Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Bertemu Masa Lalu


__ADS_3

lama perjalanan hampir memakan waktu 8 jam yang hanya duduk di mobil dengan hembusan Ac dan musik klasik di mobil yang terasa nyaman itu. mereka sampai di suatu tempat yang sangat asing baginya. Benar benar kota yang bagus dan tidak terlalu padat penduduk. Dan juga teknologi semuanya sudah canggih. Beda jauh di tempat ia tinggalnya dulu. Semua camera di jalan bisa mendeteksi suhu tubuh manusia jadi kita bisa melihat siapa yang benar benar penjahat atau tidak.


Yiwen beranjak turun dari mobilnya, berdiri di rumah yang sangat megah. Bahkan lebih bagus dari pada rumahnya. Ini benar benar sebuah istana negeri dongeng yang belum pernah Yiwen lihat. Rumah yang sangat besar dengan halaman rumah bahkan seperti lapangan golf. Di hiasi berbagai karangan bunga dan ada sebuah taman kecil berwarna hijau tua benar benar sangat terawat di samping rumah itu.


"Ayo kita masuk" Feng yin menggandeng tangan yiwen masuk ke dalam rumah. Melewati paviliun kecil yang berbaris sebelum masuk ke dalam rumah. Seorang pengawal sudah membukakan pintunya mempersilahkan mereka masuk.


"Tuan dan nona Yiwen sudah di tunggu di dalam" Ucap seorang pengawal menundukkan badannya.


"Baik makasih, antarkan saya masuk ke dalam" jawab Feng yin, terlihat sopan pada pelayan yang lebih tua darinya. Feng yin tak begitu tahu arah di rumah sebesar itu mau kemana. Mungkin nanti akan membuat dia masuk tak bisa keluar lagi.


"Baik tuan" Pengawal itu mulai berjalan masuk menunjukan sebuah jalan melewati banyak lorong untuk menutu ke suatu tempat yaitu ruangan si pemilik rumah mewah itu. Yiwen masih menatap kagum interior rumah itu benar benar membuat jiwa matrenya muncul.


"Ini benar-benar rumah yang sangat indah" batin Yiwen dengan tangan menyentuh diding di sampingnya yang terbuat dari marmer.


"Jangan sentuh!" Feng yin menepis tangan Yiwen.


"Kenapa kamu melarangku?" Yiwen mengerutkan bibirnya melepaskan menatap tajam ke arah Feng yin.


"Bukannya aku melarangmu, ini tempat yang asing kita tidak tau itu berlapis apa, dan jebakan atau tidak di dalam rumah ini. Kita terus berjalan hati hati jangan menyentuh barang barang di sekitar kita" pungkas Feng yin lirih agar tak terdengar oleh pengawal di depannya.


Yiwen berpikir sejenak tentang ucapan Feng yin, memang ada benarnya juga. Namun jiwa kagumnya tak bisa berhenti meskipun hanya sekedar memandangnya.


Tepat berdiri di sebuah ruangan dengan pintu putih besar di depannya tiba-tiba terbuka secara perlaman. Seperti memakai alat otomatis unguk membuka sebuah pintu .


Yiwen menatap pelayan yang berjalan di sampingnya menundukkan badanya menyapa seseorang di dalam.


Terlihat seorang duduk di kursi menghadap ke belakang depan kaca yang menembus langsung ke pemandangan taman di karangan miliknya.


"Tuan muda tamunya sudah datang" pungkas pengawal itu .


"Baik kamu pergilah" seorang laki-laki membalikkan badanya dengan tangan menghisap rokok,  beranjak berdiri melempar rokoknya ke lantai. Ia berjalan dengan sangat santai menuju ke arah Yiwen. Meraih tangan Yiwen menciumnya lembut dengan senyum menggoda.


"Selamat datang tuan putri Yiwen" Ucap seseorang yang sangat ia kenal sebelumnya.


"Jangan pernah menyentuhku tuan yang terhormat" Pungkas Yiwen mengerutkan dahinya. Kelembutan yang pura pura membuat Yiwen sangat muak. Bagaimana tidak ia dulu pernah menyakiti Yiwen dan sekarang ia pura pura menyapa dengan senyum menjijikkannya.


"Kamu pasti tidak mengenaliku" Manda hanya terdiam mengerucutkan bibirnya seolah memutar matanya malas dengan lelaki di depannya yang sok kenal itu.


namun Chengyi adalah masa lalu Yiwen lelaki yang pernah ia sukai dulu waktu dia menginjak remaja.

__ADS_1



"Baiklah, aku Chengyi senang bertemu dengan kalian Feng yin , Yiwen"  Pungkas Chengyi dengan senyum manis. Dia tahu jika Yiwen sudah mengenalinya namun ia terlihat tak mau menagmtap sama sekali wajah Chengyi.


Yiwen hanya terdiam tak menerima uluran tangan Chengyi. Ia sibuk memutar mata ke atas dengan memutar mutar mulutnya seolah tak perduli dengan perkenalan itu.


