
"Keluar!! Kalau kamu ada di sini. Aku tidak akan mau pakai baju itu!!" ancam Yiwen.
Jack membalikkan bandarnya, tersenyum tipis. "Kamu berani mengancamku balik. Maka aku juga akan mengancam kamu," Jack mengeluarkan ponselnya dari saku jas hitam yang sudah membalut tubuhnya. Ia membuka ponselnya, mencari Vidio permainan mereka tadi yang memang sengaja ia rekam dari cctv kecil yang terpasang di kamar Yiwen selama ini, yang langsung terhubung ke ponselnya. Dan langsung menyimpannya ke dalam ponselnya.
Sementara Yiwen tak perdulikan itu. Ia merasa semakin jesal, dan langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi. "Kamu mau kemana? Lihatlah ini dulu!!" ucap Jack, menunjukan ponselnya, Yiwen menghentikan langkahnya, menatap ke arah ponsel Jack, seketika api kemarhaan mengobar di matanya, ia mencoba meraih ponsel Jack, dengan sigap Javk emabraik tanganya kembali, dengan tangan kiri menarik tangan Yiwen, hingga jatuh tepat di pangkuannya
"Kamu gak akan bisa ambil atau hapus rekaman ini!!" ucap Jack, mencengkram erat tangan Yiwen, meleatkakn ponselnya tepat di belakang punggyngnya.
"Lepaskan aku!!" ucap Yiwen, mencoba merinta, tetapi ke dua kaku Jack mengunci ke dua kaki Yiwen
"Bukanya kamu ingin aku cepat pakai gaun dari kamu. Aku akan pakai gaun itu. tapi lepaskan aku dulu!!" ucap Yiwen, mencoba meronta-ronta.
Jack hanya diam, mengecup leher Yiwen, menghisapnya, membuat Yiwen terdiam, ia tak bia menolaknya, ke dua tangan Yiwen, di cengkeram erat di belakang punggungnya. Kecupan itu semakin mengganas, menurun di bawah dagunya, hingga menimbulkan bekas lagi di lehernya dan dadanya.
"Kamu jangan coba-coba lari dariku syang!! Tubuh kamu sekarang milik aku!!"
"Cuihh!!"
"Tidak akan, tubuh aku hanya untuk suami aku. Dan aku gak sudi bersama dengan kamu lagi. Aku gak sudi harus tidur dengan kamu," decak kesal Yiwen, menatap tajam Jack.
"Lihatlah, siapa sekarang yang berada di depan kamu. Membuat kamu mendesah. Itu aku bukan suami kamu!!" ucap Jack, menarik satu sudut bibirnya.
Jemari tangan Jack mengusap dada Yiwen, membuat handuk yang menutupi tubuh Yiwen terlepas, lalu ia mengecupi dada Yiwen.
"Shittt!! dasar sialan!!" umpat kesal Yiwen, mencoba melepaskan tangan dan kakinya, ia tidak mau tubuhnya terlihat oleh laki-aki lain.
"Jangan menolak, aku akan membuat kamu mendesah!!" bisik Jack, tangan kiri Jack merayap menyentuh sekujur tubuh Yiwen, hingga satu menit berlalu ia tak berhenti mengusap tubuh wanuta di dekapnnya itu, dengan bibir mengecup lehernya, desahan kecil tiba-tiba keliar dari mulut Yiwen. Jemari tangan Jack berhenti di bagian intinya, memaikan apa milik Yiwen.
"SIALAN!!" teriak Yiwen, yang tak bisa berdaya, ia merasa jemari tangan Jack memainkan miliknya, membuat desahan keluar dari bibir Yiwen.
"Kamu terus menolak. Tapi jamu mendesah itu tandanya kamu menginginkannya, syang!! Nikmatilah, mungkin kamu akan merindukanku nantinya!!" bisik Jack, yang semakin ganas, ia mengecup ganas bibir Yiwen, penuh gairah, dengan tangan tak berhenti memainkan daerah inti Yiwen, dan. Tes...
