Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Musuh yang terus menyerang


__ADS_3

Lyli tertunduk, seakan tubuhnya sangat lemas. Dia masih memikirkan apa yang di katakan Reysa tadi memang ada benarnya. Tapi entah kenapa semua hanya bisa menyalahkannya. Dan tidak pernah sama sekali mengerti kebenaran itu. Ia menganggap itu hal biasa teman melindungi dirinya.


"Ayo kita pergi!!" ucap Tao memegang ke dua bahu Lyli.


"Lepaskan aku!! Aku tidak akan pergi dari sini. Kamu cepat pergilah temui Changmin dan Grace. Lagian aku hanyalah seorang pengecut." jelas Lyli


Tao memegang ke dua bahu Lyli, dan berdiri di depannya.


"Kamu bukanlah pengecut. Jangan jadikan kelemahan kamu adalah sebuah masalah. Kamu bisa berpikir pakai otak. Kamu bisa berbuat licik lebih dari mereka."


"Aku tidak ada apa-apanya dengan Grace dan wanita itu. Mereka jago dalam segala bidang. bahkan dibidang yang aku tekuni saja mereka lebih ahli dari pada aku!!" jelas Lyli.


Tao mengusap pipi kanan lyli. "Keahlian seseorang itu beda-beda. Kamu tidak harus jadi seperti mereka. Kamu ya kamu, jangan ubah duri kamu jadi orang lain, yang belum tentu kaku bisa. Jadilah diri sendiri, terserah apa yang mereka semua katakan. Sekarang kamu ikut denganku, dan kita bisa tanya pada Changmin dan Grace, jika kamu sangat berguna dengannya. Hanya saja mereka baru, tidak mengenal kamu lebih jauh." jelas Lyli.


"Kamu yang tidak pernah mengenalku. Kamu tahu mereka siapa. Mereka anggota mafia yang sangat pandai mata-mata, hanya hal kecil seperti ku mereka sangat mudah menemukan apa kelebihan, kekurangan dan semua kesalahanku sekalipun. Bagi mereka hanya seperti membalikkan telapak tangannya." jelas Lyli semakin kesal, dia menepis tangan Tao.


"Pergilah aku akan tetap di sini, jangan pernah ganggu aku. Dan ingat aku paling gak suka jika kamu banyak bicara dan sik kenal padaku. Kita bukan siapa-siapa, teman juga bukan!!" umpat kesal Lyli membalikkan badannya berjalan ke belakang tanpa perdulikan Tao, dia hanya diam ucapan Lyli seakan menusuk ke hatinya.


"Memang benar aku bukan siapa-siapa kamu, tampak apa salahnya jika aku ingin membantu orang!!"


"Aku gak butuh bantuan kamu," jelas tegas Lyli.


"Baiklah kalau begitu, aku akan pergi sekarang"


Lyli hanya diam tanpa menjawab ucapan Tao yang menurutnya sangat tidak oenting, pikirannya hanya tertuju pada seorang yang membuatnya sangat geram. Gimana tidak geram, baru kali ini ada orang yang terus tetang bicara jika dia tidak suka dengannya. bahkan ucapannya sampai melukai hatinya.


-------


Di balik mobil mewah milik Luhan. Grace duduk terdiam di jok kursi depan dengan Luhan tanpa sepatah katapun keluar dari mulur mereka. Gara-gara Grace ingin bertemu Changmin di perbatasan, Luhan marah dengannya. Dan memutuskan untuk diam tanpa menyapa Grace sama sekali.


Sejak kapan dia merasakan rasa cemburu yang luar biasa dalam hatinya mulai terasa saat dia bertemu pertama kali dengan Grace, membuat rasa cintanya dulu pada Yiwen mulai pudar.


"Di mana dia? Kenapa belum juga datang?" tanya Luhan yang merasa sudah capek menunggu terlalu lama.

__ADS_1


"Bentar lagi, mungkin dia lagi ada di jalan!!" jawab Grace, dia tak hentinya mengigit jarinya menghilangkan rasa cemas yang menghantui dirinya.


Kenapa dia belum juga datang? Apa dia baik-baik saja. Atau ada masalah di jalan? Semoga saja dia tidak kenapa-napa.


"Kenapa kamu tidak coba hubungi dia?" tanya Luhan, melihat wajah Grace yang sangat khawatir dengan Changmin.


"Nomornya gak bisa di hubungi. Kita tunggu sebentar saja, nanti jika belum juga datang kita pergi saja" ucap Grace yang perlahan mulai menyerah untuk menunggu.


Grace dan Luhan sudah hampir dua jam menunggu tapi belum juga ada kabar darinya. Dan bahkan telefon dan pesan darinya tidak di balas sama sekali. Entah kenapa, tapi ia merasa sangat kesal kali ini. Dan merasa sudah di permainkan oleh Changmin.


