You Are My Mine

You Are My Mine
Harus Kandas


__ADS_3

Waktu berlalu, tanpa terasa dua bulan setelah kepergian Rasya ke Singapore,Adelia semakin dekat kembali dengan keluarga Rasya, tepatnya Ibu Rasya. Komunikasi antara Rasya berjalan lancar walaupun jarak jauh.


Keluarga Rasya masih mengira antara Adelia dan Rasya masih dalam status berteman seperti biasa. Serly pun sekarang mulai akrab, Serly membuka hati menerima kedekatan Kakak nya Rasya dengan Adelia, karena Serly sekarang merasakan bahwa ternyata Adelia itu sempurna baik dalam segala hal, begitu menurut Serly.


Dan sekarang Adelia sedang duduk bersama Rara di dalam Toko kue nya. Tak lama datang Serly, sekarang ia selalu datang berkunjung ke Toko Adelia untuk bertemu.


"Kak Adel..." Serly datang sambil memeluk


"Serly,,," Adelia menyapa.


"Mama suruh aku beli kue, ini nama-nama kue nya kak.." Serly mengatakan kedatangannya sambil menyerahkan catatan dari mama nya.


"Ok,, kamu tunggu di sini ya. kaka ambil dulu kue nya."


Adelia beranjak ke ettalase untuk mengambil nama-nama kue yang ada di catatan.


"Del, aku ke swalayan dulu ya beli stok bahan yang mulai habis" pamit Rara yang berlalu menaiki motor.


"Iya Raa,, hati-hati" Ucap Adelia.


Mulai di lihatnya nama-nama kue yang ingin Ibu Rasya beli.


Tertera brownies cake, Bolu pisang, Rainbow cake, Bolu caramel, puding mangga, dan tak lupa Red Velvet yang merupakan cake paforit ibu Rasya.


"Serly, gak salah ini banyak banget?" Adelia bertanya, karena banyak macam kue yang ingin di beli.


"Coba sini kak, aku liat..!" Serly pun ingin melihat catatannya.


Serly pun bingung, mama nya ingin beli kue sebanyak itu.


"Kaya nya buat acara di rumah deh kak, kan mama biasanya ngumpul sama teman arisan nya" Ucap Serly


"Ooh iya ya... kakak jadi seneng di beliin banyak" Ucap Adelia sambil mengambil dan memasukkan kue ke dalam paper bag.


Drtt.... Drrtt....


Tiba tiba Ponsel Serly berdering tertera kontak Mama nya memanggil.


Dan Serly pun menjawab telpon nya.


Serly


"Iya ma, ada apa?


Mama


"Kamu udah di mana?"


Serly


"Serly masih di Toko kue Kak Adelia. emang ada apa ma,?"


Mama


"Kebetulan kalau gitu sekalian ajak kak Adelia nya juga ser... mama butuh bantuan nya"


Serly


"Oh ya udah, entar Serly bilangin."


Mama


"Sudah kalau gitu, mama tutup telponnya"


tuttt...


dan panggilan pun berakhir.


"Kak Adel, mama nyuruh ka Adel ke rumah. katanya mama butuh bantuan kakak..." Serly menyampaikan.


"Tante minta bantuan kakak? ehmm... Tapi entar nunggu Rara pulang dari swalayan. gimana?" Adelia berujar sambil merasa bingung karena Ibu Rasya bilang butuh bantuannya.


Setelah itu, tak lama Rara datang dari swalayan.


Di parkirkan nya motornya, dan menurunkan bahan-bahan untuk keperluannya.


Adelia pun menghampiri, dan ikut membantu.


sedangkan Serly sedang duduk sambil memainkan ponselnya.


"Eh Raa... aku di suruh Ibu Rasya untuk ke rumahnya. gak apa-apa kan aku tinggal?" Ujar Adelia


"iya udah sono. gak apa apalah Del... biasanya juga aku kamu tinggal" Rara menimpali dengan candanya.


"Thanks yaa.. ya udah aku mau siap-siap dulu." Adelia pergi ke kamar.


Dan Berangkatlah Adelia bersama Serly.


Ketika Sampai, Masuklah Adelia dan Serly.


Adelia sekarang sudah biasa masuk ke rumah Rasya tanpa rasa canggung lagi, walaupun Rasya sedang berada di luar Negeri.


