
Dia sangat mencurigakan, dari gerak-geriknya nya juga, aku harus waspada sekarang dengannya, gumam Yiwen. Ia melirik sekilas ke arah Lee di sampingnya.
Sebuah mobil mewah melintas tepat di sampingnya.
Deg...
Yiwen seketika memegang jantungnya, ia merasa ada yang pergi menjauh darinya. Wanita itu sontak menoleh ke belakang melihat mobil mewah itu, di sana dua orang lelaki berada dalam mobil itu. Namun wajahnya tak terlihat seakan ia menyembunyikan identitasnya.
Ada apa denganku, gumam Yiwen terus memegang dadanya.
"Yiwen Kamu kenapa?" tanya Lee.
"Gak napa-napa. Aku merasa gak enek badan saja" gumam Yiwen mencari alasan.
"Ya, sudah kamu tidur saja" ucap Lee tanpa menunjukan hal mencurigakan yang akan ia lakukan nantinya.
"Gak usah nanti saja?" gumam Yiwen, ia terus memandang pemandangan ke keluar kaca mobil.
Hatinya terasa sangat cemas, kenapa hatinya terus penasaran pada siapa yang berada dalam mobil itu, ia ingin melihat jelas wajahnya. Siapa sebenarnya dia, gumam Yiwen dalam hati.
#Lian yin POV
"Yin kita mau kemana lebih dulu?" tanya Ley yang duduk diam di sampingnya. Sedangkan Lian yin yang mengemudi mobil itu.
"Kita keliling kota ini dulu, aku curiga Yiwen pergi di bawa keramaian kota ini. Karena bagi dia pasti akan sulit untuk menemukan Yiwen di pusat keramaian kota dengan penduduk paling banyak" ucap Lian yin.
Tatapan lay berkeliaran keluar dari kaca mobil. Ia terus melihat orang di sekelilinya. Ia merasa ada 1 dua orang yang terlihat mencurigakan. Orang yang sangat beda dengan penduduk lainnya. Sepertinya dia adalah sorang kelompok kusus, gumam Ley.
Tatapannya tak behenti memandang ke luar, ia memgamati setiap orang yang ada, ada beberapa orang yang mirip, tapi gerak-geriknya berbeda. Dan ada manusia yang sangat aneh bergabung bercengkrama dengan yang lainnya.
__ADS_1
"Yin, kamu merasa curiga gak di kota ini?" Tanya Ley menepuk pundak Lian yin.
"Memangnya kenapa?" tanya Lian yin yang fokus mengemudi tanpa memikirkan orang di sekelilingnya.
"Lihatlah detail orang di sekelilingmu, ada yang aneh dari mereka semua, meskipun dia terlihat sama, namun mereka sangat beda. Kalau dari pandangan mataku sebagai IT perbedaan mereka sangat mencolok. Seolah mereka jalan menggunakan programer" gumam Ley menjelaskan.
Lian yin mencoba melirik salah satu orang yang ia lewati, ia hanya bisa mengamati sekilas, benar apa yang di katakan Ley, gumamnya dalam hati.
"Sepertinya kita harus cari parkiran dulu, kita harus jalan kaki sekarang untuk meneliti detail mereka. Atau kita culik salah satu dari mereka. Kita periksa secara detail" ucap Lian yin, pandangan matanya mengarah liar mencari parkiran di pusat kita itu. Hingga ia berhenti di pinggir jalan, karena tak menemukan parkiran untuk mobilnya.
"Kita taruh saja mobilnya di sini, lalu siapkan semua peralatan yang kita butuhkan, dan kunci mobil ini." ucap Lian yin.
"Baiklah, aku sudah membawa salah satu peralatan yang baru aku ciptakan, pendeteksi robot" ucap Ley.
Lian yin menatap Lay bingung, "pendeteksi robot?" tanya Lian yin.
"Iya, aku yakin ini akan sangat di butuhkan, karena kecanggihan otak sekarang tak bisa di nalar, bahkan kita tidak tahu hidup dengan robot atau bukan. Sekarang manusia banyak menciptakan robot bahkan sama dengannya tak ada bedanya sama sekali. Jadi dengan mata telanjang seperti kita ini gak akan bisa kendeteksi mereka, kaca mata ini akan membantu kita membedakan manusia asli atau bukan. Dan aku bisa mencari suhu tubuh ornag didepanku ini dengan alat yang aku pakai" ucap Ley menegaskan panjang lebar ke Lian Yin.
Ley memakai keca mata itu, ia menatap detail di depannya.
Di depan sebuah robot berjalan, kaca mata Ley langsung mendeteksi mengeluarkan suara data di balik kaca hitam di kaca mata yang ia pakai. dengan kekuatan daya tahan tubuh 40%, cara mengucap kata yang benar 30%, kebaikan 10%, merasakan cinta 5%, sifat jahat 10%, 5 % lagi dia sangat ramah pada orang di sekitar bahkan lebih seperti manusia biasa,
Ternyata benar apa yang aku curigai, ternyata ada robot di antara kita, gumam Ley lirih. Ia menepuk pundak lian yin di sampingnya. Namun tangannya seakan tak menggapai pundaknya, ia seketika menoleh, tidak ada siapa pun di samping Lian yin.
"Yin, kamu di mana?."panggil Ley Lirih, ia tak mau orang di sekelilingnya menatapnya curiga nanti. Apalagi Lian yin sangat terkenal. Ia merasa ragu jika memanggil namanya di saat dalam kerumunan seperti ini.
