Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Seirama dalam balutan cinta


__ADS_3

"Kenapa kamu terus memukulku" ucap Lian yin menarik bantal Yiwen dari tangannya.


Terdengar suara ketukan pintu membuat pertengkaran mereka terhenti. Pandangan Yiwen tertuju pada pintu. Ia takut jika itu Chengyi. Jika dia tahu Lian yin ada di sini entah apa yang akan ia perbuwat nantinya. Takutnya tiba-tiba mereka berdua bertengkar malah menbuatnya repot untuk memisahkan mereka.


"Yiwen apa kamu sudah tidur?" panggil Chengyi dengan tangan terus mengetuk pintu kamar Yiwen.


" Huaammmm" Yiwen menguap sangat kebar namun hanya untuk berpura-pura jika ia baru bangun tidur.


"Ada apa? Aku lagi mau tidur lagi," ucapnya dengan nada malas.


"Aku tadi mendengar ada suara orang di dalam" ucap Chengyi.


Yiwen berdengus kesal beranjak dari berdiri ranjangnya.


" Cepat kamu sembunyi dari sini" Yiwen mendorong tubuh Lian yin agar pergi dari ranjangnya. Lalu menarik tangannya masuk ke dalam lemari pakaiannya. Merasa tak cukup dengan badan Lian yin. Yiwen mendorong-dorong pintu lemarinya agar bisa di paksa ditutup.


"Pelan-pelan sakit tahu" ucap Lian yin.


Tak perdulikan Lian yin di dalam lemari. Ia bergegas membuka pintu kamarnya agar Luhan tak curiga dengannya.


"Hmm ada apa?" Yiwen mengusap ke dua matanya seolah ia baru bangun tidur.


"Gak papa. Aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja" ucap Chengyi menyentuh lembut rambut Yiwen. Dengan senyum manis terpancar dari wajah tampan Chengyi.


"Kamu lihat sendiri kan aku segar, bugar tanpa luka" Yiwen memutarkan badannya menunjukan pada luhan jika ia baik-baik saja. "Lagian jangan khawatir. Aku kan bisa jaga diri" lanjutnya dengan senyum tipis agak mengangkat kepalanya sedikit ke arah luhan.


"Baiklah. Maaf sudah ganggu tidur kamu. Sekarang kamu lanjutkan tidurmu" ucap Chengyi mencium lembut kening Yiwen membuatnya berdiri kaku seketika. Tubuhnya mematung seolah tak bisa berkata apa-apa lagi. Dia sangat lembut pada yiwen. Dan ciuamannya membuat Yiwen tak bisa berkutik untuk menolak.

__ADS_1


"Dia memang beda dari orang lain" gumam Yiwen menatap mata luhan yang tertuju padanya.


"Aku pergi," ucap Chengyi beranjak pergi dari kamar Yiwen.


Merasa sudah pergi jauh Yiwen segera menutup pintu kamarnya dan menguncinya rapat-rapat.


"Keluarlah!" ucap Yiwen beranjak duduk di ranjangnya.


Brukkkk.... baru mau keluar ia sudah terjatuh dari lemari dengan tangan masih memegang bra milik Yiwen yang ia ambil dari lemari Yiwen.


"Ini apa?" ucap Lian yin menahan senyumnya mengangkat bra milik yiwen ke atas.


Yiwen beranjak dari ranjangnya segera meraih miliknya dari tangan Lian yin. " Dasar otak mesum. Pakaian dalam wanita juga kamu curi" ucap Yiwen dengan tatapan tajam seolah menantang Lian yin.


Lian yin beranjak berdiri mendekati Yiwen perlahan. Yiwen yang merasa terpojok berjalan mudur hingga kakinya terhalang ranjangnya sendiri. Dengan sigap lian yin menarik tangan Yiwen hingga tubuhnya jatuh ke dalam pelukan hangatnya. Ia merasakan dekapan hangat milik Lian yin yang selama ini sering ia rasakan.


" Dasar otak mesum. Apa yang kamu lakukan" Yiwen mencoba membenarkan branya yang copot namun tangan kecilnya tak bisa meraihnya.


" Apa butuh bantuan?" ucap Lian yin yang berbaring di ranjang dengan tatapan menggoda ke arah Yiwen.


Yiwen hanya diam tak menggubris ucapan Lian yin. Seolah ia tidak butuh bantuan dari Lian yin. Ia masih mencoba sendiri berkali-kali namun tetap tak bisa.


