Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Tembakan Misterius


__ADS_3

Lian yin terus menatap wajah Yiwen di depannya. Ia masih belum mengenalinya.


"Siapa dia?" batin Lian yin meneguk minuman di tangannya lagi dengan tatapan mengarah pada mata Yiwen.


"Tatapan mata yang sangat familiar seperti mata Yiwen" lanjutnya. Ia baru menyadari jika itu adalah Yiwen ia memandangnya dari kaki hingga ujung kepalanya. Penampilannya sangat berubah, ia jauh lebih cantik dari biasanya. Mungkin karena balutan make up mahal yang menghiasi wajah cantiknya.


"Oya.. kalian sudah saling kenal belum" pungkas Chengyi dengan tatapan licik ke arah Lian yin seolah ia ingin merencanakan sesuatu.


"Kita sudah kenal bahkan sangat kenal," saut Yiwen dengan senyum semringai menatap Lian yin.


"Yiwen!! " ucap Lian yin meletakkan minumannya di meja.


"Kamu benar Yiwen?" Lian yin menarik tangan Yiwen mendekat ke arahnya. Namun langkahnya dengan sigap di hentikan oleh Chengyi.


"Dia sekarang milikku" pungkas Chengyi memeluk Yiwen dari samping. Mekipun Yiwen agak kurang suka dengan pelukan itu demi membuat Lian yin cemburu. Tetapi, ia terpaksa menerima perlakuan Chengyi padanya. Tak mahu jika Lian yin tahu apa yang hatinya rasakan.


"Jadi dia calon istri kamu?" Lian yin mulai terlihat muram mengetahui siapa calon istri dari Chengyi adalah orang yang ia cari selama ini.


"Yiwen aku ingin bicara" Lian yin mencoba menyentuh tangan Yiwen meski selalu di tepis oleh Chengyi.


"Jangan ganggu aku biarkan aku bicara sejanak padanya" Ucap Lian yin dengan nada semakin tinggi.


Chengyi senyum semringai.


"Oke baiklah. Kalian boleh ngobrol berdua tapi ingat jangan sentuh sesuatu milikku" pungkas Chengyi dengan memainkan mata menariknya ke atas. Dengan senyum miring tatapan tajam ke arah Lian yin seolah tatapan permusuhan antara mereka.


Tak perdulikan ucapan Chengyu. Lian yin menarik tangan Yiwen keluar dari kerumunan banyak orang di pesta itu.


"Lepaskan aku" bentak Yiwen Menarik tangannya.


Lian yin menarik tangan Yiwen memeluknya erat menghilangkan rasa rindu yang membara dalam hati Lian yin. Berhari-hari tak bertemu solah sudah ratusan tahun.


Yiwen hanya diam menerima pelukan Lian yin. Seolah ia ingin membalas pelukanya erat. Di dalam hati sebanarnya ia sangat merindukan Lian yin namun rasa sakit hatinya tak bisa terobati lagi. Ia harus merasakan apa yang ia rasakan lebih dulu.

__ADS_1


"Yiwen jangan pergi dariku. Ikutlah aku pulang" pungkas Lian yin.


"Maaf aku gak bisa" ucap Yiwen melepaskan pelukan Lian yin.


"Kamu tahu sendiri aku sudah punya calon suami yang jauh lebih baik dari kamu. Dan dia juga jauh lebih kaya dari kamu" lanjut Yiwen membuat Lian yin terdiam seketika. Ia tak menyangka Yiwen sangat matre dia bukan seperti yiwen yang ia kenal dulu.


Lian yin hanya tersenyum semringai menatap Yiwen. "Jadi selama ini yang kamu cari hanya kekayaan. Ow.. maklum wanita murahan seperti kamu hanya menginginkan uang. Berapa uang yang kamu mau untuk bermalam denganku malam ini" pungkas Lian yin.


" Plakkkk.." tamparan tepat mengenai pipi kanan Lian yin.


"Aku bukan wanita murahan yang kamu pikirkan. Kamulah lelaki murahan yang gampang tidur dengan lelaki lain" ucap Yiwen mulai meneteskan air matanya berlari meninggalkan Lian yin. Penuh dengan kekesalan dan rasa kecewa daalm hatinya.


Lian yin hanya diam tertunduk, dia duduk menundukkan kepalanya. Dengan ke dua tangan memegang kepalanya yang terasa sangat penat.


"Argggg...." Lian yin sangat kesal mengacak rambutnya. " kenapa aku berbicara seperti itu. Bodoh kamu Lian yin" lanjut Lian yin terus menggerutu gak jelas.


Ia merasa ucapan Yiwen tertuju padanya saat melihat ia dengan Yhing yhi. Lian yin tahu jika Yiwen cemburu melihat itu. Karena itu hal bodoh yang pernah dia lakukan.


