
"Yin aku kesana ya?" ucap Yiwen berlari tepat berdiri di depan air mancur.
"fotoin aku sendiri dulu di sini, setelah itu kita foto berdua, biar Ley yang fotoin kita" ucap Yiwen.
"Kenapa harus aku lagi sih" gumam Ley mengeluh.
"Kenapa kamu engak mau" tanya Lian yin.
"Iya, iya aku mau," ucap Ley terpaksa.
"Terus kenapa tadi ngeluh"
"Tadi aku hanya ingin foto sendiri juga, itu pas kebetulan ada wanita lagi foto sendiri jadi aku ajak dulu dia foto berdua," gumam Ley mencari alasan.
"Emang benar, kamu kalau berani cepat foto berdua dengannya kalau gitu"ucap Yiwen.
Mati aku, kenapa Yiwen memojokanku sih, lagian aku mana berani ajak foto dia, bisa-bisa aku di gampar lagi entar sama dia. Entar tiba-tiba kalau pacarnya datang gimana. bisa jadi perang ke tiga entar, gerutu Ley dalam hati.
"Kenapa kamu diam?" tanya Lian yin. "Udah sekarang cepat foro berdua dengannya, kalau kamu bisa foto satu pose kesra dengannya maka aku akan memberimu hadiah spesial" gumam Lian yin.
"Benarkah,?" ucap Ley memastikan. Mendengar kata hadiah mata Ley langsung berkunang.
"Udah sekarang coba dulu sana"ucap Lian yin mendorong tubuh Ley tepat di depan wanita itu.
"Em.. eh.. " Ley nampak malu-alu ia tak bisa berkata apapun di depan wanita cantik itu, bahkan dia hanya menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal itu.
"Ada apa?" tanya wanita itu.
"Boleh kenalan gak?" tanya Ley terus terang kali ini, di balas dengan senyum manis oleh wanita itu.
"Aku Ley, kalau kamu?" tanya Ley memgulurkam tangan ke arah wanita itu. Seorang lelaki tiba-tiba menyerobot langsung menerima uluran tangan Ley.
"Aku Jeki"ucapnya.
Ley seketika tak bisa berbicara lagi, ia hanya mengeluarkan senyum terpaksa dari bibirnya menatap ke arah Lian yin.
Bahkan Yiwen dan Lian yin hanya tertawa melihat kejaidan itu, Ley seakan tak bisa berkutik lagi di depan lelaki itu.
Kenapa ada pacarnya sih, sial banget aku harus seperti ini, pasangan gak punya kenalan sama wanita sudah punya pacar. di ketawain lagi sama Yiwen dan Lian yin. gerutu Ley dalam hatinya
"Maaf tadi aku salah orang," gumam Ley melepaskan tangan lelaki itu dan berlari pergi menuju ke arah Lian yin.
"Gimana? Lancarkah?"tanya Lian yin menahan tawanya.
"Lancar apaan kalian kenapa gak bilang juga kalau dia sudah punya pasangan duduk di belakangnya." gumam Ley kesal.
"Lagian juga kamu gak lihat kalau ada seornag lelaki di belakangny, udah main serobot saja" ucap Lian yin mslanjutkan tawanya.
"Udah, jangan ketawa, emang lucu apa?" Ley mengerutkan bibirnya kesal.
"Sudah sekarang dari pada cemberut fotoin kita dulu" sambung Yiwen.
"Baik sini" Ley menarik ponsel di tangan Yiwen.
__ADS_1
"Udah cepat pose berbagai model, setealah itu kita pulang aku sudah gak mood lagi jalan-jalan," gumam Ley.
"Iya, habis ini kita pulang, udah fotoin aku dulu," ucap Yiwen.
Lay segera memotret Mereka dengan berbagai pose lagi, mereka terlihat snagat bahagia, bahkan di foto wajah mereka nampak.sangat ceria tanpa ada beban di pikiran mereka masing-masing.
"Sudah, ayo kita pulang." gumam Ley.
Ley segera berjalan lebih dulu menuju ke mobil.
"Sepertinya dia lagi ngambek beneran tu" ucap Lian yin.
