Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Semuanya selesai


__ADS_3

Lian yin dan Yiwen sudah sampai lebih dulu di tempatnya, ia berada di depan hotel dan memarkir mobilnya dari jauh, dengan ke dua mata mengamati keadaan di dalam hotel dari dalam mobil. Yang terparkir di kejauhan.


Mereka masih terdiam di dalam tidak langsung turun dari mobilnya, Yowen terus mentap e arah Lian yin, ia tidak tahu apa yang ada dalam pikirannya sekarang dan entah apa yang ada di pikirkan, dari hanya diam menatap ke depan tanpa suara keluar dari mulutnya. Yiwen merasa bosan dari tadi hanya keheningan di dalam mobilnya.


Yiwen menarik napasnya, memutuskan untuk mencoba bertanya pada Lian yin di sampingnya, meski ragu ia tidak mau terus berdiam diri tanpa ada solisi.


“Syang!! Apa yang akan kamu lakukan?” tanya Yiwen memecahkan keheninganndari lima menit yang lalu.


“Aku juga bingung, masih mengamati keadaan sekitar dan belum menemukan solusi yang tepat.” Ucap Lian yin tanpa menatap ke arah Yiwen.


“ya, sudah gimana kalau aku bantu kamu cari solusinya syang, aku boleh beri kamu solusi gak?” tanya Yiwen penuh keraguan dalam hatinya. Ia tidak mau suaminya itu terbebani pikiran sendiri, ia ingin selalu membantunya dalam situasi darurat seperti ini.


Lian yin menoleh ke arah Yiwen, dengan wajah bingung dan berharap akan dapat solusi yang lebih baik.


“lebih baik kamu hubungi Lay agar dia bisa memancing sebagian dari mereka pergi” ucap Yiwen mencoba memberikan solusi pada Lian yin, yang dari sampai lima menit lalu ia hanya diam, dan mengamatai situasi di sampingnya, dengan pandangan mengarah ke dalam. Banyak orang yang di jadikan sandera oleh mereka.


“Mungkin ini gara-gara Lyli mencuri dokumen itu!” gumam Lian yin dalam hatinya.


Yiwen memegang behu Lian yin, mengehntikannya dari lamunan yang entah apa yang dia lamunin. Dan Yiwen juga tidak tahu itu. “Yin kenapa kamu diam?” tanya Yiwen.


“Aku hanya memikirkan cara apa yang harus aku lakukan untuk memancing mereka pergi” ucap Lian Yin.


“Kenapa kamu gak suruh Lay saja!!” tanya Yiwen mentap ke arah Lian yin.


“EMMM” lian yin terdiam dengan mulut bergumam dan memutar otaknya untuk berpikir lebih dalam lagi, tentang rencana yang akan ia lakukan. Benar apa yang di katakan Yiwen, ia juga punya caara untuk membantu Lay agar mereka pergi dari dalam hotel itu dan Yiwen bisa menyelamatkan mereka semua.


“Baiklah, aku akan kirim pesan suara pada Lay aku yakin jika dia masih berada di dalam dan tidak keluar. Karena Lyli gak bisa dalam hal senjata, ia bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri.” Ucap Lian yin. “Dan kamu hubungi Changmin, agar dia menghubungi para anak buah kita, kita gak mungkin melakukannya sendiri. Hanya bawa dua atau tiga orang lagi, jangan terlalu banyak. Aku gak mau nantinya malah terjadi banyak korban yang berjatuhan” lanjut Lian yin menjelaskan secara detail pada Yiwen, membuat Yiwen di sampingnya hanya diam, dan menganggukkan kepalanya pelan. Ia seakan paham dengan semua yang di katakan Lian yin, dengan segera tangannya mencari ponselnya di dalam jaket. Dan jemari tangannya dengan Lihai mengetik beberapa huruf dan segera mengirimkan pada Changmin.


“Lay kamu sekarang di mana? Aku mau kamu pancing beberapa dari kelompotan itu untuk segera pergi dari depan” ucap Lian yin, yang berada di mobilnya, ia mengirimkan suara ke ponsel Lay.


Lian yin, sudah stay di depan, dan menunggu beberapa oarang pergi dari depan, agar dia dan Yiwen bisa mnyelamatkan mereka semua dengan segera.


“Yiwen, kamu selamatkan mereka semua lebih dulu, aku akan memancing sebagian dari mereka juga membantu Lay.” Ucap Lian yin.


