
Lian Yin pov.
"Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Yiwen menghubungiku sampai 10 kali." gumam Lian yin, duduk di rajangnya sembari menatap layar ponselnya yang kini masih menyala.
"Syang!! Ada apa?" tanya Yhing yhi, memeluk tubuh Lian Yin dari belanang, dia mengusap dada Yin lembut dengan dagu menyandarkan di pundak Lian yin. Wanita dengan baju seksi itu tak segan menggoda Lian yin.
"Gak ada apa-apa, sekarang cepat pergilah!!" ucap Yin.
"Kenapa? Apa kamu tidak mau tidur denganku," ucap Yhing yhi, mencium pipi kiri Yin, dengan tangan melingkar di lehernya.
"Aku masih belum ouas," goda Yhing yhi.
"Pergilah!! Sebelum semuanya tahu. Atau aku akan membatalkan pernikahan kuta," ucap Lian yin.
"Jangan!! Aku gak mau pernikahan kuta batal," ucap Yhing yhi, menarik tangannya, dan mulai merangkak lalu tidur dengan tumpuan paha Yin.
"Aku boleh tidur sini, aku ingin kamu manjakan aku sekarang," Yhing yhi memiringkan tubuhnya ke kiri, mencoba menggoda Lian yin lagi.
Shitt.. Wanita itu membuat aku tak bisa menahannya lagi. Dia benra-benar wanita murahan yang gampang sekali merayu laki-laki. Bahkan tubuhnya saja pasti sudah di jamah banyak laki-kaki.
"Jangan lakukan itu lagi," ucap Yin.
"Kenapa? Padahal aku tahu kamu masih ingin, gara-hara telepon tadi kamu menyudahi permainan kita," ucap Yhing yhi, menarik tangan Yin, membiarkan dia menyentuhnya seperti yang di lakukan tadi.
"Apa kamu ingin sekarang!!" tanya Yin.
"Sentuh aku!!" ucapnya.
Yin mulai menyentuh tubuh Yhing yhi gang memang dari tadi terbuka membuat dirinya sebagai laki-laki tak bisa menahannya. Lagian sudah lama juga tidak pernah di puaskan istri sendiri. Dan istrinya malah memuaskan laki-laki lain setiap harinya. Pikiran itu yang membuat Yin merasa sangat kesal dan mencari pelampiasan.
Yhing yhi menjatuhkan tubuh Yin, dia mengecup lembut bibir Yin, menggulumnya penuh gairah. "Sudah!! Jangan seperti ini lagi," ucap Yin memegang ke dua bahu Yhing yhi.
Kenapa? Sudah nanggung seperti ini. Dan lihatlah milik kamu!!"
"Aku gak mau!!"
Yhing yhi menarik tangan Yin, menggulum bibirnya lagi.
Tok.. Tok... Tokk..
Yin apa kamu di dalam?" suara laki-kaki itu membuat Lian yin mendorong tubuh Yhing yhi, hingga terjatuh berbaring di ranjang.
"Sepertinya aku harus pergi!!" ucap Lian yin, beranjak dari ranjangnya.
"Kamu mau kemana?" Yhing yhi segera memeluk pinggang Yin sangat erat, mencegahnya untuk pergi.
"Lepaskan!!" ucap Yin, melepeskan tangan Yhing yhi di perutnya.
Dia segera membuka lemarinya, memakai baju secepat kilat. Dan tak lupa dia meraih ponselnya.
"Yin!!" teriak Yhing yhi. Tak di perdulikan sama sekali oleh Yin.
"Ada apa?" tanya Lian yin berjalan menjauh dari kamarnya, an di ikuti oleh Changmin yang menyusul berjalan di belakangnya.
"Aku sudah menyiapkan semua bukti untuk memasukan Jack ke dalam.penjara. Besok kita akan segera pergi ke rumahnya. Sekalian kita bawa Yiwen kembali." ucap Changmin.
"Bagus!! Kita besok pagi-pagi akan jemput Yiwen" Yin duduk di sofa dengan duduk menyilangkan kakinya.
"Ubtuk persiapan pernukahan Lay sudha seleesia semuanya. Dan rumah untuk dia juga sudha siap,"
"Kapan kamu jyg akan menikah?" tanya Lian yin.
"Hehe.. Kalau itu.." Changmin tertawa sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal itu .
