Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
kerja sama


__ADS_3

Tuan Mo pembisnis handal yang akan bekerja sama dengan Lian yin dalam perakitan senjata, dan dalam bisnis kecanggihan elektronik untuk pertahanan di kota Barat tempat ia tinggal sekarang. serta masih banyak lagi yang akan mereka bicarakan dengannya, termasuk pertahanan khusus untuk suatu negara.


Lian yin membuat kesepakatan dengannya untuk membangun sebuah kota barat yang lebih maju kali ini, dari segi ekonomi, dan kecanggihan teknologinya. Ia tidak mau kalah dengan kota luhan yang terlihat sangat megah dan canggih. Kali ini semua berjalan perlahan untuk memajukan kita yang di bilang sekarang jauh dari kota Chengyi, bahkan pemerintah pun tak ikut campur masalah ini. Ini murni kerja sama perusahaan Lian yin dan para perusahaan lainya.


"Tuan Mo, maaf menunggu lama" Lian yin menarik jasnya, berjalan ringan menuju ke depan tuan Mo duduk.


Tuan Mo terlihat sangat ramah dengan para investornya, bahkan dia mempunyai investor di penjuru dunia. Tetapi Lian yin sangat hati-hati bermain dengannya. Karena dia terkenal sangat licik, tapi sebelumnya Lian yin sudah mendapatkan suatu hal baru, tentang tuan Mo, ini akan menjadi Momok ancaman yang berharga baginya.


"Tuan Mo mau minum apa, saya akan ambilkan sendiri khusus untuk tuan." gumam Lian yin dengan senyum penuh keramahan.


"Tuan Yin jangan berlebihan, saya kesini hanya ingin menemui tuan Yin sebagai investor terbesar di perusahaan saya. Kalau soal minum terserah tuan Yin saja. saya akan memberikan sebuah perjanjian yang lebih berbeda dari yang lainya. Aku akan menawarkan sebuah senjata mematikan total 200 senjata rakitan mulai dari senjata api berbagai jenis." ucap Tuan Mo menyandarkan punggungnya di sofa. Dengan tangan kanan terlentang di atas sofa.


"Baiklah, tapi sepertinya tuan Mo tidak adil dengan perusahaan Yin, bukannya dengan Luhan. Tuan Mo memberikan senjata paling mematikan kepadanya, yang di desain khusus oleh tuan Mo sendiri" Lian yin senyum semringai, melihat ekspresi wajah Tuan Mo yang terlihat tak bisa berkutik lagi kali ini.


"Dan tuan juga merencanakan hal yang sangat luar biasa untuk memajukan kota utara dengan Chengyi, Dan senjata yang kamu desain itu semua ilegal dan tidak ada surat izin edar. Jika semua itu bocor di tangan pemerintah kota, apa yang akan terjadi, masuk penjara hukuman seumur hidup, atau lebih" Lian yin melanjutkan ucapanya. Setiap kata Lian yin mampu membuat Tuan Mo tak bisa berbicara sepatah katapun.


Lian yin tersenyum tipis, mengulurkan sebuah dokumen bukti dan perjanjian.


Tuan mo perkahan membuka lembar demi lembar dokumen itu, membuat matanya seakan mau copot. Semua bukti ada di tangan Lian yin, bagaimana bisa, gumamnya.


Tuan Mo yang tadinya terlihat lebih santai, kini dia berubah menjadi gugup seketika, kali ini dia benar-benar terpojok dengan Perkataan Lian yin, ia tak menyangka bagaimana bisa Lian yin tahu semuanya tentang dirinya. Bahkan dia benar-benar tahu detail rincian semua.


"Kalau kamu Mau tanda tangan surat perjanjian yang aku buwat, kerja sama kita akan berjalan mulus. Tapi kamu harus memutuskan kontrak kerja sama dengan Chengyi" Lian yin memecahkan keheningan di antara mereka bertiga.


Kring... kringg..


Bunyi ponsel Lian yin membuat suasana mencengkam menjadi tak bergitu menakutkan lagi, tatapannya yang semula  panuh dengan rencana licik, kini ia melihat ponselnya langsung menganga, apalagi yang telfon itu Yiwen. Matanya sekaan terus berkedip.

__ADS_1


Tanpa lama-lama ia segera mengangkatnya, sebelum si bawel itu teriak dan marah-marah.


