Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)

Terjebak Cinta Dunia Mafia (Dalam Tahap Revisi Nama)
Sebuah foto


__ADS_3

"Gimana apa sudah pergi dari samping Lie Wei sekarang" ucap Yiwen.


"Udah! Udah. Ada apa sebenarnya?" tanya Mei nampak masih bingung dengan Yiwen. Tiba-tiba menyuruhnya pergi dari samping Yhing yhi dan Lie Wei. Seperti ada sesuatu penting yang akan di ucapkan Yiwen padanya.


"Apa benar kamu memutuskan untuk keluar dari Agen Intelijen kita" ucap Yiwen dengan tangan menutupi mulutnya, agar tidak terlalu terdengar sampai ke telinga Lian yin.


"Aku kan Mengikuti jejak kamu, tapi sebenarnya aku belum memutuskan untuk keluar. Bahkan status anggota aku masih ngambang gak jelas sekarang gimana. Aku belum memutuskan untuk membuat surat mengunduran diriku. Mungkin ketua sudah tahu tentang kita. Sekarang aku takutnya jika mereka akan berbuwat nekat kali ini. Kamu tahu sendiri apa perjanjian jika kita keluar dari sana" ucap Yiwen bersandar di dinding kamar Mandi di belakangnya.


Mei terdiam seketika, ia tidak tahu apa yang akan di perbuwat ketua nanti. Tapi setidaknya kini ia merasa nyaman bersama dengan Lie Wei, meski nanti ada hal bahaya yang akan mengincarnya. Setidaknya ia merasakan kebahagiaaan lebih dulu sebelum menutup mata. Kebahagiaan yang belum pernah ia dapatkan dan rasa bebas tanpa tanggung jawab tugas yang membebaninya. Kali ini ia merasa sudah keluar dari kadang buanya. Namun masuk ke dalam kadang singa yang sudah lulut dan lembut.


"Mei kenapa kamu diam?" Yiwen mengernyitkan matanya, menatap Yiwen hanya menunduk, melamun sendiri.


"Eh.. iya ada apa?" Mei baru sadar dari lamunannya.


"Kenapa kamu melamun, kita harus pikirkan cara, gimana kita bisa bertahan bersama dengan orang yang kita sayangi sekarang. Jangan biarkan merenggut kebahagiaan kita" ucap Yiwen menegaskan pada Mei.


Mei terlihat menunduk lagi kali ini.


"Iya, aku tahu, tapi apa kita bisa lolos nanti, kamu tahu kita saja tidak tahu siapa anggota kita. Jika bukan karena tugas khusus kita di satukan begini. Jadi setiap kita keluar sekarang sudah dalam bahaya. Mungkin anggota lain sudah menyamar, dan mencari tahu semua tentang kita" Mei terlihat nampak pasrah dengan semua keadaan yang ada.


"Tapi setidaknya kita harus berjaung, kita lebih pintar dan cerdik dari pada mereka. Kita punya banyak akal kelicikan yang sama. Tetapi jangan keluarkan rasa belas kasihan kamu terhadap orang yang tidak kamu kenal, bisa jadi itu adalah anggota agen intelijen yang sama dengan kita. Jadilah wanita yang sadis kali ini. Anggap semua yang baru ia kenal adalah musuh kita, agar kita bisa hati-hati lagi kali ini" ucap Yiwen mencoba memberi semangat untuk Mei, ia tak mau Mei pasrah begitu saja. Setidaknya ia bisa berjaung demi orang yang ia sayangi sekarang.


"Mei kamu di mana, kita harus urus yhing yhi lebih dulu, besok kamu bisa hubungi Yiwen lagi" saut Lie Wei yang sedang mencari Mei.


"Besok kita bertemu di sebuah restauran, nanti aku kirim chat alamatnya" ucap Yiwen segera menutup telfonnya.

__ADS_1


Ia tahu sepertinya Mei sekarang dapat tugas penting dari Lian yin. Lian yin mendekap pinggang yiwen dari belakang, menyandarkan dagunya mesra ke pundaknya. "Kenapa kamu lama di kamar mandi, apa memang kamu sengaja sekarang mau mandi berdua dengaku" Yiwen menoleh seketika.


"Apa sih Yin, aku gak mau mandi, kalau kamu mau mandi duluan silahkan" ucapnya tegas.


Lian yin menggoyang-goyangkan tubuh Yiwen, sangat mesra kali ini, berharap dia mau menemaninya lagi.


"Udah deh aku tahu maksud kamu, jangan merayu ku lagi" ucap Yiwen melepaskan tangan Lian yin dari pinggangnya.


