membuka matanya, menatap Lay yang sudah duduk di kepala ranjangnya. "Memangnya kita mau rekreasi kemana?' tanya Lyli.


"Aku mau membuat istri kesayangan aku bahagia," ucap Lay, mengusap wajah Lyli.


"Ya, sudah kamu mandi sana duluan. Aku masih ngantuk, mau tidur dulu 10 menit lagi!!"


"Ayo, barengan?" ajak Lay.


"Gak mau, masih malas!!"


"Ayo, syang!!" Aly menarik tangan Lyli beranjak dari ranjangnya.


"Aku gak mau nanti kamu minta lagi, dari semalaman aku gak bisa tidur, aku baru mau tidur kamu minta lagi. Mau tidur lagi, kamu minta lagi. Sekarang aku capek!!" ucap Lyli, memelas.


"Baiklah!! Kalau begitu, aku mandi dulu." ucap Lay.


"Nanti aku pijiti kalau capek," Lay beranjak dari ranajngnya, berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Emangnya dia tahu apa yang capek? Gak hanya tubuh saja, milik aku juga capek, sudah di pakai berkali-kali. Apa sia juga gak capek, dasar kelakuan mesumnya kini baru tahu saat menikah. Gumam Lyli yang masih tak mau membuka matanya lebar, dia memejamkan matanya rapat-rapat, menarik guling lalu memeluknya sangat erat.


Lay yang sudah selesai mandi kilat, dia yang masih memakai handuk dari pinggang sampai ke lututnya. Berjalan merangkak diatas ranjangnya, jemari tangan kanannya mengusap.lembut pipi kiri Lyli.


"Syang!! bangun!! Aku sudah selesai, sekarang kamu cepat mandi!!"


"Gak mau, bentar algi!!" ucapnya tanpa membuka matanya.


"Mana yang capek, aku pijiti sekarang,"


"Semua badanku!!" ucapnya manja, mengulurkan tangannya tepat di depan Lay.


"Cepat pijiti," Lyli berbaring tengkurap.


"Lepaskan semuanya dulu, baru aku pijiti!!"


"Apa kamu gak lihat, aku masih belum pakai apa-apa dari semalam. Kamu semalaman pakai aku, sampai aku gak bisa pakai baju lagi," decak kesal Lyli.


Hehe.. Lagian kemarin malam pertama kita, aku juga baru pertama kali melakukannya dengammu"


"Tapi apa sebelumnya kamu pernah melakukannya dengan wanita lain?" tanya Lyli perlahan membuka matanya, menatap ke arah Lay.


"Gak pernah sama sekali!! Jawab Lay, yang mulai memejit punggung Lyli.


"Yakin gak pernah? Bukanya kamu pernah di club malam.dengan para wanita, kamu Changmin dan Lian yin?" tanya Lyli memastikan jika suaminya itu benar jujur padanya.


"Iya, ngapain juga aku berbohong. Gak ada gunanya aku berbohong padamu."


"Tapi aku gak percaya,"

__ADS_1


"Kenapa?"


"Karena kamu sudah banyak pengalaman?"


Lay mengusap punggung Lyli, tadinya jari tangannya memang memijit punggungnya kini berubah jadi belaian lembut, dengan tangan menjalar kaman-kaman.


"Apa yang kamu lakukan, cepat pijiti aku dulu. Kalau aku sudah gak cepek, baru kamu boleh minta lagi?" Lyli menarik tangan Lay, lalu mengigitnya.


"Aw-- sakit, syang!!"


"Salah sendiri, tangan kamu gak bisa di kondisikan. Lihatlah aku masih capek, tubuh aku bahkan sudah di penuhi bercak merah. Kamu masih saja mau menjamahku?"


"Maaf!! Maaf!!" ucap Lay menyesal.


"Sekarang cepat pijiti aku," bentak Lyli.


Benyar!! Kenapa aku jadi kalah dengan wanita. Harusnya laki-laki yang menang dan berkuasa. Tapi kenapa aku di hadapan Lyli menciut seketika. Padahal aku seorang mafia, tapi tak punya nyali dengan perempuan yang dia cintai.


"Apa kamu pernah menyentuh wanita?" tanya Lyli membuat Lay semakin gerah, yang dia tanya hanya kisahnya masa lalu yang membuat Lyli nantinya pasti akan marah jika dia jujur dan terus terang tentang apa yang di lakukannya dulu.


"Kenapa diam?" tanya Lyli beranjak duduk.


"Emm..."


"Cepat jawab?" lanjutnya.


"Iya! Iya!"


"Kenapa kamu diam sekarang, apa kamu gak mau jawab pertanyaanku. Apa kamu menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Lyli, mengernyitkan matanya menatap.semakin dekat wajah Lay yang tiba-tiba tertunduk lesu.


