Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Pengertian Lian yin


__ADS_3

Hari sudah menjelang sore, pertandingan untuk hari ini sudah selesai. Dan terkahir pertandingan di menangkan dengan mudah oleh Grace. Besok adalah babab ke dua dengan pertandingan yang berbeda. Lian yin setelah selesai mengantarkan Qiu dia kembali untuk pergi ke pertandingan menjemput Yiwen. Urusan Lian yin dan Qiu sudah beres, dia sudah mengantarkannya ke bandara. Dan langsung terbang ke luar negeri, lian yin juga audah minta surat rujukan dari pihak rumah sakit untuk Ibu Qiu, agar bisa di rawat di luar negeri.


Lian yin membawa Yiwen ke hotel dekat dengan tempat pertandingan, meski sebenarnya sudah di sediakan asrama untuk para peserta dari jauh, Lian yin yang sangat khawatir dengan Yiwen, ia tidak mau, jika nanti Yiwen kenapa-napa. Jadi ia lebih memilih ajak Yiwen tinggal dengannya, agar ia bisa menjaga Yiwen setiap waktu dan setiap detik. Dan Lyli serta Lay juga bisa mengatu.r waktunya untuk mencari informasi lagi tentang beberapa kontestan yang akan datang.


“Hari ini benrar-benar melelahkan"gumam Yiwen, ia merasa seluruh badanya mulai sakit, gara-gara terus menerima pukulan demi pukulan dari lawan-lawannya tadi, "gara-gara Yhing yin tubuhku sakit semua"ucap Yiwen


"Kamu istirahat saja, aku akan ambilkan air hangat untuk rendam kaki kamu”ucap Lian yin.


“Gak usah, aku hanya butuh istirahat sekarang, tapi gimana dengan Lay dan Lyli. Ada kabar apa dari mereka? Apa mereka sudah dapat sesuatu tentang pertandingan besok?”Tanya Yiwen, yang mulai duduk di sofa kamarnya, menyandarkan kepalanya di atas sofa, dan perlahan memejaman matanya. Merenggangkan sejenak ot9tnya yang terasa sakit.


“Mereka akan segera kesini nantinya, tapi kalau kamu capek, istirahat saja. Aku saja yang akan ke kamar Lay”ucap Lian yin.


“Udah, aku hanya capek sebentar kok, nanti malam jaga udah mendingan. Sekarang aku lapar, kamu ada makanan gak syang?”Tanya Yiwen, yang mulai membuka matanya kembali menatap ke arah Lian yin yang duduk di sampingnya.


“Gak ada, aku pesankan kamu makanan ya, tapi aku mau obatin luka kamu dulu”ucap Lian yin, yang mulai mengoleskan obat merah ke dahi Yiwen dan tangan Yiwen yang terluka di pertandingan tadi.


Yiwen menatap mata Lian yin yang sangat dekat dengannya, mata yang penuh dengan kasih syang, dan kelembutan, yang sangat dalam terpancar dari matanya. Yiwen menyentuh tangan lian yin, yang baru selesai menempelkan plester di dahi Yiwen dan di siku serta lengan Yiwen.


merasa tubuhnya seakan penuh luka goresan, meski hanya luka kecil, tapi bagi Lian yin, itu hal yang patut di perhatikan. Luka kecil juga bisa  jadi bahaya. “kamu mau makan apa sekarang”Tanya Lian yin.


“Emm. Makan apa ya, yang praktis saja-lah, aku lagi malas makan banyak sekarang, tapi aku mau kita keluar jalan-jalan dulu, mau gak?”Tanya yiwen, dengan kedipan memohon pada Lian yin.


“baiklah, kalau kamu mau keluar, aku turuti. Tapi hanya sebentar saja ya, setelah itu kamu istirahat, karena besok masih banyak pertandingan yang harus kamu hadapi. Jika kamu ingin mengalahkan wanita itu, kamu harus lebih berjuang lagi”ucap Lian yin, mengusap lembut kepala Yiwen.


“Iya, aku juga berpikir hal itu, meski berat, apa salahnya mencoba, aku belum bisa mengukur kemampuanku jika aku menyerah gitu saja, dan dia juga pasti akan menertawakanku, telah menyerah dan tidak berani menerima tantangannya.”Ucap Yiwen, menatap ke Lian yin, “Udah sekarang lebih baik kita cari makan, sekalian aku mau keluar sebentar cari udara segar di luar”ucap Yiwen, menarik tangan Lian yin segera keluar dari kamarnya.


“Bentar syang, kamu pakai jaket dulu, biar aku ambilkan”ucap Lian yin, berlari masuk lagi ke dalam kamarnya kembali, mengambil jaket untuk Yiwen.

__ADS_1


Udara hari ini lumayan dingin, Lian yin yang khawatir dengan kondisi Yiwen, sangan memeperhatikan setiap detail apa yang akan Yiwen lakukan, dari hal sekecil apapun Lian yin sangat memperhatikannya. Gak tahu kenapa Lian yin jadi super protektik pada Yiwen kali ini.


“Yin, kamu ini ada saja, lagian aku sudah kebal dengan dingin.”Ucap Yiwen.


Lian yin memakaikan jaket itu di tubuh Yiwen, tanpa menghiraukan ucapan Yiwen, dan di terima dengan senang hati oleh Yiwen, meskipun ia tidak suka jika memakai jaket. Tapi ia sangat menghargai perhatian Lan yin padanya.


