Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Bertemu Tao


__ADS_3

" Kalian kenapa bisa jalan berdua? Apa kalian sudah saling kenal sebelumnya" tanya Lian yin, yang terlihat terkejut melihat kebersamaan mereka.


"Aku kebetulan bertemu dengan istri kamu di depan kamar ku"ucap Lyli, dengan senyum ramah. Memandang Lian yin ia tidak bisa berhenti mengingat kenangan masa lalu bersamanya. Saat pertama kali ia menyatakan cinta pada Lian yin di depan umum, dan di tolak mentah-mentah oleh Lian yin, di sekolah di depan semua orang.


Rasa sakit itu seakan masih menbekas, namun sekarang ia sudah berusaha menganggapnya teman. Karena Lian yin sudah menjaganya, saat di sydney dia rela membayar orang untuk menjaganya, dan memperlakukan dia seperti ratu.


"Kenapa kalian saling menatap gitu?" tanya Yiwen, berdiri di samping Lian yin.


"Enggak, sekarang ayo cepat kita berangkat"ucap lian yin, menggemgam tangan Yiwen berjalan emnuju ke mobil yang sudah terparkir di depan pintu masuk.


"Aku sudah ambilkan mobil di depan"ucap Lay.


"Baiklah, kita cepat masuk. Sudah gak ada waktu lama lagi."ucap Lian yin, segera masuk ke dalam mobilnya.


"Yiwen, kamu sudah siapkan semuanya. Lencana itu sudah kamu bawa kan?" tanya Lian yin.


"Bentar, lencana? Aku taruh di mana ya?"ucap Yiwen, yang tiba-tiba kepikiran soal lencana itu.


"Kenapa kamu bisa lupa sih? Sekarang kita balik lagi ambil lencana itu, kalau tidak ada itu kita tidak nungkin bisa masuk ke kota timur"ucap Lian yin, menarik tangan Yiwen keluar dari mobil dengan langkah kaki sangat cepat. Ia segera menuju ke kamarnya, yang kebetulan sudah di buka lagi oleh pegawai untuk membersihkan kamarnya yang baru saja ia pakai.


"Kamu simpan di mana? Coba ingat-ingat lagi kamu bawa bendan itu waktu di mana saja." Tanya Lian yin panik.


"kemarin bukannya masih di sini?" ucap yiwen, dengan menunjuk ke meja kecil samping ranjangnya.


"Eh.. kamu lihat barang yang ketinggalan di sini gak"ucap Lian yin dengan nada kerasnya. Membuat pegawai itu bergidik takut.


"Gak.. ada tuan"ucapnya terpatah-patah. zSemua pegawai yang bertugas itu hanya menundukkan kepalanya takut.


"Jangan bohong, cepat katakan"bentak Lian yin. Berjalan mendekati salah satu pegawai dan menarik kerahnya.


"Maaf tuan, saya baru saja masuk, memang gak ada tuan yang ketinggalan di sini. Kalaupun ada juga saya sudah memberikan ke pihak receptionis agar mengumumkan kepada pengungjung."ucap pegawai itu.


"Shiittt.."Decak kesal Lian yin, mendorong tubuh pegawai itu.


Yiwen yang melihat amarah Lian yin sangat menakutkan, ia segera mendekatinya. Mengusap lembut dadanya, dengan sentuhan jemarinya, seakan mampu membuat tenang hati Lian yin sejenak.


"Yin, sudahlah. Kasian mereka tidak salah, mungkin memang sudah hilang. Kita pikirkan cara lagi. Udah sekarang ayo kita pergi dari sini"ucap Yiwen, menarik tangan Lian yin, segera keluar dari kamar hotel itu.

__ADS_1


"Syang, kenapa kamu menarikku keluar aku yakin mereka tahu di mana, gak mungkin mereka tidak tahu"ucap Lian yin kesal.


"Sudahlah, kita pikirkan cara lain untuk masuk ke sana. jangan bertengkar dan marah-marah seperti ini. Jangan buang energi dengan marah-marah pada orang. Lagian masih banyak cara lain yang bisa kita lakukan nantinya."ucap yiwen, mencoba menenangkan hati Lian yin.


suasana hati Lian yin sekarang sangat kacau, ia bingung dengan apa yang harus ia lakukan. Dan Yiwen harus segera masuk ke sana untuk ikut konpetisi. Tapi, kompetisi ini tak ada hubungan dalam mafia, atau mungkin ini adalah trik baru mereka.


"Sudah sekarang kita masuk ke dalam mobil lagi" ucap Yiwen, menarik tangan Lian yin masuk ke dalam mobil.


"Gimana? kalian sudah dapatkan lencana itu?"Tanya Lay, menatap ke belakang.


