Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
kekesalan Lie Wei dengan gadis kecil


__ADS_3

“Lie Wei beranjak masuk, turun dan masuk ke dalam rumah


Lian yin, cuaca saat ini nampak sangat panas membuat dia tidak betah lama-lama


di luar. Ia menghentikan langkahnya. Melirik sekilas ke arah Amerta, yang masih


mentap pemandanga di bawah, tepat di taman belakang rumah Lian yin, yang memang terlihat indah datiatas rumahnya.


“Waahhh.. sepertinya rumah ini bagus, dari pada rumah aku,” gumam Amerta, dengan mata berkaca kagum. Melipat ke dua tangan ke atas dadanya.


Changmin menarik satu sudut bibirnya, “Apa yang di lakukan gadis itu,” pikinya dalam hati.


Boby berjalan mendekati Lie Wei, menepuk-nepuk bahunya,


“Kita masuk ke dalam lebih dulu, aku ingin bicara sama kamu.” ucap Boby, dengan


wajah seriusnya.


“Bagaimana dengan gadis kecil itu?” tanya Lie Wei, tanpa melirik ke arah Boby. Pandangan matanya masih tertuju pada gadis kecil aneh yang sekarang ada di depannya.


“Apa juga kamu pikirin gadis itu, dia bukan siapa-siapa kita, lebih baik bawa dia pergi saja dari sini. Pulangkan ke rumahnya,” sambung Ley.


Amerta menoleh ke belakang, dengan mata menyudut tajam ke arah tiga laki-laki yang berdiri di belakangnya. Bibir yang semula tertarik ke bawah, kini meulai menarik bibirnya kembali tersenyum. Berjalan mendekati pria di depan pandangannya itu.


“Hey.. kakak semuanya. Kak Boby, dan kamu.. em, aku lupa nama kamu. Dan, kamu.. aku juga lupa kamu siapa. Hmmm, bentar.. bentar, aku coba ingat-ingat lagi...” ucap Amerta, menunduk ke sekian detik, mengingat nama


laki-laki yang ada di depannya itu.


“Ahh.. sudah, lah. Aku gak ingat, nanti


kita bisa kenalan lagi ya,” lanjutnya, menarik ke dua sudut bibirnya membentuk


senyuman tipis, namun bahkan membuat laki-laki terpikat. Tapi tidak dengan dua


laki-laki di depannya. Yang hanya menganggap gadis itu aneh. Dan Boby, memang sudah lama suka denganya, tapi ia tidak mau cerita denganya. Dan sekarang ia


lebih mengagap dia sebagai adiknya.


Lei Wei mengerjapkan ke dua matanya beberapa kali, raut wajahnya berubah sedikit ngeri. Di benaknya mulai muncul beberapa pertanyaan.

__ADS_1


Apa dia benar adik Mei? Tapi kenapa dia berbeda jauh dengannya? Gadis ini sangat gila? Dan Mei lebih suka serius dalam segala hal, kecuali saat denganku. Dia lebih mudah


bercanda.


Lie Wei segera menyadarkan dari lamunannya cepat. “Kalau kamu lupa, gak usah di ingat. Aku juga tidak mau kenal dengan kamu.” ucap Lie Wei jutek.


Amerta, tidak perdulikan, apa yang di katakan Lei Wei, tubuh dan pandanganya berkeliling melihat ke bawah.


“Dasar gadis aneh,” gumam Lie Wei, menggelengkan kepalanya.


“Memang dia aneh!! Tapi karena yang bawa kamu. Jadi kamu harus mengembalikan dia secepatnya,” lanjut Ley, melangkahkan kakinya lebih dulu berjalan mendahului Ley Wei dan yang lainya.


Tak lama gadis itu, membalikkan tubuhnya cepat, matanya kembali menyudut tajam. Membuat Lie Wei merasa ngeri sendiri.


“Aku masuk duluan,” ucap Amerta berlari menubruk bahu Lei Wei dari belakang. Berlari lebih dulu mendahului dua laki-laki yang masih berada di belakangnya.


 Laki-laki itu mentap tajam, “Apa yang kamu lakukan?” tanya Lie Wei kesal, dengan wajah sudah mulai merah padam di buatnya.


“Aku mau masuk ke rumah dia dulu. Seorang laki-laki yang sepertinya bersama istrinya tadi,” ucap Amerta dengan wajah polosnya. Ia mengeluarkan senyum termanisnya, yang dia miliki, lalu melanjutkan larinya. Beranjak turun


ke bawah.


Ley, menarik bibirnya tipis. Menoleh ke belakang, melihat Boby dan Lie Wei berjalan mendekat ke arahnya.


Ley Menepuk pundak Lie Wei. “Lihatlah apa yang kamu lakukan? kamu bawa gadis aneh itu masuk ke rumah. Sudah kakaknya kamu bawa ke rumah. Eh, ternyata dia hanya mata-mata, dan sekarang ada lagi adiknya. Lebih


aneh lagi dari pada kakanya..” ucap Ley, mencoba mengingatkan.


