
"Hari ini gak jalan-jalan ya syang" ucap Lian yin.
"Baiklah"gumam yiwen.
Setelah bertemu dengan Grace, Lian yin menarik tangan Yiwen untuk segera kembali, ia ingin bicara berdua dengan Yiwen di kamarnya. Sebenarnya Lian yin ingin untk melihat pemandangan luar bersama dengan Yiwen, namun demi keselamatan Yiwen, ia lebih memilih masuk kembali ke dalam hotel. Lagian Yiwen sepertinya lagi marah dengannya, gara-gara Grace tadi.
“Yiwen, maaf aku gak bisa ajak kamu jalan-jalan”ucap Lian yin.
“Kenapa kamu minta maaf, aku gak ingin jalan-jalan kok, aku hanya ingin pulang dan istirahat.”ucap Yiwen.
“aku kira kamu akan marah denganku nantinya.”ucap Lian yin.
“kenapa juga harus marah, aku tahu jika kamu itu hanya ingin melindungi aku. Dan jaga-jaga jika apa yang di katakan Grace tadi benar”ucap Yiwen.
“Iya, aku mengira jika Grcae sungguh-sungguh dalam mengatakan hal itu, dan aku sekarang lebih hati-hati lagi, dan juga akan selalu melindungi kamu. Aku gak mau jika karena aku kamu selalu dapat masalah. Ini semua salah aku”ucap Lian yin, yang terus berjalan memegang tangan Yiwen menuju kamar hotelnya.
“sudah, jangan merasa bersalah. Lagian aku sudah menjadi istri kamu, jadi aku berhak menerima semua masalah yang kamu hadapi, dan masalah kamu juga masalah aku”ucap Yiwen, yang mulai membuka pintu kamar hotelnya.
“Sudah, ayo masuk. Ada yang ingin aku katakan padamu.”ucap Yiwen.
Lian yin hanya diam, ia segera masuk ke dalam kamarnya.
“oya, kamu mau pesan makanan apa?”Tanya Lian yin.
“Terserah kamu”gumam Yiwen yang mulai duduk bersandar di sofa, merentangkan ke dua tangannya di atas sofa dengan kepala menyandar juga di atas sofa.
“Aku hari ini merasa sangat-sangat capek”ucap Yiwen.
“kamu istrahatlah, biar aku yang pijit tangan dan kaki kamu”ucap Lian yin.
“Gak usah, oya aku mau Tanya padamu?”ucap Yiwen.
“Tanya apa?”Tanya Lian yin.
“Apa yang kamu bicarakan dengan Grace tadi?”Tanya Yiwen yang merasa iangin tahu apa yang mereka bicarakan berdus.
“Oo, soal itu, aku gak nyangka jika dia juga teman aku dulu, diaadalah Liqi teman sekolah aku bersama dengan Lyli dan Yhing yhi. Dan yang lainnya dia juga sudah cerita ke kamu kan, Dan gak ada pembicaraan lainnya kok”ucap Lian yin. “Apa kamu cemburu ya”lanjutnya, mencolek pipi istrinya itu.
“Siapa yangcemburu”gumam Yiwen kesal.
“Itu Lihat wajah kamu mulai memerah”ucap Lian yin.
__ADS_1
“Mana, gak ada”gam Yiwen yang langsung memegang ke dua pipinya.
“Udah kalau cemburu bilang saja, jangan malu-malu”gumam Lian yin, duduk di samping Yiwen.
“Ya, wajah-kan sebagai istri kamu aku cemburu jika kamu bersama dengan Grace tadi, lagian kalian bicara pelan banget, jadi aku gak tahu apa yang kalian bcarakan berdua. Dan tadi aku sempat melihat kamu memegang tangan Grace”gumam kesal Yiwen, memalingkan pandangannya dari Lian yin.
Lian yin tertawa, "Kenapa kamu jadi cemburuan gitu, lagian tadi bukannya kamu yang menyuruh aku untuk menemui Grace, terus kanpa sekarang kamu ngambek dan cemburu gitu”gumam Lian yin, menatap wajah Yiwen yang menghindar dari pandangannya.
“Apaan sih Yin jauhkan wajah kamu dari pandangganku”gumam Yiwen, mendorong wajah Lian yin yang melihatnya sangat dekat.
“Jangan ngambek gitu”gumam Lian yin.
“Kenapa gak boleh”ucap Yiwen.
“Kamu kalau marah jelek”ucap Lian yin.
“Ya, sudah kalau jelek, kamu bersama dengan Grace sana, dia jauh lebih cantik dari pada aku, bahkan dia seperti wanita yang sangat sempurna.”ucap Yiwen kesal.
LIan yin memegang ke dua bahu Yiwen, menariknya menoleh ke belakang, agar menatap ke arahnya.
“Tatap mataku”ucap Lian yin.
“Lihatlah mataku”lanjutnya.
Yiwen perlahan mentap ke arah Lian yin, melihat mata yang penuh cinta dan kejujuran. Lian yin mendekatkan wajahnya dan hanya berjarak dua jari dari pandangannya.
“Apa yang ingin kamu lakukan?”Tanya Yiwen.
“Aku hanya mentap detail wajah cantik istriku ini”gumam Lian yin.
