
"Yiwen gimana dimana Yhing yin"ucap Lian yin dengan napas masih ngos-ngosan.
"Sudah pergi" ucap Yiwen singkat.
"Tapi kamu gak apa-apa kan?" ucap Lian yin yang mulai khawatir dengan Yiwen.
"Udah aku gak apa-apa syang"ucap Yiwen.
"Ya, sudah kalau gitu sekarang kita masuk, di luar sangat bahaya bagi kamu, aku gak mau nantinya ada yang mengincarmu lagi"ucap Lian yin menarik tangan Yiwen untuk segera masuk ke dalam rumahnya.
"tunggu syang sebenatar." ucap Yiwen menarik tangannya dari genggaman Lian yin.
"Ada apa sayang?" tanya Lian yin menatap yiwen bingung.
"Ada seirang yang mengikuti kita." ucap Yiwen, matanya sangat bisa di andalkan sekarang, Yiwen sekarang lebih jeli dari poda sebelumnya.
"Siapa memangnya," tanya Lian yin yang sudah mulai berhati-hati.
"Dia seorang lelaki, sepertinya dia tadi membantu Yhing yin menemuiku, namun Yhing yhin pergi saat melihat kamu datang, dan dia juga mau mengikutinya"ucap Yiwen.
"Jadi masih satu kelompotan dengan Yhing yhin," tanya Lian yin penasaran dengan cerita istrinya.
"Iya, tapi sepertinya dia sudah mulai pergi" ucap Yiwen memejamkan matanya mecoba mendeteksi langka suaranya kaki yang ada di sekitarnya. Ia mulai memasang pendengaran tajamnya.
Yiwen membuka matanya, merasa aman di sekitarnya tidak ada langkah kaki yang mencurigakan. "Sepertinya dia sudah mulai pergi menjauh"gumam Yiwen dalam hatinya.
"Udah sekarang kita pergi, kalau dia tidak cari gara-gara biarkan saja" lanjimut Yiwen.
"Baiklah, ayo masuk " Lian yin berjalan agak kebelakang satu langkah dari yiwen, bukannya ia tidak ingin menuntun Yiwen tapi ia antisipasi musuh yang ingin membawa istrinya itu dari belakang.
"Yin, menurutmu apakah dia akan kembali lagi"tanya Yiwen.
__ADS_1
"Kalau menurutku sih, dia pasti akan kembali lagi, lagian dia itu misi utamanya sekarang adalah balas dendam, pasti dia akan kembuat berbagai masalah baru yang akan membuat kita panik. Apalagi saat Lee akan sembuh nantinya. Pasti mereka akan datang dan mencari kamu aset mereka."ucap Lian yin.
"Aset? "ucap Yiwen bingung.
"Iya kamu adalah asek pemikiran bagi mereka, tujuan kedepan adalah mengambil kamu lagi. Aku yakin semuanya akan berjalan dengan baik, tidak ada yang bisa mengambilmu lagi dariku. Aku akan selalu menjagamu. Dan aku juga sudha berniat untuk membawamu ke rumahku di pusat kita, untuk berjaga dari setangan luar. bukannya aku tidak ingin tinggal di sini, tapi di rumah ininterlalu bahaya. Karena mereka bisa seenaknya keluar masuk untuk mengintai kita. Kalau rumah pusat kota sudah di lengkapi dengan kecanggihan teknologi. Maka tidak akan ada yang berani mendekat ke sana. Kamera tersembunyi untuk mengetahui suhu tubuh manusia yang lewat di sekitarnya"ucap Lian yin memegang tangan Yiwen masuk ke rumahnya.
"Yin, baru segini aku merasa muak dengan semua ini, dunia ini benar kejam. Aku ingin pergi dari dunia ini. Hidup normal sebagai orang biasa tanpa di kejar bahaya dan masalah." ucap Yiwen memegang kedua lengan Lian yin dengan tatapan mengarah padanya.
"Aku tahu, kehidupan ini sangat jahat. Tapi kamu percaya padaku. Kita akan hadapi sama-sama setelah selesai nantinya. Semua akan kembali sempurna seperti biasa. Kita akan pergi dari dunia ini dan hidup tenang bersama." ucap Lian yin mengusap rambut Yiwen, mencoba menenangkan hatinya.
Yiwen memeluk tubuh Lian yin erat," Jangan biarakan beban pikiran selalu menganggumu. Jika kamu ada masalah yang ingin kamu bicarakan cerita padaku." ucap Lian yin Mengusap punggung Yiwen.
"Iya, sekarang udah ayo masuk ke rumah, di luar sangat berbahaya"ucap Yiwen, segera menarik tangan lian yin untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Syang aku mau masuk ke kemar duluan ya mau ganti pakaian, kamu kalau mau ke ruang kerja silahkan." ucap Yiwen berlari menuju kemarnya.
Ia segera duduk di ranjang dengan tangan menyangga kepalanya yang terasa berat. Banyak cerita yang tidak ia ketahui, mucul masalah baru dalam kehidupannya. Jika bukan karena suami yang selalu menguatkannya entah seperti apa dia sekarang.
