Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Yin pergi


__ADS_3

Yiwen masih bersandar di bahu Lian yin, kini dia semakin mesra. Ia tidak mau kehilangan moment romantis dengannya setiap detiknya. Ya, setelah melihat Lay dan Lyli meski brlum resmi pacaran tapi mereka sangat cocok dan begitu mesra.


"Yiwen!!" panggil Lian yin mesra.


"Apa syang!!" balas Yiwen tak kalah mesranya.


"Kamu kenapa jadi nempel terus seperti perangko padaku?" tanya Lian yin, yang curiga dengan Yiwen.


"Aku kangen bermesraan dengan kamu!!"


"Aneh!!" gumam Lian yin.


"Kenapa aneh syang?" tanya Yiwen, mendongakkan kepalanya menatap Lian yin.


"Kamu itu benar-benar gemesin tau gak" Lian yin, mengusap lembut kepala Yiwen. Di balas dengan senyum manisnya.


"Aku gemesin, jadi tambah cinta kan kamu!" goa Yiwen, mengecup pipi Lian yin.


Lian yin mendekatkan wajahnya, memegang dagu Yiwen. Perlahan wajahnya semakin dekat, hingga benda kenyal slaing menyatu dalam sebuah perasaan cinta yang menggebu di antara mereka. Saling membalas, membuat kecupan mesra itu semakin dalam dan mesra.


Changmin yang melihat mereka dari kejauhan, seketika ia menutup matanya rapat-rapat.


"Dasar mereka kalau lagi begitu selalu di tempat terbuka, jadi aku gak salah kalau melihatnya" gumam Changmin, yang mulai melangkahkan kakinya pergi.


 


"Apa kamu tadi habis lihat Lay dan Lyli ya?" tanya Lian yin, memegang dagu Yiwen. 


"Iya syang, tadi mereka mesra banget syang. Aku jadi iri dengan mereka. Tapi aku gak bisa seperti mereka. Aku hanya bisa seperti ini denganmu"


"Kenapa gak bisa, kita bisa lebih dari mereka. Malah bukanya sekarang kita udah lebih dari mereka, mesranya kita lagi buat adek saja." ucap Lian yin, dengan senyum tipis menggoda. 


"Apaan sih Yin" gumam Yiwen menyandarkan kepalanya lagi di bahu Lian yin, ia mulai memejamkan matanya. 


"Yiwen!! kamu tidur" Lian yin menggoyangkan tangannya. 


"Emm aku ngantuk syang!!" gumam Yiwen malas, seakan tubuhnya sudah benar tidak berdaya. 


"ya, sudah kita tidur di atas ya!!" ucap Lian yin. 


"Kamu di bawah saja Yin, emangnya kamu siang gini mau tidur juga?" tanya Yiwen, membuka matanya lebar, melepaskan pelukannya. 


"Enggak sih, masih banyak yang harus kau urus, apalagi soal ayah kamu. Entah akupun dia kembali lagi. Bahkan sampai sekarang dia belum mengbubungi kamu!!" 


"Iya, aku juga gak tahu di mana ayah aku, tapi semenjak kamu tahu yang sebenarnya, ayah aku tiba-tiba menghilang" gumam Yiwen. 


"Oya, makasih atas apa yang kamu berikan padaku. Banguan ayah kamu sangat berarti." Lian yin mencubit hidung Yiwen 


"Udah aku mau tidur ya!!" Yiwen bergegas berdiri, menepuk pundak Lian yin, kemudian melangkahkan kakinya pergi dari Lian yin. 


 


Lian yin hanya diam, dan tetap duduk di sofa. Tersenyum tipis saat mengingat kejadian ia dengan Yiwen. 


Changmin berjalan menghampiri Lian yin, menepuk pundaknya. 


"Kenapa kamu diam? Di mana yiwen?" 


"Dia pergi ke kamarnya." 

__ADS_1


"Untung saja dia pergi, aku mau bawa kamu pergi beberapa hari"


Changmin mendekatkan bibirnya di telinga Lian yin dan berbisik.


"Kemana?" tanya Lian yin. 


"Kita pergi cari para mata-mata yang bersembunyi di kita ini" seru Changmin. "Aku sudah menemukan alamatnya, jadi kita datang diam-diam aga mereka tidak curiga. 


"Baiklah!! Tapi aku harus bersiap dulu. Aku juga gak mau mereka semua ada di sini. Sekalian kita bersohkan semuanya." ucap Lian yin antusias.