Buliran air mata keluar dari mata Yiwen , meratapi nasibnya kini yang entah akan menjadi apa. Jack melirik ke belakang punggung Yiwen, melihat jemari tangan Yiwen yang memakai sebuah cincin, ia melepaskan perlahan cincin itu, dan membuangnya ke sofa tanpa sepengetahuan Yiwen, yang terus menikmati permainan jari tangannya.
"Nikmatilah. Hari ini aku tidak akan memasukan lagi milik aku. Tapi aku ingin kamu bisa mendesah setiap saat!!" bisik Jack, melepaskan kecupannya beberapa detik, lalu mengecupnya lagi semakin bergairah.
"milik akmu sudah basah, syang!!" bisik Jack, menarik jari tangannya, dari daerah inti Yiwen.
Air mata Yiwen semakin pecah. Ia tidak bisa seperti ini terus. Lebih baik mati, dari pada harus di lecehkan setiap hari oleh orang yang tidak sama sekali ia cintai. Jika seperti ini Lian yin akan semakin amarah.
Tok.. Tok.. Tok..
Suara ketukan pintu seketika membuat Jack melepaskan tangan dan kaki Yiwen, dan Yiwen spontan langsung menarik handuknya kembali, menutupi tubuhnya dan segera berlari menuju ke kamar mandi, tanpa perdulikan Jack, yang masih diam menatap kepergiannya.
"Tuan!! Apa anda sudah siap?" tanya pengawal, perlahan membuka pintunya, dan berdiri di depan pintu menatap ke arah Jack.
"Aku akan keluar sekarang. Tapi kamu keluar dulu. Aku mau bicara sesuatu dengan wanita ini," gumam Jack, beranjak berdiri.
__ADS_1
"Baik, tuan!!"
Jack menuju ke depan pintu kamar mandi, "Kamu tunggu kamu di luar. Ingat jika kamu tidak mau ayah kamu dan suami kamu kenapa napa, atau mereka melihat apa yang kamu lakukan dengan aku. Maka kamu harus menurut apa kata aku, mulai sekarang!!" ucap Jack, tanpa mendengarkan jawaban dari Yiwen, ia melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Yiwen sendiri di dalam kamar mandi.
"Sialan!!" umpat kesal Yiwrn, menatap dirinya yang terlihat menyedihkan di depan cermin. Seakan cermin menertawakannnasibnya, ia semakin menajamkan matanya menatap ke cermin. Yiwen mengangkat tanganya, dengan tangan mengepal, amrahnya sudha mulai memuncak, ia tidak tahan harus berada di sini. Benar apa yang di katakan Lian yin. Jika di sini sangat berbahaya, dan ia begitu bodohnya harus terperangkap di sini. Yiwen berdengus kasar, Dan Prak... Yiwen memukul kaca di depannya, hingga punggung tangannya mengeluarkan darah segar, menetes di wastafel depannya.
"Aku gak akan sudi harus di perlakukan seperti ini. Aku wanita, punya harga diri. Dan aku punya suami. Yang selama ini selaku memuaskan hasrat aku. Dan aku gak butuh laki-laki lain," ucap tegas Yiwen, pada cermin rertak di depan, akibat pukulan keras Yiwen.
Yiwen yang sudah membalut tubuhnya dengan gaun biru, terlihat sangat cantik, namun air mata yang terus keluar dari matanya, membuat matanya semakin bengkak.
"Apa yang harus aku lakukan. Apa tidak ada orang yang bisa menolongku sekarang. Ponselku, entah di mana sekarang." ucap Yiwen, menatap tangannya yang terus meneteskan darah segar. Pandangannya terhenti, saat melihat ada yang kurang di jari manisnya.
"Sepertinya aku melupakan sesuatu, tapi apa?" gumam Yiwen, yang mulai membasuh tangannya yang di penuhi dengan warna merah.
"Cincin!! iya.. Cincin aku di mana? Bukanya tadi masih aku pakai, dan sekarang di aman. Hanya ini cincin itu yang bisa membawaku pergi. Kenapa sekarang hilang," ucap Yiwrn, yang terlihat sangat panik, ia menatap wastafel, lalu menundukkan kepamanya, mencari di sela kamar mandi, di dalam bathup yang sudah tidak ada airnya. dan di semua sudut kamar mandi. Namun hasilnya nihil, ia tidak bisa menemukan di mana-mana.
