
2 minggu kemudian.
Semua keadaan kota mulai aman, Yhing yhi masih saja mrngejar-ngejar Lian yin. Meski dia sekarang sulit bertemu dneganya. Dia masih terua mrnghubungi Lian yin. Agar dia mau mrnikah denganya.
Sekarang di pikira Yhing yhi adalah uang dan uanh, dia mikir akan hidup tenang saat menikah dengan Lian yin. Pasti itu akan mrmbaut harinya sangat bahagia tanpa ada masalah keuangan sama sekali.
--------
Sedangkan Yiwen, dia hidup bahagia, sembari terus menyembunyikan kenyataan yang ada. Dia belum tahu apakan dia mencintai Jack atau tidak, tapi hari-harinya bersama dnegan Jack di lalui penuh canda dan tawa. Semenjak kejadian dengan Mei, dan itu kejadian terakhir, Jack sudah tidak pernah menghubungi Mei lagi. Dan lebih fokus pada istrinya sekarang.
Yiwen dan Jack pergi ke suatu pulau terpencil, dia tinggal di Vila mewah miliknya, yang memang sengaja dia bangun di saat dia akan pergi dari dunia mafia, semenjak saat itu Lian yin tidak pernah lagi bertemu dengan Yiwen, bahkan dia pergi begitu saja meninggalkan Yiwen tanpa perduli dengannya lagi. Hanya karena salah paham membuat semua jadi berubah, sekarang Yiwen mencoba melupakan laki-laki asing itu dan hidup bersama dengan Jack.
"Syang!!" sapa Jack, berjalan mendekati Yiwen yang duduk di taman atas dengan melihat pemandangan laut yang nampak sangat luas dan indah dari lantai dua. Yiwrn mengenakan gaun seksi miliknya tanpa lengan dan hanya panjang selutut, sudah tujuh malam dia belum pernah berhubungan dengan Jack, dia mengira sudah capek setiap hari berhubungan selama satu minggu kemarin.
Jack memeluk tubuh Yiwen dari brlakang, ke dua telapak tangannya mengusap perut Yiwrn, merasakan perutnya yang mulai terlihat buncit.
"Syang!! Apa kamu tidak mau kita berbaring algi, udara sangat enak di sini syang!!"
"Enggak mau!! Aku ingin menikmati ini dulu," jelas Yiwen.
"Oke, oya. Anak
"Iya, apa kamu mau kopi?" tanya Yiwen, menoleh mengibaskan rambutnya, senyum tipis merekah di bibirnya menyapa selamat pagi untuk Jack, yang baru bangun dari tidurnya.
"Rambut kamu mengenaiku syang!!" ucap Javk
"Gak usah!! Kamu kenapa di sini? Padahal aku mencari kamu di mana-mana, taunya kamu di sini!" ucap Jack, dia melipat ke dua tangannya meletakkan di atas pagar balkon menumpu tubuhnya, sembari menikmati pemandangan laut dan angin sepoi pagi yang terasa begitu dingin, masuk ke dalam pori-pori kulitnya.
"Apa kamu bosan di sini?" tanya Jack, membalikkan badannya, dengan punggung menyandarkan di pagar balkon.
"Enggak!! Tapi di sini dua minggu, seakan aku mengingat sesuatu. Dan aku merasa pernah seperti ini sebelumnya tinggal di tempat terpencil. Apa itu juga di sini?" tanya Yowrn, menoleh menatap ke samping, Jack terdiam tanpa suara keluar dari mulutnya.
Apa dia tahu kalau aku telah menipunya, seandainya dia tahu apa dia akan pergi meninggalkan. Aku gak akan biarkan dia pergi dengan laki-laki lain.
"Kenapa kamu diam, syang!!" ucap Yiwrn, menggeser tempatnya berdiri, mengusap lembut wajah Jack, seketika Jack tersadar dari lamunannya.