"Udah entar juga udahan ngambeknya, dia hanya kecewa saja sama wanita tadi" ucap Lian yin.
"Tapi kasihan tahu dia, semua gara-gara kamu sih"ucap Yiwen yang mulai membuka pintu mobilnya dan melangkah masuk.
"Ayo jalan," ucap Lian yin, sudah sekaan membuat Ley seperti supir mereka kali ini. Lian yin dan yiwen menikmati perjalanan dengan milihat sebuah film percintaan yang membuat Yiwen jadi terharu, bahkan sempat meneteskan air matanya.
Tak lama perjalanan mereka sampai di sebuah Vila mereka. Dia segera turun dari mobilnya.
Ley beranjak masuk lebih dulu di kamarnya, dan Lian yin serta yiwen juga sudah membaringkan tubuhnya di ranjang. Merasa sudah capek tanpa banyak bicara lagi Lian yin sudah mencoba memejamkan matanya.
Berbeda dengan yiwen yang masih bimbang hatinya, banyak pikiran yang mengganggunya kali ini.
"Yin!!" sapa Yiwen.
"hem ada apa?" tanya Lin yin.
"Kamu sudah tidur belum," tanya Yiwen memastikan.
"Ada apa syang?" ucap lian yin..
"Makasih ya atas semuanya, tapi apa benar kamu itu mencintaiku, bukan karena tugas kan" tanya Yiwen memastikan.
Lian yin mengerutkan keningnya, "Tugas apa maksud kamu?" tanya Lian yin bingung dengan pertanyaan aneh Yiwen.
"Entah, mungkin kamu memang sengaja untuk mendekatiku"ucap Yiwen.
Lian yin membuka matanya, ia menunda tidurnya sejenak, membalikkan badanya menatap Yiwen yang berbaring disampingnya. Ia mengusap lembut rambut Yiwen. "Tugas apa yang kamu maksud, aku di sini tidak menerima tugas dari siapapun. Aku yang berwenang sendiri dalam segala hal. Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu?" tanya Lian yin dengan jemari mengusap lembut wajah Yiwen.
"Aku tidak ingin seperti di film yang kita lihat tadi, seorang lelaki suka dengan wanita yang hilang ingatan karena hanya ingin memanfaatkan dia untuk mengambil semua keuntungan darinya, namun dia terpaksa melakukan hal itu karena tugas khusus dari seorang." gumam Yiwen menjelaskan.
lian yin tertawa mendengar ucapan Yiwen, "Kenapa kamu jadi keracunan film tadi sih, itu hanya film syang. Jadi jangan terlalu di pikirkan, aku suka denganmu sudah lama. Dan bukan karena tugas apapun. Aku yang mengandalikan dunia mafia, jadi aku dapat tugas dari siapa dong," gumam Lian yin dengan membanggakan statusnya.
Yiwen terdiam sejenak, ia merasa lega dapat jawaban itu dari mulut Lian yin. Padahal semula ia sangat curiga dengannya gara-gara film, yang baru saja ia lihat bersama Lian yin. Lagian benar juga kata Lian yin. Kenapa dia benar-benar bodoh sih, terlalu percaya dengan film.
"Udah sekarang kamu tidur ya, jangan pikirakn hal yang tidak-tidak lagi. Aku tidak mau kamu mencurigaiku lagi. aku sudah tulus syang sama kamu. Sejak pertama kali kita bertemu dulu. Dan aku sudah berencana untuk menjaga wanita yang selalu ceroboh ini" gumam Lian yin mengusap rambut Yiwen hingga berantakan.
"Emangnya aku dulu ceroboh?" tanya Yiwen yang semakin penasaran dengan dirinya dulu.
"Banget, sebagai anggota Intelijen, dengan kecerobohan yang hakiki. Berkali-kali datang ke perusahaanku tanpa rencana yang matang, dan dapat banget di bohongi"gumam Lian yin.
"Emang dulu aku mencuri apa?" tanya Yiwen.
