
Yiwen duduk bersandar di bahu kekar Lian Yin. Ia mengusap lembut rambut Yiwen. "Mau tahu banget sih istriku ini"gumam Lian yin mencubit hidung istrinya yang menggemaskan. seperti boneka lucu yang ingin selalu di cubitnya.
"Jangan gitu gak enak di lihat Ley"bisik Yiwen, dengan wajah memerah malunya.
"Kenapa kamu perdulikan Ley, dia sudah biasa seperti itu. Dia itu lebih pengalaman malahan" gumam Lian yin.
"Emang benar?" tanya Yiwen.
"Udah gak apa-apa udah biasa aku seperti ini. Lagian nasib seperti aku tidak punya pasangan memang sangat membosankan harus menderita melihat pasangan romantis. aku hanya gigit jari melihat kemesraan kalian yang membuat mataku" ucap Ley menunjukan wajah sedihnya.
"Gak usah lebay, deh. Oya, lain kali bawa pacar kamu berduaan di luar jangan di kamar terus" sindir Lian yin dengan tawa kecilnya.
"Apa sih, Yin. Gimana mau bawa ke kamar, sekarang pacar saja gak punya, gimana mau berduaan di dalam kamar coba. Setiap berduaan selalu sama Lie Wei dan itu sama-sama lelaki gak enak" gumam Ley.
"Ya gak apa-apa kan pedang-pedangan" goda Lian yin, semakin aneh.
"Gimana sama kalau sama kamu saja" ucap Ley.
"Ogah deh lebih baik aku sama Yiwen dari pada sama kamu, lagian aku ada istri kenapa sama lelaki." gumam Lian yin.
Yiwen slaing memandang gantian Lian hin dan Ley, ia nampak kikkuk dengan apa yang mereka kantakan berdua.
"Kalian ngomongin apaan sih, aneh banget gitu." ucap Yiwen yang tidak tahu apa maksud ucapan mereka yang gak jelas.
"Kamu gak usah ikut-ikutan ini masalah lelaki" ucap Lian yin tersenyum. Ia hanya senyum tipis memandang Ley.
Yiwen mengerutkan bibirnya, dengan tangan bersendekap, melemparkan wajah cantiknya berlawanan Arah.
"Ya, sudah aku pergi sekarang" gumam Yiwen merasa tak di anggap di sana.
Lian yin menarik tangan Yiwen untuk duduk kembali di sampingnya.
"Kamu mau kemana? Udah di sini saja. Udah minum dulu. Biar gak ngambek terus "Goda Lian yin. "Jangan kemana-mana temani aku di sini" ucap Lian yin tersenyum tipis.
"Tap..tap..tap.."
__ADS_1
"Doooommmm"
Sebuah asap tebal mengobar di pinggir pantai, di timbulkan dari percikan bom yang memang sengaja di lemparkan pinggir pantai.
Suara letusan di luar membuat mereka terhenti dari pembicaraan. Ley meloncar dari kursinya, tak mau lama melewati pintu, ia keluar meloncat lewat jendela dengan pendaratan yang sangat sempurna. ia bergegas lari keluar melihat suasana di luar. Merasa sangat khawatir dengan istrinya itu, Lian yin menarik tangan Yiwen agar ia selalu di sampingnya. "Tetaplah di belakangku, kita keluar bersama"perintah Lian yin. Suasana yang tidak kondusif membuat ia merasa tidak nyaman jika membiarkan Yiwen sendiri di dalam.
Perlahan mereka keluar menuju ke tempat di mana Ley menemukan sesuatu dinpinggir pantai.
Lian yin lebih nyaman jika membiarkan yiwen selalu berada di sisinya sekarang. "Ada apa Ley?" tanya Lian yin.
"Seseorang melempar bom molotof di luar, Bentar aku coba cek" Ley mulai mendekati tempat kejadian. Tak melihat siapapun di sana hanya sebuah botol kaca berisikan. surat.
"Apa ini?" gumamnya dalam hati.
"Apa itu Ley?" teriak lian yin yang masih berdiri di depan Vila.
"Kamu lihat saja sendiri nanti" teriak Ley membalas.
"Sebuah jejak kaki, Seperti jejak kaki perempuan. Tapi apakah Yhing yhi balas denda. Atau seorang wanita lain, Aku harus selidiki nanti.
Lay segera mengambil sampel pasir bekas injakan kaki itu. Lian yin bisa bantu dia untuk cek detail nantinya. Matanya yang sangat teliti dan tajam, ia menemukan helaian tambut yang ada pundak Ley. Dan Yiwen dengan cekat segera mengambilnya.
