Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Menjauh


__ADS_3

Satu jam kemudian. 


Yiwen yang semula meninggalkan Lian yin sendiri. Ia beranjak ke lantai atas, untuk mencarinya dan ingin berbicara dengannya soal tuga yang di berikan pada Grace dan yang lainya. Ia sebenarnya ingin marah, kenapa dia tidak di ajak. Tapi ia tidak bia marah, ini bukan saatnya untuk marah dalam kondisi yang seperti ini. 


Yiwen melihat Lian yin yang baru saja keluar dari kamarnya. Ia berjalan dengan langkah cepat mengikuti Lian yin. "Yin sekarang aku ingin bicara dengan kamu sekarang" Ucap Yiwen. 


Lian yin me oleh ke belakang, melihat Yiwrn yang sudah berdiri di belakangnya.


"Aku juga ingin bicara dengan kamu! Padahal baru saja aku mau cari kamu" Ucap Lian yin, yang masih berdiri di depan ruangan Lay, ia melihat ke arah kamar Lay, ada Lyli yang selalu merawatnya sekrang. 


"Changmin kamu juga ikut aku sekarang!!" Ucap Lian yin, yang mulai melangkahkan kakinya pergi dari depan kamar Lay. Tanpa menjawab Changmin dan yiwen berjalan mengikuti Lian yin menuju entah kemana. 


"Yin! Changmin! Grace! Kamu mau kemana?" Tanya Grace yang baru saja keluar dari kemarnya. 


"Apa kamu mau ikut dengan kita? Kita akan bicarakan hal tadi!!" Gumam Changmin. 


"Gak usah!! Itu urusan kalian, aku mau pergi jalan-jalan saja, di halaman depan" gumam Grace. 


"Biar aku antar" sambung Changmin. 


"Gak usah! Aku bisa minta tolong pelayan, jadi kalian pergi saja sepertinya ada hal yang hanya kalian bettiga yang bicarain. Aku orang luar gak berhak tahu tentang itu" gumam Grace. 


"Ya! Sudah kamu hati-hati ya" ucap Changmin. 


Lian yin hanya diam dan beranjak pergi dari lebih dulu berjalan beriringan dengan Yiwen. 


 


Semua nampak sangat sepi, Lian yin berbincang dengan Changmin dan Yiwen. Lyli melihat Lay yang masih terbaring tak sadarkan diri di kamarnya, ia masih belum sadar, dan masih dalam pengaruh obat dari dokter. Dan kemungkinan dari dokter Lay akan secepatnya tersadar. Dan Lyli hanya ingin yang di lihat pertama kali nantinya adalah Lyli. 


Dan Grace memutuskan untuk pergi sendiri ke lantai bawah, di bantu dengan pelayan Lian yin yang sangat ramah padanya. Ia mencari di mana Mei, dari tadi ia tidak melihatnya sama sekali setelah pulang dari rumah sakit. Ia ingin bertemu dengan Mei, dan berbicara padanya soal Changmin. 


Ia berjalan pelahan di papah salah satu pelayan lian yin menuju ke ruang keluarga di sana. Ia melihat Mei yang duduk sendiri menatap televisi di depannya. Dengan mulut terus menggerutu gak jelas. Tanpa menatap ke tv depannya. 


"Dasar laki-laki, kalau melihat perempuan bening dikit udah lirik, dan udah gak perduli lagi denganku" Gumam Mei, dengan ke dua tangan memukul bantal kecil di pangkuannya. 


"Changmin!! Kamu nyeselin! Nyeselin!!" Lanjutnya, dengan memukul bantal kecilnya semakin bertenaga, dengan napas ngos-ngosan. 


"DAN SEMUA ORANG DI SINI LAMA-LAMA NYESELIN!!!" umpat kesal Mei, semakin meninggikan suaranya. 


"Semua orang di sini, berbicara merahasiakan semuanya padaku, bahkan mereka tidak mengajakku sama aku. Dan Changmin juga gak perdulikan aku lagi, ngapain juga aku di sini, semua gak ada yang perduli denganku. Semua nyeselin!!" lanjutnya, yang tak berhenti mengoceh, tanpa menatap televisi di depannya. 


Grace yang mendengar ocehan Mei merasa sangat bersalah padanya. Semua gara-gara dia, dan kehadirannya di sini. 


"Non, saya ambilkan kursi roda non di belakang ya!!" Ucap pelayan itu. 


"Iya, boleh tolong ambilkan!!" Jawab Grace. 


Grace mendekati Mei, yang duduk sendiri di depannya

__ADS_1


"MEI!!" panggil Grace, yang di bantu duduk di kursi roda oleh salah satu pelayan. 


Mei menoleh, menatap sinis ke arah Grace di belakangnya. 


"Kenapa kamu di sini? Kamu gak ikut Changmin? Kamu gak ikut dia berbincang dengan semua orang di sini kecuali aku. Lebih baik kamu pergi juga, aku gak mau di ganggu. Lagi sibuk!" Ucap Mei kesal. Membalikkan pandangannya menatap ke tv di depannya.