Lie Wei hanya bisa menarik napasnya dalam-dalam, ia mencoba untuk bersabar menghadapi gadis itu. “Aku saja juga menyesal telah membawanya. Sekarang aku harus bawa dia pulang. Sebelum semua orang tadi datang mencari dia, dan mencari gara-gara di rumah ini,” ucap Lie Wei, dengan langkah ringan menuruni anak tangga. Di iringi dua pasang kaki lagi di samping dan belakangnya.


“Lagian kenapa juga tadi menolongnya, dia di tinggal tengah laut saja gak akan mati.” ucap Ley, menepuk-nepuk bahu Lie Wei, dan berjalan mendahului Lie Wei.


“Kamu harus segera bawa dia” lanjut Ley, tanpa menatap ke arah Lie Wei.


“Huuuhhh..Boby apa menurut kamu dia gadis baik?’ tanya Lie Wei.


Boby yang semula hanya diam, tanpa berani banyak bicara dengan dua laki-laki yang telah menolong dan membawnaya pergi tadi. Ia sudah tidak mau cari masalah. Kini ia mulai membuka mulutnya.


“Apa kamu tertarik dengannya?” ucapan Boby seketika membuat Lie Wei melebarkan matanya, dengan wajah terekejut.

__ADS_1


Lie Wei menarik satu sudut bibirnya tipis, “Apa yang kamu bilang? Aku hanya tanya, karena aku gak mungkin dia bikin masalah di rumah ini,” ucap Lie Wei, menggelengkan kepalanya pelan. Memegang kepalanya beberapa detik, yang terasa sangat penat. Kesalahan yang membuat ia benar-benar pusing, harus membawa gadis aneh itu. Entah dia bisa berguna atau tidak di sini.


Ketinga laki-laki itu seketika menhentikan langkahnya. Saat melihat beberapa orang masih tergelatak kesakitan di lantai, matanya


berkeliling menatap ke depan. Ia melihat beberapa ambulan masih terparkir di depan rumahnya.


“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Lie Wei.


“Lebih baik kamu sekarang pergi temui Grace, dia sekarang lagi sakit di kamarnya.” Ucap Yiwen, yang sangat cemas memikirkan ke adaan Grace, tapi ia tidak bisa membantunya dulu. Dan lebih memilih membereskan semua yang berantakan di rumahnya, sebelum para musuh itu pergi di bawa ambulan.


“Emangnya kenapa dia? Apa dia terluka lagi? Siapa yang berani melukainya?” tanya Lei Wei beruntun, pandangannya tertuju pada gadis kecil yang ia bawa tadi. Ia menatap tajam ke arahnya.


“Apa kamu gak sadar, dia yang mencoba melawan semuanya. Bahkan sepertinya dia melindungi Lyli, sekarang dia tergeletak di ranjangnya, bersama dengan Lyli. Lebih baik kamu sekarang pergi, lihatlah dia.” Pinta Yiwen.


“Ley, dan kamu entah siapa. Bantu kita.” Sambung Lian yin.


Lie Wei beranjak berdiri, melihat gadis kecil yang ia bawa tadi, entah kenapa pikirannya mulai curiga dengannya. Dengan mata menatap tajam penuh api kemarahan yang terlihat mengobar sekujur tubuhnya, ia melangkahkan kakinya berjalan mendekati Amerta.


“Apa yang kamu lakukan?”


Amerta mengernyitkan matanya, menoleh ke sumber suara di belakangnya. “Maksud kamu?’ tanya Amerta heran.


Lie Wei memegang lengan gadis kecil itu, mencengkramnya sangat erat. “Apa yang kamu lakukan di sini. Pasti kamu yang buat ulah ini kan, sekarang kamu harus tanggung jawab, karena kamu teman aku jadi terluka lagi, dia masih sakit. Dan belum sepenuhnya pulih.” Ucap Lie Wei menunduk, menunjukkan wajah sedihnya. “Apa kamu tahu, dia belum belum sembuah dan sekarang dia


merasakan bekas lukanya yang masih sakit,”


Amerta mengerutkan keningnya, menatap bingung ke arah Lie Wei. Dengan bibi meringis kesakita.


“Lepaskan dulu tangan kamu,” ucap Amerta, mencoba melepaskan cengkraman erat Lie Wei


“Lepaskan dia.” Saut Boby, meraih tangan Changmin yang


memuat gadis yang di sukai-nya kesakitan.


“Dia gak salah, dan dia bukan dalang dari semuanya. Nanti jika semua sudah beres. Aku akan ceritakan semuanya pada kalian” jelas Boby.


“Itu, denger. Aku itu gak salah.” Saut Amerta kesal. Dengan tangan mengusap bekas cengkraman Lie Wie yang maish teras sangat sakit. Mungkin, nanti akan menimbulkan bekas keabuan.


“Iya, maaf!!” menunduk minta maaf, dan melangkahkan kakinya pergi. Dengan langkah semakin cepat, ia berjalan menaiki anak tangga menuju ke akmar Grace, jika belum melihat ke adaan Grace ia belum bisa, merasa sangat tenang.

__ADS_1


__ADS_2