"Baiklah!! Kita tunggu setengah jam lagi!!" jawab Luhan.


--------


Changmin masih berada di jalan raya yang masih setengah jam lagi sampai, namun tiba-tiba dia di hadang oleh sekelompok orang tak di kenal. Mereka mengejarnya, membuat Changmin harus lebih mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi, Dia yang sendiri tidak bisa nyetir mobil sembari melawan segitu banyaknya mobil yang mengejarnya. Hanya satu cara dia melaju dengan kecepatan tinggi menunggu sela untuk melawan.


"Berhenti!!" teriak seorang di dalam mobil.


Dor...


Sebuah tembakan tepat tertuju pada ban mobil dengan musuh yang mengejarnya, sampai mobil itu kehilangan keseimbangan dan terbalik.


"Bagus!!" ucap Changmin memberi semangat dirinya sendiri.


"Perlahan dia mencoba memelankan mobionya, dan menembakan lagi bertubu-tubi dengan tangan kirinya, mengenai mobil yang ada di sampingnya, dengan cara yang sama. Changmin mengincar ban mobil nya.


Dia melaju lambat, dan sedikit menggeser ke samping mobil di kirinya, hingga mobil itu menabrak trotoar jalan.


Changmin yang memang sangat cerdik, dia melakukan berbagai cara untuk melawan musuhnya meski dnegan jumlah yang lebih banyak. Meski dia hanya sendiri. Itu bukan jadi masalah baginya. Dna malah membuatnya terus bersemangat untuk membuat mereka bisa tunduk semua padanya.


Merasa sudah selesai, Changmin berbelok ke jalan yang menuju ke perbatasan kota. Dia berhenti di pinggir jalan, menghela napasnya lebih dulu.


"Hah.. Akhirnya semua sudah beres." gumam changmin, dengan ke dua telapak tangannya mengusap wajahnya sampai ke atas kepalanya pelan, dengan punggung dan kepala menyandarkan di kursi mobilnya.

__ADS_1


"Sekarang aku harus bertemu dengan Grace. Dia pasti menungguku terlalu lama!!" gumam Changmin, beranjak duduk tegap lagi, dan mulai menjalankan mobilnya kembali.


Changmin mengemudi dengan kecepatan tinggi di atas rata-rata melesat seperti angin yang tak terlihat menuju ke perbatasan. Hingga jarak tempuh yang seharusnya normal setengah jam dia bisa sampai hanya dalam hitungan waktu lima belas menit saja.


------


Grace beranjak turun dari mobil Luhan, dia merasa sangat cemas, kurang lima menit lagi dia akan pergi dengan Luhan, tapi dia belum juga muncul, wanita itu tak hentinya menghentakan kakinya mencoba menghilangkan kecemasan dalam dirinya.


"Mana? Dia belum juga datang!!" pungkas Luhan, berdiri di sampingnya dengan tubuh menyandar di pinggiran mobilnya.


"Bentar lagi!! Aku yakin dia pasti akan datang!!"


Wuuss..... Chiitttt....


Suara dencitan rem mobil berdenging di telinga Grace, mobil itu menyentuh ujung depan rom selutut miliknya.


"Dia datang!!" ucap Grace yang langsung berlari menuju ke mobil Changmin yang berhenti di depannya.


"Aku telat!!" ucap Changmin yang masih berada di dalam mobil.


"Kamu dari mana saja? Kenapa kamu lama? Dan kamu memang benar-benar hobi banget membuat aku khawatir!!"


Changmin bergegas turun, dia meletakkan ke dua telapak tangannya di dua pipi Grace. "Jangan khawatir, aku bisa dengan mudah mengalahkan siapa yang menghalangi aku untuk bertemu dengan kamu. Bagi aku lawan tidak ada artinya, asalkan bertemu dengan kamu. Membuat rasa rindu aku terobati." jelas Changmin, memeluk erat tubuh Grace, tanpa rasa malu dia merayu Grace di hadapan Luhan yang dari tadi menatapnya tak suka.


"Ehem... Ehem..." dahem Luhan, Mendengar utu Changmin melepaskan pelukannya


"Ada calon suaminya di sini. Jangan seenaknya merayu dia!!" umpat kesal Luhan.


"Oo.. ada calon suaminya. Tapi apa benar Grace mau menikah denganmu," jawab Changmin.


"Udah-udah, jangan berantem di sini!!" ucap Grace.


"Kalian sampai dari tadi?" suara berat seorang laki-laki dengan nada terpatah-patah miliknya, laki-laki itu berlari menghampiri Grace dan yang lainya.

__ADS_1


__ADS_2