
"Syang cepat bangun" Lian yin menggoyang-goyangkan tubuh Yiwen untuk segera bangun dari ranjangnya.
"Emmm apa sih syang" gumam Yiwen lenuh rasa malas, bahkan matanya belum terbuka sempurna, masih ada kotoran yang menempel di ujung matanya. "Pagi-pagi gini bangunin aku," gumam Yiwen.
"Kamu mau ikut aku pulang gak?" tanya Lian Yin.
Yiwes sontak langsung bangun dan duduk di samping Lian yin, ia membuka matanya lebar menatap wajah Lian yin yang masih berantakan belum mandi. "Pulang? Apa kita akan pulang sekarang?" tanya Yiwen.
"Iya kita mau pulang, apa kamu gak mau pulang? atau kamu mau tetap di sini, gak apa-apa sih aku akan perpanjang liburan kita, Pesawat kita jam 9 dan Ley sudah berangkat lebih dulu, soalnya dia juga mau ke Sydney jemput seseorang."gumam lian yin ia segera memberskan bajunya dan memasukan ke dalam koper.
"Gak usah kita pulang saja sekarang, kamu mandi saja dulu biar aku yang bereskan semuanya, termasuk kamar tidunya harus tertata rapi saat di tinggal lagi." gumam Yiwen.
"Ya, sudah kamu jangan tidur lagi ya"Lian yin meraih handuk, kembali ke arah Yiwen mengusap lembut rambutnya. "Awas kalau tidur lagi" lanjutnya.
"Enggak, ini aku udah membuka mataku lebar gini, masak mau tidur lagi"ucap Yiwen membuka matanya lebar-lebar.
"Ya, sudah." Lian segera masuk dlaam kamar mandi, dan Yiwen sangat cekatan membereskan semuanya, mulai dari kamar tidur dan semua baju Lian yin dan dirinya.
"°Ah... akhirnya semua sudah selesai dengan cepat tinggal tunggu Lian yin keluar dari kamar Mandi." gumam Yiwen mengusap ke dua tangannya.
"Sudah selesai semuanya." Lian yin baru saja keluar masih mengenakan handuk, ia mengusap rambutnya yang masih basah.
"Tubuhnya sangat indah." gumam Yiwen terkagum-kagum dengan ukiran dada hingga perut Lian yin yang terpahat sempurna.
"Apa dia sering fitness ya" gumamnya dlaam hati.
"Syang ada apa?" Lian yin mengibaskan tangannya ke depan wajah yiwen.
Yiwen tersenyum tipis dengan wajah sudah mulai memerah malu.
"Udah aku mau mandi dulu, bye."Yiwen segera kabur masuk ke dalam kamar mandi, ia melihat tubuh kekar Lian yin lama-lama membuat ia mimisan.
"Haduh.. Yiwen apa yang kamu lihat tadi, bikin malu saja sih, gimana kalau Yin berpikir yang gak-gak. Ah, Yiwen kamu kenapa cerboh gini, kamu harus kontrol mata kamu jangan jelalatan lagi menatap seenaknya tubuh lelaki itu" gerutu Yiwen memukul-mukul kepalanya.
tak butuh lama untuk berendam, ia segera keluar dari kamar mandi. "Haduh, kenapa aku jadi **** gini, aku lupa bawa handuk tadi" gumam Yiwen memukul kepalanya lagi.
"Aku minta tolong Lian Yin saja" gumam yiwen, membuka sedikit pintu kamar Mandi mengeluarkan kepalanya.
"Yin ambilakan handuk aku di dalam"ucap Yiwen.
"Eh.. sekalian sama baju aku deh, dari pada bolak balik" gumam Yiwen.
"Baiklah, syang siap" Lian yin segera mengambil baju dan handuk untuk Yiwen.
"Jangan ngintip, balik badan"bentak Yiwen.
"Siapa yang ngintip sih, lagian aku sudah tahu semuanya." gumam Lian yin dengan senyum merekahnya.
"Apaan sih, udah sini bajunya. Jangan banyak bicara." gumam Yiwen segera meraih baju di tangan Lian yin sebelum ia banyak bicara dan berpikir mesum lagi entar.
"Ada-ada saja sih istriku itu, semakin hari semakin aneh saja kamu itu." gumam Lian Yin.
"Udah selesai, ayo segera berangkat"gumam Yiwen.
