Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Keluarga kecil


__ADS_3

Lima tahun kemudian, setelah anak ke dua Yiwen lahir. Chen segera mengambil Queen gadis kecil imut yang sekarang sudah tumbuh dewasa. Gadis 6 tahun itu tubuh dewasa bahkan seakan pertumbuhannya lebih dewasa dari wanita lainya. Dia tidak pernah sama sekali keluar dari rumah. Orang tuanya melarang penuh Queen untuk keluar. Bahkan Yiwen menyewa guru untuk home schooling anaknya. Karena oerjanjian dengan kakak dan suaminya yang harus mengurung anaknya di rumah membuat Queen merasa sangat bosan. Ya, meskipun dia juga punya teman baru sekarang. Laki-laki tampan yang selalu ada di sampingnya. Bahkan mereka sempat di jodoh-jodohkan oleh orang tuanya karena ketampanannya.


Laki-laki kecil itu adalah anak Ley dengan Lyli. Dia sudah tumbuh seumuran dengan Queen, meski lebih tua dia beberapa bulan. Tapi mereka tumbuh dengan baik. Manda punya anak baru lagi yang masih sangat kecil, perbedaan umurnya dnegan Queen 5 tahun.


Dan sekarang anak itu tumbuh bersama dengan Queen di rumah Chen.


Baru beberapa bulan mereka di bawa oleh Chen. Dan kebetulan anak Changmin juga masih sangat kecil, baru dua tahun. Karena memang dia baru menikah dengan Amerta. Tapi pernikahan yang semula terpaksa tanpa cinta berubah menjadi sebuah cinta uang tidak bisa di lepaskan lagi. Mereka hidup bahagia dengan pasangan masing-masing. Dan Grace juga hidup bahagia dnegan kakaknya. Tapi entah di akan dia sekarang tinggal.


Semenjak Changmin menikah, Grace dan Luhan pergi dari kota. Menyerahkan semua harta Chengyi pada Lie Wei. Dan entah gimana kehidupannya dia sekarang tanpa uang sama sekali. Mungkin dia sudha hidup mulai dari nol lagi. Bekerja dari nol untuk menghidupi keluarganya.


-------


Yiwen kini berdiri sehabis menyusui anaknya. Saat baby kecilnya sudah tidur. Dia segera bergegas untuk meletakkan di atas ranjangnya.


"Sayang! Apa anak kita sudah tidur?" tanya Lian yin memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Dia baru saja tidur, sayang! Apa kamu jadi ajak istri kamu ini bertemu dnegan anak kita, Queen!" ucap Yiwen mengusap kepala Lian yin yang menyandar di pundaknya. Dia mengacak-acak rambutnya sembari memegang tangan yang masih melingkar sangat erat di pinggangnya.


Lian yin mencubit manja hidung mungil Yiwen. "Pasti, aku akan ajak kamu bertemu dengannya. Dan kali ini mereka pasti sangat bahagia kedatangan kita dan baby baru kita," ucap Lian yin. Seketika membuat semangat baru untuk Yiwen. Wanita itu menarik ke dua tangan Lian yin di pinggangnya, membalikkan punggungnya dengan ke dua tangan di atas pundak laki-laki tampan sumuanya itu. Yiwen mengeluarkan senyum tipis menggodanya.


"Aku tambah sayang denganmu," ucap Yiwen, ke dua kakinya jinjit melayangkan sebuah kecupan lembut di bibir Lian yin beberapa detik.


Yiwen mengakhiri kecupannya dan menatap wajah Lian yin, menggerakkan kepalanya miring ke kanan dan kiri.


"Bentar saja?" ucap Yiwen.


"Kenapa bentar, aku maunya uang lama," goda Lian yin.


"Udah bentar saja, lagian aku juga ingin lebih lama dengan kamu," Lian yin menyilakan rambut poni Yiwen yang menghalangi kening Yiwen.


Yiwen hanya diam menggerakkan bibirnya memutar, "Emm... Gimana ya," gumamnya.

__ADS_1


"Ayolah sayang. Sekali saja. Lagian hanya kecupan saja, tapi yang lebih hot,"


Yiwen tersenyum memukul dada Lian yin manja. "Kamu in...." mulut Yiwen terbungkam, Lian yin menarik tengkuk Yiwen cepat, mendaratkan bibirnya, menggulumnya penuh dengan gairah. Kecupan yang semakin ganasnya. Di iringi sentuhan lembut jemari tangan Lian yin, yang menjalar di sekujur tubuhnya.


"Yiwen! Lian yin, apa kamu di dalam?" suara seorang wanita itu membuat kecupan mereka berakhir. Yiwen tersenyum, ke dua mata mereka saling tertuju.


