
Lian yin kamu sudah sadar?" tanya Reysa yang dari tadi bersandar di dinding, berdiri melipat ke dua tangannya di atas dadanya, memberi terus memandang wajah Lian yin yang sudah mulai tersadar dari obat ramuan yang di berikan Brayen.
"Mana laki-laki itu, aku ingin memukulnya sampai masuk rumah sakit sekalian. Gimana bisa dia melakukan itu padaku, membuat ku tertidur!!" umpat kesal Lian yin, yang mencoba untuk duduk bersandar di kepala ranjangnya.
"Sudahlah, dia melakukan itu demi kebaikanmu. Sekarang kamu ikut aku. Kita akan melakukan rencana." ucap Reysa membuat Lian yin mengerutkan keningnya.
"Rencana apa?"
"Kita datang ke pernikahan Jack dan Yiwen. Tapi meski sudah telat, tapi setidaknya kamu bisa melihatnya nanti."
"Apa kamu serius?" tanya Lian yin antusias dengan apa yang di katakan Reysa, membuat hatinya serasa melayang penuh kebahagiaan bisa bertemu dengan istrinya lagi.
"Iya, aku akan antar kalian datang ke sana. Tapi ingat jangan bertindak gegabah. Turuti apa yang aku katakan agar kamu bis mendapatkan Yiwen kembali. Tapi kita keluar hanya bisa merayakan pesta itu setengah jam. Setelah itu kita ceoat-cepat pergi!!" saut Chen, yang baru saja masuk ke dalam kamarnya, perlahan ia melangkahkan kakinya mendekati Lian yin.
Lian yin menatap ke arah sumber auara, tepat di mana kakaknya berdiri di samping ranjang.
"Kenapa hanya setengah jam di sana?" tanya Lian yin penasaran
"Kamu harus melakukan tugas kamu!!"
"Apa?"
"Kamu kembali ke sini sebagai penggantiku. Karena aku pensiun dalam dunia mafia. Maka kamu harus bangkitkan kembali dunia mafia X, yang terkenal sangat rahasia, namun juga mematikan," ucap Chen menepuk bahu Lian yin.
"Tapi apa aku bisa. Aku tidak sehebat kakak. Kau sering gegabah dalam bertindak!!"
"Tenang saja!! Ada aku dan yang lainya di sini. Aku akan membantu kamu!!" saut Brayen tersenyum ke arahnya. Di balas seketika dengan tatapan tajam olehnya.
"Kamu yang membuat aku tertidur kemarin!!" ucap Lian yin beranjak berdiri. Chen memegang lengan Lian yin mencegahnya menyentuh Brayen.
"Dia melakukan itu agar kamu tidak bertindak gegabah. Dan kamu jika ingin mendapatkan Yiwen kembali. Maka kamu juga haru membalas spa yang di lakukan Jack pada Yiwen dan kamu. Serta keluarga kamu!!"
"Maksud kakak?" Lian yin perlahan mulai paham tapi tidak begitu tahu maksud yang sebenarnya dari inti permasalah yang sebenarnya.
"kamu tahu siapa yang merencanakan pembunuhan itu. Sebenarnya dalang dari semuanya adalah orang tuanya. Dan ayah Grace yang memendam benci pada papa kita, di manfaatkan olehnya untuk segera membunuh orang tua kita. Dan kenapa kakek dan Ayah Yiwen selalu sembunyi. Karena dia akan jadi korban yang entah ke berapa!!"
"Jadi dia meneruskan apa yang di lakukan orang tuanya dulu?" tanya Lian yin memastikan.
"Iya, maka dari itu lebih baik kita segera selesaikan secara jernih. Dia main licik, kita bisa lebih licik darinya" gumam Chen penuh dengan ide untuk membalik lawan dia.
"Pakailah ini!! Karena aku sudah pensiun dari semuanya. Kamu harus segera ambil alih. Dan sekarang pergilah, sebelum terlambat."
__ADS_1
"Kenapa kita tidak langsung membawa Yiwen? bukanya dalam waktu setengah jam untuk bawa dia kabur."
"Jangan dulu! Kita pancing dia, kamu bisa dekati Yiwen lagi seperti pertama kali bertemu. Karena Yiwen sekarang sedang dalam pengaruh obat hilang ingatan yang di berikan, Jack!!"
"Sialan!! Baraninya dia memanfaatkan Yiwen. Aku gak akan tinggal diam!!" umpat kesal Lian yin, dnegan mata terbuka lebar. Emosinya semakin memuncak mengetahui semua dalang sebenarnya adalah Jack. Dia yang membuat skenario penyerangan padanya berkali-kali.
"Brayen! Kamu awasi Lian yin. Jangan sampai dia bertindak gegabah. Kamu harus bertindak lebih cerdik" ucap Chen pada Brayen, yang berdiri tak jauh darinya.
"Baik!!" jawab tegas Brayen.
"Dan kamu Reysa, kamu datang pura-pura sebagai istri dari Lian yin. Jangan sampai mereka tahu siapa dia, dan jangan lepas topeng itu sembarangan!!" jelas Chen pada Reysa yang masih berdiri tegap menatap ke arahnya, lalu kembali menatap Lian yin.
Lian yin menatap ke arah Reysa, ia merasa berat sebenarnya harus pura-pura menikah dengan wanita lain. Tapi demi bertemu dengan istri yang sesungguhnya. Ia harus pergi, jika tidak semuanya akan terlambat dan Yiwen tidak akan pernah lagi ingat dia.
"Aku akan menumbuhkan cintanya lagi. Meski dia hilang ingatan sementara." gumam Lian yin lirih.
"Aku pergi!! Kalian cepatlah bersiap!!" Chen membalikkan badannya, melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Lian yin dan yang lainya.