Yiwen terlihat semakin panik, ia bergegas keluar, mengobrak abrik ranjangnya, tetapi tidak juga ketemu.
Hingga lima belas menit berlalu, Jack yang sudah lama menunggu. Ia berjalan menuju ke kamar Yiwen, ia menatap pintu kamar Yiwen yang masih terbuka, dengan segera Jack masuk, menatap Yiwen yang terlihat panik. Dengan badan jongkok menatap di bawah ranjangya.
"Kamu sedang mencari apa?" tanya Jack, berjalan mendekati Yiwen.
"Aku mencari sebuah cincin!!" ucap yiwen tanpa menatap ke arah Jack.
"Memangnya itu cincin apa? Apa itu cincin pertunangan kamu?" tanya Jack semakin penasaran, ia menegang lengan Yiwen menariknya berdiri.
"Jangan ganggu aku. Itu cincin dari ayah aku. Aku gak bisa kehilangan cincin itu!!" umpat kesal Yiwen tanpa sadar apa yang di katakan.
Jack memegang lengan Yiwen, menariknya keluar dari kamarnya. "Kamu mau bawa aku kemana?" tanya Yiwen menarik tangannya.
"Aku sudah telat, kamu bisa mencarinya nanti. Sekarang ikut aku." ucap Jack.
"Lepaskan aku!! Itu hal penting bagiku. Aku harus mencarinya lebih dulu!!" ucap Yiwen, menarik tangannya.
"Kamu lebih penting itu, atau nyawa suami kamu. Jika kamu mencarinya, maka aku akan telepon segera pengawal aku untuk segera membunuh Lian yin," ancam Jack, membuat langkah Yiwen terhenti.
"Apa yang harus aku perbuat. Jika aku tidak segera menemukan cincin itu. Maka gimana cara aku bisa keluar dari sini. Tapi jika aku tidak menurut apa kata dia, Lian yin dalam bahaya." gumam Yiwen dalam hatinya, ia menundukkan kepalanya, merasa bingung dengan apa yang di katakan Jack, membuat hatinya bimbang. Tapi ia tidak bisa melihat suaminya terluka nantinya.
"Aku ingin kamu tunjukan di mana kamu menyekap Lian yin!!" ucap Yiwen. Aku ingin kamu sekarang buktikan jika kamu menyekap dia!!"
"Kamu bisa lihat dia nanti," ucap Jack beralasan.
"Jika kamu bohong. Maka kamu yang akan tahu sendiri akibatnya." ucap Yiwen.
"Baiklah!!" gumam Jack, tersenyum tipis.
Ia memegang tangan Yiwen, keluar dari rumahnya, dan langsung masuk ke dalam mobilnya. Tanpa banyak tanya Yiwen duduk diam, berharap jika dia segera bertemu dengan Lian yin. Agar dia bisa kabur bersama dengannya Tanpa tahu jika Jack telah membohonginya, dan sekarang Lian yin sudah pergi lebih dulu, kabur dari markas itu.
__ADS_1
Jack laki-laki otak mesum itu terus menatap Yiwen, ia melihat wajah cantik Yiwrn yang belum terbalut bedak, namun masih terlihat sangat cantik. "Kamu sangat cantik!!" ucap Jack, melirik dada Yiwen. Wanita itu yang sadar pandangan Lian yin. Seketika langsung menutup dadanya.
"Apa yang kamu kihat, dasar otak mesum. Kamu sudah akan menikah. Jadi jangan kecewakan istri kamu!!" ucap Yiwrn, memalingkan pandangannya berlawanan arah.
"Kenapa kamu tidak mau menatap aku?" tanya Jack.
"Karena kamu orang yang tak pantas di kasihani, maupun di lihat. Kamu laki-laki otak mesum, sekaligus keji."
"Apa yang kamu katakan? Apa kamu bis menghalanginya lagi?" tanya Jack, melirik ke arah Yiwen, memegang dagu Yiwen, sembari fokus mengemudi mobilnya.
