
"Bukanya itu Grace?" ucap Changmin, seketika langsung menghentikan mobilnya. Dia melihat dari kejauhan setiap senyum dan kebahagiaan terpancar di wajah Grace saat bersama dengan Luhan.
"Sepertinya mereka memang sudah jatuh cinta sekarang? Apa mereka sudah menikah?" guman Changmin, menatap dari kejauhan. Ini saatnya penantiannya yang cukup lama baginya, dia bergegas keluar dari mobilnya.
Lebih baik aku harus tanya dia. Tanya apa dia suka denganku, apa dia masih mengharapkan aku. Jika iya aku akan menikahi dia langsung tanpa menunggu besok atau besoknya lagi.
Changmin merapikan rambut dan bajunya, bercermin sejenak di depan kaca spion mobilnya. Merasa sudah rapi, dia segera mengikuti langkah Luhan dan Grace yang berjalan masuk ke dalam rumah yang bampal sangat sederhana.
"Kenapa mereka tinggal di rumah kecil ini?" tanya Changmin heran.
"Grace!!" panggil Changmin berlari mengejar Grace yang berjalan masuk ke dalam rumahnya
Grace mengerutkan keninganya, matanya sedikit menyipit, lalu mengusap ke dua matanya berkali-kali. "Apa kamu Changmin?" tanya Grace memastikan.
"Iya, apa kamu lupa denganku?" tanya Changmin.
"Aku gak pernah lupa, dan gak akan pernah melupakan kamu. Bagi aku kamu adalah anugerah terindah,"
"Maksud kamu apa?" tanya Grace bingung.
Changmin memegang ke dua tangan Grace, dan duduk berlutut di depannya.
"Aku bukan tipe laki-laki yang suka basa basi, tapi aku hanya ingin bilang jika aku suka denganmu, maukah kamu menikah denganku?" tanya Changmin; mengecup punggung tangan Graca.
Grace hanya tersenyum samar, dia melirik ke arah Luhan yang hanya diam tersenyum, seakan memang memperolehnya dia bersihkan baik pada adiknya.
"Changmin! Maaf bukan maksud aku, tapi aku sudah menikah dengan Luhan. Dan maaf aku tidak bisa mengundang kalian semuanya." ucap Grace menarik ke dua tangannya dari tangan Changmin.
Glar! Glar!
Mendengar kata itu seakan hatinya di sabar pergir, dia begitu polos harus di sakiti wanita je dua kalinya. bahkan memilih hidup dnegan misuhnya, bahkan mereka semua hidup bahagia, sedangkan aku hanya duduk merataoi semuanya di sini, oengorbanan aku terasa sia-sia.
"Puk! Puk! Maafkan aku. Aku menikahi dia juga sudah lama aku memang ingin menikahinya karena sebuah perjodohan. Tapi lama-lama aku suka dengannya, maafkan aku!!" Luhan memegang pundak Changmin, mencoba menenangkan hatinya.
"Jauhkan tangan kamu dariku, Apa kamu ingat kak kamu itu suka dengan wanita orang lain. Di sini jga kamu yang membuat aku ganguan mental bahkan membuat aku jadi gila karena cinta.
"Sekarang kamu masuklah dulu. akh akan buatkan masakan enak buat kamu!!" ucap Grace, yang semula sedikit tomboy kini dia mulai perlahan menajdi lebih ramah dan sedikit bersifat peminim depannya.
"Syang!! Apa kamu ingin pergi dariku?" tanya Changmin.
"Iya, karena kita tidak bisq selagi bersatu, kita itu berbeda Changmin. Kita sangat berbeda. Kamu azlti tahu tentang itu. Jika kamu memaksakan kehendak kanu tidak akan pernah bahagia. Dna kamu ingatlah jika Grace yang dulu beda dengan Grace yang sekarang. Aku lebih berani dan tegas, dan aku tidak mau lagi berurusan dengan dunia mafia. seperti yang lainya kita tetap menajdi teman, bukanya itu yang kamu bilang dari duku..
Cghangmin tersenyum tipjs, air mata seakan sudah tak lagi bisa terbendung dalam hatinya. "Masuklah!!" ucap Changmin, beranjak berdiri
"Ayo masuklah!!" ucap Luhan.
__ADS_1
"Gak usah!!"
"Kamu sudah sampai sini. Jadi aku ingin kamu menikmati masakanku nanti," ucap Grace, menarik tangan Changmin untuk masuk dalam rumahnya sampai di dalam Changmin menghenyikanlangkahnya? dia menoleh ke belakang. "Aku pergi dulu. Nanti ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu," ucap Luhan. Dia beranjak pergi masuk ke xalam kamarnaya.
Changmin melihat kakaknya menjauh di berjalan mendekati Grace uang sedang memasak di dapur, seketika dia menelan ludahnya kasar, saat melihat lekuk tubuh istri makanya yang memang telah menggodanya. Otaknya yang masih di penuhi minuman karena dari kemarin dia tak henti terus minum Tak berpikir panjang lagi, Changmin memeluk tubuhnya dari belakang. "Bolehkan aku seperti ini," ucap Changmin, menyandarkan dagunya di pundaknya.
"Changmin jangan seperti ini, nanti Luhan tahu,"
"Dia gak ada, ijinkan aku sebentar saja memeluk kamu. Seharian temani aku. Karena aku akan pergi dari sini Setelah aku bisa melihat kamu,"
"Kenapa kamu pergi," Grace terdiam dia terlihat gugup, saat tangan Changmin milik menyusup masuk dari bawah gaun panjang selutut miliknya.
"Changmin, apa kamu sudah gila," ucap Grace, menutup miliknya.