"Jangan pikirkan masalah yang belum pernah kamu pikirkan!! Jika masalah itu membuat kamu merasa tertekan lupakan, dan tetaplah tersenyum" Yiwen menarik ke dua pipi Jack membuat bibirnya sedikit tertarik membentuk sebuah senyuman tipis.
"Kamu sekarang mulai nakal ya, beraninya menggodaku!!" Jack menggelitik pinggang Yiwen, hingga wanita itu tertawa geli.
__ADS_1
"Syang geli!!" ucap Yiwen sembari tertawa, ampai ia tak kuasa menhaan gelinya, hingga tetesan air mata keluar dari matanya. Yiwen berjalan mundur hingga terjatuh tepat di sebuah sofa di dalam luar balkon itu, tubuh Jack tepat di atas Yiwrn, pandangan mereka saling tertuju.
Entah kenapa aku merasa sekarang aku bahagia, meski aku tidak tahu siapa aku sebenarnya. Kenapa di balik kebahagiaan rumah tangga aku. Aku merasa hatiku masih saja ada yang hilang!! Gumam Yiwen, Jack memeluk erat tubuh Yiwrn, sembari mengecup leher Yiwen lembut, meninggalkan bercak merah di lehernya, hingga beruntun. Tubuh mereka bergulat diatas sofa kecil, saling menggulum bibir dalam, Yiwen memeluk erat tubuh Jack, melupakan sejenak pikiran yang selama ini terus mengganggunya.
"Syang! Kamu sudah mandi?" tanya Yiwrn, melepaskan kecupannya.
"Hehe.. Belum, nanti saja. Tapi aku sudah sikat gigi!!" jelas Jack, mencolek hidung Yiwen.
"Kita lanjut lagi gak,"
"Emm.. Gimana ya, lagian aku hamil tapi kamu di atasku," ucap Yiwen, dan langsung Jack memutar tubuh Yiwen dengan sangat hati-hati di atasnya. Ia langsung meneruskan apa yang ingin dia lakukan, mengecup dada Yiwen, perlahan membuka helaian tipis benang yang menempel di tubuh Yiwen.
"Maaf!! Sepertinya di tunda dulu!!" ucap Yiwen, beranjak dari tubuh Jack, hatinya terasa berat, dan entah kenapa yang ada dalam bayangannya sekarang adalah Yin, orang yang membuatnya selalu terpikirkan olehnya.
Jack menatap tubuh mulus Yiwen yang duduk di sampingnya. Dia memeluknya sangat erat, menyandarkan kepalanya di pundak kiri Yiwen.
"Kenapa kamu diam saja, syang? Apa ada pikiran yang mengganggu kamu?" tanya Jack.
"Em.. Gak ada, hanya saja aku lagi gak mood!!"
"Kenapa?" Jack menggerayangi nakal tubuh Yiwen. Lalu berhenti tepat di dua balon milik wanitanya itu.
"Kamu kenapa? Biasanya setiap hari tapi 1 minggu ini kamu gak pernah mau aku sentuh. Padahal aku tahu kalau kamu juga mau!" ucap Jack, memegang ke dua bahu Yiwen.
"Gak tahu!! Entah kenapa hatiku merasa sangat berat," jawab jujur Yiwen, menundukkan kepalanya.
Apa dia mulai ingat? Atau dia perlahan tahu kalau aku adalah orang yang merebutnya dari Lian yin?
"Maafkan aku!! Aku juga tidak tahu, kenapa aku merasa sangat berat jika berhubungan dengan kamu." jelas Yiwen mengulangi ucapnya, tak biasa ia meneteskan air matanya.
Jack memegang dagu Yiwne, mendongakkan ke atas. Dia mengusap lembut air mata Yiwen yang perlahan terus jatuh dengan ke dua ibu jarinya. "Jangan nangis!! Lagian aku juga tidak maksa kamu," ucap Jack. mencoba tersenyum meski hatinya merasa sangat was-was takut jika kehilangan Jack.
"Tapi aku akan coba lagi sekarang, aku gak mau mengecewakan kamu?" ucap Yiwen yang merasa sangat bersalah tidak bisa melayani suaminya dnegan baik.
