
Plokkk.. plookkk.. plookk..
“kalian pintar juga ternyata?” suara berat laki-laki dari
balik hutan bakau, berjalan perlahan menghampirinya.
Membuat Lian yin, langsung dengan sigap menarik tubuh Yiwen
ke belakang tubuhnya.
"Kalian siapa?" tanya Yiwen, menatap ke depan
dengan tatapan tajamnya.
Srakkkk.. sraakk... suara langkah akki di balik semak-semak
membuat Yiwen dan yang lainya siap siaga seketika, ia mengeluarkan senjata
masing-masing dari balik jaket yang mereka kenakan.
"Kalian siapa? Ha.. ha.. kalian tidak perlu tahu siapa
kita," Ucap Seorang laki-laki asing di sana sambil tertawa. “Ada kucing
liar di sini tanya kita siapa?” ucap orang asing itu membuat Yiwen semakin
geram.
“Apa yang kalain lakukan di sini?”
“Itu bukan urusan kamu,”
“Jika masukke wilayah ini, nerari kalian juga urusan aku.
Apa yang kalian lakukan juag ada urusannya dengan aku”
“Kenapa kalian mengintai kita?” tanya Yiwen, dengan badan
sudah siap dan waspada, di saat tiba-tiba mereka menyerang dari berbagai arah,
mereka benar-benar sudah di kempung dari berbagai penjuru. Dan akan terasa sulit
jika menyerang di tengah hutan seperti ini.
“Changmin, lindungi Lay!!” ucap lantang Lian yin, yang
terlihat sudah, mulai panik saat melihat banyak sekali orang yang mengepungnya,
lengkap dengan senjata.
"Aku penghuni tempat ini. Dan kalian siapa? Apa ada
yang menyuruh kalian masuk di sini. Ini tempat tidak ada yang boleh masuk
kecuali pemilik rumah ini" ucap Orang di depan.
"Aku pemilik rumah ini!!" ucap yiwen tegas,
menarik tangan lian yin, yang menghalangi jalanya, untuk mundur dan berdiri di belakangnya.
Semua orang di depannya tertawa. "Siapa yang percaya
jika kalian adalah pemilik rumah ini. Rumah ini sudah di tinggal pemiliknya
pergi ke kota. Dan tidak pernah datang lagi ke sini. Hanya pendiri asli rumah
ini yang selalu datang ke sini" ucap orang itu keceplosan.
Yiwen mengerutkan keninganya.
"Pendiri Asli maksud kamu? Apa si pemilik rumah ini
pernah ke sini sebelumnya?" tanya Yiwen memastikan.
“Yiwen, kamu harus hati-hati” ucap Lian yin.
“Tenang saja” ucap Yiwen. Melangkahkan dua langkah kakinya
ke depan.
"Yiwen, sebenarnya meraka siapa? dan apa tujuannya?
Kenapa meraka mengepung kita di sini?" tanya Changmin dengan tubuh sudah
__ADS_1
siap siaga, untuk menyerang. Meraka sudah mengambil posisi dan ancang-Ancang
untuk melawan kapan saja saat lawan mulai menyerang.
"diamlah.. Dan hati-hati. Aku akan tanya padanya?"
ucap Yiwen, berjalan mendekati pria itu.
"Jangan mendekat!!" ucap Pria di depannya.
"aku hanya tanya padamu. Apa pemilik rumah ini pernah
ke sini sebelumnya. Dan siapa yang nenyuruh kamu unyuk menjaga rumah ini. Aku
yakin pasti ada hal yang berbeda. Dan bertolak belakang di sini" ucap
Yiwen, tersenyum picik, berjalan mendekat dengan langkah sangat hati-hati.
"Yiwen!! Kamu hati-hatilah" ucap Lian yin yang
terlihat juga panik, namun ia juga melindunga Lay, yang belum sepenuhnya pulih dari
lukanya.
Yiwen menodongkan senjatanya tepat berada di dada pria tak
di kenal, di depannya. "Sekarang. cepat katakan siapa yang sebenarnya
menyuruh kamu?" tanya Yiwen tegas.
“Buanglah senjata kamu, gak ada gunanya jika kamu menembak
aku” ucap pria asing itu.
" lagian Tidak ada yag menyuruhku, sama sekali"
ucap pria itu tanpa rasa takut di wajahnya.