"Bentar saja," ucap Chanhmun, mengusap dalaman miliknya.
"Emm.... Changmin!!" ucap Grace, menahan desahan yang keluar dari mulutnya.
"Changmin kamu bau minuman, sekarang cepat hentikan,"
"Aku hanya ingin menyentuh kamu," Chanmin tak hentinya mengusap miliknya.
"Changmin jangan!! Kamu benar-benar gila, aku sekarang kakak ipar kamu," ucap Grace, tangan Changmin semakin masuk, membuat tubuhnya seketika menggeliat.
Grace mengusap kepala Changmin, merasakan setiap apa yang jemari tangan Changmin lakukan. Ke dua tangan ya bergerak berbeda , tangan kirinya menyentuh dadanya.
"Tapi aku sudah jadi milik kakak kamu,"
"Aku gak perduli," ucap Changmin kesal, semakin mendalamkan tangannya.
"Emmpp... Vhnagmin!! Grace menoleh menatap ke arah Changmin, bibir Changmin seketika menggulum bibir Grace. Ke dua tangannya terus bertindak bebas, dan kecupannya semakin panas dan liar. Grace yang semula menolak. Grace mengecnegkeram erat rambut Changmin. Menggulum semakin dalam, saling membalas
"Apa kamu tidak pernah di paaskan dengan kakak aku?" tanya Changmin.
"Tidak!!" dia hanya butuh aku di ranjang, untuk teman tidur. Bahkan sampai sekarang aku masih virgin. Dia hanya menyentuh aku dan tidak pernah sama sekali melakukan malam pertama," ucap Grace menundukkan kepalanya.
"Tapi kenapa kamu mau menikah dengannya. Harusnya kamu menikah denganku. Aku akan puaskan lahir dan batin kamu," ucap Changmin, dengan jemari tangannya bertindak liar menjelajahi tubuhnya.
"Apa kamu gila, sudah cukup," ucap Grace, menarik tangan Changmin dari miliknya.
"Tanggung, kamu sudah basah!!" bisik Changmin. Memeluk dari belakang tubuh Grave, ke dua tanganya menjelajah nakal
"Syang!!" suara berat Luhan membuat Grace seketika menjauh dari Vhangmin, dia merapikan rambutnya dengan cepat laku merapikan gaunya yang menyingkap.
"Iya, syang ada apa?" teriak Grace mulai masak kembali.
__ADS_1
"Kamu siapkan kamar buat Changmin.Biarkan adik aku tinggal di sini, biar aku saja yang masak," ucap Luhan berjalan mendekati Grace, memeluknya dari belakang.
Changmin melihat hal itu hanya diam, menarik bibirnya sinis. "Iya, tapi apa kamu yakin bisa masak?' tanya Grace.
"Biarkan aku saja yang masak," ucap Changmin.
"Gak usah kamu tamu di sini, gak boleh masak!!" ucap Luhan.
"Baiklah"
Luhan mengecup bibir Grace, menyentuh dadanya manja, Grace yang masih sensitif akibat sentuhan Changmin seketika dia terjingkat.
Wajah Grace memerah seketika, dia sudah tak bisa menhan hasratnya lagi. Selama 4 bulan menikah sama sekali tidak pernah di ajak bulan madu. "Syang!! Ada Changmin!!" ucap Grace.
"Hehe.. Maaf!!"
"Udah ayo ikut aku sebentar," ucap Grace.
"Kemana?" tanya Luhan.
"Udah bentar!!" Grace menarik tangan Luhan berjalan menjauh dari dapur.
"Changmin aku tinggal dulu," ucap Grace, dan hanya di balas dengan anggukan satu kali.
Grace membawa Luhan masuk kedalam kamarnya, dia menutup pintunya dan menyandarkan punggungnya. "Syang aku inginnsekarang," ucap Grace, menarik kerah baju Luhan menghukum bibirnya lembut
"Grace apa yang kamu lakukan" Luhan melepaskan kecupan Grace.
"Kenapa kamu menolakku?" tanya Grace kesal.
"Aku gak menolakmu!!"
"Terus kenapa? Aku sudah ingin punya anak dari kamu,"
"Tapi. aku.." jawab luhan gugup, sebenarnya dalam hatinya dia masih menyimpan dalam perasaannya pada Yiwen. Dan dia mengajak Grace pergi hanya karena ingin menghindari Bertemu dengan Yiwen lagi. Dia tak mau perasaannya semakin membara jika bertemu dnegan mantanya.
"Apa kamu masih belum bisa mencintai aku... apa kamu masih memikirkan orang lain" ucap Grace dengan ke dua kaya yang sudah mulai berkaca-kaca, dia menusuk-nusuk dada Luhan kasar penuh amarah yang selama ini dia pendam.
"Apa di hatimu ini masih ada wanita lain, hah... Apa kamu masih memikirkan dia. Apa kamu masih ingin bersamanya. Atau kamu memang tidak bisa melupakannya" ucap Grace menggebu.
"Apa maksud kamu? Aku sayang dengan kamu." ucap Luhan beralasan.
"Kalau kamu syang denganku, mana buktinya. Aku tidak pernah sama sekali dapatkan kenikmatan saat menikah. Jika ada orang lain yang menyentuhku apa kamu mengijinkannya. Jika kamu seperti ini terus aku yang gak tahan, apa kamu tahu itu." pekik Grace semakin menggebu-gebu.
"Jika kamu tidak memuaskan aku sekarang. Berarti kamu tidak suka sama sekali denganku"
__ADS_1
"Jangan pernah bicara tentang itu lagi,"
"Kenapa?" ucap Grace berjalan mendekati Luhan, yang hanya diam menundukkan kepalanya.