
Changmin terdiam sejenak, berdiri tanpa suara di depan gerbang rumah itu. Snegan pandangan menunduk ke bawah. menyembunyikan kesedihan dalam hatinya. hatinya merasa sangat terpukul dengan apa yang di katakan Meta tadi. Jika Mei, di jodohkan dengan orang yang tidak dia cintai. Tapi yang membuat Changmin heran dia menerima begitu saja perjodohan itu.
Lian yin yang sadar jika temannya itu patah hati, ia menepuk pundak Changmin, nenarik ya segera pergi dari depan gerbang rumah itu.
"Jangan sedih, maih banyak wanita di kuar sana. Meski sulit melupakan orang yang paling di syang. Tapi setidaknya jika kamu mulai terbuka dengan wanita lain aku yakin kamu akan mendapatkan jauh lebih baik dari pada Mei" ucap Lian yin.
"Iya, aku ingin bisa seprtti kamu. yang bertahun-rahun tergelam dalam masa lalu. Sekarang kamu bisa membuka hati dengan wanita lain yang lebih kamu syang." gumam Changmin tersenyum tipis.
"Oya.. Kita sekarang hanya dapat jawaban sebuah pernikahan. Kita gak tahu apa sebenarnya rencana Mei, dia juga punya rumah mewah dan megah. Sepertinya ayahnya salah satu pengusaha terkenal di sini." ucap Lian yin mengalihkan pembicaraan.
"Iya, tapi aku masih gak menyangka. Jika dia berbohong padaku selama ini. Jadi selama ini semuanya itu palsu. Kisah aku dengannya juga palsu. Dan apa yang aku dengar hari ini, adalah sebuah jawaban yang membuat aku yakin akan meninggalkan Meidengan segera." gumam Changmin, yang masih menundukkan kepalanya. Ia merasa sangat terpukul dengan apa yang sudah ia dengar. Selama ini ia sayang tulus dengannya, dan semenjak ada Grace memang dia sedikit berubah. Tapi itu hanya perubahan sementara. Bukan soal cintanya yang berubah. Tapi hanya perhatiannya.
Soal Cinta, Changmin masih sama. Ia nasih mencintai Mei. Susah senang, ia lalui bersama dalam bahaya bersama. Menghadapi musuh bersama. Tapi apa yang ia dapat, sebuah penghianatan yang membuat hatinya benar-benar teriris.
"sudah jangan sedih, masih ada Grace yang selalu sayang dengan kamu. Perhatiannya dengan kamu dari kamu masih kecil sampai sekarang tidak berubah" ucap Lian yin menggoda.
Lian yin yang semula tersenyum, menggoda Changmin. Senyum itu tiba-tiba pudar. Ia terdiam, teringat tentang seseorang yang membuat ia merasa sangat khawatir sekarang.
Lian yin teringat tentang sebuah perusahaan yang diam-diam ingin menghancurkan perusahaannya. Orang yangbberani terus terang melawanku.. Dan apa itu perusahaan...
"Kenapa jadi kamu yang diam?" tanya Changmin, menepuk pundak Lian yin.
"Kamu ingat gak saat perusahaan aku hamoir saja sahamnya anjlok dalam waktu semalam." gumam Lian yin, yang mulai serius.
"Iya, ku ingat."
Lian yin menepuk bahu Changmin.
"Min, aku akan beri kamu tugas sekarang. Cari tahu siapa dalang dadi perusahaan yang berani main-main dengan aku. Dan hampir membuat pasar saham aku anjlok" ucap Lian yin, yang kini sudah menunjukan wajah seriusnya. "Kamu bisa cari tahu siapa yang membantu aku pasti kamu juga akan bisa tahu siapa dalang di balik semuanya" gumam Lian yin, yang mulai menunjukan wajah yang penuh dengan wibawa kali ini.
"Baiklah!!" ucap Changmin, tanpa penolakan sama sekali. Ia bergegas masuk kembali ke dalam mobilnya.
Yiwen sudah berdiri, dengan tubuh di balik pintu mobil menatap Lian yin, dengan tatapan tajamnya.
Dan lian yin melanjutkan langkahnya berjalan menuju ke mobilnya yang agak jauh dari mobil Changmin parkir.
__ADS_1
"Yin, kenapa kamu lama?" tanya Yiwen memastikan. "Dan kamu tadi akrab banget sama wanita cantik tadi!!" gumam Yiwen, menguntupkan bibirnya beberapa senti.
"Kamu segeralah masuk ke dalam. Aku mau bicara dengan kamu!!" ucap Lian yin.
