
"Yiwen kamu sudah selesai mandi?" tanya Lian yin. " Kenapa kamu mengunci pintu kamarnya"lanjut Lian yin.
"Lagian aku masih ganti baju, jagan ganggu aku dulu"ucap Yiwen.
"Ya, sudah kalau gitu cepetan"gumam Lian yin.
"Iya, aku sudah selesai."ucap Yiwen.
"Kalau selesai buka, syang"teriak Lian yin.
Yiwen segera membuka pintu kamar hotelnya, ia melihat Lian yin hanya berbalut handuk putih. "Kenapa.kamu berpakaian seperti itu?" tanya Yiwen, menutup matanya seketika.
Tanpa banyak bicara Lian yin menarik tangan Yiwen untuk segera masuk ke dalam kamarnya. Sebelum banyak orang yang melihatnya.
"Nanti saja aku jelaskan"gumam Lian yin.
"Kamu mandi di mana?" tanya Yiwen.
"Mandi di kamar Lay"ucap Lian yin menuju ke lemarinya, ia segera mengambil baju, dan memakainya tanpa malu di depan Lian yin. Lagian dia suami istri tak ada lagi yang harus di sembunyikan.
"Apa yang kamu lakukan?" ucap Yiwen menutup matanya seketika.
"Kenapa kamu selalu menutup mata kamu, lagian kita sudah sama -sama tahu. Tidak ada yang perlu di tutup-tutupi"ucap Lian yin. Yang sudah memakai baju dan celana seperti biasanya. Tanpa menggunakan baju wanita lagi. Yang membuat dia merasa sangat gerah.
"Jadi makan gak?"tanya Yiwen yang merasa perutnya sudah mulai lapar.
"Jadi, mau makan apa?" tanya Lian Yin.
"Terserah, malan di restauran hotel saja"ucap Yiwen.
"Baiklah"gumam Lian yin.
"Sekarang ayo pergi, aku tahu kamu sudah lapar kan?"ucap Lian yin menggoda.
Yiwen menunduk malu, "Kenapa dia bisa tahu"gumamnya dalam hati.
"Udah sekarang kita makan"ucap Lian yin, memegang tangan Yiwen beranjak pergi dari kamarnya.
"Mau kemana?" tanya Yiwen.
"Katanya kamu mau makan"ucap Lian yin.
"Oo.. iya aku lupa syang"ucap Yiwen.
"Kamu kalau sudah kelaparan selalu tudak pernah fokus"gumam Lian yin.
"Eh.. bentar bukannya itu Yhing yin dan saudaranya"ucap Yiwen menunjuk ke arah 2 saudara itu.
"Iya, biarkan saja mereka. Kuta diam saja selagi mereka tidak membuat gara-gara dengan kita"ucap Lian yin. "Tapi bentar di mana Lee"ucap Lian yin, yang tidak melihat Lee ada di antara mereka.
"Sudah kita makan saja, jangan terlalu perdulikan mereka"gumam Yiwen. Yang mulai duduk di salah satu meja dan mulai membuka menu yang sudah ada di atas mejanya.
__ADS_1
"Kamu mau makan apa?" tanya Lian yin.
"Entahlah, makan apa saja"gumam yiwen yang masih bingung memilih menu makanan.
"Terserah kamu deh, aku bingung"ucap Yiwen meletakkan kembali buku menunya.
Makanan di dalam buku menu semuanya enak, kalau Yiwen memilih semuanya pasti Lian yin tidak setuju. Mendingan ia tanya pendapat suaminya itu.
"Baiklah biar aku yang pesankan"gumam Lian yin yang mulai pesan makanan.
Dan Yiwen hanya diam matanya tak berhenti memandang ke arah Yhing yhi dan yhing yin, saudara kembar yang sama-sama nyeselin.
"Apa yang kamu lihat"ucap Lian yin.
"Lihat mereka, sepertinya sedang menunggu seseorang"ucap Yiwen.
"Mungkin mereka menunggu Lee"gumam Lian yin.
"Mereka tidak menatap ke arah kita kenapa kamu terus menatap ke arah mereka."tanya Lian yin.
"Aku masih merasa curiga dengan mereka"ucap Yiwen.
"Curiga kenapa lagi?" tanya Lian yin.
"Apa kamu gak curiga, melihat mereka di sini. Padahal mereka tidak menginap di sini kan. Dan sepertinya ada seseorang yang menginap di sini. Sebelum dia tahu bagaimana kalau kita pindah posisi duduk dan pojokan agar dia tidak curiga dengan kita"ucap Yiwen.
"Baiklah, aku bilang pada waiters dulu jika kita pindah meja" gumam Lian yin.
"Iya, tapi jangan sampai ketahuan mereka, bisa-bisa rencana kita gagal nantinya"ucap Yiwen.