__ADS_1
"Kalau kamu susah cari pasangan. Aku bisa carikan apsangan unyuk kamu,"
"Kakak kamu gimana?" tanya Yin membaut Changmin terdiam.
Sebelumnya setelah kejadian di Goa, Yin langsung mengajak Changmin dan Luhan untuk pulang. Tapi karena Luhan yang merasa dirinya tak pantas bersama dengan yang lain. Dia pergi bersama Grace. Dan entah kemana dia sekarang, mereka sudah menikah atau masih tetap sama. Changmin juga tidak bisa menghubungi ke duanya. Bahkan nomor Grace juga sudah tidak aktif. Sepertinya memang sengaja Grace ingin melupakan Changmin dan memilih bersama Luhan.
Saat di rumah Yin memberi tahu Changmin jika Luhan adalah kakaknya. dia langsung terkejut bukan main. Bahkan sempat shok tak percaya. Gimana bisa kakak dia adalah Luhan yang sekarang akan menikah dengan orang yang paling dia sukai. Meski merasa sangat kecewa. Perlahan Changmin mulai bisa menerimanya. Dan merelakan kakaknya bahagia, sampai sekarang juga dia terus mencari Luhan yang entah kemana dia pergi.
------
"Aku gak tahu di mana dia sekarang?" ucap Changmin menunduk.
"Aku akan bantu kamu cari, lebih baim segera periksa semua penerbangan dan semua penumpang kapal dua minggu lalu."
"Sudah semuanya. Tapi sepertinya dia membawa mobilnya dia tidak naik pesawat atau kapal. Dia naik mobil pergi dari kota ini!!" wajah Changmin mulai sedih, ia mengusap wajahnya berkali-kaki mencoba menghilangkan kesedihannya.
"Sabar!! Kita pasti biaa menemukan kakak kamu lagi!!"
"Iya!! Makasih atas bantuan kamu. Dan entah jadi apa jika aku tidak ada kamu dulu!!" ucap Changmin. Mencoba tersenyum di hadapan Lian yin.
"Yin!!" panggil seorang laki-kaki yang berdiri teoat di sampingnya.
Kian yin menoleh, dia menatap wajah kakaknya di depannya dengan istrinya yang tak pernah jauh dari tubuh kakaknya. Seakan seperti perangko yang selalu menempel kemanapun dia pergi.
"Kak!! Kenapa selalu bawa istri kemanapun kakak pergi? Apa ke toilet juga kakak bawa?" tanya Yin menggoda.
"Hehe.. Kamu bisa saja." Ucap Chen sambil tertawa. "Lagian dengan istri harus tetap romantis kemanapun dan di manapun. Dan dia bagaikan bunga hang selalu mengharumkan aku. jadi aku gak mau jauh denganya."
"Kakak beruntung dapat istri seperti dia cantik dan juga baik. Bahkan dia hanya di miliki kakak seorang." Yin menundukkan kepalanya.
"Iatri aku sekarwng di sentuh alki-laji lain karena kebodohanku."
"Bukanya kamu sudah akan menikah. Lebih baik kupakan saja dia. Carilah wanita yang benar serius mau menikah denganmu. Dan membangun keluarga yang romabtis bersama" jelas Chen.
"Apa?" saut Brayen yang shock mendengar apa yang di katakan Chen.
"Aku tidak mau kmau menolaknya. Dan pernikahan akan di adakan besok sore."
"Tidak!! Dia hanya boleh menikah denganku," saut Yjing yji berjalan dengan langkah penuh kekesalan.
"Reysa wnaita baik. Dan dia amsih bekum di sentuh laki-laki," kelas Chen.
"Tidak!! Yin kamu akan meniakh denganku, kan?"
"Maaf!!"
"Yin bukanya kita sudha berhubungan. Tapi kenapa kita tidak jadi menikah."
"Changmin, Brayen usir wanita itu bawa dia keluar," pinra Chen.
"Baik!!" Mwreka segera menegang tangan Yhing yji dan menyeretnya keluar dari ruamhnya.
"Kamu perhi atau aku akan amsukan kamu ke dalam oenjara!!"
"Dasar laki-laki sialan!!" umat Yhing yhi, yang duduk tersungkur.
Dan Changmin dengan Brayen tak perdulikan itu, mereka segera kembali ke dalam rumah.
-------
"Bagaimana Reysa apa kamu mau menikah dengannya?" tanya Istri Chen.