"Aku juga maunya begitu, aku udah siapkan semuanya. Termasuk data dan alamat." ucap Changmin.


 


Keesokan harinya, matahari belum menampakkan sinarnya. Dan Setelah Lian yin menerima tawaran Changmin, mereka segera pergi diam\-diam keesikan harinya. Di tidak mau jika istrinya dan yang lainya tahu. Mereka pasti sangat khawatir dengan kamu.


Mereka pergi Bahkan yang lainya masih tertidur pulas di ranjang mereka masing\-masing. Dan ini kesempatan untu Lian yin dan Changmin pergi. Mereka sudah menyiapkan semuanya dari awal, termasuk senjata yang akan mereka gunakan.


Sudah hampi satu hari Lian yin pergi, dan Yiwen terus mencarinya. Tapi tak ada yang tahu di mana Lian yin. Lian yin dan Changmin belum juga kembali. Berkali-kali Yiwen mencoba menunggu, me coba untuk menghubunginya beberapa kali, namun hasilnya tetap saja nihil.


"Di mana sebenarnya Lian yin!! Kenapa dia gak pulang sampai sekarang?" Gumam Yiwen, yang tak berhenti terus mondar mandiri di depan cermin, dengan wajah terlihat sangar gelisah. ia tidak tahu lagi apa yang kakak akan lakukan.


Yiwen sudah satu hari Lian yin tidak pulang ke rumahnya dan hanya meninggalkan sebuah pesan di meja kecil samping ranjang. Dan pesan itu berisikan jika Yiwen tidak boleh khawatir dengannya, keadaan dia dan Changmin baik\-baik saja. Ia hanya menghubungi Lay, dan mungkin juga Lay tahu tapi merahasiakan semuanya. Tapi Yiwen tidak mau memaksa Lay untuk menjawab, Lay juga masih sakit, ia tidak mau mengganggunya. 


"Yiwen!!" Panggil Grace yang tiba-tiba masuk ke kamarnya. 


"Eh.. Grace!!" ucap Yiwen terkejut melihat Grace. 


"Maaf!! Kamu kaget ya, dengan kedatangan aku tiba-tiba. Tadi aku udah ketuk pintu berkali-kali. Tapi kamu gak buka, aku khawatir dengan kamu. Tadi aku kira kamu kenapa-napa" ucap Grace. 


"Gak papa, kamu masuk saja." 


"Aku mikirin Lian yin, dia di mana sekarang, apa dia baik-baik saja atau dia sekarang dalam bahaya. Sudah tiga hari dia menghilang gitu saja dengan Changmin!" Yiwen duduk di ranjangnya, kepala menunduk ke bawah melihat lantai kecoklatan di kakinya. 


"Yiwen sebenarnya aku mau cerita, aku dari kemarin terus kepikiran ini juga. Apa aku yang menyebabkan mereka pergi" Grace, menundukkan kepalanya, ia seakan terus di hantui rasa bersalah yang teramat mendalam. 


Yiwen, menggerakkan kepalanya, menatap ke arah Grace di sampingnya, dengan tatapan bingungnya. "Maksud kamu apa?" Tanya Yiwen. 


"Aku kemarin bilang dengan Changmin, jika aku ingin dia menjauhi aku!! Pasti dia pergi gara-gara aku ya, terus Lian yin mencari dia" Ucap Grace lirih.


Yiwen, menyipitkan matanya, dengan dahi mengerut menatap Grace. Ia memegang ke dua bahu Grace. "Kamu jangan berpikir hal itu, dia gak mungkin pergi dari sini. Aku tahu Changmin seperti apa, dia itu gak mungkin meninggalkan rumah ini meskipun soal wanita" ucapan Yiwen menjelaskan membuat, gadis itu merasa tenang sekarang. 


"Aku yakin jika, Lian yin dan Changmin pasti melakukan suatu misi diam-diam tanpan kita semua." Lanjutnya. 


"Tapi kenapa mereka pergi diam-diam dan lebih memilih tidak memberi tahumu!!"


"Entahlah, aku juga tidak tahu soal itu. Tapi aku harap mereka baik-baik saja. Dan tidak melakukan hal yang membuat para wanita skait hati nantinya."


Grace tersenyum tipis, memegang lengan Yiwen.


"Apa yang kamu katakan Yiwen, kenapa kamu begitu yakin dan percaya dengannya."


"Entahlah, tapi percaya saja pada hati kamu!!" gumam Yiwen.


Tok... Tok... Tok..