Tangan Lian yin masih memegang pinggangnya, tanpa perdulikan Lyli yang tiba-iba masuk menatap mereka saling menggoda satu sama lain. Dengan ke dua tangan mereka saling memegang pinggang pasangan.


"Ehemmm..." dahem Lyli menyadarkan mereka dari lamunannya.


"Iya, pasangan yang selalu di landa cinta. Bahkan di setiap detik selalu bermesraan" goda Lyli duduk di sofa menunggu Lian yin dan Yiwen selesai bermesraan.


Yiwen melepaskan tangannya dari pinggang Lian yin, dia menoleh ke arah Lyli. Melihatnya sudah meraih majalah di meja. Sembari duduk santai membuka setiap halaman majalah itu.


"Lanjutkan saja, aku tidak masalah," goda Lyli tampa menatap ke arah Yiwen.


Ywien hanya teraenyum tipis, berjalan mendekati Lyli. Dia duduk di sampingnya. "Ada apa, tumben kamu ke sini?" tanya Yiwen.


"Oya, lupa aku kalau anak kamu juga di sana. Tapi bukanya kamu sangat bahagia bisa berdua terus. Bahkan sampai sekarang masih pacaran dengan Ley. Apalagi jamu tidak program anak lagi."


"Enggak mau, kebanyakan anak nantinya." jawab Lyli menutup majalahnya. Meletakkan di atas meja kembali.


"Ayo kita bernagkat sekarang," saut Lay yang baru datang be4diri di balik pintu menatap mereka.


"Anak aku masih tidur," sambung Lian yin.


"Ayolah, ajak sebentar saja."


"Baiklah!" Yiwen beranjak berdiri menggengdong anaknya yang masih berbaring di ranjangnya. Mereka segera beranjak pergi dengan pasangan masing-masing naik mobil Lian yin.


Perjalan sangata kama, Hampir 3 jam perjalanan mereka baru saja sampai, am bergegas naik kapal pribadi milik Chen uang sudah menunggu mereka di daratan.

__ADS_1


Perjalan hanya setengah jam dengan kapal, mereka.sampai di sebuah pulau terpencil milik Chen. Pulau pribadi itu kini sudah di tinggalin beberapa orang keluarga bahkan para pengawal Chen. Mereka semua menetap si sana, dan jadi 0enduduk di sana. Hanya sekitar 20 rumah berkeluarga semua di sana. Mereka bekerja dengan Chen. Sebagai pengawal dan para istrinya bekerja sebagai pelayan di sana.


"Akhirnya sampai juga, aku capek!" ucap Yiwen, menyerahkan anaknya pada Lian yin.


"Aku capek , sekarang giliran kamu gendong dia" gumam Yiwen berjalan masuk ke dalam lebih dulu. Di susul dengan Lay dan Lyli berjalan di belakangnya. Dan Lian yin berjalan paling belakang.


Semua pengawal menunduk menghormati mereka datang. Sambutan itu sangat meriah. Dan Queen tiba-tiba berlari dari kejauhan. Dan Yiwen duduk jongkok menyambut kedatangan Queen ke dalam dekapannya. Queen langsung memeluk tubuh mamanya.


"Mama aku kangen," ucap Queen, memeluk semakin erat.


"Mama juga kangen sama Queen" gumam Yiwen mengusap rambut panjang anaknya.


Queen melepaskan pelukannya manarik tangan Yiwen agar segera masuk ke dalam rumah mewah itu.


"Ayo kalian semua harus masuk, ibu dan ayah sudah menunggu kalian," ucap Queen yang menganggap Chen dan istrinya ibu dan ayah. Jika orang tua kandungnya memang memanggilnya dengan sebutan papa dan mama.




Keluarga mereka semua berkumpul lengkap. Saling berbincang dengan suasana nampak sangat serius. Queen yang tidak mau mendengar ucapannya mereka. Dia ingin sekali pergi, lagian sudah bisa mendengar omongan orang dewasa yang tidak dia pahami.


"Mama, Queen mau pergi boleh?" Queen berlari menuju ke Yiwen yang sedang duduk bersama dengan Lay dan Lyli.


"Kalau kamu mau keluar, nanti saja di taman. Jangan keluar dari rumah. Ingat papa kamu melarang kamu keluar rumah."


Jangan lupa mampir ya di novel lanjutan dari Terjebak cinta dunia mafia Season 2. Mampir ya. Akan ada banyak hal berbeda nantinya.


Kisah dari Queen yang nantinya akan jadi ratu mafia.


Ini foto sampulnya.. Masih baru ya teman-teman. Silahkan di tengok.

__ADS_1



__ADS_2