__ADS_1
"Kamu mau mencuri suatu dokumen yang aku simpan, oya besok aku akan memberi tahu kamu sesuatu. Aku yakin kamu bisa memecahkan teka teki itu. Sudah aku coba berkali-kali namun aku selalu kesusahan untuk memecahkannya." ucap Lian yin yang tiba-tiba teringat tentang teka-teki gambar yang di simpan kakenya dan kakek wanita yang dulu mau dijodohkan dengannya. Namun sampai sekarang Lian yin tidak tahu siapa dia.
"Emangnya teka-teki apa?" wajah Yiwen mulai serius menatap Lian yin.
"Besok kamu juga tahu, tapi jangan bilang pada siapapun. Aku hanya beri tahu kamu saja. Oya termasuk Ley, Lie Wei dan Mei jangan tahu dulu. Kalau semua teka-teki itu sudah terpecahkan maka aku akan meminta bantuan mereka nantinya." gumam Lian yin.
"Baiklah," ucap Yiwen.
"Ayo tidur sekarang, udah malam." gumam Lian yin.
"Iya sudah, ayo." gumam Yiwen.
Lama berbincang berdua, hingga Yiwen tertidur lelap dalam dekapan Lian yin. Kini tanpa rasa ragu lagi dalam dirinya tidur seranjang dengannya.
----00---
tok..tok..
"Huaammmm... siapa sih ngentuk pintu ganggu orang tidur saja." gumam Lian Yin, yang baru saja terbangun dari tidurnya, ia melihat Sekilas Yiwen masih tertidur pulas di sampingnya, merengkuh erat tubuhnya.
"Yin... cepat bangun" teriak Ley dari luar.
"Apaan sih Lay, berisik banget" ucap Lian yin, berusaha menyingkirkan tangan Yiwen dari tubuhnya. Namun rengkuhannya semakin erat seolah tak mau lepas dari tubuh Lian yin.
"Haduh nih yiwen kalau sudah gini seperti perangko, dulu saja dia gak mau tidur setanjang. Tapi sekarang nempel-nempel terus." gumam lian yin.
Brak... Brak... Brak...
"Yin cepat bangun, udah jam 8 pagi kamu masih enak-enakan tidur sih, mentang-mentang kamu baru menikah di enakin tidur berdua sampai jam segini." teriak Ley.
"Nih orang nyeselin banget sih, haduh, yiwen cepat lepaskan dulu tangan kamu"gumam Lian yin dalam hati.
Merasa rengkuhan Yiwen sudah mulai merenggang Lian yin segera melepaskan tangan Yiwen dan beranjak berdiri membuka pintu kamarnya.
"Ada apa sih?" tanya Lian yin.
"Apa kamu gak pulang?" tanya Ley menatap sekujur tubuh Lian yin.
"Mentang-mentang lagi bikin anak saja, lama banget buka pintunya" lanjutnya.
"Emangnya kenapa kamu mau,ya." goda Lian yin.
"Mau tapi nunggu calonnya dulu." ucap Ley.
"Kelamaan gak dapat-dapat calon dari dulu." goda Lian yin.
"Udah, kenapa jadi bahas itu sih, kamu jadi pulang gak sama Yiwen. Kata kamu sekarang aku suruh ke Sydney bentar lagi aku berangkat, dan soal wanita yang mengerim pesan kemarin aku sudah selidiki. Tinggal Yiwen nanti gimana penjelasanya. Semua bukti aku taruh di kotak ini." gumam Ley menyodorkan kotak kecil ke arah Lian Yin.
"Emang sekarang jam berapa kamu mau berangakat ke Sydney"Sekarang sudah jam 8, dan bukannya kamu pesan tiket jam 9 kenapa jam segini masih tidur." ucap Ley.
Lian yin menepuk jidadnya, "Iya aku lupa, udah sekarang kamu pergi dulu. aku mau siap-siap juga. Kenapa kamu baru bangunkan aku sekarang"ucap lay mulai bingung.
"Udah dari tadi aku bangunin tapi kamu lama banget buka pintunya," ucap Ley.
__ADS_1
"Ya sudah kamu kalau mau berangkat dulu gak apa-apa. aku mau bangunkan Yiwen dulu." gumam Lian yin segera menutup pintunya kembali menghampiri Yiwen.
"Dasar kedua pasnagan aneh dia, setiap hati bermesraan terus" gerutu Ley.