"Gak papa" ucap Yiwen yang masih meneteskan air matanya.


"Apa kamu bertemu dengan Lian yin" tanya Feng yin memegang ke dua lengan Yiwen.


Tanpa menjawab Yiwen hanya menganggukan kepalanya. Feng yin terdiam seketika ia kini tahu perasaan Yiwen terhadap Lian yin. Baru beberapa hari tinggal bersama Lian yin perasaannya terhadap Feng yin berubah seketika.


Dengan lapang dada Feng yin mencoba menerima semua kenyataan itu. Lagi pula ia juga pernah menghianati Yiwen. Sekarang ia hanya ingin Yiwen bahagia meskipun harus mengorbankan hatinya.


"Baiklah lebih abik kamu sekarang diam saja di kamar" ucap Feng yin menarik Yiwen masuk ke dalam kamar.


"Aku akan keluar kamu tenangin diri kamu di sini ya" Feng yin memapah Yiwen untuk duduk di ranjangnya.


"Iya.. jaga diri kamu. Aku merasa nanti akan ada hal bahaya" ucap Yiwen seolah ia merasakan sesuatu akan terjadi nanti.


"Pasti" Feng yin mengusap lembut rambut Yiwen dengan senyum manisnya.

__ADS_1


lelaki itu beranjak pergi membuka pintu kamar Yiwen, Lalu menutupnya kembali. Yiwen terdiam sejenak mengingat saat ia bertemu dengan Lian yin tadi. Ingin sekali dirinya terus bersama Lian yin. Namun apa boleh buwat ia tak bisa hatinya masih sakit melihat dia bersama Yhing yhi.


"Lian Yin maaf aku harus berbohong padamu tadi " gumam Yiwen membaringkan badannya sejanak ke ranjang empuk miliknya.


Baru ingin memejamkan mata suara tembakan bertubi-tubi di luar membuatnya terkejut. Ia beranjak berdiri mencoba melihat di mana asal tembakan itu.


Namun sepertinya itu berasal dari luar rumah. Yiwen mencoba melihat dari jendela. Dengan mata telanjang ia melihat ada seseorang dari jauh menembak ke arah pesta. Sepertinya memang di sengaja dan sudah di rencanakan.


"Pasti ini perbuatan Lian yin" gumam Yiwen segera mengambil sejanta miliknya. Ia juga sangat ahli dalam tembak jitu. Dengan segera Yiwen memecahkan kacanya sedikit hingga berlubang hanya untuk mencoba membidik dari bilik kamar agar tak terlihat oleh musuh.


"DOR..." sekali tembakan yang pas terkena bahu dari orang itu.


"Brak..." suara pintu terbuka membuat ia terkejut. Feng yin dan Chengyi beranjak masuk ke dalam kamar Yiwen.


"Kamu gak papa" ucap Feng yin berjalan mendekati yiwen memeriksa detail tubuhnya.


"Feng yin kamu ngapain di sini? Aku gak papa jangan menyentuhku" ucap Yiwen dengan nada tinggi.


Chengyi mencoba memeriksa kaca jendela. "Apa ini kamu yang lubangi" pungkas Luhan.


"Kamu hebat juga dengan sekali tembakan bisa membuat lawan sekarang tak berkutik. Sepertinya dia terluka. Aku akan segera mencari dia ke seluruh penjuru kota dengan seorang wanita dengan luka di lengan kirinya" ucap Chengyi membuat Yiwen terkejut . Bagaimana bisa ia tahu semuanya hanya dengan melihat satu subjeck saja. Benar benar sangat menarik ia seperti seorang detektif saja.


"Dia mencoba menembak untuk mengacaukan pesta tapi sepertinya gagal" Sambung Yiwen melemparkan senjatanya di ranjang miliknya.


"Bergabunglah dengan kami" ucap Chengyi membuat Yiwen semakin terkejut. Bagaimana tidak sebuah tawaran yang tak terduga. Ia harus gabung dalam dunia Mafia yang sangat ia benci.


Namun entahlah ia belum bisa memutuskan sekarang ia perlu jawaban dari ayahnya. Karena keputusan dari ayahnya adalah keputusan yang paling baik untuknya.


"Aku gak bisa jawab sekarang. Jika aku mau gabung juga aku akan datang menemuimu" ucap Yiwen menatap Chengyi.


"Baiklah. Aku tunggu kamu bergabung dengan kami Mafia Barat" ucap Chengyi dengan tangan mengeluarkan rokok dari saku jasnya. Dan mulai menhisapnya perlahan.


"Kalau kalian mau ngobrol lanjutkan aku pergi dulu" ucap Chengyi beranjak pergi dari kamar Yiwen.

__ADS_1


__ADS_2