Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Batal menikah


__ADS_3

“Yin, apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Chen, berjalan menghampiri Lian yin, duduk santai bersama dengan Yiwen di taman, menghindari para tamu yang sudah lalu lalang menikmati pesta yang sangat meriah di rumahnya.


“Siapa dia?” tanya Yiwen, sembari mengernyitkan matanya, dai segi mata dan hidungnya yang terlihat sangat mirip dengan Lian yin.


“Dia kakak aku,” jawab Lian yin, memegang tangan Yiwen.


“Cepat temui para tamu, pernikahan kamu akan segera di laksanakan sekarang,”


“Pernikahan?” Yiwen mengerutkan keningnya, menatap wajah Chen lalu kembali menatap Lian yin dengan pikiran penuh tanda tanya di otaknya.


“Apa yang dia katakan? Apa maksud semua ini...” ucap Yiwen beranjak berdiri, dia menggelengkan kepalanya pelan, tak menyangka jika Lian yin akan menghianatinya.


“Oke... Aku salah... tapi apa kamu akan membalas aku dengan hal seperti ini.. Kamu mau menikah dengan orang lain,” ucap Yiwen menggebu, ke dua matanya mulai berkaca-kaca. Air mata yang baru saja kering kini mulai mengeluarkan airnya lagi.


“Sepertinya kita harus pergi dari sini,” Lian yin mencoba meraih tangan Yiwen, dengan cepat wanita itu menepis tangan Lian yin.


“Jangan menyentuhku... Aku kecewa padamu..” ucap Yiwen memalingkan wajahnya berlawanan arah.


“Kamu gak akan perna bisa pergi, apa kamu gak kasihan dengan Reysa dia sudah menunggu kamu..”


“Pergilah!!” ucap Yiwen lirih tanpa mentap e arah Lian yin.


“Yiwen dengarkan penjelaskanku dulu.”


“Penjelasan apa lagi.. Kamu bawa aku ke sini agar aku menyaksikan kamu menikah dengan orang lain... Oke aku sekarang akan berdiri di sana sebagai tamu melihat kamu menikah dengan orang lain,” pekik Yiwen, air matanya mulai tumpah tak tertahankan membendung, kini membanjiri pipinya.


Lian yin menarik napasnya dalam-dalam, lalu mengeluarkan secara perlahan, “Aku bawa kamu ke sini, agar kita bisa menikah kembali..” Lian yin memegang tangan Yiwen, menariknya pergi berjalan menuju arah kerumunan tamu yang sudah datang.


“Yin! Apa yang akan kamu lakukan?”  wajah Yiwen terlihat kikuk, dia menoleh ke kanan dan ke kiri melihat para tamu yang menatap ke arahnya dengan tatapan bingung.


“Yin! Aku malu,” gumam Yiwen menundukkan kepalanya.


“Yin, aku harap kamu tidak mengecewakan kakak kamu!! Aku ingin kamu segera naik dan berdirilah di samping Reysa dia menunggu kamu,” Chen berjalan mengikuti Lian yin dangan langkah sangat cepat.


“Aku gak mau kak, dia bukan cinta aku.” Jawabnya tegas.


Bagi para tamu di sini.. Aku mohon perhatian kalian sebentar” ucap Lian yin dengan nada keras, memuat semua tamu menatap ke arahnya


“Lihatlah gadis ini... Dia adalah wanitaku, Istriku dan aku dengan berat hati membatalkan pernikahan ini.”


“Aku tidak akan pernah setuju,” jawab Chen keras, membuat desas desus keluar dari bibir para tamu.

__ADS_1


“Wanita di sebelahnya adalah wanita murahan... Dia sudah menjual dirinya untuk laki-laki lain,”


“Aku bukan wanita murahan,, aku sadar jika aku sekarang tak pantas untuknya..” ucap Yiwen menatap tajam mata Chen.


“Kalau bukan wanita murahan terus kamu siapa, lihatlah perutnya saja sudah beda hasil dari laki-laki lain. Sekarang lebih baik kamu pergi dari sini...” saut istri Chen.


“Jika kalian mengusir Yiwen, maka aku akan ikut dengannya.. Aku gak perduli dengan apa yang di katakan orang...” ucap Lian yin penuh amarah.


“Kenapa kamu terlalu bodoh, Yin”


“Aku memang bodoh karena cinta. Jadi jangan salahkan aku jika kau lebih memilih pergi bersama denganya..” kata Lian yin bersikukuh.


“Maaf aku ikut campur.. Sebenarnya anak yang ada di dala perut Yiwen adalah anak Lian yin. Dia menikah denganku sudha hamil anaknya.. Dan sekarang sudah jalan 3 bulan.” Saut Jack berjalan dengan langkah ringan, perkataannya semakin membuat heboh.


“Chen! Biarkan dia pergi, jangan memaksakan cinta mereka.”


“Aku gak perduli,” jawab Chen tak mau menyerah.


“Aku mohon, atau aku akan berlutut padamu.. Aku suka dengan Reysa, biarkan aku yang akan menikahinya.” Brayen duduk tersungkur menyentuh ke dua kaki Chen, dengan sigap Chen menarik Brayen untuk berdiri kembali.


“Apa yang kamu katakan?”