"Eh kalian udah datang?" Ibu Rasya menyapa ketika Adelia dan Serly masuk dapur untuk menyimpan kue yang tadi di beli.


"Iya ma.."


"Iya Tante"


Adelia dan Serly menjawab secara bersama.


"Eh ma,, sebenarnya mama mau ada acara apa sih? sampai mama butuh bantuan kak Adel,?" Tanya Serly karena Penasaran.


"Oh iya itu, mama mau masak banyak hari ini. mama butuh bantuan Adel dan kamu juga Ser..


untuk menyambut kedatangan teman bisnis Om.. gak apa apa kan Del, tante repotkan?"ucap Ibu Rasya menjawab Serly dan menanya kan kepada Adelia.


"ya gak apa-apa tan.. Adel seneng kok, dapat membantu tante. Sedangkan selama ini tante yang selalu membantu Adelia." Ujar Adelia dengan senang.


"Terima kasih sayang. sudah jangan mengungkit itu lagi.!" Ibu Rasya berucap.


Dan setelah itu Adelia, Serly, Ibu Rasya, dan Juga Bi Ina Art di rumah itu mulai sibuk menyiapkan berbagai macam masakan.


di sela masaknya Ibu Rasya mulai ingin bicara.

__ADS_1


"Ehm.. Oh iya Serly, Adel... Sebenarnya ini acara untuk menyambut kedatangan Rasya pulang..." Ucap ibu Rasya.


Seketika Adelia tersenyum sungguh kejutan baginya karena Rasya pulang.


Tapi Ibu Rasya meneruskan kembali ucapannya.


"Sekalian Acara Tunangan nya Rasya..."


Darrr.... Sungguh bagaikan di sambar Petir Perasaan Adelia sekarang, mendengar ucapan Ibu Rasya.


Mendengar kata Tunangannya Rasya ia seakan ingin tumbang di tempat itu, jika Adelia tidak mengingat sekarang ia berada di dekat Serly dan Ibu nya.


"Loh kok, tiba tiba kak Rasya mau tunangan ma..? secara Serly kak Rasya gak punya pacar, apalagi deket cewek, ya selain kak Rasya deketnya sama kak Adel..." Tukas Serly sambil memotong kentang.


"Ooh iya mama juga tau, Rasya selama ini belum pernah pacaran... Dan tunangan ini juga bukan ke inginan abang kamu," Ibu Rasya menjelaskan.


"Waitt... apa maksud mama, acara tunangan ini tanpa tahu kak Rasya?" Serly sedikit tinggi suaranya karena kaget, mengenai tunangan ini Rasya belum mengetahui nya.


Sedangkan Adelia diam menyimak pembicaraan Ibu Rasya dan Serly dengan Matanya berkaca kaca begitupun hatinya yang sesak.


"ya udah mama ceritain, Sebenarnya perusahaan papa hampir bangkrut Ser, kamu ingat pas papa tiba tiba masuk Rumah Sakit? itu papa sakit serangan jantung karena perusahaan hampir gulung tikar. tapi untung ada temen bisnis papa yang menolong dengan memberikan dana. hanya dia meminta syarat untuk menjodohkan Rasya dan anaknya." Ibu Rasya panjang lebar menceritakan.


"Begitu ya ma,, tapi bagaimana kalau kak Rasya gak mau maa,,?" Serly menimpali lagi.


"Ya harus mau, kalau gak mau sampai sakit jantung papa kambuh lagi. mama akan berusaha membujuknya, mama tahu abang mu itu anak yang penurut, gak kaya kamu agak nakal" Ibu Rasya dengan sedikit tertawa membandingkan Rasya dan Serly.


"iya siih hahaa..." Serly pun tertawa mengingat dirinya jauh berbalik sifatnya dengan Rasya.


"Maaf, adel ingin ke toilet sebentar tante..." Adelia meminta ijin kepada Ibu Rasya dengan perasaan berkecamuk di benaknya.


"iya silahkan Del..." Ucap ibu Rasya.


Dan kini Adelia di dalam toilet mulai menangis, rasa sedih yang ia tahan sedari tadi tak bisa ia bendung lagi. dinyalakan nya kran air... untuk menutupi suara tangisnya.


