Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Perlakuan yang di terima Mei


__ADS_3

Gadis yang benar-benar sangat menarik. Tidak mudah dekat dengannya. Dan dia sudha punya suami. Siapa suaminya apa dari kalangan mafia, pengusaha atau siapan kenapa aku tidak tahu jika ada seornag mafia, yang punya istri dengan mata indah seperti dia. Kecuali Lian yin, dia benar-benar aangat beruntung, mendapatkan wanita yang sangat sempurna. Dengan pandangan mata yang sangat indah, dan bola mata hitamnya.


--


Jack pernah datang ke acar pernikahan Lian yin dan Yiwen. Dan tanpa sepengetahuan mereka. Dan Javk yang selama ini bekeja sama dengan Mei untuk membuat Lian yin dan istrinya itu semakin panik. Dan menganggu bulan madu mereka. Tapi semua usahanya tidak berhasil, dan Mei hampir saja ketahuan oleh Changmin dan yiwen.


Taoi mereka berhasil mengelak, dan Yhing yhi yang jadi jmpan mereka. Menjadi hualn-bukanan mereka. Dan sekarang, ke dua wanita kembar itu dan seorang laki-laki, di kirim ke negeri yang jauh dari penduduk. Mereka di asingkan di sana. Karena telah berani menetang Jack.


Karena prinsip dari Jack siapa yang berani menentangnya makan akan di asingkan atau di singkirkan. Dan mereka bertiga lebih memilih di asingkan. Dan itu lebih bagus. Tidak ada penghalang lagi untuk melajukan misi selanjutnya.


-----


"Yiwen, kamu tadi bicara apa saja denganya?" tanya Amerta, yang alnsgung menutup rapat pintu kamarnya, dan ia menarik tangan Yiwen ke balkon, agar tidak ada yang bisa mendengarkan pembicaraannya


"Akunharus cerita atau tidak?" tanya Yiwen, dengan wajah yangbsudha tidak ingin cerita banyak padanya. Apakagi saat meliaht Jack kasar dengan Mei, ia tisak sanggup melihatnya. Dan ingin sekali menolongnya. Tapi dia tidak bisa. Dan lebih memilih untuk diam.


"Apa kamu tahu apa yang di lakukan Jack pada kakak kamu selama ini?" tanya Yiwen menatap wajah Amerta.


"Memangnya mereka melakukan apa?" tanya Amerta duduk menikamti teh hangat yang sudah ia bawa dari tadi, sebelum membawa Yiwen kembali lagi ke kamarnya.


"aku hanya tahu seidkit tentang perlakuan Jack pada kakak aku yang sangat kasar." ucap Amerta, menggertakkan rahangnya menahan rasa kesal yang membuatnya sangat marah.


“Apa kamu juga melihatnya itu?” tanya Amerta.


‘Iya, aku melihatnya, tapi maaf bukan maksud kau membuat kakak kamu jadi seperti itu. Aku gak tahu kenapa Jacak tiba-tiba marah dneganya, dan mencengkram erat tangan Mei, bahkan dia melemparnya hinggat terjatuh. Aku gak bisa bayangkan itu semua, kasihan dengan Mei.


‘Aku sudah ingatkan pada kakak aku, tapi dia gak mau jauh dari Jack, dia ingin menbuktikan padanya, jiak Mei itu sekarang tulus suka dengan Jack. Padahal aku pernah sampai berantem denganya hanya gara-gara masalah sepele, karena kau mengingatkan dia agar jauh dari Jack. Tapi kakak aku marah-marah dnehanku.” Jelas Amerta.


“Kenapa Mei bisa segala itu suka dengan laki-laki, padahal dulu ada Changmin yang tulus suka dneganya. Aku mengira dia juga suka dengan Changmin, dan ternyata changmin hanya pelariannya saat kabur dari Jack.”


“Sekarang gak usah bahas itu, jika itu sudha keputusan kakak aku, maka aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi.”ucap Amera, mengembangkan bibirnya membentuk sebuah senyuman tipis.


“Minumlah dulu, nikmati kopi hangat buatan aku,” ucap Amerta.


“memangnya kamu bisa bikin kopi sendiri?”

__ADS_1


“Iya, bisa. Hanya hal kecil masak gak bisa.”


“Oya, soal apa yang kamu lihat, jangan ceritakan pada siapapun. Termasuk Changmin, aku gak mau dia juga akan marah. Nanti pasti akan timbul perselisihan yang sangat besar.”


“Iya, aku akan jaga rahasia ini.”


-----


Di rjmah besar milik Grace, Changmin sekarang oerkahan mulai menjauhinya. Dan ia tidak mau bicara dengannya. Hamoir 3 jam tadi Changmin hanya diam, dan acuh tak acuh padanya.


"Kamu belum tidur?" tanya Grave berjalan masuk ke dalam kamar Changmin yang sudah di persiapkan untuknya.


"Belum, aku masih belum ngantuk," jawab Changmin datar.


Grace, yang membawa 2 cangkir kopi itu, ia meletakkan ke meja balkon kamarnya.


"Dari pada kamu di aitu, lebih baik kamu di sini, menikmati udara malam, dan. oya, soal apa yang di rumah Lian yin. Makasih!!"


"Makasih soal apa?" tanya Changmin bingung.


"Jadi kamu kemarin gak tidur?" tanya Changmin.


"Tidur, tapi hanya bentar. Aku mau bantu kamu, tapi aku takut, kamu malah marah-marah lagi padaku. Apalagi kamu saat marah, menakutkan!! Mungkin jika anjing tahu kamu marah-marah, dia pasti juga akan takut.


