Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Misi Yiwen


__ADS_3

"Yiwen, kamu benar, sekarang mau pergi ke kamar jack?" tanya Amerta memastikan.


"Iya, aku bahkan pergi ke sana. Memangnya kenapa? Bukanya kamu tadi yang membuat aku percaya diri sekarang. Lagian ini..." Yiwen melirik jam tangan yang melingkar di tangannya. "Masih jam segengah delapan malam. Dan belum terlalu malam. Dan aku sekarang ingin segera menyelesaikan tugas dengan baik. Gak boleh gagal, aku ingin pergi menemui Lian yin setelah ini. Akh gak ingin jauh darinya lagi. mungkin jika jauh darinya tidak akan ada hal yang bisa aku lakukan lagi, jika tidak bersamanya"


Amerta menarik aurut bibirnya, manatap penuh semangat ke arah Yiwen. Sembaru menepuk-nepuk pundaknya, memberi semangat padanya. "Baiklah, kamu harus menyelesiakan tugas itu dengan mudah. Dan ingat kamu juga harus hati-hati, jangan di kira dia begitu mudah bisa maauk ke sana. Aku yakutnya itu hanya untuk memacing kamu saja. Tapi ingat jangan sampai kedok kamubterbongkar, bisa habis kita di sini."


"Tenang saja, tidak akan. Sekarang aku pergi dulu. Beri aku waktu 1 jam, jika dalam satu jam aku belum juga keluar, kamu harus memanggila ku di sana." ucap Yiwen, menatap jam dinding.


"Mulai dari sekarang!!"


"Baiklah!!


Yiwen beranjak keluar dari kaamrnya, menuju ke kamar Jack sudah ia ketahui sebelumnya. Kamar yang paling banyak penjaga dan di situlah orang kamarnya.


Yiwen berjalan dengan langkah ringan, dan pandangan mata tertunduk ke bawah menatap lantai.


"Yiwen kamu harus bisa, melakukannya dengan baik, aku yakin kamu bisa" gumam Yiwen memberi semangat dirinya sendiri.


Bruukkkk...


"Maaf! Maaf!" ucap Yiwen tanpa menatap ke depan sama sekali.


"Jangan menhnduk, jika kamu jalan seperti itu. Maka kamu akan terus menbrak orang yang ada di deoan kamu, tatataplah ke depan, jangan takut dengan orang yang ada di sini." suara serak dan berat, yang sangat familiar di dalam tekinga Yiqen, perlahan Yiwen mukai mengangkat kepalanya ke atas, menatap wajah yang sangat familiar, di matanya.


"Tao!!"


"Kamu masih ingat nama aku?" tanya Tao, tersenyum penuh dengan keramahan.


"Iya, aku masih ingat dengan kamu, maaf ya, aku tadi gak sengaja," ucap Yiwen yang berlagak sok gak kenal dengan Tao.


Tao menatp mata Yowen, "kamu Bella kan?" tanya Tao

__ADS_1


"Iya memangnya kenapa?" tanya Yiwen, ragu, ia merasa sangat takut jika Tao mengenalinya.


"Iya? entah kenapa aku melihat mata kamu, seakan aku melihat mata mantan aku, kamu sangat mirip dengannya. Tapi wajah kamu berbeda dengannya."


"Memang aku mabtan kamu, tapi kamu saja yang gak tahu, Maafkan aku Tao, aku sudah berbohong pada kamu. Aku gak bisa jujur sebelum aku menemukan buktinya." gumam Yiwen dalam hatinya, mencoba tersenyum di depan tao.


"Oya, pacar kamu dulu paati sangat cantik ya?"


"Iya, gak hanya cantik dia sudah aku anggap sebagai velahan jiwaku, tapi semuanya sudha pergi. Dia sudah menikah dengan wanita yang dia sukai. Dan aku hanyalah sebuah debu sekarang baginya, dan bahkan dia tidak ernah menghubungi aku lagi. Mwski hanya mengirim kabar sebagai teman saja, sia tidak perduli, dia terlalu fokus dengan suaminya," ucap tao, sekana mengungkapkan semua yang ada dalam hatinya.


"Sabar, mungkin dia terlaku sibuk. San kwnaoa.kamu gak mengbubungi dia?" tanya Yiwen.


"Gak mungkin, aku menghubungi dia. Aku takut jika suaminya nanti akan marah." ucap Tao. mendongakkan kepalanya ke atas, menahan air mata yang sekaan mau jatuh, dari matanya.


"Oya, maaf aku terlalu banyak cerita denganmu, aku jadi curhat dengan kamu."


"Iya, gak apa-apa, aku juga senang biaa berbagi cerita dengan kamu." ucap Yiwen.


Maaf Tao, bukanya aku lupa dengan kamu, kau selalu mengingat kamu, tapi aku tidak berani menghubungi kamu duluan, aku takut Lian yin marah. Tapi aku menunggu kabar dari kamu dan lian yin. Tapi kalian tidak menghubungiku sama sekali.