Yaa Tuhan,,, Sakit rasanya.


apalagi nanti ketika aku menyaksikan acara pertunangannya.


tidak


ini memang salah , yang tidak berterus terang atas hubungan antara aku dan Rasya.


Apa mungkin hubungan yang baru dua bulan ini akan kandas begitu saja?


*Adelia membatin sambil menangis.


Perlahan kini tangisan nya reda, di cucilah wajahnya agar tidak terlihat kalau ia habis menangis.


Makanan sudah tertata rapi di meja makan yang besar dan panjang.


Adelia kini berada di dalam kamar bersama Serly.


"ekhemmm... kak Adel. kenapa kakak melamun terus dari tadi? apa ada sesuatu?" Serly memecah lamunan Adelia.


"Ah ti tidak Ser... tidak ada apa-apa" Adelia berbohong.


Padahal Adelia sedang melamun bagaimana ia nanti harus bersikap kepada Rasya yang ia rindukan di depan keluarganya.


"Syukurlah kalau tidak ada apa apa... ehmmm oh iya kak, selama kakak berteman dengan kak Rasya, apa kakak gak ada rasa suka misalnya cinta gitu, di lihat padahal kak Rasya ganteng, baik, pintar, apalagi yaaa....?" Serly bertanya kepada Adelia, namun dengan secara tiba tiba


Serly pun kaget karena Suara Adelia seperti Terkesan marah.


"Maaf Ser, kakak... Tadi kaget kamu bertanya seperti itu" Adelia merasa bersalah


"Iya kakak gak apa apa" Ucap Serly.


tok tok tok...


Ibu Rasya mengetuk pintu kamar Serly sambil membawa paper bag.


"Masuk aja..." Ucap Serly


Ibu Rasya pun masuk


"Ser...Adel... ini pakaian couple keluarga. nanti di pakai ya pas acara!" Ibu Rasya Seraya menyerahkan paper bag.


"iya ma.." Ucap Serly


"i iya tante..." Ucap Adelia lirih.


Dan kini Acara yang di tunggu-tunggu...


tepatnya di tunggu-tunggu oleh Ibu dan Ayah Rasya.


Datanglah Rombongan calon tunangan Rasya, dan di sambut bahagia.


Kini rombongan itu duduk di sofa Ruang tamu yang luas.


begitu juga kedua orangtua Rasya.


Tapi tidak dengan Adelia dan Serly yang masih berada di dalam kamar.


"Selamat malam Pak Hadi, dan bu Lia" Sapa rombongan


"Selamat malam juga Pak Roni dan bu Alin" Ayah dan ibu Rasya menyapa kembali.


"Ooh iya kenalkan ini putri tunggal kami, Ariyanti." Kata Pak Roni


"Hai tante, om... Saya Ariyanti" Ariyanti memperkenalkan diri.


tiba tiba ada suara bel...


ting tong... ting tong...


"Sebentar saya tinggal dulu..." Ibu Rasya bangkit dari duduk nya untuk membuka pintu.


Di buka lah pintu, Ibu Rasya dengan penuh senyum.


"Rasya.. akhirnya kamu datang nak" Ucap ibu Rasya.


"Iya maa..."Ucap Rasya sambil menyalami tangan mama nya.


"Ayoo sayang masuk...!" Ajak ibu Rasya

__ADS_1


Deg...


Rasya kaget Mematung ketika berjalan memasuki ruang tamu, di lihatnya sudah ada keluarga yang akan di jodohkan dengan nya.


ya Rasya sudah tahu akan masalah perusahaan nya dan penyakit papa nya, bahkan ia tahu, ia akan di jodohkan. sebelum melakukan penerbangan pulang, tapi tidak tahu acaranya akan di hari ini.


Sebelumnya Rasya ingin mengatakan kepada Adelia menjelaskan semuanya, ia bersedia karena terpaksa. ia tak ingin mengecewakan orang tuanya.


"Rasya,,, sini nak."Ajak Papa Hadi memecahkan Lamunan Rasya yang berdiri mematung.


"Ah iya pa..." Rasya menghampiri dan menyalami papa nya


Dan di kenalkan lah Rasya kepada Tamu yang berada di depannya, yang tak lain keluarga calon tunangannya.


Rasya bersalaman kepada semuanya.


Dan kini semuanya mulai memakan camilan dan berbagai kue yang di suguhkan, sambil sesekali bercerita.


