
Semua yang semula bersedih, bercucuran air mata yang sudah hampir membanjiri seisi ruangan. Yiwen membuka matnya lebar, ia tiba-tiba bangun denagn senyum tipisnya. wanita itu menatap sekelilingnya, membuat semua melebarkan matanya kompak, dengan bibir menganga sedikit terbuka dengan apa yang ia lihat.
"Wuaaa.... zada mayat hidup" teriak Changmin, membuat Yiwen mengerutkan keningnya seketika.
Mei berjalan munduru, dua langkah, menarik punggung Lian yin.
"Yiwen hidup lagi?" sambung Mei, bersembunyi di balik punggung Changmin. "Apa dia sudah jadi hantu!!" lanjut Mei, menutup matanya. Dengan setengah mengernyit.
"Enak saja aku di bilang mayat hidup, ngeselin banget kalian" ucap Yiwen kesal.
Semua hanya diam, mereka masih belum percaya jika Yiwen ternyata masih hidup.
"kenapa wajah kalian semua terlihat sedih gitu? Habis nangis ya? Apa kalian khawatir dneganku ya?Atau panik melihat aku sekarat di sini" tanya Yiwen menarik-narik alisnya ke atas, menatap semua temannya dan suaminya yang terlihat sedih, suasana hatinya terlihat masih berkabung.
Lian yin mengerutkan keningnya, ia masih belum percaya dengan apa yang ia lihat. pria itu mencubit tangannya semakin keras, membuat ia meringis kesakitan. " Ternyata sakit juga!!" ucap Lian yin.
Sakit, ini gak mimpi. Apa dia masih hidup, atau itu hanya malaikat. Pikir Lian yin.
ia berjalan mendekati Salsa, mengangkat ke dua tangannya ke depan, memegang pipi Yiwen. Dan ke dua mata mereka saling tertuju satu sama lain.
"gimana bisa kamu sadar syang, kenapa kamu membuat aku dan yang lainnya hampir mati jantungan" ucap Lian yin, memegang bahu Yiwen. Ia mencubit ke dua pipi Yiwen, yang terlihat cabi me mengemaskan
"Aaaww.. sakit syang!!" ucap Yiwen, memegang ke dua pipinya.
"Lagian jangan terlalu khawatir, hanya pukulan dikit saja sampai buat aku mati." ucap Yiwen tertawa lepas, dengan tangan kanan memegang perutnya.
"Ini gak mimpi kan? Kamu masih hidup" ucap Lian yin, yang masih belum percaya jika Yiwen masih hidup.
"Gimana bisa kalian berpikir jika aku sudah mati. masak ada wanita sudah mati secantik ini. Jadi mayat cantik dong nanti aku" ucap Yiwen penuh percaya diri, menarik-narik alisnya ke atas, ia menvolek pipi Lian yin, yang terlihat dengan mata masih berkaca-kaca.
"Kamu tadi gak napas syang. Dan dokter juga bilang jika kamu sudah gak napas lagi.Tapi.. aku bingung kenapa kamu masih hidup. Atau jangan-jangan kamu...." Lian yin memincingkan matanya, mendekatkan wajahnya ke arah Yiwen.
Yiwen tersenyum lebar.
"Piss... Jangan marah... He.he.. Aku tadi itu hanya pura-pura. Maaf ya, lagian kalian terlalu tegang gitu. Jadi sekalian saja aku kerjain kalian" ucap Yiwen, dengan senyum semringai tanpa rasa salah sama sekali.
"Gimana bisa dokter juga bilang kamu sudah gak bernapas" tanya Lian yin memastikan.
#Flash back.
"Kamu aneh sehat gini malah ke dokter!!" ucap Dokter.
Yiwen membuka matanya, "Entahlah Dok, Mereka aneh. Aku baik-baik saja pada bingung gitu. Tapi sekarang gimana ke adaan aku." tanya Yiwen.
__ADS_1
"Kamu sudah sehat, bahkan kamu tidak kenapa-napa. jadi kamu sudah boleh pulang"
"Dok, bantu aku!!" ucap Yiwen menarik baju kerja dokter itu.
"Bantu apa?" tanya dokter bingung.
"Dokter harus janji padaku, jangan bilang pada mereka semua. Kalau aku baik-baik saja. Dan bilang pada mereka agar terlihat semakin khawatir melihat keadaanku. Jadi bilang saja jika aku sudah gak bisa napas lagi. Dan gak ada harapan lagi untuk hidup. Tapi dokter harus pasang wajah sedih biar mereka percaya" ucap Yiwen menjelaskan detail tugas dokter itu. Acting apa yang akan mereka lakukan. "Tenang saja, nanti aku akan bayar semua biaya perawatan aku." lanjutnya.
"Baiklah!!" Dokter itu segera keluar dari ruangan Yiwen, dan yiwen mulai berpura-pura tertidur kembali. Ia sudah siap menjalankan tugasnya dengan sempurna. Ia ingin membuat kejutan pada teman dan suaminya.
------
#back story.
"Gitu ceritanya, jadi maaf buat kalian ya. Lagian jangan terlalu tegang begitu. buat hiburan sekali-kali." ucap Yiwen dengan senyum semringainya.