Makasih Tao, kamu memang teman masa kecil aku yang sangat baik. Aku sayang sekali dengan kamu? tapi hanya sebatas teman. Dan kita sudah berjanji akan selalu bersama selamanya. Sebagai adik dan kakak, dan kamu juga janji pada kakek aku, untuk selalu melindungiku, aku harap kamu tahu.


Yiwen manarik napaanya dalam-dalam. Dan mulai melangkahkan kakinya, menuju ke kamar Jack.


"Kamu mau kemana?" tanya pengawal si depan kamar jack.


"Mau ke dalam, tuan memanggil aku," ucap yiwen.


"Iya, kamu tunggu di sini dulu, aku akan panggilkan, tuan. Kamu jangan masuk ke dalam sebelum, tuan yang menjemput kamu," ucap pengawal itu, yang langsung masuk ke dalam kamar Jack. Entah apa yang mereka bicarakan, ia tidak begitu mendengengarnya. Dan sudah hampir lima menit Yiwen menunggu di depan, membuat ia merasa bosan, Yiwen terus menghantakkan kakinya, sembari melirik ke dalam kamar Jack, di balik pintu yang tidak begitu terkunci sempurna. Hanya tinggal celah sedikit.


Tak lama pengawal itu segera keluar, menghampiri Yiwen. "Kamu boleh masuk ke dalam," ucap pengawal itu.

__ADS_1


Yiwen dnegan labgkah hati-hati, ia berjalan amsu ke dalam kamar Jack, penuh keraguan dalam hatinya, san rasa gugup, takut jadi satu dalam dirinya, membaut ia gemetar seketika, gimana cara menghadapi Jack yang terkenal licik.


Membuat pikiran negatif telintas di dalam otaknya, Ia melangkahkan kakinya, mendekati jack yang duduk di ranjang, meandang sebuah lukisan yang sangat indah di dalam pandangannya.


"Kamu menyuruh aku apa?" tanya Yiwen


"Bawa lukisan ini ke kamar tamu, dan masih banyak kukisan lagi di dalam ruanga itu," ucap Jack, menunjuk sebuah lukisan di dalam ruangan di depannya.


"Kenapa aku harus membereskan lukisan kamu. Kanapa tidak pelayan, di sini banyak sekali pelayan, dan kamu bisa menyuruhnya sesuka kamu, tapi kenapa kamu hanya memanggila ku, harusnya kalian memanggil pelayan, aku tidak tahu ruangan kamu, di maan lagi tempat menyimpan semua lukisan kamu,"


"Kamu juga akan tahu nantinya," jacak berjalan mendekati Yiwen, kenarik tanganya, memegang pinggangnya dan berbisik "Kamu sangat cantik, mata kamu juga indah. Apa kamu tidak tertarik dengan aku?" tanya Jack.


Alaan seketika melebarkan matanya, gimana bisa Jack biacar seperti itu padanya. Benar-benar sudah gila dia, terlalu percaya diri merayu wanita. Pasahal tidak semua wanita suka dengannya, dan termasuk aku juga tidak suka sama sekali dengannya.


Yiwen mendoring tubuh Jack menjauh darinya. Hingga menyisakan jarak 2 langkah bergadapan. "Jangan mendekatiku!!"


"Kenapa? Banyak wanita yang tertarik dengan aku? Dan kenapa kamu tidak tertarik sama sekali denganku?"


"Aku berbeda dengan wanita lain, aku tidak pernah tertarik dengan laki-laki mara keranjang, dan otak mesum seperti kamu. Amsih banyak laki-laki yang jauh lebih baik dan tampan dari pada kamu." ympat kesal Yiwen.


"Jadi kamu menolakku?"


"Iya! Aku menolak kamu, karena aku tidak peenah ada perasaan sama sekali dengan kamu."


"Nanti kamu juga ada perasaan!!" Jack bernajak duduk lagi di ranjang, menatap Yiwen yang kini semakin emnbuatnya sangat tertarik, dia berbeda dari wanita biasanya.


"Gak mungkin, karena kamu sudah akan menikah, jadi jangan dekati aku. Toling!! Aku di sini hanya menumpang, dan akan segera pergi, jika orang tua akau kembali nantinya."


"Emm... Jadi hanya karena orang tua kamu gak ada di rumah, kamu yang gak punya teman itu takut di ruamh sendiriran. san bukanya akmu badyguard Amerta.


"Itu hanya perkerjaan sampingan, jika dia membutuhkan aku, maka aku akan datang. Lagian aku tidak setaip hari dengannya."

__ADS_1


Jack maerik bibirnya, seakan penuh dengan kelicikan dalam otaknya.


Kamu wanita yang sangat menarik.


__ADS_2