
“Gimana kamu sudah ada yang cocok di Antara baju yang aku pilihkan tadi” Tanya Lian yin.
“sudah kok, tapi hanya beberapa saja, dan aku sudah suruh pegawai ke kasir. Apa kamu juga mau membeli sesuatu dulu”Tanya Yiwen mengikuti Lian yin yang masih melihat-lihat.
“Nanti, lagian di sini hanya baju wanita, masak aku mau beli baju di sini. Dan kamu sudah selesai atau ada lagi”Tanya Lian yin, menatap ke arah Yiwen.
“sudah, tinggal bayar”ucap Yiwen tersenyum tipis.
“baiklah, biar aku yang bayar semuanya, lagian kamu istriku. Kebutuhanmu adalah tanggung jawabku. Jadi kamu jangan keluarkan uang sepersenpun. Jika aku masih sanggup untuk mencukupi semua yang kamu inginkan”ucap Lian yin.
“lagian siapa juga yang mau bayar, aku kan gak punya uang, kerja saja juga tidak.”ucap yiwen.
“iya, aku lupa”Lian yin tersenyum tipis, berjalan menuju ke kasir. Yiwen berjalan di belakang punggung lian yin, menutupi rasa malunya. Ia tidak tahu berapa nanti tagihan yang akan di berikan kasir pada Lian yin. Seakan Yiwen tidak beraniuntuk melihatnya.
“Berapa seuanya”Tanya Lan yin pada pegawai kasir.
“Semua 10juta”ucap Pegawai kasir itu.
“Apa 10 juta? sepertinya aku harus kurangi barang belanjaanku”ucap Yiwen. “Mbak gak apa-apa kan jika aku mengembalikan sebagian?”Tanya Yiwen malu.
“Iya gak apa-apa. Yang mana yang akan di kembalikan”ucap pegawai kasir itu yang terlihat sangat ramah.
“Gak usah mbak, semua saya beli”saut Lian yin, mencegah Yiwen untuk mengembalikan barang-barangnya yang sudah ia coba tadi.
“Tapi yin, ini terlalu kebanyakan. Aku akan kurangi beberapa”ucap yiwen, ia merasa tidak enak pada Lian yin karean belanja terlalu banyak.
“udah hanya 10 jt gak apa-apa, gak usah terlalu dipikirkan”ucap Lian yin, memegang tangan Yiwen tersenyum menatapnya.
“Asal kamu senang apapun akan aku lakukan”gumam Lian yin, mengusap ppi Yiwen, tanpa rasa malu beresraan di depan pegawai toko.
“Sekarang biarkan barang-barangmu, biar pegawai yang bungkus semuanya”ucap Lian yin, melepaskan tangannya dan segera mengeluarkan dompetnya.
“Maaf tuan bayar pakai kartu atau pakai uang cash”Tanya pegawai kasir.
“Pakai ini”ucap Lian yin, mengeluarkan kartu debit berwarna gold.
“Baik tuan”ucap pegawai kasir itu.
Dia begitu tidak mementingka uang, dalam hidupnya kebahagiaan orang lain nomor satu, suamiku ini benar-benar membuatku kagum. Meski dia kaya, tapi dia tidak terlihat begitu sombong. Tapi tekadang juga jengkelein, yang
membuatku geram, batin yiwen.
__ADS_1
“Sudah ayo pulang, kenapa kkamu diam saja di situ? Ada yang kurang?”Tanya Lan yin menarik tangan Yiwen agar segera pergi dari toko itu.
“Gak ada, aku hanya lapar, kita ke restaurant terdekat sini saja ya”gumam Yiwen.
“baiklah, kamu gak jadi makan di tempat tadi?’tana Lan yin.
“Gak, hari ini aku mau makan ayam goreng, bolehkan?’tanya Yiwen.
“Boleh lagian siapa jga yang larang kamu untuk makan ayam goreng, jika kamu suka aku juga suka. Asal kamu jangan ngambek terus, jelek tahu.”ucap Lian yin mencubit pipi Yiwen.
“sakit yin”gumam Yiwen.
“Udah ayo pergi jangan manja gitu”ucap Lian yin, menggenggam erat tangan Yiwen berjalan menjauh dari toko itu.
“oya katanya kamu mau bel sesuatu, kita beli baju dlu buat kau, sekalian kemeja yang bagus untuk kamu kerja”ucap Yiwen.
“Gak usah, aku bisa suruh manajerku untuk siapkan semuanya langung ke rumah”ucap Lan yin.
“tap kan bukan pilihan kamu yang cantik ini”ucap Yiwen penuh percaya diri.
“Sekarang kamu sudah percaya diri ya, nyebut kamu sendiri cantik?” Tanya Lian yin, mengusap lembut ubun kepala Yiwen.
