
Changmin dan Lay yang menyelam ke dasar laut, mereka mulai menampakan kepalanya, berenang mendekati Lyli dan Tao, lalu ke dua genggam berpegangan pada jembatan kayu itu.
"Apa mereka mencari Yiwen?" tanya lay, mencoba menarik napasnya yang hampir saja putus, ia sudah menyelam hampir setengah jam, membuat napasnya benar-benar habis.
"Gimana dengan Lian yin? Apa dia sudah di temukan?" tanya Tao, membantu Changmin dan Lah mengeluarkan tubuhnya dari dalam air.
"Belom!! dia tidak ada di dalam. Sebenarnya di kana Kian yin di buang. San apa dia sudah kabur lebih dulu. Aku yakin jika dia masih hidup," gerutu Changmin.
"Iya, aku juga yakin!!" saut Lay, menundukkan kepalanya.
"Kalian semua tenang saja. Aku akan batu cari Lian yin. Aku akan menyebarkan kelompok agent rahasia aku. Untuk mencari Yiwen dan Lian yin!!" gumam Tao, menepuk bahu Changmin yang tepat berada di sampingnya.
"Jangan menyentuhku!! Aku gak suka dengan seorang oenghianat!!" ucap Changmin, menatap rajam ke arah Tao.
"Ini bukan saatnya bertengkar, Changmin. Kita terima saja bantuan dari dia. untuk membantu kuta menemukan Lian yin dan yiwen. Kita gak bisa jika bekerja sendiri tidak ada yang membantu kita untuk bekerja." ucap Lau, mencoba meng-akhiri ketegangan di sampingnya itu.
"Baiklah!! Aku mau ganti baju dulu," human Changmin, beranjak pergi menuju ke mobilnya, mengambil beberapa baju untuk ia kenakan.
"Aku benci dengan semua ini. Kenapa Lian yin pergi di saat bersamaan Grace pergi dengan kaki-laki lain. Bahkan dia tidak perdulikan aku. Tapi uang paling penting sekarang aku ingin cari tahu tentang Luhan, siapa dia sebenarnya. Apa dia benar saudaraku atau bukan. Jika memang iya tapi kenapa dia tidak tahu aku sama sekali." gerutu Changmin dalam hatinya, ia teringat jika dia sekarang mencari laptopnya.
Dengan segera ia membukanya, mencari di internet tentang berita kejadian kecelakaan melibatkan keluarganya. "Aku harus cari tahu sekarang!!" gumam Changmin.
"Kenapa tidak ada? Berita kecelakaan saat aku kecil tidak ada. Apa semua orang menghilangkan jejak aku. tapi, kenapa?" Changmin terus berusaha mencari tentang data diri tentangnya. Hingga sepuluh menit berlali, ia hanya mendapatkan sebuah informasi jika anak dari keluarganya hilang, tanpa di temukan di mana dia. Changmin membaca detail apa yang ja lihat itu.
"Anak dari keluarga Lu menghilang. Apa mungkin keluarga Ku menyembunyikan identitasnya. Mereka takut jika ada orang yang akan menyakiti mereka. Bukan anak pertama sejak lahir juga tidak bersama dengannya. Keluarga Ku, benar-benar sangat pintar untuk menyembunyikan anak-anaknya dari publik. Karena kejadian pembunuhan beberpa orang yang cerdas beberapa tahun terkabir, membuat keluarga Lu sangat hati-hati dengan anaka-anaknya," gumam Changmin membaca setiap rincinya.
"Jari ini penyebabnya. Orang tua aku membawa aku jauh dari kakak, dan pergi ke kota sebelah!!" gumam Changmin, menutup laptopnya kembali. Dan beranjak keluar dari mobilnya.
"Apa yang kamu lakukan? Lama sekali!" tanya Tao? yang mulai beranjak berdiri, menepuk bahu Changmin.
"Memangnya kenapa kalau lama?" tanya Changmin kesal.
"Aku ingin ganti baju, kaku jaga Tao jangan biarkan dia dekat dengan calon istriku!!" ucap Kay, membuat Changmin tetdiam, mengerutkan kr dua alisnya, tersenyum tipis mendengarnya.
"Kamu akan menikah?" tanya Changmin penasaran.
"Aku sudah janji padanya, dalam waktu seminggu aku akan menikah dengannya. aku gak mau lama-lama pacaran. Lebih baik cepat menikah dan hidup bagian Tapi sekarang aku akan mencari Lian yin lebih dulu, aku tidak bisa jika menikah duluan tanpa Lian yin. Dan gimana bisa jadinya aku menikah tanpa restu darinya." ucap Lay, tersenyum tipis, beranjak pergi.