"Enggak!! Itu urusan mereka, aku juga gak berhak tahu, karena aku orang luar. Jadi tidak masalah jika aku tidak tahu apa yang di bicarakan mereka. Aku juga tidak curiga dengannya" Ucap Grace, yang merasa tersindiri dengan ucapanya. 


"Orang luar!!" Gumam Mei lirih, mengangguk-anggukan kepalanya pelan. Dengan senyum sinisnya. 


"Mei, ayo ikut sebentar, kita bicara di luar sekarang!!" ucap Grace, beranjak berdiri sendiri, meskipun tubuhnya terasa sangat sakit saat ia berdiri. 


Mei menggerakkan kepalanya, menatap ke arah Grace. 


"Jangan memaksakan diri kamu untuk berdiri" ucap Mei. "Duduklah!! Aku akan bantu kamu" lanjutnya. 


Grace menatap ke arah Mei, tersenyum tipis dan menuruti apa yang di katakan Mei Ia duduk lagi di kursi roda. 


"Kita mau pergi kemana?" Tanya Mei. 


"Ke taman!!" 


Perlahan Mei mendorong kursi roda Grace menuju ke luar rumah. Ia berjalan menuju ke taman seperti apa yang di katakan Grace. "Sudah sampai! Apa yang ingin kamu katakan?" Tanya Mei. 


"Kamu pasti marah denganku dan Changmin ya!!" Ucap Grace.


"Maaf!! Bukan maksud aku untuk dekat dengan Changmin. Aku hanya menjalankan tugas dari Lian yin. Sebagai balas budi aku telah merawatnya di sini. Mungkin juga banyak orang yang mencariku, tapi mereka semua melindungiku. Dan aku juga bertemu kasih denganmu. Kamu juga menjagaku dan merawatku." Ucap Grace, memegang lengan Mei. "Tapi percayalah jika aku tidak pernah merebut Changmin dari kamu. Di hatinya hanya kamu, kamu seorang dan tidak ada hati lagi untuk wanita lian. Dan kamu juga harus percaya dengan Changmin. Dia tulus denganmu" lanjutnya menjelaskan. 


Mei mengutupkan bibirnya sinis. 


"Tulus katamu!! Tapi semenjak ada kamu disini semuanya berubah. Changmin lebih perhatian dengan kamu, dia setiap detik selalu bersama kamu, Selalau ada untuk kamu, dan dia sudah tidak perduli dengan aku lagi, dia benar-benar sudah lupa denganku. Lupa dengan pacarnya sendiri, yang dulunya di puja sekarang aku bagaikan abu yang di buang. Apa kamu tahu dulu sebelum kamu ada di sini. Dia selalu menurut apa kataku! Dia selalu ada bersamaku. Tugas apapun ia selalu mengajakku. Tapi sekarang semua berbah!! Semua berbuah karenamu!! Kamu penyebab semuanya!!" Ucap Mei, dengan nada tinggi, dan tetesan air mata perlahan jatuh di mata bulatnya. Ia merasa lega bisa meluapkan semua isi hatinya pada Grace yang ia pendam selama ini. 


Grace hanya diam dan menunduk, memang semua salah dia. Semua salah dia yang terlalu ingin bertemu dengan lian yin. Karena ia ingin dekat dengannya, meski hanya dekat dari jauh, tidak bisa memegang atau menggapai cintanya lagi. "Baiklah!! Jika kamu ingin aku pergi aku akan pergi sekarang. Maaf!! Semua salah paham karenaku, aku memang salah!! aku salah!!" Jawab Grace, mencoba untuk tersenyum lebar di depan Mei. 


"Aku akan bicara dengan Changmin nanti agar dia perhatian lagi denganmu." Lanjutnya. 


"Gak perlu!! Aku gak perlu kamu biacara dengan Changmin lagi. Aku mau kamu jauhi dia. Aku juga tidak mengijinkan kamu pergi, lagian yang membawa kamu di sini Lay, dan atas persetujuan Lian yin. Ini juga rumah Lian yin. Aku gak berhak untuk menyuruh kamu pergi!! Aku hanya ingin kamu jaga jarak dengannya! Jangan terlalu dekat dengannya, dan jangan pernah menganggap dia atau abaikan semua apa yang ia katakan. Jika kamu gak menurut apa kata aku, maka aku yang akan bertindak sendiri. Aku yang akan memberi tahu ayah kamu jika kamu di sini." Ancam Mei, dengan wajah sinisnya. 


"Baiklah!! Aku akan menjauhinya!! Ku akan mengabaikan Changmin seperti yang kamu inginkan" ucap Grace, meskipun terasa ia tiba\-tiba sangat berat mengucapkan hal itu. Tapi setidaknya melihat adik kecil kesayangannya dulu bahagia ia juga bahagia. Dia laki\-laki yang imut, dan menggemaskan membuat Grace merasa nyaman dengan Changmin dari dulu sampai sekarang. Ia juga tidak mau Mei terus salah paham dengannya. Bahkan dia terus menatapnya sinis saat Changmin berada di dekatnya. Tapi ia juga tidak bisa apa\-apa Lian yin yang menyuruhnya bekerja sama dengan Changmin.