Di sisi lain Ley mencari Lian yin, di sisi lain Lian yin juga mencari Ley, mereka terpisah saat sama-sama sibuk dengan ponselnya waktu berjalan. Hingga tak tahu kemana arah jalan di depannya.
"Ley kamu di mana?" ucap Lian yin. Ia berjalan terus ke depan. Menatap sekilas mobil berhenti di pinggir jalan.
__ADS_1
Mobil itu adalah mobil Lee, dia berhasil membuat yiwen tertidur kali ini, baru saja saat Yiwen tertidur iamenyunyikan seuatu dalam tubuhnya. maka dengan segera ia akan memainkan tubuh Yiwen. Dan sekaranglah saatnya, ucap Lee tertawa, ia melepas semuanya yang membalut tubuhnya dengan segera tanpa tersisa.
Ternyata benar dugaan Yiwen, di balik sifat lembut Lee tersimpan. Sikap jahat dan bahkan lebih jauh dari Lian Yin. "Aku akan mdnikmatinya sekarang" gumam Lee. Mengecup sekujur tubuh Yiwen kali ini.
Lian yin bejalan mendekati mobil itu, ia merasa mobil itu mencurigakan. Bahkan mibilnya seperti bergerak sendiri. Ia berjalan mendekat, menempelkan wajahnya dari balutan kaca hitam pekat mobil itu, jadi saat kita berada juah, tak mungkin bisa terlihat dari Luar.
Lee terus memainkan apa yang ia inginkan. Semua akan terlaksana, dan kamu Lian yin pasti akan marah saat Yiwen menikah denganku nantinya dan meskipun ingatannya sadar dia sudah hamil anakku. Gumam Lee penuh percaya diri.
"Mobil itu terus bergoyang hebat, lian yin menatap seorang wanita bermain dengan Sorang lekaki di dalam. Ia tak tahu siapa wanita itu. Karena tertutup rambut panjangnya. Bahkan wanita itu hanya diam menimati setiap gerakan Lee.
Lee yang sudah selesai, akhirnya menyudahi aksinya, ia segera memakai pakaiaannya kembali. Dan beranjak duduk ke depan. Bahkan tubuh Yiwen masih terbuka, ia masih tak sadarkan diri terbaring di kursi belakang. "Ternyata dia sudah tidak Virgin, Lian yin sudah menidurinya bekali-kali. Bahkan mereka belum menikah. Dan beraninya juga dia dulu tidur dengan Yhing yhi. Sekarang kamu akan tahu akibatnya, gumam Lee.
Lee segera mentup, tubuh Yiwen. Dengan jaketnya. Ia yang sudah biasa capek duduk kembali di kursi depan menunggu sampai Yiwen sadar lebih dulu. Lee menyilakan rambut yiwen dari wajahnya.
Wajah yang sangat cantik, gumam Lee membelai lembut wajah Yiwen dengan jemarinya.
Lian yin yang masih penasaran dengan wanita itu setelah di silakan rambutanya yang nenutupi wajah cantik Yiwen terlihat. Ia sontak terkejut tak percaya, bahkan Yiwen pergi dan melakukan hal itu dengan lelaki lain, sebegitu nikmatnya samapai ia tertidur pulas di kursi belakang mobil.
"Kini ia mencoba tanya pada lelaki di depannya. Namun dengan siap Ley menarik tangan Lian yin menjauh dari mobil itu.
"Kamu kenapa meanarikku" bentak Lian yin. "Apa kamu tahu Yiwen di sana tidur dengan lelaki lain, dia utu milikku hanya milikku seenaknya lelaki lain tidur dengannya. Tapi kali ini aku tidak akan memberi ampun pada mereka berdua telah berkhianat di belakangku" ucap Lian yin dengan nada kesalnya, ia mencoba menuju ke mobil itu lagi namun dengan sigap Ley menarik tangannya kembali mencegahnya pergi.
"Kamu jangan bertindak bodoh, biarkan Yiwen di sana, kita harus menyelamatkan Yiwen saat ada waktu. Karena dia sekarang tak sadarkan diri. Elaki itu telah memberi dia sesuatu untuk membuatnya tidur dan menikmati tubuhnya. Aku tahu kamu pasti marah. Tapi ini bukan saatnya menyelamatkan dia. Percuma Yiwen tidak akan ingat siapa kamu. Yang dia ingat adalah lelaki itu suaminya ntar. Jadi dia tidak akan marah jika lelaki itu terus menemaninya." Ley menjelaskan detail pada Lian yin.
Yin terdiam seketika, kini ia bingung apa uang harus ia lakukan. "Sekarang apa rencana kamu, kamu harus cepat bergerak. Tidak mau lelaki itu terus menikmati tubuh Yiwen.
"Kita ikuti mereka pergi, dan kita culik Yiwen saat dia sendiri. Aku akan membantumu menyembuhkan pengaruh obat di otak Yiwen, yang mereka kasih pada Yiwen. Meski ntar saat Yiwen sadar, dia tidak akan ingat kamu. Tapi setidaknya kamu bantu dia mengingatnya nanti" ucap Ley.
Shiitttt... Lian yin berdecak sang kesal kali ini.
__ADS_1
"Baiklah aku akan mengikuti setiap rencana kamu" gumam Lian yin. Meski dalam hati ia sangat marah ingin memukul lelaki itu. Tapi ucapan Ley ada benarnya juga. Ini daerah kekuasaannya jika ia bertindak gegabah bukakkannya bisa menyelamatkan Yiwen malah terjebloskan dalam penjara.