"Apa kamu mau pura-pura jadi istriku?" tanya Lian yin menatap ke arah Reysa.
Reysa tersenyum ramah, ia terlihat sangat antusias saat harus menjadi istri pura-pura Lian yin. "Kamu tenang saja, kita akan membantu kamu semaksimal mungkin.. itu sudah jadi tugas kita." kata Brayen, menepuk pundak Lian yin.
"Aku dan Brayen juga pergi dulu, kamu cepatlah bersiap. dan pakailah topeng wajah karet itu. Agar wajah kamu yak di kenali orang!!" pungkas Reysa, dan hanya di balas dengan senyum tipis, serta anggukan satu kali dari kepalanya.
Reysa membalas senyuman Lian yin, Dia meraih tangan Brayen, menariknya segera pergi dari kamar Lian yin.
"Reysa tunggu!!" Breyen memegang tangan Reysa, dengan senyum ramahnya, ia menoleh sekrtika, menatap ke dua mata Brayen.
"Ada apa?" tanya Reysa.
"Jangan suka dengan laki-laki lain!!"
"Tidak akan, tenang saja. Ini hanya tugas. dan dia juga sudah punya istri. Yang paling penting sekarang tugas kita satunya. Cari Grace, kita bawa dia dan Changmin ke sini!!"
"Baiklah, setelah ke pesta kita bawa Lian yin bertemu dengan mereka."
"Iya, sekarang kamu cepatlah bersiap, dulu!!"
"Kamu juga, berdandan yang cantik demi aku!!" goda Brayen. Dan hanya di balas dengan senyuman malu-malu dari wajah Reysa, ia melangkahkan kakinya pergi dengan langkah sangat cepat menuju ke kamarnya.
--------
__ADS_1
Sedangkan Yiwen yang masih berbaring di ranjangnya, ia kini perlahan membuka matanya, dengan mata mengernyitkan ke dua matanya menatap samar atap langit kamarnya, seketika ia memutar matanya melihat sekelilingnya. Pandangannya tertuju pada Jack yang duduk di samping ranjangnya.
"Yiwen!! Kamu hamil?" ucap Jack, duduk di samping Yiwen, memegang tangan Yiwen lembut.
"Hamil?"
Mata Yiwen seketika terbuka lrbar, ia tak percaya dengan apa yang di katakan Jack padanya. Ia menarik bola matanya kebaatas, mencoba mengingat kembali masa lalunya yang sempat teringat namun terhalang rasa sakit kepala yang tiba-tiba menghalangi pikirannya.
"Aw--" desah Yiwen, memegang kepalanya.
"Yiwen? Kamu kenapa?" tanya Jack, beranjak berdiri, duduk di ranjang tepat samping Yiwen berbaring.
"Udah aku gak apa-apa, ku hanya sakit dikit!!" gumam Yiwen, menarik bibirnya. Kabar kehamilannya bukanya membuat ia merasa bahagia, tapi ia terlihat sangat sedih, di balik rasa bahagia karena dia telah hamil, di sisi lain hatinya merasa hilang entah kemana.
"Kenapa kamu bisa hamil?" tanya Jack, seketika membuat Yiwen tambah bingung.
Bukan hanya Jack yang merasa bingung, tapi Yiwen juga lebih bingung lagi. Kalau Jack, ia tahu kalau anak Yiwen pasti anak dari Lian yin bukan anaknya. Tapi yang membuatnya tambah bingung gimana jika Yiwen tahu saat dia tersadar dari ingatannya. Apa dia akan kembali pada Lian yin.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Tubuh Lian yin belum aku temukan sampai sekarang, aku curiga dia masih hidup." pikir Jack dalam hatinya, wajahnya terlihat sangat gusrah, banyak pikiran yang mengganggunya
"Aku juga gak tahu? Ini anak siapa kalau aku hamil? Bukanya aku baru menikah denganmu?" tanya Yiwen, Jack mengangjat kepalanya, ke dua matanya memandang Yiwen penuh kecemasan dalam dirinya.
"Apa aku eprnah berhubungan dengan laki-laki lain. Dan sebenarnya aku siapa, Jack!!" ucap Yiwen meninggikan suaranya satu oktaf, membaut laki-laki di depannya itu sontak terdiam membisu.
Apa yang harus katakan pada Yiwen? Emm.. Sepertinya aku harus bohong tentang kejadian ini!!.
"Em.. Itu anak aku. Dan kamu hamil anak aku.. Kita berhubungan sebelum menikah. Dan aku terkejut jika kamu sekarang hamil?"
Bukan malah bahagia denfan apa yang di katakan Jack, Yiwen semakin curiga denganya. "Tapi, kenapa kamu tidak bilang dari tadi, kamu malah balik tanya padaku kalau aku hamil"
"Tadi aku begitu panik, jadi aku baru berkata jujur padamu!!" gumam Jack. "Kamu percalah padaku. Sekarang kamu istirahat dulu, aku mau pergi menemui para tamu. Gak enak kalau aku tinggal di sini!"
"Baiklah!!" jawab Yiwen jutek.
Jack mengecup lembut kening Yiwen, kecupannya sangat hangat seperti kecupan seorang kekasih.
Apa yang di katakan dia benar? Kecupannya sangat lrmbut, dan hangat.
"Sekarang kamu istirahat, ya syang!!" ucap Jack, beranjak berdiri, melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Yiwen. Dan wanita itu hanya diam. Pikiranya berkecamuk tidak karuan, rasa ragu, dan bimbang jadi satu. Membuatnya merasa sangat gusrah.
"Lebih baik aku percaya saja, dengan apa yang di katakan. Aku yakin jika dia bohong semua pasti akan terbuka dengan sendirinya" gumam Yiwen.
__ADS_1