Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Sampai tujuan


__ADS_3

"Bentar lagi kita akan sampai perbatasan"sambung Tao, melirik ke arah Lian yin.


"Jadi kamu sudah tau sebanarnya kita Timur"tanya Yiwen.


"Aku tahu, aku pernah masuk ke sana sekali. Karena tugas, dan aku kesini lagi juga karena ada tugas dari badan intelijen. Semua sudah aku susun rapi dalam sebuah rencana" ucap Tao.


"Terus apa rencana kamu sekarang? Apa kamu juga akan menyelifiki tentang dunia mafia?"tanya Lian Yin semakin penasaran.


Tao hanya diam, sekaan mulutnya di kunci rapat untuk mengatakan hal itu. karena itu adalah sebuah tugas, yang harus di selesaikan. Dan tidak ada yang boleh tahu tentang renacanya. hal itu melanggar perjanjian dari kode etik anggota.


"Kita akan berpisah di depan, aku akan menunggu Luhan sana. Soal masuk kita bisa masuk bersama nanti. Aku sudah tahu cara untuk masuk. Jika kamu membuat keributan lewat situs maka akan semakin bahaya, jadi hentikan sekarang. Dan jangan bertindak gegabah dulu. Sekarang kalian ikuti aku masuk, sampai di dalam perbatas Timur, kita akan berpisah di sana"ucap Tao menjelaskan pada semua orang yang di dalam mobil.


semua yang di dalam mobil hanya diam menatap ke arah tao. Mereka tidak tahu apa yang di rencanakan Tao sebenarnya. Tapi Tao juga sudah membantunya. Itu sudah menjadi hal yang paling baik di saat mereka bingung untuk masuk.


"Tapi aku sudah terlanjur membuat heboh peringatan darurat di pertahanan mereka."ucap Yiwen menatap ke arah Tao.


"Sekarang hentikan, benar apa kata Tao. Kita turuti saja dia."Ucap Lian yin, mentupu laptop Yiwen segera.


" Tapi jika kamu bohong kamu akan tahu akibatnya"ucap Lian yin pada Tao.


"Yin, apa kamu akan percaya dengannya begitu saja, dia tidak meyakinkan siapa tahu dia akan bela musuh kita. Dan Luhan kenapa dia juga datang kesini, aneh kan?" Saut Lay.


"Kamu bisa membunuhku, jika memang aku bohong. Aku gak mungkin mencelakakan Yiwen dan kalian semua. Bagi aku sudah tidak ada musuh lagi, kita semua teman. Dan Yiwen juga sudah aku anggap adik aku sendiri. Karena sekarang yiwen ada bersama kalian. Aku juga gak mungkin mencelakakan kalian"ucap Tao, mencoba meyakinkan mereka. Karena memang dia merasa sudah jujur, tidak ada rahasia di antara mereka lagi. Tao hanya menjalankan sebuah misi, tidak perduli dengan musuh lalu.


"Baiklah, aku percaya denganmu sekarang."ucap Lian yin.


"Kita sudah sampai di depan? Apa yang harus kita lakukan? Banyak penjaga di sana. Semua bawa senajata lengkap lagi." ucap Lay, merasa ragu untuk melanjutkan laju mobilnya ke depan.


"Berhentilah"ucap Tao.


Lay segera membuka kaca mobilnya. "Siapa kalian?" tanya Seorang penjaga dengan senjata lengkap di tangannya.

__ADS_1


"Lay hati-hati, ada seorang pemanah tepat di kanan kamu, dia berada di balik tebing jauh dari sini" ucap Yiwen.


"Baiklah"gumam Lay.


"Ini,"Tao menyerahkan sebuah surat untuk masuk ke dalam.


"Gimana kamu dapatkan surat ini?" tanya penjaga itu, engan wajah galaknya.


"Kamu lihatkan siapa yang tanda tangan, jadi kalian biarkan aku pergi atau aku akan telefon boss kalian sekarang"ucap Tao, mengancam.


"Bisa tunjukan lencana kamu, biar kita percaya"ucap penjaga itu.


"Ini lencana, kalau mau bukti lagi. Sekarang sudah puas jadi boleh aku dan temanku masuk"ucap Tao, menunjukan sebuah lencana yang ia dapatkan.


"Baiklah, cepat masuk"ucap penjaga itu ketus.


"Kalian cepat masuk, dan turunkan aku di pinggiran kota. Luhan sedah menungguku di sana. Aku ada misi penting di sini dengan Luhan. Kalian hati-hatilah di sini sangat berbahaya, banyak jebakan di mana-mana. Karena di sini sangat berbahaya. Kalian tidak bisa membedakan mana musuh mana teman. Jangan mudah pervaya jika bertemu dengan orang asing, karena bisa jadi mereka musuh,"ucap Tao mencoba memberi peringatan pada Yiwen dan teman-temannya serta suaminya


"Makasih"ucap Yiwen, memegang tangan Tao, dengan memberikan senyum perpisahan padanya.