Yiwen pindah lebih dulu mencati tempat yang tidak di lihat jelas oleh saudara kembar itu. Ia tidak mau jika ketahuan dengan mereka. Pasti mereka cari gara-gara. Dan gak mungkin jika mereka akan diam saja melihat ku di sini, gumam Yiwen.
Tak lama ia melihat Les datang menghampiri mereka dengam seseroang yang tidak ia kenal. "Siapa dia?" gumam yiwen, menutupi wajahnya dengan buku menu.
"Sepertinya benar apa yang aku bicarakan, mereka mencurigakan"gumam Yiwen.
"Gimana?" tanya Lian yin.
"Kamu cepat duduk"ucap Yiwen, menarik tangan Lian yin untuk segera duduk di depannya.
"Ada apa sebanarnya?" tanya Lian yin.
"Lihatlah mereka?" ucap Yiwen.
"Siapa orang itu?" tanya Lian yin.
"Ya, mana aku tahu" gumam yiwen.
"Gimana cara kita mendengarkan apa yang mereka bicarakan"tanya Yiwen.
"Biar aku menjatuhkan bolpoin yang aku bawa ini." ucap Lian yin yang langsung bertindak tanpa menunggu perintah, atau aba-aba dari Yiwen.
__ADS_1
Seperti yang di rencanakan, lian yin yang memang dari tadi membawa topi, dan boloin di sakunya buat jaga-jaga, ia segera memakai topinya dan berjalan seolah ia adalah pelanggan, namun tidak mendekat, ia hanya menggeser bolpoin ke tempat dudukĀ mereka.
"Sudah?" tanya Yiwen.
"Sudah selesai, aku hanya ingin kamu bicara sesuatu." ucap Lian yin.
"Bicara apa?" tanya Yiwen.
"Katakan cinta padaku"ucap Lian yin menggoda.
"Apaan sih? Aku serius tahu"gumam Yiwen kesal dengan Lian Yin.
"Hehe. iya syang gitu saja marah"ucap Lian yin.
"Habisnya kamu selalu bercanda sih, sudah sekarang cepat makan dulu syang. Kita sambil dengarkan pembicaraan mereka"ucap Yiwen, yang sudah tidak sabar menyantap habis makanan di meja yang dari tadi sudah siap, dan sudah ingin di makan.
"Iya, syang"ucap Lian yin.
----00---
obrolan mereka yang terekam di penyadap suara yang terletak di dalam bolpoin itu.
"Apa rencana kamu selanjutnya?"tanya Seorang lelaki yang tidak di kenal.
"Aku ingin perlombaan ini di menangkan oleh salah satu dari mereka"ucap Lee.
"Gak bisa, jika begitu makan Grace anak dari ketua akan marah"ucap lelaki itu.
"Baiklah, kalau memang gak bisa, kamu bisa singkirkan yang namanya Yiwen itu untuk segera tereleminasi"saut yhing yin.
"Kalau soal itu bisa di bicarakan lagi, emangnya apa yang ingin kalian lakukan"ucap Lelaki itu.
"Celakai Yiwen"ucap yhing yin.
"Apa katamu, ini melanggar peraturan gak mungkin bisa"ucap lelaki itu dengan nada tinggi.
Yiwen yang mendengarkan lembicaraan mereka terkejut, hatinya merasa tidak nyaman sekaran. Dan Lian yin terus memegang tangannya erat. Mencoba untuk menenangkan hatinya. Ia khawatir jika Yiwen akan celaka nantinya. Kali ini Lian yin lebih berhati-hati lagi. Dan untung saja tadi ia menurut apa kata Yiwen untuk memata-matai mereka. Dan ternyata benar mereka telah melakukan sebuah rencana untuk mencelakakan Yiwen.
"Apa kamu gak bisa merencanakan semuanya"bentak Lee.
"Bukannya gak bisa, jika sampai ini tahu, bukan hanya kalian aku juga pasti akan di hukum"ucap lelaki itu.
"Baiklah, kamu pikirkan sendiri rencana apa yang akan kamu lakukan. Aku gak mau mau gagal, dan sesuai rencana kamu harus bisa membuat Yiwen tereleminasi dari pertandingan"gumam yhing yin.
"Baiklah"ucap lelaki itu. "Sepertinya aku harus pergi sekarang"lanjut lelaki itu yang langsung bangkit dan pergi. Tanpa makan ataupun minum lebih dulu.
----00---
"Kenapa laki-laki itu terlihat panik dan pergi?" tanya Yiwen.
"entahlah"gumam Lian yin.
__ADS_1
"Sudah sekarang habiskan makanan kamu dulu, dan langsung balik ke hotel. Dan ada waktu beberapa jam lagi. Kamu istirahat dulu"ucap Lian yin.
"Baiklah"gumam Yiwen, yang mulai melanjutkan makannya dengan lahapnya.