"Kapan kamu pulang?" suara keras Yiwen di balik ponsel itu membuat Lian yin menjauhkan ponselnya dari telingannya.


Merasa sangat Malu, Lian yin segera beranjak dari duduknya. Ia memberi kode pada Lie Wei untuk mengurus semuanya.


Dengan sigap Lie Wei segera berdiri dan membuat suatu perjanjian dengan tuan Mo.


Sedangkan Lian yin sepertinya dapat omelan nih dari calon istrinya.


"Ada apa syang, udah belum ngomel-ngomelnya. Aku lagi ada client sekarang, citraku sebagai orang sadis dan licik kini terasa pudar gara-gara menciut karena teriakanmu" gumam Lian yin lirih.


Yiwen berdengus kesal. "Iya-iyalah aku marah-marah, ngomel-ngomel padamu. Kamu bawa kemana baju aku?" yanya  Yiwen dengan nada juteknya.


Lian yin nampak linglung, ia tak tahu apa yang di maksud Yiwen. "Baju apa?."


Lian yin menepuk jidadnya. "Oh... soal itu, aku yang pindahkan ke lemari bajuku, ku lupa mau bilang ke kamu."


"Kenapa kamu beraninya menyentuh dalamanku" Yiwen semakin naik pitam kali ini. "Aku tunggu kamu cepat pulang sekarang juga" teriak Yiwen.


Lian yin tanpa menjawab ia segera mematikan ponselnya, mendengar omelan yiwen terasa telinga mau pecah, wanita kalau teriak benar-benar menakutkan.


Lian yin membalikkan badan dan berbalik ke arah meja kerajangnya dan duduk bersandar di kursi hitam.


"Bagaimana tuan Mo, apakah kamu berminat" Ucap Lian yin melipat ke dua kakinya. Dengan badan menyondong ke depan.


"Baiklah, asal tuan Yin bakar semua data itu" Ucap Tuan Mo dengan jemari yang sudah mulai bergetar.

__ADS_1


"Baiklah, semua kesapakatan di setujui sekarang" Yin mengulurkan tangannya, dan di balas dengan cepat oleh Tuan Mo.


***


Di sisi lain Yiwen terus berdecak kesal, ia bahkan mau mandi saja gak bisa, entah raib kemana tu dalemannya. Gak ada sama sekali di lemari dan kopernya. Ia juga masuk ke kamar Lian yin mencoba melihat semua isi lemarinya juga sama tidak ada juga di sana.


Dengan perasaan kesal Yiwen bolak balik kamarnya ke kamar Lian yin sudah hampir 3 kali tanpa rasa lelah sama sekali. Kamarnya benar-benar sudah parah,  parahnya tuh kebangetan banget, udah seperti kapal pecah. Semua baju berserakan di ranjang dan lantainya. Hingga pelayan yang membantunya hanya berdiri mematung kebingungan.


Ia bingung mau bantu apa, setiap mau bereskan baju yang berantakan di lantai, yiwen selalu membuatnya berantakan lagi.


Pelayan itu hanya bisa mengusap dadanya, menahan kesabaran, cobaan dari majikan wanita yang aneh itu di depannya itu.


"Bibi lu mana" tanya Yiwen pada oelayang di belakangnya.


Tubuh pelayan itu bergetar, "Eh.. Bibi lu masuh masak" ucap Pelayan itu menundukkan kepalanya.


"Ya sudah, cepat bereskan, aku mau turun dulu. Setelah selesai bilang aku, aku tunggu di bawa" ucapnya betanjak pergi.


Dalam Hti ia terus bergumam kesal tentang Lian Yin itu. Bahkan dia benar- benar maarah kali ini. Beraninya lian yin menyentuh dalamannya dan menyembunyikan entah kemana.


"Bi.. " teriak Yiwen. Bibi lu segera keluar menemui majikannya yang paling cerewet itu.


Bibi lu menunduk, "Ada apa non?" tanyanya.


"Tahu di mana letak dalaman ku gak?" Tanya Yiwen menarik kaosnya agar bibi lu tahu apa masudnya.


"Oh.. itu non saya kurang tahu" gumam Bibi Lu terus nenunduk, ia gak berani menatap majikan baru itu

__ADS_1


__ADS_2