
"syang, sakit!!" ucap Manja Yowen.
"Manja banget sih syang!!"
"Enak di manja kamu syang" ucap Yiwen, beranjak berdiri, memeluk leher Lian yin.
"Besok aku akan lagi, sekarang kamu gak mau temani aku lagi."
"Apa kamu gak capek syang, berhubungan lagi."
"Enggak kok, nanti kita langsung ya. Sebelum aku pergi, tidak masalah jika berhubungan dulu," goda Yiwen.
"Baiklah, sampai pagi." gumam Lian yin, mencubit manja dagu Yiwen.
"Tadi kamu belajar apa saja?" tanya Yiwen, menatap wajah Lian yin, yang sepertinya sudah merasa berhasil.
"Nanti kamu juga tahu sendiri." ucap Lian yin, menggerakan kapalanya, menatap wajah Yiwen, seakan Dia tak mau jauh matanya memandangi kecantikan wajah Yiwen.
"Tahu apa, kamu saja gak cerita padaku. Gimana aku bisa tahu, syang."
"Oya, di mana ayah kamu?" tanya lian yin, memutar matanya, menatap sekeliling Yiwen tidak ada siapa-siapa di sana. Bahkan di dalam juga, ia sudah berusaha mencarinya, namun tetap saja. Padahal Lian yin hanya ingin bilang padanya, sia bisa menyelesaikan semua dalam waktu 15 menit, tapi hanya menghanfalkan beberapa sistem dan kegunaanya.
"Yin!! Kamu kenapa?" tanya Yiwen, mengibaskan tangannya ke wajah Lian yin, yang terlihat memandanganya dengan tatapan kosong.
"Eh.. Yiwen, aku gak napa-napa. Oya, Yiwen syang, kamu gak masuk ke dalam?"
"Bentar, aku mau merasakan udara angin malam di luar," Yiwen, melirik jam tangan yang melingkar di tangan Lian yin. Jarum jam sudah menunjukan pukul delapan malam. "Ternyata masih jam segini, apa kamu mau meneruskan apa yang belum kamu buka, syang!" Yiwen, menatap Lian yin.
Sontak terbesit dalam pikiran Lian yin, hanya hubungan spesialnya tadi. Pikiran kita itu, yang ada dalam pikirannya sekarang. Lian menarik ke dua alisnya ke atas, dengan tatapan menggodanya.
"Apa yang kamu inginkan syang?" tanya Lian yin, memegang lembut jeamri tangan Yiwen.
Pasti dia mikirnya yang aneh-aneh. Dasar otak mesum. Padahal aku membawas tentang rakaman, tapi dia nyambungnya, tentang hal aneh.
"Kalau gak paham, aku pergi dulu sekarang. Aku mau tidur." ucap Yiwen, beranjak menuju kamarnya.
"Yiwen! Yiwen! Kamu mau kemana?" Lian yin berlari, menggantikan langkah Yiwen.
"Di pikiran kamu selalu mesum saja. Aku tadi bahas tentang rakaman kamu, percakapan itu bukan hanya satu dua. Aku yakin ada petunjuk di sana. Tapj sekarang yang terbesit dalam.pikiran kamu hanyalaha, mesum, dan mesum" decak kesal Yiwen, menghentakkan kakinya, melangkahkan kaki pergi.
"Yah!! Dia marah lagi, lagian apa hubungannya. Terus kenapa dia marah padaku. dan memangnya aku salah, jika aku mengharapkan itu. dan dia juga menikmatinya, emmm.. mungkin Yiwen terlalu lelah, aku harus hibur dia sekarang. Dari pada nanti malah dia marah-marah terus gak jelas."
Lian yin berlari mengejar Yiwen, hingga sampai ke kamarnya ia memeluk tubuh Yiwe dari bekakamg? mendekapnya sangat erat.
"Jangan marah!!"
Yiwen memegang tangan Lian yin, sangat lembut, di perutnya, sembari mengusap perutnya.
"Kamu sudah makan?"
"Belum, apa kamu sudah masak tadi?"
"Tadi ayah aku yang masak, coba kamu makan itu di meja kita. Sepertinya ayah sudah dayang dari tadi. Tapi berhubung kita lagi bermesraan dia terus menunggu sambil memasak."
"Kita makan dulu, setelah itu kita lanjutkan lagi permainannya"
__ADS_1
"Iya, syang"
Lian yin dan Yowe, duduk di lantai, bersandar sofa. tepat di depannyameja memakan habis dua piring makanan yang sudah di sediakan. Dan Yiwen menatap wajah Lian yin seksama.
Yiwen beranjak berdiri, duduk di depan Liannyin, tepat berada di pangkuannya. Ia mendekap erat tubuhnya dari depan. "Kamu kenapa syang!!"
"Aku ingin menyadarkan kepalaku di dadamu, kamu temani aku syang. Bukanya kita hubungan lagi. Soal tadi mau gak marah sama sekali
Yiwen, merlingakrkan kepalanya tangannya di lejernya.
"Apa kamu yakin?"
"Yakin apa?"
"Mau lagi, soal tadi"
"Iya, aku yakin, syang."
Lian yin, menarik pinggang Yinwen, agar duduk lebih menempel dengannya. "Tapi aku mau keluar dulu syang, sebentar saja. Aku mau kamu pakai langeri nanti.baju seksi yang sudah aku siapkan untuk kamu syang. Mungkin akan pas kalau kita tidur menggunakan itu."
"Baiklaklah, ayang. Aku inhin memuaskan kamu. Jaei gak masalah jika aku ke memakai itu."
"Besok kamu bernagkat jam berapa."
"Aku gak tahu, tapi sepertinya aku tambah satu hari lagi di sini bersama kamu,"
"Pasti kamu gak mau jauh dariku,"
"Iya, aku ingin selalu bersama. Tapi kita akan lebih bahagia nantinya jika tanpa musih syang."