“Udara di luar sangat dingin, aku gak mau nantinya kamu sakit”ucap Lian yin, memakaikan topi di kepala Yiwen.


“pakailah ini juga, jangan sampai ketahuan jika kita keluar berdua, takutnya mereka akan merencanakan hal buruk lagi saat pertandingan, wanita itu mengincarku, dia mencari sasaran yaitu kamu istri aku. Makanya kenapa aku tidak mau jika kamu terluka nantinya,dan aku menyuruh kamu menyamar”Ucap Lian yin,Ia mengulurkan kaca mata hitam untuk Yiwen. 


“baiklah syang” Ucap Yiwen, dengan terpaksa menuruti apa kata Lian Yin.


“Sekarang apa yang kamu katakan itu, sebenarna apa maksudnya. Dia mengincar kamu?Jadi sebelumnya kamu mengenal dia?” Tanya Yiwen, berjalan beriringan dengan Lian yin menuju ke parkiran hotel.


“Aku tidak terlalu mengenal Grace, tap aku tahu dia, dia wanita yang sangat berbahaya, dan wanita berkuasa di sini, apapun bisa ia lakukan, dan dia anak kesayangan dari ketua mafia di sini”ucap Lian yin, menjelaskan pada Yiwen.


“Suka? Gimana kamu bisa berpikir seperti itu?”Tanya Lian yin.


“Karena dari pandangan matanya ke arah kamu itu beda, dengan cara dia memandangku penuh dengan kebencian, seakan dia memang menunjukkan jika dia tidak suka dengan aku. Dan sama seperti yang kamu bicarakan. Jika kamu itu lelaki yang di incar dia, jadi dia mau menyingkirkanku. Dan saat aku bertanding dengannya di final nanti, aku yakin taruhannya adalah kamu,.”ucap Yiwen, yang seakan sudah tahu semua apa yang ada di dalam rencana yang di susun oleh Grace dan kawan-kawannya.


“Iya, itu salah satunya. Aku sudah ingatkan kamu, jangan ikut pertandingan ini. Aku sudah berprasangka gak enak saat masuk ke sini. Apalagi dengar nama Timur, hati aku terasa di aduk-aduk perasaan khawatir terhadapmu.”ucap Lian yin, yang mulai membukakan pintu mobilnya untuk Yiwen.


“Tapi, sudah terlanjur, aku akan hadapi semuanya. Dan aku kamu akan selalu bersamaku. Aku akan berjuang memenangkan pertandingan ini, aku gak mau nama kamu jelek nantinya. Kita akan hadapi masalah ini bersama”ucap Yiwen, memegang pipi Lian yin, yang baru masuk ked lam mobil.


Lian yin tersenyum, meraih tangan Yiwen di ppinya, ia mencium lembut punggung tangannya. “makasih syang, aku harap kamu tetap berjuang, jangan menyerah, aku yakin kemampuan kamu jauh d atas dia, dia terkenal karena banyak mengikuti lomba, dan ini pertama kali bagi kamu, jadi aku yakin kamu akan menang natinya, dan buat dia malu di kotanya sendiri”ucap Lian yin, meletakkan tangan Yiwen, dan mulai memakaikan sabuk pengaman melingkar miring di tubuh yiwen.


“Iya, aku akan menunjukan pada dunia”ucap Yiwen.

__ADS_1


Lian yin segera menyetir mobilnya keluar dari parkiran hotel, menuju ke sebuah restaurant terdekat dari hotel yang ia tempati sekarang. Ia igin membawa Yiwen ke suatu tempat juga untuk refresing sejenak.


“Yiwen, kamu mau makan apa?”Tanya Lian yin.


“makan apa saja deh, terserah kamu”Ucap Yiwen. “Oo. Iya, kamu gak ajak Lyli dengan Lay, untuk makan bersama dengan kita. Sambil berbicara rencana kita selanjutnya dengannya nnati. Kita cari restaurant yang tertutup. Agar tidak ada yang mendengar pembicaraan kita nantinya, aku takutnya ada yang mengikuti kita sekarang, apalagi dia itu sangat berbahaya, dia tahu kapanpun dan di manapun kita pergi”ucap Yiwen, yang mulai terasa ragu untuk keluar.


“Ya, sudah deh, aku akan hubungi Lay, nantinya.”ucap Lian yin.


“Nah gitu, lahian kita ke sini ber-empat, gak enak kalau kita keluar sendiri”ucap Yiwen.


“Iya, iya syang”ucap Lian yin.


Tak berapa lama Lian yin berhenti di sebuah restaurant terdekat. “Kita mau makan apa di sini?”Tanya yiwen.


“Makan apa saja di sini ada, kalau kamu mau makan sefood atau apun di sini ada syang”ucap Lian yin.


“Gimana kamu bisa tahu, bukannya kamu belum pernah datang kesini”Tanya Yiwen.


“Lihatlah, di daftar makanan yang terpajang di depan syang”Ucap Lian yin, menunjuk ke papan yang terpajang di depan.


“Oo. Iya, aku gak lihat tadi”ucap Yiwen , ia malu sudah salah paham dengan Lian yin.


"Makanya jangan salah paham dulu. Kamu gak lihat sih"gumam Lian yin.


"Maaf syang"ucap Yiwen.


 

__ADS_1


__ADS_2