Yiwen terkejut dengan keputusan yang di ambil suaminya itu, ia memegang tangan Lian yin, mencegahnya untuk pergi. “jangan pergi!! Aku gak mau kamu dalam bahaya nantinya” ucap Yiwen , dengan wajah nampak muram, dan khawatir dengan keadaan Lian yin. “Gimana kalau kamu kenapa-napa, aku gak mau, bukannya kamu ibgin punya anak dulu” lanjutnya dengan wajah penuh harapan agar Lian yin tetep di sampingnya.


Lian yin tersenyum, mengusap beberapa detik rambut Yiwen. “Yiwen syang!! Jangan khawatir dengan aku, aku gak mungkin kenapa-napa. Lagian aku hanya memancing mereka keluar agar kamu bisa menyelamatkan mereka.” Ucap Lian yin. “kamu apa tega melihat banyak korban berjatuhan nantinya. Aku akan kembali padamu, jangan khawatir ya syang!!” lanjutnya dengan nada lembut,


“Tapi---“


“Udah percaya dengan aku, agar kita bisa menyalamatkan semua orang itu yang penting” gumam Lian yin, yang beranjak keluar dari mobilnya.

__ADS_1


Yiwen dengan terpaksa menuruti apa kata Lian yin, meskipun ia merasa ragu takut terjadi apa-apa dengan suaminya itu. Tapi mau gimana lagi, ia tidak bisa melihat banyak koban nantinya. Apalagi dalam hotel itu ada ratusa orang, buakn sedikit.


 


Lay yang sudah mendengarkan sebuah pesan suara dari Lan yin ia segera bertindak.


“Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya Lay?” tanya Lyli, melirik ke arah Lay yang masih tetap berdiri di sampingnya.


“Aku akan memancig mereka, Lian yin mungkin akan menyelamatkan mereka dulu. Baru akan melawan. Aku tahu dia pasti tidak mau ada banyak korban nantinya” ucap Lay, tersenyum tipis mentap Lyli yang kini duduk di tangga, tepat di belakangnya.


“Tapi, aku gak mau kamu pergi, aku gak mau jika kamu kenapa-napa” ucap Lyli, mencoba memegang tangan Lay, ia tidak mau jika Lay dalam bahaya.


“Semua ini salah aku, aku gak mau kamu dalam bahaya, biarkan aku saja yang memancing mereka pergi” lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.


Lay menarik napasnya. Memegang ke dua bahu Lyli dengan badan sedikit menyondong. Ia tersenyum tipis mengusap lembut rambut Lyli membuat Lyli terdiam, sentuhan hangatnya membuat hati Lyli merasa lebih tenang. “Kamu jangan kemana-mana, kamu tetap di sini, aku akan pikirkan cara agar kamu bisa keluar dan temui Yiwen di luar.” Ucap Lay.


Lyli menepis tangan Lay, lalu memegangnya sangat erat, seakan ia tidak mau kehilangan dia nantinya. “ Aku gak mau kamu dalam bahaya, biarkan aku yang memancing mereka. Ini semua salah aku, aku yang akan menanggung semuanya. Jangan ambil resiko” ucap Lyli bangkit dari duduknya, ia tidak bisa semua orang menanggung kesalahan yang ia buat. Lyli beranjak pergi, namun dengan sigap Lay, menarik tangan Lyli ke belakang, dan dia segera pergi berlari memancing mereka. Meninggalkan Lyli di tangga.


“Lay!” ucap Lyli lirih dengan salah satu tangan menjulur ke depan.


Lay melirik ke arah Lyly ia hanya mengedipkan matanya memberi kode pada Lyli agar tetap stay di tempatnya, “Hai kalian!!” ucap Lay pada semua orang di depannya, dan segera berlari keluar.


“Kalian kejar dia!!” ucap salah satu ajudan dengan suara lantangnya, dan beberapa orang mengejar Lay. Dan tidak lama Lian yin datang berjalan dengan sangat santainya mendekati beberapa orang di sana.


“jadi kamu yang mencuri file kita dan bekerja sama dengan wanita sialan itu?” tanya salah satu ketua dari mereka.


“File itu ada di tangan aku, dan akau serahkan pada kalian jika kalian ikut aku ke belakang gedung ini. Biarkan mereka semua di sini, kalau kalian gak mau mereka semua kabur, silahkan kunci saja dari luar” ucap Lian yin, ia tahu jika Yiwen pasti bisa membukanya, jadi ia tidak perlu repot-repot lagi, dan Changmin juga pasti akan segera datang.


“Baiklah, tapi kamu harus sendiri jangan ajak siapapun!!” ucap salah satu ajudan.