"Baiklah, sebelumnya kita kesini hanya karena paman Wo Jian, apa dia ada di sini?" tanya Feng yin dengan lirikan ke arah Yiwen yang tak perdulikan mereka berbicara.


"Oo.. paman Wo Jian dia baru saja pergi" Jawab Chengyi.


Tak menghiraukan pembicaraan mereka.


Yiwen beranjak dari ruangan itu pergi meninggalkan Feng yin dan Chengyi. Ia sepertinya sangat tidak suka dengan sambutan luhan padanya.


Cheng yi menatap Yiwen yang berjalan menjauh darinya


"Maafkan dia" pungkas Feng yin pada Chengyi


"Sudah lah gak apa-apa, mungkin dia tidak terlalu suka dengan sambutanku" senyum tipis Chengyi seolah membawa arti berbeda untuknya.


"Dasar lelaki aneh, sok suci banget padahal aku tahu dia seperti apa" Gumam Yiwen mengerutkan bibirnya ia bersendekap berjalan menuju ke ruang tamu yang tak begitu jauh dari tempatnya berdiri.


#Flash Back On.


Sepulang sekolah yiwen nampak sangat muram. Kini ia harus melihat kenyataan yang menyakitkan. Orang yang ia suka jalan dengan wanita lain.


"Yiwen!!" Teriak Chengyi berlari menghampiri nya.


"Ada apa?" Jawab Yiwen kentus. Ia merasa risih harus di ikuti terus oleh Chengyi.


"Kamu mau kemana?" Tanya luhan memegang tangan Yiwen mencegah nya pergi.


"Bukan urusanmu, sudah urusin tu pacar kamu jangan mengikutiku lagi" bentak Yiwen membuat Luhan terdiam seketika.


"Kenapa kamu seperti itu, dia bukan siapa siapa" ucap Chengyi semakin menggenggam erat tangan Yiwen mencoba menjelaskan pada Yiwen.


Yiwen mendorong tubuh Chengyi kasar hingga tersungkur ke tanah. Ia berlari menjauh dari Chengyi. Matanya terlihat mulai berkaca kaca. Saat ia benar benar suka selalu di sakiti.


"Yiwen dengarkan penjelasanku dulu" teriak Chengyu. Ia merasa sangat sakit darah segar keluar dari tangannya.

__ADS_1


Ia senyum semringai menatap luka di tangannya.


"Luka ini tak seberapa di bandingkan luka hatiku" ucapan Cheng yi sangat dewasa padahal dia masih sangat kecil baru sekolah menengah pertama kelas 3.


--0o0--


"Yiwen!!" mendengar suara Chengyi membuat Yiwen tersadar dari lamunannya.


"Sudah selesai?" tanya Yiwen dengan nada sinisnya.


"Kamu kenapa?" Chengyi mulai curiga sikap Yiwen nampak berubah judes padahal tadi dia baik-baik saja.


"Gak apa-apa aku capek hanya ingin istirahat" Pungkas Yiwen sinis. Ia masih terlihat murah dan tak berani menatap Feng yin di depannya.


"Baiklah, Cheng sudah siapkan kamar untuk kita beruda" ucap Feng yin memegang tangan Yiwen.


"Ya sudah, panggil pelayan suruh antar aku ke sana untuk berbaring sejenak. Dan jangan ganggu aku. Aku ingin sendiri" pungkas Yiwen masih terlihat kesal.


" Baiklah" jawab Feng yin.


Tak berapa lama seorang pelayan perempuan datang ke arah Yiwen.


" Iya nona!!"


"Antar aku ke kamarku sekarang" pinta Yiwen Datar. Kini senyum manis itu seolah hilang dari wajah cantik Yiwen saat bertemu dengan Chengyikenangannya.


"Baik, non." jawab pelayan menundukkan kepalanya. Ia mulai berjalan lebih dulu menunjukan jalan ke arah kamar baru Yiwen.


"Ini non, kamar buwat non Yiwen" uap pelayan menunjukan ke samping tepat ia berdiri.


"Baiklah kamu boleh pergi, aku akan berkemas sendiri" ucap Yiwen yang mulai membuka pintu yang tak di kunci itu.



Kamar yang begitu luas terlihat jelas di depannya. Benar benar berbeda dari kamarnya sebelumnya. Ia yak ingin berkemas bajunya, yiwen ingin menikmati ranjang empuk miliknya itu untuk merenggangkan ototnya yang kaku akibat perjalanan jauh tadi.


"Ahh.. " Yiwen menjatuhkan badannya ke ranjang yang terasa lebih empuk.


"Benar-benar nyaman" umam Yiwen .

__ADS_1


Tiba-tiba ia teringat tentang Lian yin, entah bagaimana kabarnya sekarang. Sejak ia pergi meningglakan Lian yin sampai sekarang ia belum tahu kelanjutan kabarnya.


__ADS_2