"Sama-sama, jaga diri kamu, jangan sampai kamu pisah dengan lainnya. Hati-hati dan tetap waspada"gumam Tao, memegang tangan Yiwen, lalu melepaskannya.


"Makasih tumpangannya"teriak Tao pada Lian yin dan kawan-kawan.


Lian yin hanya tersenyum, ia lalu memandang ke arah Yiwen. "Sekarang di mana kita akan menuju ke tempat kompetisi itu"ucap Lian yin.


"Aku coba lihat di lembaran, siapa tahu dia menuliskan alamatnya"ucap Yiwen.


Yiwen segera mencari lembaran yang wanita itu berikan, di dalam tas yang ia bawa. "Gimana ada gak?" tanya Lyli yang dari tadi hanya diam mendengarkan mereka bicara. Karena tidak tahu topik masalah sebelumnya. Jadi ia hanya diam mendengarkan mereka. Tak mau banyak bicara, an komentar yang berlebihan.


"Ada alamatnya, tapi apa kita tanya seseorang dulu alamat itu benar atau tidak. Kalau cari di gps ya kalau alamatnya benar. Kalau tidak kita yang nyasar"ucap Yiwen, yang terlihat masih ragu.

__ADS_1


"Tanya? Bukannya tadi Tao teman kamu tadi bilang jika di sini gak ada yang bisa di percaya, jadi biar aku yang lacak di mana tempat itu."ucap Lyli. Ia segera memencet sebuah gelang berwarna cokelat dengan layar kecil, yang mulai muncul sinar untra violet yang menjulur ke atas. Ia menekan beberapa kode yang Yiwen dan lainnya tidak mengerti. Sebuah teknologi canggih itu ada di tangan Lyli.


"Itu buatan kamu?" tanya Yiwen, mengangkat tubuhnya, mencoba melihat betapa canggihnya alat yang Lyli gunakan itu.


"Iya ini aku yang buat, gelang ini bisa untuk apa saja, saat kita tidak bisa mencari sebuah jaringan internet maka aku bisa menggunakan ini, jadi jika hanya mencari jalan ini gampang, kalau mau tahu semuanya kamu bisa tanyakan padaku"ucap Lyli.


"Uwaaa... Bagus, apa gak ada yang lainnya, boleh untukku"ucap Yiwen, berharap bisa memiliki itu juga.


"Gak ada, ini hanya ada satu di dunia, hanya aku yang memilikinya. Karena ini buatan aku sendiri. Aku tidak menduplikatnya"ucap Lyli.


"Yin, udah duduk dan tenanglah, jangan bikin kehebohan"ucap Lian yin.


"Siapa yang bikin kehebohan" gumam Yiwen.


"Tadi siapa?" ucap Lian yin.


"Sekarang kamu cepat duduk kembali, Kita segera rencanakan hal berikutnya. Biar itu jita serahkan pada Lyli."ucap Lian yin.


"Baiklah"gumam yiwen kesal, ia mengerutkan bibirnya dan kembali duduk di samping Lian yin.


"Kamu yakin mau menghadapi mereka, bukannya ini dalah hal aneh, aku yakin di dalam kompetisi ini ada anggota mafia yang menyusup.dan buat keributan. Jadi lebih baik kamu masuk juga di lengkapi senjata."ucap Lian yin.


"Benar itu, kita jangan gegabah, karena di sini tempat yang mencurigakan. tidak bisa asal bicara iya gitu saja. Dan masuk mengikuti kompetisi."Saut Lay.


Yiwen tersenyum, mendengar ucapan mereka. "Kalau gitu kamu jaga aku, dan aku akan mengikuti kompetisi itu"ucap Yiwen. "Ada hal yang ingin aku ketahui, jadi jangan paksa aku untuk membatalkan. Tapi setelah ini selesai kalian boleh pergi. Karena tujuan awal kita juga bukan di sini. tapi entah kenapa kita jadi nyasar ke sini juga"gumam Yiwen, dengan pandangan mata bingung.


"Baiklah, kita selesaikan secepat mungkin, dan segera kembali ke utara,"gumam yiwen.


Lyli sibuk menunjukkan sebuah peta denah kota Timur, dengan sebuah sinar untraviolet yang terpajang di depannya sangat besar dan bisa di sentuhbdengan jemarinya. "Hebat ya dia?" ucap Yiwen pada Lian yin.


"Dia dari dulu memang hebat, karena kepintaranya itu banyak yang mengincar otaknya. Karena dia bisa menciptakan berbagai hal. Dan jiga masuk situs yang sulit untuk terbuka. Bagi dia hanya dengan kedipan mata sudah selesai."gumam Lian yin.

__ADS_1


__ADS_2