Changmin yang semula ingin menjauhi Grace, mendengar ucapan dia, hatinya seketika tersentuh. Untuk bisa dekat dengannya. Dan hati ini ia ingin bisa benar-benar dekat sebagai teman yang sesuangguhnya.


"Duduklah jangan ragu, kenapa.kamu malah berdiri si situ. Nanti kamu berdiri malah capek" ucap Grace, menaeik tangan Changmin untuk duduk di kursi depannya.


"Kenapa.kamu selam ini baik dengan aku?" tanya Changmin.


"Karena aku emrasa sangat ingin mebantu kamu. Tapi aku gak tahu kanapa. Jiak perasaan suka pasti tidak mungkin. Karwna aku tahu aku kana menikah."


Changmin kenelan ludahnya, menatap sinis ke arah Grace. "Kamu apa gak bisa tidak bahas lgai tentang pernikahan. Iya aku tahu jika kamu akan menikah, jadi gak usah sebut itu lagi. dan lagi. Apa kamu mau memberi tahu apda semua orang, jika kamu itu ingin sekali menikah. Dan gentar lagi kamu akan menikah debgan orang yang sangat kamu kenal lama. atau batu kenal? atau di jodohkan? Aku juga tidak tahu, tapi aku audha gak perduli dengan itu!!" celoteh Changmin tiada hentinya, membuat grace terdiam, menatap pemandangan langit di depannya, menaeim sudut bibirnya untuk bisa tersenyum simpul.


"jangan salah paham lagi denganku, aku gak akan mungkin seperti itu. Aku memang di jodohkan ayah aku. Tapi setelah aku tahu siapa dia, aku langsung menerimanya. Karena aku tahu, dia itu baik, dia itu bsia menjaga aku sebagai seorang wanita, bahkan dia tidak pernah sekalipun menyentuhku, saat banyak kesempatan datang jika dia mau melakukannya. Namun dia hanya bilang, tunggu saat kita sudah menikah." jelas Grace, membuat Changmin terdiam. sekan ia tersindiri sebagai laki-laki yang memang terkadang menyantuh juga tak sengaaja.

__ADS_1


Changmin memegang tangan Grace, menatap dalam ke dua mata Grace di depannya.


"Apa kamu tidak ingin pergi dari bayang-banyan perjodohan itu? dan apa kamu punya perasaan sedikit saja denganku?" tanya Changmin, mengecup punggung tangan Grace.


"Aku suka dengan kamu, sangat suka. Sebagai adik. Aku hanya menganggap kamu adik aku. dan tidak lebih dari itu. Aku syang kamu. Tapi dulu, sekarang aku sudah ada yang memiliki." ucap Grace.


“Jadi beberapa hati ini kita bersama, kamu hanya menganggap aku sebagai adik kamu? Apa kamu yakin tidak ada perasaan lebih dari adik/’ tanya Changmin, mencoba meksakan Grace untuk bicara jujur padanya.


Grace menatrik napasnya dalam-dalam, ia mulai cerita pada Changmin, tentang apa yang pernah ia rasakan.


“Aku sempat terbesik ingin menyukai kamu, atpi aku tidka bisa.” Ucap Grace.


Cahngmin menghela napasnya, “Baiklah, jika memanga kamu gak ada sama sekali perasaan tentang aku, di hati kamu. Tapi setidaknya kita bisa berteman.”ucap Changmin, mencoba untuk bebesar hati yang ke dua kalinya, di tinggal menikah dengan pacar dan teman yang ia sukai.


“Memangnya siapa yang akan menikah dnegan kamu?” tanya Changmin. Yang meulai menyeduh kopi hangat buatan Grace di depanhynya. Ia mencoba untuk berekspresi sebaik mungkin di depan semua orang, ia tidak mau meluapkan rasa kesal dan amarahnya nanti pada orang lain, dan sekarang ia hanya ingin sendiri.


“Mungin kamu juga kenal, tapi aku gak tahu kamu dan yang lainya kenal dengan nya taau tidak” ucap grace, yang mulai menyeduh minumannya lalu meletakkan kembali di meja.


“Memmangnya siapa dia? Apa orang mafia juga?” tanya Changmin antusias. Meski ia sangat terluka, ia menahan hatinyanyang paling dalam, untuk ingin tahi siapa laki-laki beruntung yang akan menikah dengan Grace.


“Dia Luhan”


Uhuk.., uhukk..


“Changmin kamu gak apa-apa kan, makanya kalau minum hati-hati. Kopinya masih panas.” Ucap Grace dengan wajah panik dan khawatirnya, ia memegang lengan Changmin, membuat ke dua mata mereka saling tertuju beberapa detik.


Changmin mengusap hidungnya, menghilangkan rasa gugup dalam hatinya, telah curi pandang dnegan calon istri orang.


“Apa aku gak salah dengar, jika kamu akan menikah dengan Luhan?” tanya Changmin memastikan.


“Iya, memangnya kenapa? Apa ada yang salah dengan luhan? Padahal dia orangnya sangat baik.”


Vhangmin mencoba mengatur napasnya, ia merasa pusing hari ini, kenapa sainganya terlalu berat-berat dalam masalah cinta. Mei menikah dengan ketua mafia, dan Grace, juga sama.


Apa aku salah mencintai wanita ya, kenapa wanita yang ia cintai seleranya sangat tinggi. Dengan statusnya sekarang dia tak ada artinya. Sia-sia aku dulu sering berkorban demi wanita. Dan ternyata gak ada artinya sama sekali di mata orang yang dia cintai.

__ADS_1


__ADS_2