"Berangkat kemana?" tanya Lian yin.
"Jangan pura-pura lupa deh, jadi pulang gak?" tanya yiwen kesal.
"Iya, iya syang gitu saja ngambek,aku hanya bercanda. Tapi apa kamu gak make up dulu, sisiran dulu?" Lian yin mengusap rambut Yiwen yang masih berantakan.
"Ya sisiran di mobil saja" gumam yiwen ia segera menarik tangan Lian yin keluar dari Vila, lalu masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Kok ada sopir syang?" tanya Yiwen bingung.
"La ini kan mobil siapa syang, udah jangan banyak tanya."gumam lian yin "Pak langsung berangkat, ngebut ya?" ucap Lian yin.
Yiwen tak menghiraukan mereka, ia sibuk sendiri dengan rambut dan make up tipis yang membalut wajah cantiknya.
"Udah cantik belum?" tanya Yiwen.
"Udah-udah syang," ucap Lian yin.
30 menit perjalanan mereka sampai di bandara, tanpa banyak bicara ia segera masuk ke dalambandara berlari secepat mungkin. "ayo syang kamu harus semangat"gumam lian yin.
"Ah.. akhirnya duduk juga deh"ucap Yiwen kesal.
"Cepek aku" lanjutnya.
"Udah tidur saja, maaf ya harus bikin kamu lari-lari"ucap Liam yin mengusap rambut Yiwen.
Perjalanan yang membuat Yiwen harus tertidur lelap di pesawat, perjalan yang memelahkan harus berlari pagi.
---000---
"Yaah... akhirnya kita sampai juga di rumah" ucap Yiwen ia merasa sudah sangat lelah, sudah 8 jam perjalanan berlalu ia duduk diam di atas pesawat
tanpa bisa mondar mandir untuk merilekskan ototnya.
"Ini rumah kamu?" tanya Yiwen.
"Iya, kita langsung selidiki sekarang atau besok saja"tanya Yiwen beranjak mendekati lian yin yang sudah duduk bersandar di sofa dengan merentangkan ke dua tangannya di atas.
"Besok saja juga gak apa-apa. Sekarang aku mau tanya padamu. Tapi nanti saja kita ke ruangan kerjaku"ucap Lian yin.
"Ya sudah kamu mau makan apa aku bikinkan" ucap Lian yin.
"Bener nih kamu yang masak" tanya Yiwen memastikan.
"Iya, Kita masak yang cepat jadi aja ya, Mau pasta gak? atau roti panggang"gumam Lian yin.
"Terserah deh, tapi dua duanya juga boleh, tenang saja aku akan bantu kamu kok. Aku bantu kamu masak dan siapin barang"ucap Yiwen langsung antusias semangat melangkahkan kakinya menuju ke dapur.
"Ada-ada saja sih Yiwen." gumam Lian yin menggelengkan kepalanya.
"Kamu mau sop gak?" tanya Lian yin.
"Gak mau, besok pagi saja makan sop udah jam segini juga, gak enak kalau makan sop. makan roti saja, sama pasta di sambil dengan minum teh hijau," gumam Yiwen.
"Teh hijau?" tanya Lian yin memastikan.
"Iya, Aku suka banget teh hijau" ucap Yiwen.
Lian yin terdiam, ia lalu tersenyum tipis, "Teranyata semakin lama ada kemajuan juga dari ingatan Yiwen. Aku yakin jika dia duku suka Teh hijau meski aku belum pernah tahu dia minum teh hijau. Tapi setidaknya dia mulai sadar apa yang dia suka dari dulu"Batin Lian yin, menatap wajah cantik Yiwen yang sedang sibuk menyiapkan semua bahanya.
"Yin apa kamu gak ada persediaan teh hijau ya?" tanya Yiwen, ia mencari di dalam rak gak ada teh hijau di sana.
"Eh sepertinya habis, apa aku panggil pelayan untuk belikan teh hijau di supermarket sekalian untuk persediaan kuta besok"gumam Lian yin.
"Ya sudah cepat panggil, tapi suruh cepatan ya belinya, aku mau minum teh hijau segera. Lagian kalau makan tanpa teh hijau entah kenapa rasanya hambar" ucap Yiwen.
"Bii.. cepat belikan teh hijau di supermarket terdekat"perinta Lian yin.
"Baik tuan"pelayan itu segera belari secepat mungkin.