“Siapa takut, aku akan keluar lebih dulu” ucap Lian yin, membalikkan badannya dan beranjak keluar.


“kalian semua diam di sini, jangan ada yang berani keluar.” Ucap ajudan dengan nada tinggi, dan ada dua ajudan yang berjaga di sana menodongkan sebuah senjata pada mereka.


“Lian yin!! Apa yang dia lakukan, kenapa dia harus berbuat itu untuk memancing mereka, semua salahku... semuanya aku yang memulainya...”


Lyli tidak bisa tinggal diam sekarang.


Semua yang berada di lobi hotel hanya diam, dan Lyli yang melihat kejadian itu, memutar otaknya untuk berpikir langkah apa selanjutnya yang jarus ia lakukan untuk menolong orang yang ada di dalam. Lyli melihat sekelilingnya, ia beranjak naik lagi ke atas dan menuju sebuah gudang di hotel itu untuk mencari balok kayu yang bisa ia gunakan melawan mereka.


Suasana nampak sangat hening, dan pintu hotel tertutup rapat, Ia melihat Yiwen bersembunyi dan segera membuka pintunya. Ia memberi kode pada Lyli untuk memukul dua orang ajudan yang ada di depannya ityu. Dan...

__ADS_1


BUUKKKKK.... BUKKKK


beberapa pukulan mengenai leher belakang dua ajudan itu bergantian dengan sangat cepat, Lyli segera mengambil senjata yang masih di tangan dua ajudan itu dan melemparnya ke depan dan entah jatuh ke mana. Yiwen yang menyadari kondisi sudah kondusif ia berusaha membuka pintunya dengan keahlian yang ia punya. Tak butuh waktu lama jemari tangan Yiwen begitu cepat membuka pintu hotel dan segera membawa semua orang yang ada di dalamnya keluar.


“Lyli kamu bawa mereka semuanya pergi ke tempat yang aman, aku akan mencari Lay dan Lian yin. Dan jika kamu bertemu dengan Changmin bilang jika Lian yin di belakang” ucap Yiwen dengan nada tergesa\-gesa.


“Baiklah, aku mau kamu cepat bantu mereka, aku gak bisa biarkan mereka terluka. Karena ini semua salah akuy” ucap Lyli menundukkan kepalanya.


“sudahlah, jangan terlalu di pikirkan soal itu, kita bisa bicarkan bersama nanti tentang masalah yang terjadi. Aku harus segera membantu mereka sekarang. Aku serahkan semua yang ada di sini padamu” ucap Yiwen menepuk pundak Lyli dan berlari keluar mencari Lay.


 


“Kalian semua, emangnya aku terlalu bodoh terus berlari” ucap Lay, menghintikan larinya, dengan senyum piciknya, membalikkan badannya ke belakang. Tanpa ada senjata dari tangannya, ia melawan lima para ajudan dengan senjata di tangan mereka masing-masing.


BUKKKK..


Sebuah tendangan langsung mengenai wajah salah satu dari mereka, dan kaki Lay menendang tangan yang memegang senjata ingin menembaknya ke arahnya.


PRAKKKK...


BUKKK... BUKKKK..


Beberapa stendangan bekali-kali melintas dengan cepat ke arah mereka, membuat mereka bergelempangan di bawah.


DORRRRR.


SRETTT.. PRAKK.


lay menendang senjata di tangan salah satu dari mereka, membuat tembakan mengarak ke udara.


DORRRR..


Yiwen yang mendengar suara tembakan ia berlari menuju ke belakang, dan Lian yin juga berlari ke arah yang sama, ia menghindari para ajudan berenjata yang terus mengejarnya, untuk memancing dia ke belakang.


“kamu mau lari kemana?” tanya salaha satu ajudan dan,


DORRRR, tembakan melintas tepat di samping Lian yin, ia yang dengan sangat cepat dan lihainya bisa mendengar jika mereka akan melayangkan tembakan, ke arahnya. Dengan sigap ia menghindar.


"Kalian tidak akan bisa mengenaiku" gumam Lian dengan senyum piciknya.


"SIALAN!! KEJAR DIA!!" teriak lantang ajudan dan berlari mengejar Lian yin yang berlari ke brlakang hotel, menuju ke arah Lay.

__ADS_1


"gimana?" tanya Lian yin, menepuk pundak Lay yang terlihat sudah selesai menuntaskan semuanya dengan sangat mudah, bahkan tanpa senjata di tangannya.


__ADS_2