"Terserah kak Chen!!" ucap Reysa lirih.
__ADS_1
"Tapi kak...."
"Aku tidak mau mendengar kata penolakan. Besok kamu menikah!!" potong Chen tak memberi celah Yin berbicara.
"Kenapa begitu mendadak?" tanya Lian yin.
"Aku gak mau kamu berurusan dengan wanita murahan itu lagi,"
"Siapa maksud kakak?" tanya Yin.
"Dua wanita bersama kamu semuanya murahan. Dan audha banyak di senyuh laki-laki lain. Dan Yiwen yang kamu banggakan. Bahkan sudha pernah tidur dengans iapa saja. Apa kamu amsih amu denganya?"
"Aku amsih cinta denganya!!"
"Kamu juga akan cinta dengan Reysa jika kamu sudha menikah denganya. Dia sangat baik, dan bisa jadi istri yabg kamu idamkan. " jelas Chen, segera duduk di depan Lian yin.
Aku gak akan bisa melupakan Yiwen, dan aku juga tidak akan mungkin jika menikah dengan Reysa. Aku juga gak bisa menolak apa yang di katakan kakak. Bagi aku dia orang yang patut aku hormonis sekarang. Hanya dialah keluarga aku satu-satunya.
"Kak apa pernikahan aku tidak terlalu cepat?" tanya Lian yin.
"Tidak, jangan masalah soal gaun, aku bisa pesankan seratus gaun sekalipun dan Reysa bisa memilih salah satu dari gaun itu nantinya,"
"Kalau soal pernikahan aku sudah menyiapkan semuanya dan pernikahan itu akan di dalam sangat meriah. Banyak tamu penting yang datang, semua keluarga Reysa juga." lanjut Chen.
Sial! Sial! Apa hang harus aku lakukan sekarang. Kakak venar-benar memaksa, gimana dengan Yiwen. Aku besok harus menyelamatkannya.
"Sekarang aku tinggal kalian berdua. Dan jangan lupa bicara soal pernikahan kalian," Chen beranjak berdiri kembali dan beranjak pergi, Dan Brayen dengan Changmin juga pergi meninggalkan Reysa dan Lian yin duduk bersebelahan.
"Apa kamu mau menikah denganku?" tanya Yin.
"Aku gak bisa menolak kata kakak Chen!!"
"Kenapa?" Yin memiringkan duduknya menatap Reysa.
"Dia sudah aku anggap kakak aku sendiri." jelas Reysa. "Apa kamu akan membatalkan pernikahan kita?" tanyanya.
"Emm.. Aku tahu ini mendadak. Dan aku tahu ini bukan yang kamu inginkan. Di hati kamu hanya Yiwen. Tapi ini permintaan kakak kamu, apa kamu bisa menentangnya!!"
"Iya!! Aku memang gak bisa menentangnya. Tapi, aku bingung apa aku harus menikahi kamu atau tidak. Aku gak mungkin punya dua istri."
"Tapi bukanya kamu sudah cerai dengan Yiwen."
"Surat itu hanya akal-akalan Jack. Dan aku belum pernah sama sekali menceraikannya."
"Apa kamu akan kembali dengannya,"
"Iya, aku ingin kembali dengannya. Bersamanya!!"
"Tapi maaf!! Aku gak bisa membantu kamu!!" ucap Reysa menunduk. "Aku gak bisa menolak apa yang di perintahkan Chen padaku!" jelasnya meneteskan air matanya.
"Aku begitu bodoh!! Mau menikahi orang yang masih punya istri!!" ucap Reysa, Yin mengusap lembut rambut Reysa.
"Sebelum kita menikah besok. Aku ingin kamu ijinkan aku pergi sebentar. Aku ingin menyelamatkan Yiwen. Setelah itu aku akan kembali lagi menjalani pernikahan kita.
"Apa kamu yakin?"
"Iya? aku juga gak mungkin menolak apa yang di katakan kakak aku!!" ucap Yin.
"Baiklah!! Kuta akan jalani bersama mulai dari nol!!" ucap Reysa memeluk tubuh Lian yin sangat erat.
"Makasih!!"
"Tapi kamu jangan bilang siapa-siapa besok." ucap Yin, mengusap punggung Reysa yang sebenarnya dia hanya menganggapnya sebagai adik.
__ADS_1