Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
kamar Baru


__ADS_3

Yiwen terdiam di ranjang pikirannya selalu tertuju pada lian yin yang entah di mana sekarang. Apa dia juga memikirkannya atau tidak. Atau mungkin dia sangat khawatir kehilangan yiwen saat ini.


"Tapi tak mungkin karena ada Yhing yhi yang selalu menemaninya" gumam Yiwen lirih.


Kamar yang begitu luas dengan desain 3 dimensi menbuat pikirannya jadi tenang seakan, ia merasakan keindahan alam di dalam kamarnya. Sejenak ia melupakan pikirannya tentang Lian yin.


"Ngapain juga aku mikirin dia" gumam Yiwen mulai tersenyum dan bangkit dari ranjangnya . Ia duduk di lantai merasakan gambar pemandangan alam dari desain lantai 3 dimensi milik Chengyi. Meskipun sebenarnya, ia tak ingin tinggal bersamanya.


Kalau bukan karena ayahnya yang menyuruhnya kesana. Yiwen tidak akan mau tinggal bersama dengan Chengyi. tapi rumah Chengyi dan kamarnya sangat bagus membuat dia berubah Pikiran untuk sementara menghindari Lian yin terpaksa tinggal bersama luhan menghilangkan rasa ego nya sejenak.


Yiwen yang hanya duduk termenung di lantai kini ia mulai bosan. Ia menyalakan tv di depannya melihat berita heboh hari ini. Dengan duduk santai di lantai bersandarkan di ranjangnya, ia memandang berbagai berita dari kalangan artis papan atas.


Matanya melotot seketika seakan mau keluar melihat sosok di dalam Tv itu." Yhing yhi!! Lian Yin" Yiwen terdiam seketika wajahnya mulai memerah melihat mereka sangat mesra di depan kamera. Tangannya mencengkram erat remot tv di genggamannya.


"Tuan yin, benar mau menikahi Yhing Yhi" Pungkas para wartawan.


"Iya, dalam beberapa bulan kedepan kita akan segera menikah" jawaban itu membuat Yiwen terdiam seolah, dia tak bisa lagi bernapas. Hatinya bagai di cambuk ranting berduri bertubi-tubi. Ia menelan ludah menghela napas beratnya mendengar kenyataan pahit yang ia lihat.


"Iya, doakan saja semoga pernikahan kita lancar" saut Yhing yhi dengan senyum semringah menatap kamera membuat Yiwen semakin jijik melihat wajahnya.


Yiwen terlihat sangat kesal ia mematikan Tv nya seketika, melempar remot di tangannya. Hebusan nafasnya semakin berat dengan wajah mulai memerah.


"Aku akan membalasmu Lian yin, kali ini aku tidak akan tinggal diam. Kamu bisa seenaknya menyakiti perasaanku. Tapi tidak dengan pikiranku" pungkas Yiwen sengan nada semakin kesal.


Ia tersenyum semringai seolah punya rencana untuk hubungan mereka berdua.


Kini ia beranjak dari duduknya mulai membaringkan tubuhnya ke atas ranjang. Ia meraih tisu di meja kecil samping ranjangnya untuk mengusap keringat yang membasahi wajah cantik. Karena dia lupa menyalakan Ac kamarnya membuat suasana kamar namoak sangat gerah termasuk juga hatinya sangat panas.


"Apa yang kamu lakukan?" Suara yang sangat familiar itu terdengar jelas di telingannya.


tanpa sadar dia sudah berbaring di sampingnya. Sontak membuat Yiwen tekejut tidak mendengar seseorang membuka pintu tiba-tiba Chengyi muncul di sampingnya seperti Mantan saja mudah datang dan pergi. ia mendorong tubuh luhan menjauh darinya hingga terjatuh ke lantai.


"Jangan pernah mendaktiku lagi" pungkas Yiwen dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Siapa yang mendekatimu" kata Chengyi mulai beranjak mendekati Yiwen lagi.


"Aku bilang jangan mendekat" Yiwen berjalan mundur menghindari luhan.


Cheng yi tak menggubris ucapan Yiwen ia terus berjalan mendekatinya. Hingga sebuah tendangan tepat memgenai sasaran milik Chengyi. membuat nya meringis kesakitan.


"Kamu gila?" Pungkas luhan mengernyitkan matanya menahan sakit.


"Lagian aku sudah bilang kan. Jangan mendekatiku" pungkas Yiwen mebelalakkan matanya seolah menatang Chengyi.


"Siapa yang mau mendekatimu, aku hanya ambil sesuatu di rambut kamu" ucap Chengyi.


Yiwen terdiam seketika ia melangkahkan kakinya ke depak kaca. Melihat memang di rambutnya ada bekas tisu .


Ia tersenyum tipis menatap luhan. " Maaf" ucap Yiwen menundukkan kepalanya.