"Hilang!!" ucap Yiwen menundukkan kepalanya.


"Pegawai di sana juga tidak tahu jika ada barang yang ketinggalan di sana. bahkan lian yin juga sudah membenatak mereka tapi memang mereka tidak menyembunyikannya"lanjut Yiwen.


"Ya sudah kalau gitu, kita pikirkan cara lain. Tidak mungkin di kotaa Timur akan selalu sulit di taklukkan pasti ada kelemahan di sana. Lay, kamu sekarnag cepat bobol situs pertahanan di sana, aku akan segera mencari tahu gimana cara menghadapi mereka"gumam lyli.


"Aku juga akan bantu kalian"saut Yiwen.


Lay segera membuka, membuat semua alarm pertahanan di sana berbunyi. Dengan ke cepatan taktik jemari Lay, dia dengan mudah membobolnya. "Gimana kamu bisa dengan cepat membobolnya"ucap Lian yin pada Lay, yang amsih duduk di depannya.


"Sangat mudah, lihatlah tanda yang di berikan pada aku baris. begitu bodohnya pertahanan mereka. tidak tahu kelemahan mereka. Sebuah kode dari angka ini adalah cara untuk masuk."ucap Lay, Yiwen segera meraih laptop Lay, dengan segera ia menggali lebih dalam situs itu dengan kepintarannya dalam bidang hacker. Meski belum sepintar Lyli.


"Emangnya kamu bisa?"Tanya Lian yin, meragukan kemampuan Yiwen itu.


"Kamu ragu padaku, aku sudah ahli dalam bidang ini, dan ayah aku juga mahir dalam ini. Aku yakin pasti paku bisa seperti ayahku."ucap yiwen, dengan mata dan tangan masib konsen dengan laptopnya.


"Ciitss.."


Suara rem mendadak membuat Yiwen dan Lian yin kebentur kursi mibil depannya.


"Ada apa?" Tanya Yiwen panik, mengusap kepalanya yang terasa sakit.


"Ada tao di depan, enatah kenaoa dia jalan kaki" ucap Lay menunjuk ke depan.


"Tao?"Ucap Lian yin dan Yiwen kompak. Mereka mengangkat tubuhnya, menatap ke depan.


"Ada apa dia?" tanya Lian yin.

__ADS_1


tok.. tok.. tok..


Tao mengetuk kaca mobil Lian yin berkali-kali.


"Yin, lian yin cepat buka" ucap Tao.


Dengan segera Yiwen membuka pintu mobilnya. Tanpa menunggu di suruh Tao masuk ke dalam mobil lian yin.


"Ada apa?" tanya Lian yin.


"Cepat jalan, aku akan ceritakan padamu"gumam Tao.


Lay segera melanjutkan laju mobilnya dengan segera.


"Cepat cerita?" ucap Yiwen.


"Sebenarnya ada orang yang mengikutiku tadi, kamu tahu mereka kenal dengan kamu Yiwen. Karena kondisi aku yang belum sembuh aku tidak berani melawan mereka."ucap Tao.


"Terus kenapa mereka mengincarmu"tanya Lian yin. 


"Karena sebuah chip yang akan merubah dunia"ucap Tao.


"Maksud kamu?" tanya yiwen yang mulai bingung dengan apa yang di bicarakan Tao padanya.


"Disini banyak isi dokumen yang aku kumpulkan selama ini untuk mengembangkan ilmu kimia. Dan yang paling penting kalia harus lebih berhati-hati lagi."ucap Tao, menvoba mengatir napasnya lagi, agar tetap stabil.


"Terus apa yang akan kita lakukan?"Tanya Yiwen.


"Kalian mau ke Timur kan? aku ikut dengan kalian, dan aku akan memberi tahu semuanya. Siapa yang kenembak aku kemarin, dan siapa di balik dalang semua ini. Sudah tersimpan rapi di falsh disk ini."ucap Tao.


"Apa benar yang kamu katakan?"Tanya Yiwen, baiklah, aku mau kamu veritakan semuanya"ucap Lian yin.


"Yiwen kamu mencari apa?"tanya Tao, melirik ke laptop yang di pegang oleh Yiwen. "Jangan ikut urusanku" ucap Yiwen kesal, di saat sibuk ia tidak bisa terus begini dan menerima kenyataan jika akan kalah begitu sajam Dan Dia juga tidak bisa membicarakan ini pada Tao.


"Huhh.. selesai"ucap Yiwen mencoba mendengar dan menatap pembicaraan mereka.


"Udah sekarang kita tenang, kita akan menuju ke Timur dengan mudah tanpa halangan.

__ADS_1


"Lay tambah kecepatan?" ucap Lian yin.


"Siap"gumamnya.


__ADS_2