"Shitt. Susah amat" gumam Yiwen berdecak kesal. Ia merasa sudah terlaku kesal meski berusaha tetap gak bisa.


Melihat Yiwen yang sudah mulai menyerah. Lian yin berdiri mengahampiri Yiwen memeluknya dari belakang. Dengan dagu menyandar ke pundak Yiwen" Biarkan saja. Temani aku malam ini" Bisik Lian yin.


Tubuhnya seakan tak menolak apa yang di lakukan Lian yin padanya. Kehangatan tubuh Lian yin yang sering ia rasakan membuatnya ingin terus merasakannya lagi. Sebuah kenikmatan yang selalu ia rasakan bersama Lian yin.

__ADS_1


Tangan Lian yin bergerak nakal membuka helaian kain yang menempel di tubuh Yiwen. Dan kini tanpa penolakan dari Yiwen. Ia melepas semua kain yang menempel di tubuh mungilnya.


Yiwen juga tak mau kalah ia membuka kancing baju lengan panjang Lian yin satu per-satu. Hingga terlihat tubuh kekarnya di depan matanya yang kini sudah tak sehat lagi memandangi yang tak seharusnya ia lihat.


Lian yin sangat bergairah melihat kemolekan tubuh Yiwen. Ia bermain panas mengecup sekujur tubuh Yiwen membuat ia bergairah hebat. Sentuhan tangan Lian yin di bola bulat miliknya terasa menggairahkan memabuatnya tak tahan.


"Aku ingin setiap malam kau selalu menemaniku" bisik Lian yin.


Yiwen seolah terbius dengan kata-kata Lian yin. Ia mengganggukan kepalanya begitu saja seolah menerima tawaran Lian yin. Permainan Lian yin semakin memanas. Ia ******* bibir Yiwen dengan penuh gairah yang memuncak.


Tetapi kini ada yang berbeda dari tubuh Yiwen ia membalas ******* Lian yin dengan sangat dalam. Mereka menjauhkan badannya ke ranjang. Kini perlahan Lian yin memasukan lolipop miliknya ke dalam kawah Yiwen . Ia bermain sangat hati-hati. Hentakan irama diiringi suara desahan yang semakin mengeras menikmati permainan panas mereka.


Yiwen membalas irama tubuh Lian yin. Merengkuh, mencengkram tubuh Lian yin erat. Lian yin tersenyum tipis tak ada penolakan sama sekali dari Yiwen dan kini permaiannya semakin hebat. Ia membalas irama setiap hetakan tubuh Lian yin. Hingga titik akhir sebuah lahar menyembur keluar dari kawahnya.


Lian yin berbaring di samping yiwen dengan napas berat dan keringat bercucuran.


Yian terdiam menatap Lian yin di sampingnya. Hubungan terlarang yang terulang lagi dan lagi. Ia ingin membalas apa yang Lian yin perbuwat padanya dan kini malah dia terjebak dalam hubungan malam.


"Kenapa aku sebodoh ini" batin Yiwen menatap wajah Lian yin yang di penuhi dengan tetesan keringat. Ia mengusap lembut keringat lian yin dengan tangannya. Lelaki itu tersadar yiwen menyentuhnya ia memegang tangan yiwen berbarin ke kanan manatap wajahnya. Tatapan mereka terkunci.


"Terima kasih. Aku akan janji hanya kamu yang akan aku lindungi kali ini" ucap Lian yin menyandarkan kepalanya di atas dada Yiwen dengan tangan merengkuh erat pinggangnya.


"Aku benci denganmu. Sangat.." ucap Yiwen terhenti jari telunjuk Lian yin menyetuh bibirnya seolah ia tidak boleh meneruskan ucapanya.


"Jangan mengucap kata itu. Kali ini hanya kamu yang bisa menikmati milikku. Dan sebakiknya hanya aku yang bisa menikmati milikmu" ucap Lian yin memeluk erat tubuh Yiwen.


Yiwen merasakan jantung Lian yin berdegup sangat kencang. Dan ia merasakan ada sosok lelaki yang selalu ada untuknya dan menjaganya. Ia merasa kini dirnya aman bersama dengan lian yin.

__ADS_1


Yiwen hanya terdiam menerima pelukan Lian yin erat. Meski tubuh mereka masih tak ada helaian benang yang menempel hanya selimut tebal menutupi tubuh bugar mereka.


__ADS_2