Suara ketukan pintu, membuat pembicaraan mereka terhenti.


"Siapa?" Tanya Yiwen, melepaskan tangannya di bahu Grace, menoleh ke belakang menatap pintu yang masih tertutup.

__ADS_1


"Aku Mei!!" Ucap Mei di balik pintu. 


"Masuklah Mei! Pintu gak di kunci kok" Gumam Yiwen. 


Merasa belum nuga masuk. Yiwen bergegas berdiri.


"Ya, sudah. Sekarang aku mau keluar dulu. Nanti kita sambung lagi!!" Ucap Grace. 


"Gak usah pergi!! Aku gak mau jika kamu itu gak mau bertemu dengan Mei. Lebih baik kalian itu berdamai, hanya karena soal wanita jadi bertengkar!" 


"Tapi Yiw---"


"Udah, diam di sini tunggu dia masuk!!" Potong Yiwen cepat, tanpa memberi kesempatan Grace berbicara. 


"Aku gak marah dengannya, ku hanya ingin bilang jika, Mei apa mau bertemu denganku. Apti dia akan muak melihatku lagi" ucap Grace menundukkan kepalanya. 


Tak lama, Mei masuk dengan santainya, ia berjalan menuju ke arah Manda dengan langkah terburu\-buru, seolah ada hal penting yang ingin dia katakan. 


"Yiwen!! Apa kamu tahu Changmin di mana? Kenapa ku tidak melihat dia. Aku juga sudah mencatinya kemana-mana," tanya Mei, memegang ke dua lengan tangan Yiwen. 


"Aku juga gak tahu, mereka dua hari gak terlihat sama sekali." Jawab Yiwen. 


Mei terdiam, melepaskan tangannya. " Terus mereka kemana? Kenapa dia juga gak ngabari aku sama sekali" gumam Mei yang sudah mulai curiga. 


"Sudah jangan khawatir lagi, sekarang lebih baik kamu duduk tenang, dan lupakan dulu soal itu. Aku yakin dia juga baik-baik saja. Changmin pergi gak sendiri, dia bersama dengan Lian yin. Jadi aku yakin jika dia pasti baik-baik saja!!" seru Yiwen. "Udah jangan curiga juga dengannya." lanjutnya.


Mei duduk di samping Yiwen tanpa menatap ke arah Grace yang dari tadi hanya diam, tanpa berani berbicara.


"Tapi harusnya dia menghubungi kita dulu!!" ucap Mei yang masih belum terima. 


"Udah-udah!!"


"Permisi non!! Makanan siangnya sudah di siapkan!!" Sambung seorang pelayan di balik pintu yang memang tadi masih di buka oleh Mei. 


"Iya!! Bentar lagi saya turun!!" jawab Yiwen. 


"Grace, Mei. Ayo kita makan sekalian kita juga lihat kondisi Lay nantinya. "Ucap Yiwen. 


"Bukannya tadi kita baru saja ke sana" sambung Grace, yang tadi hanya diam tanpa suara. Kini ia mulai membuka suaranya.


"Aku mau antar makanan yang sudah aku belikan tadi untuk Lyli dan Lay, apalagi Lyli belum keluar sama sekali dari kamar lay." ucap Yiwen. "Dan tadi saat melihat mereka mesra berdua, aku gak berani ganggu mereka.


"Apa dia sudah jadian?" saut Mei. 


"Entahlah!! Aku juga gak tahu!!" 


"Udah ayok turun, sekalian aku mau tanya padanya di mana Lian yin berada." ajak Yiwen, memegang tangan teman-temannya itu. 


"Sekarang kalian berdua jangan banyak bertengkar. Nanti seperti senetron lama-lama." ucap Yiwen. 


Mei yang duduk di sampi Yiwen, ia duduk merasa telalu bersalah dengan apa yang ia lakukan pada Grace, tapi ia tidak bisa tinggal diam. Ia gak mau jika Grace semakin menjadi dan terus mengganggu Changmin.


"Mei kenapa kamu diam?" tanya Yiwen, menatap ke arah Mei di sampingnya.


"Aku boleh ikut kalian?" tanya Mei oenuh ragu.


"Boleh, memangnya siapa yang melarang mamu ikut dengan aku. Kita akan temui Lay bersama. Dan kamu bisa tanyakam di mana Changmin sekarang." Yiwen beranjak berdiri, mulai mendorong kursi roda Grace keluar dari kamarnya.


 

__ADS_1


__ADS_2