"Aku pegang ucapan kamu!! Jangan pernah mencabut janji kamu sendiri!" ucap Mei. "Sekarang aku akan antar kamu pergi ke kamar kamu" Mei, mendorong pelan kursi roda Grace masuk ke rumah besar milik Lian yin. 


"Kalian dari mana?" Tanya Changmin, berlari menghampiri Grace dan Mei, ia berhenti tepat di depan Grace memegang kursi rodanya. 


"Aku khawatir dengan kamu!! Aku kira kamu pergi" ucap Changmin memegang ke dua pipi lembut tanpa balutan make up milik Grace. 


Mei yang melihat hal itu, terdiam. Ia menggerakkan rahangnya, menatap berlawanan arah seolah tidak terjadi apa\-apa dengannya. Ia menahan sakit hati yabg seakan di peras samoai hatinya benar-benar kering. Ia menahan rasa sakit hatinya, yang semakin mencabik\-cabik seluruh badannya.


Grace memegang tangan Changmin, melepaskan tangannya di pipinya. "Jangan memegang aku lagi, aku mau istirahat!! Dan jangan khawagirkan aku lagi, aku gak butuh perhatian dari kamu" Ucap Grace, tanpa ekspresi di wajahnya, ia terlihat sangat dingin tanpa melirik sama sekali ke arah Changmin. 

__ADS_1


"Mei aku bisa pergi sendiri ke kamar aku" ucap Grace. 


"Kamu mana bisa pergi sendiri, kamar kamu di lantai dua. Apa kamu mau jalan sendiri!! Pikirkan kesehatanmu!!" Ucap Changmin dengan nada meninggi. 


Grace hanya diam, dan Mei melepaskan pegangan kursi rodanya dan menbiarkan Grace mendorongnya sendiri. "Kak Grace!! Kenapa kamu menghindar dariku!!" Ucap Changmin dengan nada semakin keras meluapkan isi hatinya. Ia tidak tahu alasan Grace yang tiba-tiba menjauh darinya. 


Grace masih tetap mendorong kursi rodanya sampai ke bawah tangga. Ia mencoba berdiri, memegang perutnya yang masih terasa nyeri. Dengan tangan berpeganga ke peyangga, Ia berjalan perlahan dengan badan sedikit menunduk, menahan rasa nyeri yang semakin menjalar ke tubuhnya


Changmin yang melihat hal itu, ia dengan segera mendekati Grace, mengangkat tubuhnya ala bridal style berjalan menaiki anak tangga. 


"Turunkan aku!! Turunkan aku Changmin!!" Ucap grace, mencoba meronta memukul dada bidang Changmin. 


"Diamlah!! Apa kamu mau kamu selamanya sakit kamu lihat kondisi kamu, jangan memaksakan diri untuk jalan sendiri" Ucap Changmin, dengan nada tinggi membuat Grace terdiam seketika.


"Kenapa dia sangat perduli dengan Grace!! Kenapa? Kenapa dia gak perduli denganku, kesana aku ada di sini, aku ada di depannya. Tapi dia tidak melirik sedikitpun ke arahku. Dia bahkan lupa denganku" batin Mei, yang langsung berlari masuk ke kamarnya. Tes.. 


Butiran air mata perlahan menetes di matanya. Di saat dia benar-benar tulus dengan Changmin ia harus menadapatkan hal yang menyakitkan. Cinta yang semula bahagia, kini perlahan hancur karena orang ke dua yang baru saja hadir di kehidupannya.


"Jima memang ini mau kamu, aku yang akan pergi meninggalkanmu!!" ucap Mei lirih dan beranjak eprgi masuk ke dalam kamarnya.



Changmin segera membaringakn tubuh Grace di ranjangnya. menarik selimut tebalnya menutupi sebagian tubuhnya. "Aku ambilkan kamu obat, kamu harus minum obat setelah itu tidur" ucap Changmin, mengusap lembut rambut Grace.



"Bisa lepaskan tangan kamu" ucap Grace memegang tangan Changmin. "Mulai sekarang tolong jauhi aku!! Pergilah dariku, ku gak mau kamu selalu dekat dengan aku. aku gak mau kamu dan Mei jadi bertengkar lagi." ucap Grace.



"Siapa juga yang bertengkar" ucap Changmin.



"Selama aku di sini bukanya kamu selalu bertengkar Mei. Lebih baik sekarang kamu jauhi aku. Jangan pernah perhatian lagi denganku. Kasihan Mei, dia sekarang lagi burmtuh sosok yang bisa menjaganya. Sosok laki\-laki yang dulunya pengertian padanya."



"Sudahlah!! ku gak bisa ada waktu lagi sekarang" gumam Changmin.



"udah kamu sekarang tidurlah"



"Temui Mei sekarang!! Aku mohon padamu!!" ucal Grace, memegang tangan Changmin, mencegahnya pergi.


 

__ADS_1


__ADS_2