"YIWEN!!!" Lian yin mengepalkan ke dua tangannya geram. Ia menajamkan matanya, ia menggelitik pinggang Yiwen sampai gadis itu tak berhenti tertawa.
"Ampun Yin... Ampun.." ucap Yiwen. Lian yin terus menggelitik pinggang Yiwen tanpa ampun lagi, dia sudah membuatnya khawatir. Dan bahkan menangis.
"Lian yin udah.. Bercanda dikit kan gak apa-apa" ucap Yiwen, sambil tertawa menahan geli yang sampai ia mengguling-guling tubuhnya di ranjangnya menahan rasa geli.
"Jangan ulangi lagi, kamu mau buat aku mati berdiri." ucap Lian yin.
"Aku syang dengan kamu. aku gak mau kamu kanapa-napa Yiwen. Dokter bilang begitu tadi, benar-benar sudah gak bisa napas aku"
"Tapi sekarang kamu bisa napas kan?" tanya Yiwen tersenyum. "Dan lagian kamu juga gitu. pergi gak bilang-bilang bikin aku khawatir saja. Berkali-kali di hubungi gak aktif. Sekarang giliran aku balas kamu syang. biar kamu juga merasakan rasanya khawatir, cemas, panik jadi satu. Dan gimana jadinya" ucap Yiwen, beranjak berdiri. tubuhnya yang masih sehat, ia segera mencabut infus yang tidak ada gunanya di tangannya.
Yiwen berjalan mendekati Lian yin, memegang ke dua tangannya.
"Iya maaf, aku gak akan ulangi lagi. Dan sekarang kamu jangan main seperti itu lagi" ucap Lian yin, memegang ke dua pipi Yiwen, mengusapnya lembut.
"Makasih sudah mencintaiku. Saat. Aku akan selalu ada buat kamu sekarang dan selamanya. Saat aku melihat kamu menangis tadi, aku sadar betapa kamu sangat mencintai aku" ucap Yiwen memeluk erat tubuh Lian yin.
"bentar!!" Lian yin melepaskan pelukan Yiwen. Gadis itu seketika mengerutkan keningnya. "kenapa?" tanya Yiwen.
"Kamu harus menebus kesalahan kamu telah bohongi aku!!" ucap Lian yin.
"Caranya!!"
Lian yin menepuk bahu yiwen dan berbisik. "Nanti malam tunggu di kamar" ucap Lian yin, seketika Yiwen mendorong tubuh Lian yin menjauh darinya. Hingga menyisakan jarak di antara mereka.
"Kamu gak mau?" tanya Lian yin.
__ADS_1
"Aku mau kamu temani malam aku, setiap malam jika aku minta. Dan setelah itu aku gak akan lagi bohong denganmu. Dan aku juga lebih betah di rumah nantinya." Lian yin, menarik oinggang Yiwen masuk dalam dekapanya.
Mei dan Changmin hanya diam, mendengarkan pembicaraan mereka yang semakin ke sini semakin membuat telinganya merasa ingin menolak untuk mendengarkan.
Mei dan Changmin menelan ludahnya, melihat kejadian itu. "Sepertinya aku harus pergi!!" ucap Changmin yang dari tadi hanya diam, ia yang semula sempat terpukul karena kabar duka. Sekarang ia hanya bisa menggelengkan kepalanya menatap ke arah Lian yin dan Yiwen.
"Emm.. Iya sepertinya aku juga harus pergi" Mei, menarik tangan Changmin segera keluar dari ruangan itu. Ia tidak bisa melihat adegan yang kebih dari tadi. Membuat mata mereka kotor nantinya.
Yiwen tersenyum melihat tingkah mereka berdua yang lucu.
"Apa yang ingin kamu katakan sekarang?" tanya Yiwen, melingkarkan tangannya ke leher Lian yin.
"Aku mau kamu temani aku ya malam ini" ucap Lian yin.
Yiwen menarik bibirnya ke samping, "Emmm Gimana ya, aku gak bisa bicara apa-apa lagi. Padahal aku itu, sebenarnya sekarang..." ucap Yiwen yang sengaja tidak melanjutkan.
"Sekarang apa syang?" tanya Lian yin penasaran.
"Sebenarnya aku... Lagi M syang" ucap Yiwen, membuat Lian yin melebarkan kelopak matanya. Mengedipkan matanya berkali-kali.
"Kenapa kamu gak bilang dari tadi!!" ucap Lian yin kesal.
"Aku sebenarnya mau bilang. Tapi nanti dulu.. hehe.. " Ucap Yiwen.
"Udah ayo kita pergi sekarang!!" ucap Yiwen mendorong tubuh Lian yin hingga menyisakan jarak antara dirinya.
Yiwen memegang tangan Lian yin, segera keluar dari ruangan itu. "Ayo pergi, sebelum kamu tambah mesum nantinya." gumam Yiwen.
"Siapa yang tambah mesum?" tanya Lian yin, yang nurut begitu saja saat keluar dari ruangan itu.
"memangnya kamu hak mesum?" tanya Yiwenm
"Dikit!!"
"Nah, sama saja tetap saja kamu mesum"
"terserah kamu deh"
"Ya, emang terserah aku. Emangnya terserah siapa lagi."
"Entahlah"
Mereka yang berdebat, hingga tak sadar sampai di depan pintu.
__ADS_1