"Sebenarnya aku pernah menyentuh tubuh wanita... Emm.. Tapi, ja gan salah paham.. Aku hanya menyentuhnya, tidak sampai tidur dengannya,"


Lay menundukkan kepalanya, seakan sangat berat jika ingin mengucapkan semuanya padanya. "Aku.. Menyentuh semuanya..."


"Ya, sudah!!" Lyli beranjak berdiri, melangkahkan kakinya cepat dengan rasa kesal kecewa dan penuh amarah.


Brakkk..


Lyli menutup pintu kamar mandi sangat keras.


"Lyli, jangan marah. Itu dulu. Sekarang aku sudah berubah. Aku hanya minta dan hanya menyentuh kamu"


"Jika kamu jauh dariku beberapa hari saja, kamu pasti akan menyentuhnya lagi!!" ucap Lyli bersandar di balik pintu.


"Syang!! Itu sebelum aku kenal kamu, setelah aku kenal kamu aku mulai sadar. Wanita yang patut di jaga itu kamu. Dan kenapa aku tidak pernah menyentuh kamu bahkan mencium kamu setiap hari, karena aku hanya ingin menjaga kesucian kamu sampai aku menikah denganmu!!" jelas Lay, berdiri tepat di depan pintu kamar mandi.


Apa benar yang dia katakan? dia hanya ingin menjaga aku, aku wanita yang paling sempurna di matanya. Bahkan sampai dia tidak kau menyentuhku.


"Syang!! Jangan marah lagi. Aku hanya ingin jika kamu itu bisa merasakan kehangatan kasih syang tulus aku. Tanpa melakukan apapun aku sudah mencintai kamu sangat tulus."


"Aku mau mandi sekarang. Kamu cepat ganti baju. Bukanya kita akan pergi!!"


"Kamu sudah gak marah, kan?"


"Enggak!!"


Lyli bergegas untuk segera mandi kilat dan bersiap untuk segera pergi.


-----

__ADS_1


Di sebuah pantai yang begitu indah,


"Syang!!"


"Apa?"


"Fotoin aku di sini?" Lyli berlari menembus ombak? menikmati air dengan raut wajah sangat bahagia terpancar di setiap senyum manis yang terukir di wajahnya.


Dan Lau tak hentinya terus memotret wajah cantik istrinya yang tidak bisa di lewatkan.


"Aku sudah foto setiap kamu bergerak!!" ucap Lay, seakan jadi fotografer dadakan satu hari ini.


Lyli terus bermain dengar air, membuat gaun putihnya basah tersapu ombak pantai yang menembus kakinya.


"Syang!! Kamu sini?" panggil Lyli.


"Cameranya gimana?"


"Kita suruh orang untuk fotoin kita?" ujar Lyli.


"Baiklah!!"


Lau segera meminta tolong orang yang lewat depannya untuk memotret dirinya dan istrinya sedang asik bermain ombak, dengan senyum merekah menikmati ombak yang datang menghempas keras tubuhnya. Berbagai pose di lakukan seakan seperti model terkanal, mereka melakukan pose dengan sangat baik, membuat gambar mereka terlihat sangat indah.





Lyli menikmati semua yang ada, dia menyiram Lay dengan air, dan di balas dengan Lay, dia menyiramnya dengan air, mereka saling membalas bermain air laut, tanpa takut membasahi tubuh mereka.


"Syang!!" ucap Lyli, memegang tangan Lay, berlari di di pasir putih, desiran ombak pantai menerjang ujung kakinya.


"Makasih baut harinya?"


"Apa kamu senang?" tanya Lay.


"Sangat senang!!" Lay duduk di bawah pohon kelapa, dan di susul dengan Lyli yang duduk di sampingnya.


Mereka yang merasa sudah lelah, segera menikmati air kalapa muda, sembari menikmati matahari terbenam yang terlibat sangat menakjubkan.


"Indah ya?" ucap Lyli menyandarkan kepalanya di di dada bidang milik Lay.


"Lebih indah anugerah yang terindah yang di berikan Tuhan padaku,"


Lyli mengangkat kepalanya, menatap ke arah Lyli.


"Apa yang kamu katakan?" tanya Lyli bingung.


"Aku lebih suka melihat wajah kamu setiap hari, dari pada melihat orang lain atau hal lain, jika tanpa kamu semuanya akan terasa tidak indah lagi." ucap Lay, membuat Lyli tersipu malu di buatnya, wajahnya merah muda, dan tak hentinya dia tersenyum tipis berbunga-bunga di buatnya.


"Jangan merayuku!!"


"Aku serius?"


"Baiklah!! Aku percaya," Lyli mencubit hidung mancung milik Lay.


Lay mendekatkan wajahnya, sebuah kecupan lembut mendarat di bibir Lyli, Lay menggulum bibir Lyli. Dia memainkan lidah mereka, menikmati desiran ombak dan pemandangan indah, sebagai moment yang paling indah melakukan sebuah kecupan lembut, Lyli membalas kecupan Aly semakin dalam, dengan tangan kanan memegang pipi Lay.

__ADS_1


__ADS_2