"Tunggu!!" panggil Changmin, membuat langkah Lay terhenti.
"Kamu beruntung dalam hal cinta, berbeda dengan aku. Yang hanya bisa melihat orang yang aku cintai menikah dengan orang lain!!" ucap Changmin.
"Kalian semua!! Jangan terlalu khawatir" suara berat, khas seorang laki-laki patuh baya, membuat Changmin dan Lay menoleh bersama ke samping. Menatap seornaf kaki-laki paruh banya di depannya, membuat ke dua nata Changmin melebar seketika, ia melihat ayah Yiwen ke dua kalinya. Dan Tao memang belum pernah tahu jika dia adalah ayah dari temannya.
"Wo Jian?" gumam Changmin mengernyitkan matanya, lalu mengusap matanya berkali-kali, ia tidak percaya dengan apa yang di lihat di depan matanya.
"Kamu masih ingat aku!!" gumam Alvin, menunjukan wajah semuanya pada adiknya .
"Ada apa anda di sini?" tanya Lay, menatap bingung.
__ADS_1
"Aku harap kalian jangan khawatir. Soal Kian yin, dia tidak akan mati. Dan Yiwen sekarang aku yakin melakukan tugasnya dnegan baik. Yang aku mau dari kalian, sekarang tenanglah. Jangan terlalu panik dengan keadaan. Dan aku tunggu kalian di rumah pohon yang kemarin kalian bertemu denganku. Ada banyak hal yang ingin aku katakan pada kalian" ucap Wo jian.
"Kenapa tidak bisa sekarang!!"
"Aku tidak mau ada orang yang memata-matai kita."
"Baiklah! Aku akan segera ke sana." ucap Lay.
Dan Wo jian tiba-tiba pergi lagi tanpa mengucapkan soratan kata lagi. Hal itu membuatnya aneh, Wo jian bis menghilang seperti di telan bumi. tidak ada jejak sama sekali.
Lay segera masuk ke dalam mobilnya untuk ganti celana setelah selesai, ia mendekati Lyli dan membiarkan Changmin berada did alam mobil sendiri.
"Kita segera pergi sekarang?" tanya Changmin.
"Iya, aku sih melihat dari cara bicaranya. Dia tahu sesuatu tentang Kian yin. Lebih baik kita ke sana."
Lagian tempat itu dekat dengan pantai ini. hanya berjarak satu jam dari sini," guman Lay.
Sementara Tao dan Lyli masih berada duduk di jembatan menggelantungkan ke dua kakinya. "Oya, apa kamu suka dengan oanyai?" tanya Tao basa-basi
"Aku suka, sangat suka!!" humam Lyli. Tapi sepertinya kita harus pergi sekarang." Lyli beranjak berduri, dan brukk.. Dia terjatuh dengan sigap Tao, menangkap tubuhnya, Membuat dia jauh tepat di atas tubuh Tao.
Ke dua mata mereka saling tertuju.
"Dia cantik juga!!" gumam Tao, mengusap pipi Lyli, menatap sekian dalam mata Tao, dan Lyli membalas tatapan Tao yang membuatnya semakin terpana dengan ketampanannya.
Lay yang melihat kejadian itu, menggeram kesal, ia ingin sekali marah melihatnya. Bamun, ia membiarkan kejadian itu.
"Iya, aku juga berpikir seperti itu!!"
-------
"Apa kamu masih mau menatapku seperti itu" tanya Toa, menarik ke dua alisnya kebatas, Lyli tersipu malu di buatnya, ia tadi yang bersikukuh untuk pertahankan cintanya, yiba-tiba terpana dengan ketampanan Tao dari dekat.
"Dan kamu gak mau berdiri dari atas tubuhju?" tanya Tao, semakin membuat Lyli malu, ia beranjak duduk kembali. Di samping Tao.
"Maaf!! Soal tadi. Tapi tadi jantungmu berdegup sangat cepat," ucap Lyli yang memang ke dua tangannya memegang dadanya.
"Entahlah!! aku juga tidak tahu, kenapa jantung aku berdegup cepat saat bersama kamu."
Tao memegang dagu Lyli, mendekatkan wajahnya, membuat ke dua napas mereka saking beradu, san Lyli seketika menutup matanya raoat, ia mengira jika Tao akan menciumnya.
Tao tersenyum tipis, mengusap bibir Lyli dengan jemarinya, dan mengusap bibir bawahnya dengan ibu jari, membuat Lyli semakin tegang. "Kenapa kamu memejamkan mata kamu?" tanya Tao, membuat Lulu membuka matanya kembali, membalikkan badannya malu.