"Iya, aku berharap juga begitu."
"Sudah ayo tidur," ucap Lian yin, melepas semua helaian kain hang menutupi tubuh Yiwen.
Yiwen memeluk tubuh Lian yin. "Bentar syang!!" ucap Lin yin, mainan dada Yiwen, membuat dia merasa geli.
"Syang!! Berehenti geli,"
"Sudah diamlah syang!! Aku mau bikin kamu basa duluan, dan kamu yang mulai duluan,"
"Baiklah. Tapi pelan!:
Lian yin seperti biasa, ia segera menggendong tubuh Yiwen ke atas ranjangnya, berbaring menikmati setiap lekuk tubuh Yiwen, menciuminyalembut. Dari atas hingga ke bawah perutnys, membuat Yiwen tak berhenti terus mendesah.
"Yin!!"
Sudah merasa bergairah hebat, Yiwen membalikan tubuh Lian yin. dan langsung diatasnya. Ia tak sabar ingin di bobol lagi, dengan pose yang berbeda.
Yowen yang meghentakkan tubuhmya, membuat Lian yin hanya diam. Dan menikmati setiap irama tubuh Yiwen. Hingga 15 menit kemudian, Lian yin membalik, dan menghentak semakin keras, hingga beberapa pose berbeda, membuat tubuh Yiwen seakan remuk di buatnya. Lian yin benar-benar sangat ganas. Bahkan dia menghantakkan sambil jalan, menuju ke balkon kamarnya.
"Yin, apa kamu gila. Aku malu jika kamu melakukan ini,"
"Kenapa?"
"Aku mau lihat si luar syang. Sambil menikmati udara luar, Kamu diam saja.
__ADS_1
Hentakan semakin keras tak tehentikan, Yiwen hanya memegang meja di balkon kamarnya, "Yin, hentikan!!"
"Bukanya kamu yang mau syang?"
"Aku lelah!!"
"Bentar lagi, Ya." Lian yin, melakukannya penuh semangat kali ini.
Lian menuntun Yiwen berjalan, sambil terus melakukan irama tubuh tak hentinya. Hingga berbaring di ranjangnya, melanjutkan berbagai pose lagi. Seakan begitu brutalnya Lian yin sekarang. Tidak mengijinkan istrinya itu berhenti untum tarik napas saja.
Hingga hampir 4 jam berlalu, semua sudah merasa sangat lelah, Dan Yiwen sudah tak berdaya lemas, tidur terlentang di ranjangnya. "Sekarang ayo tidur." ucap Liannyin, mengecup kening Yiwen, mengusap lembut puluh keringat Yiwen.
"Iya, syang." Yiwen menarik napasnya, mencoba mengatur napasnya, yang masih ngos-ngosan. Permainan Lian yin kali ini benar-benar sangat gila. Baginya, membuat ia tidak bisa bernapas sempurna.
Yiwen memeluk tubuh Lian yin. Di balit dengan selimut tebal, ia menempelkan kepalanya di dada bidnag suaminya.
"Makasih syabg!! Kamu sudah memuaskan aku lagi!!" ucap Lian yin, mengusap lembut rambut Yiwen. Dan mulai memejamkan matanya.
"Sama-sama, syang. Aku juga merasa terpuaskan." Yiwen mengusap lembut dadanya. Dan perlahan mulai memejamkan matanya, dengan sempurna.
-------
Lyli Pov
Tap... Tap...
Kay yang baru pulang ke hotelnya, ia menatap Lyli, yang terlihat sangat kesal dengannya, ia tak mau menyapa dirinya, dan lebih memilih untuk bergegas pergi meninggalkan Lyly, berjalan menuju ke balkon kamarnya. menyendiri menikmati udara malam, yang terasa sangat dingin.
"Kamu dari mana?" tanya jutek Lyli, tanpa menatap ke arahnya.
"Aku gak kenapa-napaa, hanya saja aku ingin keluar tadi. Bosan saja di kamar teruz."
"Jadi kamu juga bosan denganku?"
"Siapa yang bilang begitu," Lay menyandarkan punggungnya, ke pinggiran tembok balkon hotelnya.
"Siapa bilang aku bosan denganmu. Aku hanya bosan terus di kamar,"
"Kalau bosan di kamar, kenapa kamu keluar sendiri. dan sedangkan aku kamu tinggal di dalam hotel sendiri. Apa kamu tahu, berapa kesalnya aku, kamu biarkan aku di sini, dan sednagakn akmu di luar di dalam sedirian dan, enak berduaan di liar sana."
Lay tersenyum simpul. "Siapa yang berudaan Lyli.
"Aku gak berduaan sama sekalai. Aku hanya pesan makaman tadi "
"terua kenapa lama sekali"
"Karena antri, aku pesan di reatauran hotel ko. Dan abungkus, karan kalau aku kirim masih curiha saja dengan kejadian kemarin.
Lain kali lebih baik bawa senxiei, mie atau apa gitu. kalau gini pas gak aman sama sekali aku jadi susah. Mau makan saja susah. Dan aku gak tahu lagi mau siapa sebenarnya yang melakukan semuanya
Lyli membaringkan tubuhnya di atas ranjang. "Sudah cepat makan setelah itu kita tidur,"
Lay berjalan menuju ke balkon kamarnya.
Ia meminum kopi yang baru saja ia beli, sembari menikmati pemandangan di luar yang begitu berbeda.
__ADS_1
"Syang, kamu lihatlah keluar!!" teriak Lay, yang berdiri di balkon , menikmati pemandangan malam, yang nampak indah dari atas.
"Hanya tebing, apa yang menariknya?" tanya Lyli kesal.