Entah itu pikiranku atau aku salah? Jika Yiwen sekarang berubah, dia dulu galak, tidak perduli perasaan orang lain. tapi kenapa dia sangat perduli dengan orang lain. Bahkan dia jadi lemah lembut dan cengeng gini. Apa ini efek dari obat yang aku berikan padanya, dulu.
Yiwen memegang ke dua pundak Jack, menjatuhkan tubuhnya ke sofa, tanpa banyak bicara bibirnya mendarat dengan sempurna, menggulum bibir Jack, yang tadinya ingin berbicara dengannya.
"Aku gak mau jika suami aku kecewa!!" gumam Yiwen dalam hatinya.
__ADS_1
Jack yang merasa sangat senang, dia langsung membalas kecupan Yiwen, penuh gairah, membuat kejadian suami istri itu terjadi lagi, mereka melakukannya di mana saja, entah siang atau malam. Di saat merasa ingin tak segan langsung melakukan gerakan olahraga dahsyat itu. Yiwen bermain sendiri, dan Jack hanya diam memegang dua balon Yiwen.
Kejadian itu berlangsung sampai 15 menit, dan Yiwen yang sudah terlalu capek, ia segera beranjak dari sofa. "Lupakan soal apa yang aku katakan tadi. Jika kamu ingin aku melayanimu. Aku akan melakukanya tanpa pikir panjang lagi!!" ucap Yiwen, dan di balas dengan sebuah pelukan hangat tubuh bidang Jack. Dan Yiwen membalas memeluk sangat erat tubuh Jack.
"Jangan pernah pergi tinggalkan aku, apapun yang terjadi!!"
"Iya, aku tidak akan mrninggalkanmu."
"Janji, jika kamu tahu semua kenyataan kamu tidak boleh lupa denganku. Bahkan sampai minta cerai!!" jelas Jack, melepaskan pelukannya, dia memegang ke dua tangan Yiwen.
"Besok kita akan pergi lagi ke kota. Kita akan jalani hidup baru di kota baru dneganku. Semoga kamu bahagia nanti." ucap Jack.
"Benarkah? Aku sudah gak sabar ingin melihat ramainya kota." Yiwen berteriak kesenangan.
"Sekarang aku akan masak buat kamu!!" ucap Yiwen.
Yiwen menatap ke bawah lantai, Tidak ada bajuku sama sekali di sana. "Mana bajuku?" tanya Yiwen.
"Gak usah pakai, kamu gitu saja. Setelah masak nanti kita mandi. Lagian hanya kita berdua di sini gak usah malu" ucap Jack menggoda.
"Tapi setidaknya aku pakai dalaman, syang!!"
Jack tersenyum dan segera memakaikan dalaman Yiwen, sudah selesai, Yiwen berlari menuju ke dapur. Dia mengeluarkan semua yang ada di dalam kulkas, mencari makanan yang bisa mudah dia buat.
"Syang!! Kenapa kamu tadi lari," ucap Jack, menuruni anak tangga, dan langsing memeluk pinggang Yiwen mesra dari brlakang. Dia mengigit telinga kiri Yiwen, dan berbisik.
"Kamu benar-benar membuatku terus bergairah, Yiwen. Apalagi saat melihat kamu!!" bisik Jack, menyandarkan dagunya di pundak Yiwen.
"Syang aku masak dulu?"
"Masak apa?"
"Nanti kamu juga tahu. Lebih baik sekarang kamu cepat mandi," pinta Yiwen, melepaskan pelukan Jack di pinggangnya .
Jack tetap kukuh pada pelukannya, kini tangannya merayap dari bahu menuju jemari tangan Yiwen yang masih memotong beberapa sayuran untuk buat soup hari ini.
Jari-ari tangan Jack masuk ke dalam sela-sela jari Yiwen. Sembari memotong dengan tangan saling memegang erat.
"Syang!! Udah besok saja!!"
__ADS_1