"Kamu akan jadi milikku, aku mau kamu menikah dengan aku. Aku janji akan membuat kamu bahagia. Dan aku akan memutuskan pernikahanku dengan Mei, jika kamu mau Mau kembali pada Changmin. Maka aku akan lepaskan dia, dan menyuruhnya pergi dari hidup aku. Tapi hanya dengan satu syarat, kamu menikahiku!!" ucap jack, mengusap wajah mulus Yiwen.
"Aku sudah punya suami. Dan aku tidak akan pernah mau menikah dengan kamu!!"
"Apa kamu yakin? Tapi jika suami kamu menghianati kamu gimana. Apa kamu mau menikah dengan aku?" tanya Jack.
"Tidak!! Karena Mei sangat mencintai kamu. Aku akan tetap pada pendirianku."
"Aku sudah lama kenal dengan kamu. Aku diam-diam melihat kamu dari jauh. tanpa berani menyentuh kamu. Aku tahu semua keluarga kamu, siapa ayah kamu. Dan apa pekerjaan kamu sebelumnya, dan kenapa aku mendekati Mei, dan bisa suka dengan Mei, karena aku hanya ingin mendapatkan derajat agar lebih kuat dalam dunia mafia." jelas Jack, membuat Yiwen menatap ke arahnya.
"Aku melakukan semua ini hanya karena ayah aku. Ayah aku yang dulu menderita, dan selaku di kejar-kejar musuh. Dan akhirnya juga mati di tangan musuh, di depan mataku!!" lanjut Jack, sembari meneteskan air matanya.
Yiwen yang baru melihat Jack yang terkenal sangat sadis, kejam dan mesum itu, ternyara punya sisi lembut juga, dia melakuan semuanya karena ayahnya. Ia tahu tentang itu, gimana rasanya di tinggal orang yang ia sayangi pasti sangat menyakitkan.
Yiwen meletakkan tangannya di pundak Jack, mencoba tersenyum di depannya. "Jika kamu terus balas dendam, maka tidak akan ada gunanya. ayah kamu juga tidak akan tenang di sana."
"Ayah aku tidak akan tenang jika aku tidak membalasnya," ucap Jack dengan nada semakin meninggi.
Laki-laki ini benar-benar terpuruk. Dia masih ada sisi baiknya. Apa aku harus menolong dia, tapi aku tidak mau jika menikah dengannya, aku sayang dengan Lian yin, bukan pada Jack yang baru ia kenal, bahkan wajahnya saja baru di depan matanya.
"Maaf!! Bukan maksud aku untuk membentak kamu." lanjut Jack.
"Gak masalah!! Oya soal pernikahan aku tidak mau. Aku tetap setia pada Lian yin,"
"Baiklah, jika kamu berubah pikiran. Aku akan langsung menikahimu, dan kita akan pergi ke luar negeri jauh dari dunia mafia ini." ucap Jack, mengusap ujung kepala Yiwen, membuat wanita itu tersipu malu.
"Dia sangat lembut, sebenarnya sifatnya sama seperti Lian yin. Tapi hatiku sudah jatuh cinta lebih dulu pada Lian yin!!" gumam Yiwen dalam hatinya, dengan mata memandang ke arah Jack.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apa kamu perlahan mulai tertarik dengan aku?"
"Siapa yang tertarik. Ada air mata di pipi kamu," Yiwen mengusap air mata yang menetes di pipi Jack, tangan Jack memegang tangan Yiwen di pipinya, ke dua mata mereka tertuju sejenak, lalu fokus kembali dengan jalan di depannya.
"Maaf!!" ucap Yiwen.
"Gak apa-apa,"
Yiwen mulai nyaman berada satu mobil berdua dengan Jack, tanpa menunjukan perlawanan padanya. Tapi kini rasa khawatirnya terhadap Lian yin, ia terbayang wajah Jack seperti Lian yin.
__ADS_1
Jack menatap ke arah Yiwen, wajah cantik saat tersenyum menbuat hatinya terketuk.
"Dia sangat cantik, entah kenapa hatimu merasa tersentuh menatap wajahnya. Tapi aku tidak boleh suka dengannya. Aku harus menjadi diri aku yang dulu. Aku hanya ingin memanfaatkan dia, dan sebentar lagi dia akan tunduk padaku." gumam Jack dalam hatinya, tersenyum licik.