__ADS_1
Lian yin memegang ke dua bahu yiwen agar dia tetap di depannya tak banyak gerak. "Syang aku mau tanya pada kamu"ucap Lian yin.
"Tanya apa lagi?" gumam Yiwen kesal.
"Kenapa kamu bisa tahu kalau kamu suka teh hijau," tanya Lian yin.
Yiwen terdiam sejenak, dia baru tahu kalau kalau ia pernah suka dengan teh hijau. "Aku juga gak tahu, entah kenapa aku kepikiran tentang teh hijau, dan ingin meminumnya"gumam Yiwen menundukan kepalanya.
Lian yin tersenyum lebar, " kenapa kamu nunduk gitu, itu hal bagus berarti kamu perlahan sudah mulai ingat tentang kehidupan kamu dulu. Sekarang aku yakin kalau kamu perlahan akan pulih dengan sempurna ingatanmu."gumam Lian yin.
"Sekarang ayo mulai panggang rotinya, ku mau masak pasta, udah jangan cemberut terus"ucap Lian yin mencubit pipi kanan Yiwen.
"Sakit"gumam yiwen manja.
"Jangan manja gitu"Lian yin mengusap rambut Yiwen membuat ia tersipu malu dengan perlakuan Lian yin padanya.
Yiwen segera memanggang rotinya, dan Lian yin sibuk dengan pastanya. Mereka bekerja dengan tugas membuat makanan masing-masing. Yiwen juga sudah menyiapkan selai untuk olesan pada rotinya.
"Sudah selesai belum"ucap Yiwen membawa satu piring roti panggang berisikian 5 biji dan satu selai di tangan kirinya.
"Kamu bawa dulu ke meja makan, ku mau ambil piring dulu buat wadah pastanya."gumam lian Yin.
"Baiklah"ucap Yiwen,
Semua makanan sudah siap di meja makan, Yiwen terus mengoleskan selai coklat di roti yang ia pegang.
"Yin apa disini gak ada orang lain lagi selain kamu?" tanya Yiwen dengan mulut mengunyah roti panggang.
"Ada para pelayan dan tukang kebun yang merawat rumah ini"ucap Lian yin.
"Maksudnya selain mereka" gumam yiwen.
"Gak ada, ya kadang Lie Wei yang tinggal disini dengan Mei" ucap Lian yin menyantap pastanya.
"Oo.. kenapa pastanya kamu makan sediri ya bagian aku mana?" tanya Yiwen.
"Ini punya kamu sudah aku siapkan, lagian kamu sibuk sediri makan roti jadi, ya. Aku taruh sini pasta kamu." ucap Lian Yin.
" Baiklah, sini aku mau makan"ucap Yiwen meraih piring pasta di samping Lian yin.
"Habiskan semuanya, kamu yang bikinkan jadi kamu yang habiskan ya"ucap Lian yin.
"Iya, iya, "Tanpa perdulikan celotehan Lian yin lagi, Yiwen segera memakan habis pasta di piring itu dengan lahapnya.
"kenapa yiwen jadi seperti ini, makanya tambah banyak"batin Lian yin, ia terus menatap cara makan Yiwen yang snagat lahap, padahal roti sudah habis 3 potong di tambah lagi pasta satu piring, Lian yin hanya bisa menggelengkan kepalanya tak percaya.
"Yin, kenapa kamu diam?" tanya Yiwen.
"Sudah selesai makanya" gumam Lian yin.
"Bentar lagi, emangnya kenapa, Kalau kamu cepek mau tidur duluan, tidur saja, aku mau lanjutin makan aku dulu."Gumam Yiwen.
"Gak mau, aku nunggu kamu saja, lagian ada yang ingin aku bicarakan sama kamu" ucap Lian yin, di balas anggukan oleh Yiwen.
"Tapi tunggu bentar ya" gumamnya, dengan mulut masih penuh makanan.
"Kebiasaan deh, makanannya di telan dulu baru ngomong"gumam Lian yin, ia mengusap bibir Yiwen yang masih ada sisa makanan di ujung bibirnya.
Mata mereka saling tertuju, awal yang membuat Yiwen mengehentikan makananya. "Apa kamu mau aku suapin"ungkapnya polos.
Lian yin tersenyum, menarik kembali tangannya dari bibir Yiwen. "Gak kamu saja yang makan, aku udah kenyang sekarang"ucap lian yin.
__ADS_1