"Aku lelah"Ucap yiwen menbaringkan sebagian tubuhnya di ranjang.
---00--
Lian yin berjalan masuk ke dalam kamarnya melihat Yiwen membaringkan tubuhnya. Sepertinya ia sudah mulai tertidur. Mungkin dia tadi sangat capek.
"Syang kamu mau makan malam gak?" tanya Lian yin.
Yiwrn langusng terbangun dari tidurnya.
"Entar saja syang," jawab Yiwen, mengusap ke dua matanya yang masih susah terbuka.
"Apa kamu mau makan malam di luar" tanya Lian yin
__ADS_1
"Boleh, sekalian aku mau lihat situasi di luar, apakah Yhin yin sudah benar-benar pergi atau hanya pura-pura. Dan sekarang lebih baik kamu hubungi Feng yin dan bertanya soal wanita kepercayaan dia itu. Sekalian. kamu bisa ingetin dia." ucap Yiwen.
"Apa maksud kamu?" tanya Lian yin mulai kesal mendengar kata Chengyi.
"Aku tahu kamu itu sangat benci dengannya, tapi setidaknya kamu harus kerja sama dengan dia masalah ini, Jika kamu ingin pergi dan fakum dari dunia mafia kamu harus bisa untuk yang terakhir tuntaskan masalah ini. Saat masalah sudah aman maka kamu bisa pergi." Ucap Yiwen.
"Gimana kamu tahu jika aku ingin pergi dari dunia mafia yang kejam ini." tanya Lian yin penasaran.
"Aku sudah tahu semua, saat kamu cerita padaku tentang dunia yang kejam ini, dari situ aku bisa simoulkan semua jika kamu tidak suka dalam dunia ini, kamu ingin pergi dan memulai hidup baru di kuar sebagai orang biasa tanpa beban masalah, dan bisa hidup tenang yang jauh dari keramaian kota."Ucap Yiwen menjelaskan.
Lian yin memegang ke dua tangan Yiwen, "Pergilah denganku kita akan mulai hidup baru bersama, aku mau kita hidup sederhana jauh dari pusat keramaian kita, bisa tinggal di kampung dengan anak-anak kita nantinya." ucap Lian yin.
Yiwen tersenyum, ia sebenarnya juga menginginkan itu. Tapi Kian yin sudah memberi tahu lebih dulu jika memang menginginkan hidup damai tanpa maslah yang terus kenganggu keluarganya.
"Baiklah, aku mau, maka dari itu kita harus segera tuntaskan semua masalah ini. Lebih cepat lebih baik. Dan Feng yin, juga sepertinya sudah mulai membaik. Kita butuh bantuan dia untuk bisa bertemu dengan Chengyi. Dan aku juga ingin bertemu dengan ayah aku. Kabarnya bagaimana?" Gumam yiwen yang semula tersenyum, menyebut nama ayahnya, senyumnya terasa pudar, perlahan ia mulai merasa sedih harus juah dai ayahnya. Yang sekarang entah kabarnya di mana. ia terbangun tiba-tiba teringat dengan ayahnya tadi.
"Yiwen apa kamu sedih?" tanta Lian yin memegang ke dua bahu Yiwen.
"Aku ingin bertemu dengan ayahku." ucap Lian yin.
"Aku akan bantu kamu cari ayah kamu nanti jika masalah sudah selesai dan kini semua maslaah baru mulai muncul mengganggu kita. Aku berharap kita bisa hidup damai nanti." ucap Lian yin.
lian yin menarik dagu Yiwen yang menunduk ke bawah.
"Baiklah, sekarang kamu jangan sedih lagi aku akan bantu kamu temukan ayah kamu, tapi sebelumnya kita tanya pada Feng yin, apa dia bisa membantu kita mencari keberadaan ayah kamu. Biar Feng yin, yang pergi ke rumah Luhan untuk diam-diam menyelidiki di mana ayah kamu berada"ucap Lian yin.
Yiwen terdiam sejenak, ia merasa kata Lian yin kini ada benarnya juga. Ia tak mau lama-lama kagi untuk bertanya sesuatu. Dengan segera Lian yin menatik tangan Yiwen untuk segera pergi makan yang terlihat sudah penuh dengan makanan.
"Kamu nanti may jemput Feng yin?" tanya Lain yin.
"Emangnya kenapa?" tanya Lian yin.
__ADS_1
"Gak apa, apa lagian ini hari libur jadi wajar kanu mau jemput dia. Aku hanya ingin kamu tidak mengaitkan masalahmu dulu. Sekarang lebih baik kita diam tanpa banyak bicara dan harus kerja sama dengan yang lainnya. bukan malah kamu gengsi harus minta bantuan dia. Tapi setidaknya jika bersatu semya bisa tuntas dan tanpa bebas pikiran lagi.
Jika semua masalah sudah beres, maka seperti yang di rencanakan sumula sudah di lakukan maka dari situ akhir dari semuanya.