"Kenapa aku jadi seperti ini padanya. aku tidak bisa dekat dengannya. Kenapa aku terbius dengannya. Bodoh!! Bodoh! Aku gak bisa jika dia terus menganggu aku selama ini. Dan lebih baik aku pergi. Aku takut jatuh cinta padanya. Aku juga takut menghianati Lay nanti." gumam Lyli, bernajak berdiri.
"Maaf!!" Lyli berlati menuju ke mobil Lay, ia beranjak masuk ke dalam mobilnya.
"Cepat pergi!!" ucap Lyli tanpa sadar jika Changmin dan Lay masih di luar, di balik mobil sebelah kanannya. Mereka sepertinya masih berbincang sendiri. Tanpa di temani dengan orang lain. Hanya mereka berdua, entah apa yang sedang dia bahas ia juga tidak tahu.
__ADS_1
"Aku cari-cari tenyata dia masih di luar!!" decak kesal Lylu, mengendor kaca mobilnya, membuat pembicaraan ke duanya terhenti. Dan langsung masuk ke dalam mobil, saat sadar Lyli sudah ada di dalam.
"Aku duduk di depan, ya?" tanya Lyli.
Lay masuk ke dalam mobilnya, melirik tajam ke arah Tao yan berjalan menuju ke arahnya.
"Kamu mau kemana?" tanya Lyli, menarik tangan Lay untuk segera cepat masuk.
"Aku gak kemana-mana. memangnya kenapa?"
"Aku duduk di deoan, aku gak mau di belakang!"
"Iya, syang!! Aku tahu, kamu pasti takut Tao akan mendekati kamu, kan?" tanya Lay, mengusap lembut kepala Lyli.
"Iya, aku takut. Syang!! Aku gak mau jika dia terus berada bersama kita"
"Iya, tapi kita sekarang harus profesional. Jadi jangan pikirkan hal macam-macam, yang ada dalam pikiran kita gimana cara kita bisa mencari Lian yin dan Yiwen" ucap Lay, mengusap pipi mulus putih milik Lyli dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.
"Baiklah!! Maaf, mungkin aku saja yang terlalu terbawa perasaan." ucap Lyli, melepaskan tangan Lay, dan mulai duduk tegap menatap ke depan, tak lama Tao membuka pintunya mobil, dan duduk di belakang.
"Kamu bisa, kan, lebih profesional dikit untuk tidak menganggu Lyli. Yang paling penting bagi kita sekarang adalah Yiwrn!! Jika Lian yin tidak ada harapan lagi. Aku harap kita bisa selamatkan Yiwen."
"Iya, aku tahu tentang hal itu. Sekarang cepat jalan. Kita akan cari Amera atau Mei, kita akan bertanya padanya tentang siapa yang membawa Yiwen. Jika Jack, pasti dia akan tahu.
Kling... Klingg...
Beberapa pesan tiba-tiba langsung masuk kedalam ponselnya.
Lyli mencoba mengintip apa isi pesan dari seorang wanita itu. Membuatnya sangat risih.
"Siapa?" tanya Lyli.
"Ciye... Ada yang mulai posesif, Nih." goda Changmin, yang semula serius, kini ia terlihat tak terlihat panik lagi, membuat Lyli merasa aneh pada Changmin dan Lay, seakan ada sesuatu yang di sembunyikan darinya.
"Kenapa kamu bisa tersenyum?" tanya Lyli.
"Nanti aku akan ceritakan. Kita akan pergi ke suatu tempat dulu. setelah itu kita akan makan bersama di atas puncak," ucap Changmin
"Kamu ikut dengan aku saja," saut Tao.
"Enggak!! Aku akan ikut Lay dan Changmin," ucap tegas Grace.
"Sudah jangan berdebat. Kita akan pergi bersama. Dan nanti akan bertemu dengan Lian yin!!" sambung Lay, melirik ke arah Lyli.
"Apa Lian yin masih hidup? Sekarang di mana dia? Dan kenapa dia tidak kembali lagi pada kita." ucap Lyli terlihat mulai antusias, mendengar nama Lian yin masih hidup.
"Nanti kita akan tahu jawabannya. Dia masih hidup atau tidak!!" sambung Changmin.
"Terus tadi siapa wanita yang menghubungi kamu?" tanya Lyli yang teringat jika ada wanita yang mengirim pesan pada Lay.
__ADS_1
"Seorang wanita siapa, syang!! Aku hanya dapat pesan dari Grace, dia sekarang sudah berada di rumah Jack. Dan belum bertemu dengannya, tapi barang-barang Yiwen ada di sana." ucap Lay menjelaskan.
"Terus di mana dia sekarang?" sambung Lay, yang dari tadi memang sangat khawatir dan menunggu kabar dari Grace tentang Yiwen.