LIan yin memegang ke dua pipi Yiwen, “jangan bilang jika wanita lain juah lebih cantik dari kamu, tapi bagiku kamu lebih cantik. Again aku sudha pernah bilang ke kamu berkali-kali. Tapi kamu seakan tidak pernah percaya dengan apa yang aku bicarakan. Kamu itu sangat cantik bagiku, gak ada wanita lain yang jauh lebih cantik”ucap Lian yin. “Dan lagian, aku juga hanya cinta dan syang dengan kamu, bukan dengan orang lain.”lanjutnya.
“Yiwen mentap ke arah Lian yin, ia menatap mata Lian yin yang terlihat sangat jujur. “ya, sudah kenapa wajah kamu terlalu serius gitu”ucap Yiwen.
“Giaman gak serius jika kamu itu tiba-tiba marah denganku, dan cemburu dengan Grace”ucap Lian yin.
Yiwen tersenyum tipis, “Sudah kenapa kamu jadi bingung, lagian tadi aku hanya bercanda”ucap Yiwen tertawa, melihat ekpresi wajah Lian yin yang terlihat sangat serius.
“jadi kamu ngerjain aku”Tanya Lian yin bingung.
“he.. he.. jangan marah, lagian aku hanya ingin tahu gimana perdulinya kamu denganku saat aku benar-benar marah nantinya. Dan ternyata kamu sangat prduli denganku. Maaf ya, aku sudah bicara gak-gak tadi dengan kamu”ucap Yiwen. “Sebenarnya aku tadi sudah tahu apa yang kalian berdua biarkan, aku sudah mendengar semuanya.”gumam Yiwen. Lian yin hanya mentap kesal ke arahnya, ia tidak habis pikir jika Yiwen ngerjain dirinya, dan membuat ia merasa bersalah.
__ADS_1
“Awas ya, kamu Yiwen.”ucap Lian yin, yang mulai menggelitik pinggang Yiwen.
“Yin, hentikan geli tahu”gumam Yiwen.
“Salah sendiri kamu tega bohong dneganku”gumam Lian yin, yang masih ters menggelitik yiwen, hingga yiwen tak berhenti tertawa.
“Yin, udah maaf, maaf aku gak ngulangi lagi deh”ucap Yiwen, sambil tertawa, hingga matanya mengeluarkan air mata.
Lian yin berhenyi menggelitik Yiwen, kali ini ia menggendong tubuh yiwen di atas ranjangnya, membaringkan tubuhnya dengan mata saling mentap sejenak.
“Yin, apa yang kana kamu lakukan?”Tanya Yiwen, yang mulai khawatir jika Lian yin akan bertindak macam-macam dengannya. Ya, meskipun dia adalah suaminya, dan memang melayaninya juga sudah jadi kewajiban, tapi setidaknya ia benra-benar masih belum sanggup.
“kamu kira aku akan ngapain kamu?”Tanya Lian yin.
“Entahlah”ucap Yiwen, yang muencoda duduk di ranjangnya, namun Lian yin mencegahnya dan membaringkan tubuhnya lagi. “Tidurlah, aku mau tamani kamu sejenak”ucap Lian yin, yang mulai mendekatkan wajahnya.
“Apa yang kamu katakan”ucap Yiwen, yang merasa was-was dengan Lian yin.
Tanpa banyak bicara, benda kenyal menempel di bibir Yiwen dengan sangat lebut, Lian yin memegang tanga Yiwen agar tidak meronta saat ia ingin melakukan. Yiwen yang terus meronta, Lian yin semkain memper dalam ciumannya, membuat Yiwen tak bisa berkutik lagi, ia semakin bertindak Lian dan berbaring di samping Yiwen. Lian yin menarik selimut dan menutupi sekujur tubuhnya dengan Yiwen.
“Yin apa yang akan kamu lakukan?”Tanya Yiwen.
Namun Lian yin tidak perduli, jemari tangannya bertindak liar membuat desahan kecil keluar dari mulut Yiwen. Ia yang sudah tidak sabar Yiwen selalu menolak apa yang ia inginkan. Kini sekarang Lan yin meluapkan semuanya, dan hari ini ia ingin buat baby untuk Yiwen, meski sempat belum periksa Yiwen sudah hamil apa belum.
Mereka bertarung dalam selimut tebal, meski sempat dapat penolakan dari Yiwen, namun pada akhirnya Yiwen juga tidak bisa menolak dan menikmati permainan Lian yin.
“Makasih syang”ucap Lian yin.
Tes… butiran keringat jatuh dari dahi Yiwen, dan tubuh mereka kini.
Lian yin masih merengkuh erat tubuh Yiwen meski dengan puluh keringat membasahi mereka. “Maaf aku sudah ajak kamu sepai ini”ucap Lian yin, menatap wajah cantik Yiwen dengan keringat yang masih membasahi wajahnya.
“Semua sudah terlanjur”ucap Yiwen yang masih kesal.
LIan yin mengusap keringat di wajah Yiwen dengan jemari tangannya. “Maafkan aku”ucap Lian yin, mengecup pipi Yiwen.
“Maa buat apa lagi”gumam Yiwen.
“sudah sekarang aku mau tidur”ucap Yiwen, yang merasa dirinya sangat capek dengan pertandingan seharian, dan di paksa melayani suaminya juga.
“baiklah, selamat tidur syang, makasih atas yang kamu berikan padaku”gumam Lian yin, yang mulai ikut memejamkan matanya, dengan tangn masih merngakuh erat pinnggang yiwen seakan seperti memeluk sebuah boneka kesayangannya.
__ADS_1