Kenapa gak bisa romantis sama sekali sih, gumam Lian yin berdecak kesal. Bahkan kini Yiwen pergi keluar meninggalaknya di dalam kamar mandi sendiri.


"Terpaksa aku harus mandi sendiri sekarang" gumam Lian yin, meski ia kesal, dan kecewa tapi gak papa, sebentar lagi mereka akan resmi dan setiap hari bisa meneminya.


Yiwen beranjak menuju kamarnya, ia menatap sekilas ada tas ransel di atas ranjangnya, "Milik siapa ini?" tanya Yiwen sembari mengangkat tas ransel itu dengan tanganya ke atas.


"Ada apa ya di dalamnya ini" Yiwen memandang ke arah pintu kamar mandi, tidak ada tanda Lian yin akan keliar dari kaamr mandi. Dengan segera Yiwen membuka tas itu dan membalikkan tasnya ke bawah. Hanya lembaran kertas dan sebuah foto yang nampak kotor dan berdebu.


Yiwen terdiam, ia menatap gadis kecil di foto itu, wajahnya tak terlihat dengan jelas, bahkan sudah di bilang buram. "Sepertinya foto ini sudah lama, apa Foto ini cinta pertamanya" gumam Yiwen.


Tak mau tau tentang foto itu lagi, ia penasaran dengan lembaran kertas yang sudah tak berwarna putih itu. Kini sudah nampak kecoklatan dan terlihat banyak sekali debunya.


"Sebenarnya apa yang di sembunyikan dia dariku, kenapa dia tidak cerita sama sekali denganku" gumam Yiwen, memegang dagunya mengusap-usapnya lembut.


"Apa yang kamu lakukan"bisik Lian yin, mendekap tubuh Yiwen dari belakang. Sudah kebiasaan lian yin selalu menegjutkannya, dan tiba-tiba memeluknya dari belakang.


Yiwen memegang tangan Lian yin di pinggangnya, "Sayang kenapa kamu mengejutkanku"gumamnya lirih.

__ADS_1


"Lagian kamu sibuk sendiri, apa yang kamu lakukan dengan tas itu" ucap Lian yin lirih.


Lelaki itu segera duduk di ranjang dengan balutan handuk putih di tubuhnya.


Yiwen menghela napasnya. " lagian kamu sih, merahasiakan semua ini dariku. Dan foto ini juga, foto siapa?. Apa ini foto matan kamu dulu, atau seseorang wanita lain" ucap Yiwen penuh curiga pada Lian yin kali ini.


Lian yin mengusap lembut ubun Yiwen, "Kamu ini ada saja, mana ada wanita lian selain kamu syang, nanti aku akan ceritakan semuanya padamu. Sekarang kamu cepat mandi. Aku mau ajak kamu keluar" ucap Lian yin menyentuh pipi kanan Yiwen lembut.


"Baiklah, tapi janji kamu harus cerita. Dan ingat jangan ada rahasia lagi di antara kita" gumamnya.


"Baik" gumam Lian yin. Dengan segera Yiwen beranjak dari menuju ke kamar Mandi. Ia tak lupa membawa ganti. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti di depan pintu kamar mandi Ia teringat sesuatu yang ia cari dari tadi.


Yiwen menoleh seketika, "Oya, dimana kamu taruh dalamanku?" tanya Yiwen menarik ke dua alisnya ke atas. Mendengar kata dalaman seketika Lian yin menatap ke arah Yiwen, dengan ke dua alis saling tertaut bingung. Ia benar-benar lupa soal itu tadi. Ya, lagian tadi juga Yiwen tak permasalahkan itu lagi. Jadi ya, sengaja Lian yin tidak mengingatkannya.


"Nanti aku ambilkan, kamu masuk saja ke kamar mandi" gumamnya.


"Baiklah" Yiwen menarik alisnya ke atas. Ya, ia percaya gitu aja dengan Lian yin. Dan segera memutar gangang pintu berwarna hitam itu. Lalu melangkahkan kakinya berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


"Ya, semoga dia gak bohong. Kalau bohong awas saja. Lagian nanti aku pakai apa" gerutu Yiwen, Ia segera berendam dalam bathup kamar mandi yang penuh berisikan air hangat.


Yiwen yang merasa capek, ia merenggangkan otot-otot tubuhnya dalam rendaman air hangat.


Kring...kringg..


Bunyi ponsel yang menganggunya saat asyiknya memejamkan mata berendam.

__ADS_1


__ADS_2