“Mereka memang saling mencintai, jadi tolong satukan mereka.. Dan aku biarkan bersatu dengan anak dan istri aku lagi,” saut Lian yin.


“Hikss... Hikss.. Maafkan aku!!” ucap Reysa, mendongakkan kepalanya. “Aku dan dia dai kecil tumbuh bersama, dan sudah lama kita saling suka. Dan tidak pernah sama sekali aku pacaran denganya.”


“Kenapa kamu tidak bilang pada kakak, kalau kamu bilang kakak tidak akna memaksa kamu menikah dengan laki-laki lain,” istri Chen mengusap wajah reysa dengan ke dua tangannya dan memeluk tubuhnya sangat erat. “Kakak yang harusnya minta maaf!! Kakak tidak bisa mnejadi kakak mau dengan baik..”


“Kakak tidak bisa mengerti perasaan kamu,,”


“Baiklah kalau seperti ini jadinya. Pernikahan ini akan di lakukan oleh dua ruang, Reysa dan Brayen, dan kamu dengan pasangan kamu.” Ucap Chen tersenyum tipis.


“Kakak yakin?” tanya Lian yin memastikan.


“Iya,” jawabnya sembari mengangguk pelan.


“Kita menikah lagi?”


“Iya.. Bukannya kita sempat cerai, jadi aku meresmikan pernikahan kita lagi. Ya, itung-itung sebagai perayaan pesta kita dulu yang sempat tertunda,” Lian yin memegang kepala kanan Yiwen, menariknya dalan dekapan tangan kanannya, menyatukan ke dua kepala mereka, dengan tangan Yin mengusap lembut rambut Yiwen ke dua bibir mereka akhirnya bisa tersenyum bahagia merekah.


`````

__ADS_1


Setelah lama membuat gaduh para temu, dan lama melakukan mediasi bersama. Brayen dan Reysa segera mengucapkan janji pernikahan, untuk saling mencintai dan menjaga selamanya. Selesai mengucapakn janji. Mereka saling berkumpul bahagia menyambut para teman-teman mereka.


“Selamat untuk kalian,” ucap Ley mengulurkan tanganya pada Brayen. Dan di balas dengan senyuman tipis darinya, menerima uluran tangan Ley.


“Iya.. Kamu juga akan menyusul nantinya..” ucapnya ramah.


“Secepatnya. Lagian pernikahan kita juga aka di laksanakan dua hati lagi,”


“Buat Lie Wei!! Cepetan nyusul kita, jangan lama gak punya paangan jadi lupa giamana jatuh cinta nantinya..”


“Makasih, sindirannya..”


“Bagaimana kalau kita menikah!!” ucap Amerta memeluk lengan kanan Lie Wei, membuat laki-laki itu seketika terjingkat.


“Apa yang kamu lakukan.. Lepaskan!!”


“Gak mau!! Bukanya kita akan menikah,” Amerta mengusap lembut wajah Lie Wei.


Lie Wei bergidik geli, mencoba melepaskan tangan Amerta. “Lepaskan!!” Lie Wei menggeleng gelengkan kepalanya, di tak isa bayangka jika menikah dengan gadis kecil seperti dia. Perbedaan umurnya pasti sangat jauh, nanti dikira aku om mesum lagi. Gumamnya.


“Sudah kalian menikah saja, lagian kita semua setuju,” goda Lian yin, “ Ya gak?” tanya Lian yin memutar matanya melihat yang lainya. Dengan tangan melingkar di belakang punggung Yiwen , mendekap tubuhnya sangat erat.


Mereka tertawa lepas melihat kelucuan Changmin dan Amerta, mereka sangat cocok meskipun beda umur 11 tahun lebih tua.


“Kalau aku menikah dengan kamu, di bilangnya kau menikahi anak kecil.” Ucap Changmin, berlari bersembunyi di belakang punggung Lian yin.


Amerta menghentakkan kakinya kesal, dengan bibir menguntup, “Ih.., aku bukan anak kecil... Aku sudah dewasa,” ucapnya seperti anak kecil, bibirnya semakin manyun, membuat tawa mereka yang melihatnya semakin pecah tak tertahankan.


“Apa kalian mau menikah sekrang?” tanya Lian yin memastikan, sembari menggoda Lie Wei yang masih berdiri di belakangnya.


“Enggak!!”


“Kenapa enggak, aku ingin kamu menikah dengan akau sekarang.” Ucap Amerta.


“Sekolah yang benar sana,” Lie Wei yang merasa sangat kesal, dia melangkahkan kakinya meninggalkan teman-temannya pergi.


“Ya... Ngambek dia,” gumam Yiwen, tak kuasa dari tadi terus tertawa.


``````


Selesai acara Lian yin, berada di dalam kamarnya menunggu Yiwen yangmasih melepas smeua gaun dan segera ganti piyama tidur.

__ADS_1


“Besok kita periksa kandungan, ya?” ucap Lian yin, beranjak berdiri, berjalan mendekati Yiwen, jemari tanganya menyilakan rambut panjang Yiwen ke belakang punggungnya dari belakang.


Laki-laki itu mencium harumnya rambut Yiwen yang menyeruak ke penciumannya. 


__ADS_2