"Ini rambut siapa?" tanya Yiwen.
Lay mengamati, sebuah rambut berombak berwarna pirang. "Ini bukan rambut Yhing yhi"batinnya dalam hati.
"Lay kenapa kamu diam?" tanya Yiwen memastikan.
"Bawa ke lab, kita nanti tes dna orang itu. kita akan tahu jawabanya nanti" ucap Lian yin.
Ley masih berjalan menelusuri jejak kaki yang tertinggal di hamparan lembut pasir putih itu. Jejak itu hilang tepat di pinggiran yang memang terkena desrian lembut ombak membuat jejak itu perlahan pudar.
Merasa sudah tidak ada siapa-siapa di sana. Lah berlari menuju ke arah Lian yin, ia segera memberikan botol kaca itu.
"Itu apa?" tanya Yiwen. "Seperti surat cinta saja" lanjutnya.
__ADS_1
"Hayoo dapat surat cinta dari siapa?"ucap Yiwen.
"Bentar aku buka dulu"gumam Lian yin.
secarik surat berisikan, "Aku akan membalas dengan aoa yang kamu oerbuwat. kamu jangan bodoh meskipun ketua tidak ada masuh banyak yang menjalankan amanat darinya. Dan aku salah satunya, bahkan kamu tidak akan bisa menemukanku aku siapa"
"Hanya ini doang suratnya?" tanya Yiwen.
"Gak penting, buang saja" Yiwen meraih kertas itu meremas-remas kertas itu hingga berbentuk bola. Dan melemparnya keluar.
"Kalian gak usah teroangaruh hal itu, itunhanya strategidari mereka. Jadi sebelum bertindak kalian harus berpikir. Dari cara penukisannya dia seorang wnaita." jelas Yiwen.
"Wanita? Siapa itu? apa dia Yhing yhi. Tapi sku tahu jals jika Yhing yhi tulisan dia tidak seperti itu" ucap Lian yin.
"Nah itu kamu tahu, lagian surat itu kamu gak sadar ada apa. Jika kamu oegang terlalu lama akan membuat alergi di tapganmu. Jika msnyentuh lebih daei 5 menit makan racun itu langsung meresap dalam kulitmu." ucap Yiwen menjelaskan.
"Kenapa Yiwen jadi lebih ointar" tanya Ley pada Lian yin di sampingnya.
"Entahlah"ucap Lian yin.
"Kalian gak percaya denganku?" Yiwen mulai cemberut dengan tangan bersendekap.
"terusin cerita kamu, kenapa kamu jadi marah" tanya Ley.
"Cerita apa?" tanya balik Yiwen.
"Cerita tadi saat kamu tahu jika di kertas itu ada racun" saut Lian yin..
"Apa kalian gak tahu saat Ley membuka botol itu ada bubuk sedikit kleuar dari botol itu seperti debu. Kalian pakai logika, itu surat tintanya saja belum kering masih belepepotan, dan itu berarti orang itu baru nulis. Kalau baru nulis gak mungkin bisa berdebu. dan botol itu juga masih bagus, putih jernih. Masaka dalam botol seprti itu berdebu. Jika kamu hirup terasa menyengat, saat kamu buka debu lembut racun itu bertaburan ke arahku. Jadi aku tahu apa itu debu apa racun . Dan sepertinya aku oetnha menggunakannya dulu" gumam Yiwen, di balas dengan senyuman tipis dari Lian yin.
Dan Ley masih menganga tak percaya dengan apa yang di bicarakan Yiwen sangat detail dan teliti, bagkan dia lebih teliti dari pada dirinya. Dalam waktu beberapa detik dia bisa mendeteksi semuanya. Tapi setelah melihat apa yang di jelaskan Lian yin sangat benar.
"Kamu harus lebih hati-hati lagi dalam bertindak. Kali ini sangat berbahaya bagi kamu. Aku akan membantu kalian untuk mengintai dibagian belakang. Bukannya aku tidak mau di depan tapi Aku akan repot jika panik di depan nantinya." gumam Yiwen.
"Lian yin terdiam sejenak, melihat istrinya sudah mulai kembali pulih perlahan ingatannya. Ia merasa sangat senang. Namun ada susahnya juga. Yiwen tak bisa nurut lagi apa kata dia, Lian yin lebih khawatir tentang keselamatan dia nantinya.
__ADS_1