"Kalian semua, buang senjata kalian. Lempar semua
senjata kalian ke kanan. Jika tidak tuan kalian ini akan aku bunuh!!" ucap
Yiwen, mengancam.
membunuhku" ucap pria itu penuh penuh percaya diri.
"Kata siapa aku gak bisa membunuh kamu. Aku bisa
membunuh kamu kapan saja dengan satu tembakan" ucap yiwen.
"Yiwen, bunuh saja dia." ucap Changmin, seketika
Lay langsung menutup mulutnya dengan sapu tangan yang terselip di bajunya.
"Jangan banyak bicara, Changmin!! ini bukan situasi
yang bisa di anggap remeh. Semuanya dalam bahaya. Jika kita salah gerak
sedikit. bukan hanya aku yang akan celaka lagi tapi kalian semua. Jadi kita
hanya diam saja. Dan ikuti apa kata Yiwen. aku yakin jika Yiwen punya rencana
tersendiri yang tersembunyi di balik otaknya." ucap Lay pernah percaya
diri pada Yiwen.
"Iya. Aku yakin dia tahu sebenarnya siapa orang itu,
tapi dia mengulur waktu, agar siapa dalang di balik semuanya keluar. Jika
ancaman ini terdengar ke orang itu. Gak butuh waktu lama mereka akan datang dan
membawa beberapa orang lagi. Membawa Tuan yang sebenarnya" sambung lian
yin.
"Kamu katakan atau tidak?" tanya Yiwen, menarik
asli kirinya ke atas, dengan senyum tipis liciknya.
"Boss. Semua sudah selesai.." ucap seorang
laki-laki yag berlari berjalan mendekati pria asing di depannya itu.
__ADS_1
Melihat ada ornag kagi yang berlari ke arahnya, mata Yiwen
semakin mengobar
"Kalian semua duduklah, atau aku tembak kalian semua
satu per satu" ucap Yiwen tegas, dan. Dor...
Ia melayangkan tembakan pertamanya ke tanah membuat semuanya
meloncat seketika.
"Apa yang kalian semua rencanakan. ceat bilang padaku.
karena akulah pemilik rumah asli ini. Dan aku adalah anak pendiri rumah ini.
Jika kalian memang suruha darinya. Pastin kaian tahu siapa aku. Atau kalain
hanya cari tahu siapa pemilik trumah ini, dan agara kalian bisa dengan mudah
mengambi apa yang akan aku cari dari rumah ini.” Ucap Yiwen mengeluarkan
senjatanya lagi.
"Boss. Kamu siapa?" tanya Yiwen, mendongkan
senjata dengan tangan kiri memainkan senjata itu memutar di telunjut tangannya.
Dorrr..
Tanpa melihat ke atas, sebuah tembakan Yiwen tepat mengarah
pada seseornag di balik pohon yang memang sengaja ingin menembaknya dari jarak
jauh.
“Apa kamu adalah orang suruan tuan muda kamu itu, yang ingin
menikah dengan salah satu teman aku” ucap Yiwen terus terang.
“Kenapa kmau bisa tahu?” tanya laki-laki itu.
“Yin, bersiaplah untuk memulai genjatan senjata” ucap Yiwen,
melirik tajam ke arah pria asing di depannya, ia meraih sebuah tali yang tepat
ada di atasnya, dengan tubuh menggelantung, menedang dada laki-laki di
depannya. Dan tatapan memandang ke atas.
Dor... dor.., dor...
“Lay awas,” Yiwen, menarik tangan Lay, dan.
Dorrr...
Changmin, kamu bawa pergi Lay, kita segera kembali ke
halicopter tadi. Kalian ke sana lebih dulu. Biar aku dan Lian yin yang akan
membereskan semuanya,” ucap Yiwen.
Sraakkkk,,
Yiwen menendang ranting di bawah kakinya
Praakkkkk..
Sebuah ranting mengenai beberapa senjata si tangan otiga
orang di depannya. Dan ke dua tangan Yiwen, meluncurkan beberapa tembakan
sekaligus secara bergantian
Dorr... Dorr... Dor...
“Yiwen, awas” Lian yin, meloncat di atas punggung Yiwen yang
menunduk, dan.
Dorr... Dor... Dor...
Changmin segera pergi menuju ke halicopter untuk menyelamatkan Lay lebih dulu, bukannya dia tidak
__ADS_1
bia membantu mereka. Tapi tubuhnya tidak bisa bergerak sempurna