"Kamu harus tanggung jawab, jika aku gak bisa punya anak nantinya kamu harus menemaniku setiap hari" ucap Chengyi membuat Yiwen semakin geram ingin sekali menonjok mulut Chengyi menyebalkan itu.


"Apa kamu bilang, lebih baik aku tendang lagi sampai benar banar rontok" pungkas Yiwen sangat kesal di buatnya. ia berjalan dengan penuh kekesalan mendorong tubuh luhan keluar dari kamarnya.


Yiwen berdecak kesal berjalan menuju ranjangnya. Ia duduk sejenak di atas ranjang. Kini hatinya semakin kesal sudah harus tinggal di rumah Chengyi dan Lian yin akan menikah dengan orang lain. Semua orang hanya bisa menyakiti hatinya. "Untung saja hatiku terbuat dari batu tak semudah itu tersakiti" gumam Yiwen menatap atap langit di depannya yang terlihat pemandangan Awan. Memang kamar Yiwen semua di desain tiga dimensi nuansa alam membuat yiwen kali ini betah di dalam kamar.


"Lian yin kamu salah bermain hati denganku, pertama mungkin aku terlalu polos tapi aku bisa lebih menyakitimu" gumam Yiwen memiringkan badannya ke kanan. Lalu menghela napasnya sejenak. Hingga ia tertidur pulas di ranjangnya.


#Lian Yin POV


Lian yin duduk di kantor menatap ke depan dengan tatapan kosong. Ia bersandar di kursi kerjanya. Menyentuh dagunya mencoba berpikir mengenai kemana Yiwen pergi.


"Tok..tok.." suara ketukan pintu membuat lian yin tersadar dari lamunannya.


"Masuklah" Lian yin duduk tegap merapikan jasnya kembali.


Seorang pegawai masuk menemui Lian yin dengan langkah penuh keraguan ia menundukkan badannya ke arah Lian yin.

__ADS_1


"Ada apa??" tanya Lian yin dengan wajah dinginnya.


"Maaf tuan, semua penjuru kota sudah aku cari lewat cctv yang berada di penjuru jalan. tidak ada tanda tanda yiwen berada" pungkas pegawai itu menundukkan kepalanya.


"Baiklah kamu cepat keluar" ucap Lian yin berdiam sejenak. Ia terlihat sangat kesal tidak pernah bisa menemukan yiwen entah menghilang di mana dia sekarang. Ia segera meraih ponselnya menghubungi lay.


"Ada apa yin?" ucap lay di balik ponselnya.


"Apa kamu tidak menemukan tanda tanda Yiwen berada?"


"Aku masih belum menemukan dia, tapi sepertinya dia memang benar tak ada di rumah sudah tiga hari rumahnya nampak sangat sepi tidak ada tanda kehidupan di dalamnya" pungkas Ley yang memang selalu mengawasi rumah Yiwen sejak tiga hari kemarin.


"Baiklah terus selidiki, aku mau kamu secepatnya menemukan Yiwen" Lian yin segera mematikan ponselnya dan melemparnya di atas meja. Ia terlihat sangat kesal sudah hampir 4 hari ia tidak bertemu dengan Yiwen dan tak ada tanda tanda Yiwen berada. Dan juga beberapa bulan lagi pernikahannya akan segera di mulai.


"Yiwen! Kamu di mana sekarang" gumam Lian Yin .


"Apa kamu tak penah memikirkan tentang aku?" Lian yin terus berbicara sendiri dalam angannya.


Tiba tiba seorang pegawai membuka pintu membuat ia terkejut. "Permisi, tuan!" pungkas pegawai itu menundukkan badannya berjalan terburu buru ke arah lian yin.


"Apa kamu tidak bisa ketuk pintu dulu" Pungkas Lian yin nampak sangat marah dengan kelakuan pegawainya.


"Maaf tuan Yin ada hal penting yang akan aku sampaikan" legawai itu terus menunduk seolah ia sangat takut menatap wajah Lian yin yang mulai memerah karena ulahnya.


"Baiklah !! Katakan" pungkas Lian yin nampak dingin.


"Ada pertemuan dari mafia di sebelah barat besok namun tuan Yin harus datang bersama dengan istri tuan" ucap pegawai itu.


"Apa? Memangnya mereka mengadakan acara apa. Kenapa baru kali ini mereka mengundangku ke sana?" Lian yin nampak terkejut. Baru pertama kali ada undangan dari seorang mafia di barat.


"Saya juga kurang tahu tuan." jawab pegawai itu menundukkan badannya.


" lBaiklah , bilang padanya jika aku akan datang kesana" pungkas Lian yin.

__ADS_1


Pegawainya hanya terdiam menundukkan kepala, lalu membalikkan badan berjalan keluar dari ruangan Lian yin.


__ADS_2