“Iya berani emangnya kenapa, tapian aku memang cantik.’ucap yiwen.
“Baiklah” jawab Yiwen, andangannya terhenti di penjual kaca mata sampingnya.
“Yin kita eli kaca mata dulu ya, sma top, sudah lama sepertinya aku gak pakai topi”ucap Yiwen.
“Sepertinya kamu mulai ingat tentang masa lalu kamu, otak kamu tidak biasa menghilangkan kebiasaan kamu sebelumnya.umam Lian yin.
“Ingat? Tapi aku merasa memang seperti itu, dan aku seperti kebiasaanku itu tidak bisa di hilangkan. Tapi entah kenapa aku, tidak bisa mengingat semua saat bersaamu dulu”ucap Yiwen, ia mulai berjalan masuk di toko
baju khusu untuk laki-laki.
“Sekarang kamu belanja dulu, kita bahas itu di hotel saja, takutnya ada yang mendengar kita nantinya”gumam Yiwen,
“Baiklah, sekaang kamu ganti pilihkan aku beberapa kemeja”gumam Lian Yin.
Yiwen tak menghiraukan ucapan Yiwen, ia mulai masuk dan memelih beberapa kemeja dengan berbagai wrna yang ia kira cocok dengan Lian yin.
“Yin, sini”panggil Yiwen.
__ADS_1
“Ada apa syang?”Tanya Lian yin berjalan menekati Yiwen
“Ini bagus gak?”Tanya Yiwen, menunjukkan beberapa kemeja ke arah Lian yin.
“Emm..”Lian yin Nampak menimang-nimang apa yang di pilihkan Yiwen untuknya, “Bentar syang aku pilih beberapa dulu, dan saku coba nanti”gumam Lian yin.
“Siap syang, aku cari yang lainnya ya, kamu silahkan coba dulu”gumam ywen, ia berlari melihat sekelilingnya. Matanya tertuju pada toko di sampingnya. Beberapa sepatu dan higles yang sangat bagus mebuat matanya tak
berhenti untuk memandang.
“Coba aku lihat saja, sepertinya bagus, nanti kalau Lian yin sudah selesai aku ajak ke sana”gumam Yiwen.
Yiwen berlari menuju toko di sampingnya, ia mencoba beberapa sepatu snacker yang pas buat kakinya. Karena kesukaan dia saat bertugas selau menggunakan sepatu, meski hilang ingatan dia tidak lupa kebiasaannya.
“Wah.. bagus”Yiwen menatap kagum higles yang membuat iatertarik, meski tidak begitu suka memakai higles ia ingin mencoba memakainya dengan segera. Sebelum Lian yin datang mencariya nanti.
“Yiwen kamu di sini?”ucap Lian yin, yang tiba-tiba mengejutkannya.
“Yin, kamu sudah selesai coba semuanya”Tanya yiwen tersenyum tipis, ia menyembunyikan sepatu higles yang ia coba tadi d belakang punggungnya.
“Sudah aku tarus kasir, dan sudah aku bayar semuanya”gumam Lian yin. “Itu apa yang kamu sembunyikan di belakang”tabya Lian yin, yang mencoba meraih tanga Yiwen, namun Yiwen terus menghndar. Ia tidak mau jika Lian
yin tahu, ia mencoba pakai higles.
“Oh.. bukan apa-apa”ucap Yiwen, tersenyum paksa menyembunyikan rasa ragunya.
“Coba lihat”Lian yin meraih tangan Yiwen, menariknya higles di tangan Yiwen yang dari tadi terus di sembunyikan di belakang punggungnya.
“Kenapa kamu menyembuyikan ini?”Tanya Lian yin.
“eh.. bukan apa-apa, aku tadi malu denganmu kalau aku coba higles itu”gumam Yiwen.
“Kenapa harus malu, kalau kamu suka beli saja”ucap Lian yin, di jawab dengan sebuah anggukan penuh keraguan oleh Yiwen. “apa lagi yang kamu beli, sekarang aku akan bayar”ucap Lian yin.
“Gak usah yin”ucap yiwen mencoba mencegah Lan yin.
“Sudahlah”gumam Lan yin. “Mbak bungkus semua sepatu dan higles yang di coba di”ucap Lian yin.
“Yin kenapa semua, itu kebaynyakan”gumam Yiwen emegang lengan Lian yin , yang sudah berjalan mnuju ke kasir.
“Sudahah syang jangan pikir insoal uang, lagian aku bisa membuat kamu senang saja sudah bangga, istriaku initerlalu berelebihan. Sudah jangan protes lagi”ucap lian yin.
__ADS_1
“baiklah”ucap Yiwen mengerutkan bibirnya