Yiwen mengerutkan keninnya bingung.
"Bicara apa?" tanya Yiwen.
"Udah masuklah dulu. Aku agk mau bicara di luar. Takut ada yang mendengarnya." gumam Lian yin, yang mulai masuk ke dalam mobilnya lebih dulu.
Wuuusssss...
Mobil Changmin melesat cepat, melewati Yiwen.
"Kenapa tu anak!!" gumam Yiwen, menatap aneh pada mobil Changmin.
"Dia lagi patah hati!! Jadi jangan di ganggu!!" ucap Lian yin.
"Oo.. emangnya kenapa?" tanya Yiwen penasaran.
Yiwen mengerutkan keningnya "Apa menikah? Apa benar dia akan menikah? Dan wanita di depan tadi siapa? terus rumah itu milik siapa?" tanya Yiwen yang masih sangat penasaran.
Lian yin menceritakan semuanya pda Yiwen. Mulai dari siapa gadis itu. Dan Mei. Smeua ia ceritakan detail seperti kejadian yang ia alami tadi. Yiwen hanya diam, dan mengengguk-anggukkan kepalanya seolah dia paham dengan apa yang di maksud Lian yin.
"kenapa kamu hanya diam?" tanya Lian yin, melirik ke arah Yiwen.
"Terus kamu bicara aku potong gitu aja. entar kamu ngambek" ucap Yiwen kesal.
"lagian aku itu hanya ingin bilang semuanya. Jadi kamu jangan curiga lagi padaku. Aku gak akan curi pandang pada wanita di depan tadi" ucap Lian yin.
"Iya, siap!!"
"Sekarang kita akan langsung pulang!!"
"kemana?" tanya Yiwen, memandang ke arah Lian yin.
__ADS_1
"Ke rumah kamu!!"
"Ke rumah aku lagi. Kenapa kamu mau kita balik ke sana?" tanya Yiwen bingung.
"Biarkan cinta mereka bisa bersemi saat kita gak ada. Dan kamu baisanya selalu usil jahilin mereka. Dan soal Tao dan Luhan, besok kita cari dia. Aku yakin dia akan menginap beberapa hari di sini" Lian yin, mengusap pubcak kepala Yiwen lembut, di balas dengan senyum menis terpaut di wajahnya.
----
beberapa menit perjalanan, Lian yin sampai di depan rumah Yiwen. Ia bergegas tirun dari mobilnya. Dan memegang tangan Yiwen, melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Yang seperti biasa, selalu terbuka sendiri.
"Yin, apa yang ingin kamu katakan sebanarnya?" tanya Yiwen, sedikit mendongakkan kepalanya menatap Lian yin yang berdiri di sampingnya.
"Aku ingin minta bantuan ayah kamu. Aku bawa kamu ke sini. Siapa tahu aku bisa bertemu dengannya lagi!!". Lian yin, duduk bersandar di sofa.
"Minta bantuan apa?" Yiwen semakin bingung dengan Lian yin.
"Nanti jika dia datang, aku akan cerita. Dan kamu juga akan tahu dengan sendirinya"
"Emm.. baiklah!!" ucap Yiwen mengalah, ia juga tidak mau ikut campur lebih jauh lagi, jika ujungnya akan membuat Lian yin marah denganya.
"Oya, Soal Mei. Kapan dia akan menikah?" tanya Yiwen.
"Bulan depan, dan tadi Changmin sepertinya di beri nomor adiknya. Adiknya beda jauh dari kalian semua. jauh lebih feminim" ucap Lian yin.
"Kamu suka denagn gadis seperti itu?" tanya Yiwen kesal.
"Suka sih, tapi aku lebih suka apa adanya seperti ini" ucap Lian yin.
"Seperti ini gimana?" tanya Yiwen bingung.
"Ya, seperti ini. Ngeselin tapi ngangenin" ucap Lian yin, mencubit pipi Yiwen.
Tapi sepertinya dia suka wanita yang feminim, aku harus coba jadi wanita yang di inginkan Lian yin. Dan mulai besok aku akan beli semua perlengkapan make up dan baju wanita yang model terkini. Pikir Yiwen dengan senyum tipisnya memandang ke depan, dengan tangan memegang dagunya.
"Apa yang mamu pikirkan?" tanya Lian yin, melirik ke arah Yiwen.
__ADS_1
"Gak ada!!" jawab Yiwen mencari Alasan. "Sudah lebih abik kamu fokus mengemudi mobil kamu!!" lanjutnya.