"ma, pa,, Rasya pamit ke kamar dulu untuk membersihkan badan..." Ucap Rasya


"Iya Rasya,, eh iya nak... sekalian panggilkan Adik mu Serly dan juga Adel di kamarnya,!" Ujar ibu Rasya.


Seketika Rasya menghentikan langkahnya, karena mendengar nama Adel. dan ternyata ia berada di rumahnya.


Rasya pun mengangguk.


Ketika Di depan pintu kamar Serly, Rasya mengetuk.


tok tok tok...


Yang membuka ternyata Serly.


"Kak Rasya udah datang?" Ucap Serly senang karena kakaknya sudah ada.


"iya,, ehmmm.... Ser, Adelia mana?" Rasya sambil mengedarkan pandangan nya.


"Ada di kamar mandi,, Serly panggil dulu"


"Kak........." Serly ingin berteriak memanggil Adel, tapi langsung Rasya mencegahnya.


"Gak usah di panggil, biar kakak tunggu di sini."


"oh iyaa Serly tadi mama manggil kamu cepat turun.." Rasya sambil duduk di sofa dan mengatakan apa suruh mama nya.


"Dan bilang ke mama kalau kakak mau mandi dulu,!" Ucap Rasya lagi.


Serly pun sudah berlalu turun.


Dan di kunci lah cepat pintu kamarnya oleh Rasya.


ceklek....


Pintu kamar mandi pun terbuka, dan keluarlah Gadis cantik yang selalu ada di dalam hati Rasya.


Deg....


Adelia mematung, hatinya tiba tiba sesak.


Sekarang orang yang di cintainya akan bertunangan dengan orang lain.


Rasya langsung menghampiri dan memeluk Adelia yang tengah mematung, di dekapnya Adelia yang selama ini ia Rindukan.


"Ra Rasya.. " Adelia bersuara dengan mata yang berkaca kaca.


"heemmm..." Rasya hanya bergumam dan masih memeluk Adelia erat.


"Lepaskan Rasya.. "Adelia sekarang sedikit berontak, karena ia ingat Rasya tak harus bersikap itu kepada dirinya.


"Sebentar lagi.."Pinta Rasya dengan sekarang menghirup aroma tubuh Adelia.


"Kamu malam ini akan bertunangan Rasya,," Ucap Adelia. Dan sontak Rasya langsung melepaskan pelukan nya.


"Del,, ka kamu sudah tahu?" Ucap Rasya lirih


"Tentu aku tahu" Adelia menjawab dengan pandangan ke arah lain.


"Aku bisa menjelaskan semua nya Del,, aku tak pernah menginginkan perjodohan ini" Ucap Rasya lembut.


"Sudah, gak perlu kamu menjelaskan apapun... aku sudah tahu semua nya. turutilah apa kata orang tua mu" Ujar Adelia dengan sambil berlalu ingin membuka pintu.


Tapi pintunya terkunci.


Adelia mencoba mencari kunci di setiap sudut nakas, karena Serly biasanya menyimpan nya di situ, tapi tidak ketemu.


"kamu mencari ini..?" Rasya bertanya dengan menyodorkan kunci di tangannya.


Ketika Adelia ingin mengambilnya, kunci itu malah sengaja di masukan ke dalam Saku.


"Rasya,, sini kuncinya!" Adelia meminta kunci


"Tidak mudah, dan tidak secepat itu Del..." Rasya tersenyum dengan menggoda.


"Rasya, aku harus secepatnya turun dari sini. tante Lia pasti nungguin" Adelia berujar.


"No. nanti dulu... Aku kangen kamu Del,, " Rasya maju mendekati Adelia, sekarang mereka saling pandang.


"Tidak, Rasya. kita harus putus...!"


"ini tidak baik Rasyaa... cepat buka pintu nya" Adelia berucap dengan pandangan ke arah lain.


Namun Rasya seakan beku, mendengar apa yang di ucapkan Adelia.


Mengingat dirinya begitu lama menahan rasa cinta nya, kini Harus kandas dengan perjodohan, karena Hutang.


aaaarrrrghhh....


Rasya berteriak, dan menjambak rambutnya, hingga duduk menyeloroh ke lantai.


Sungguh Seakan hancur semuanya.


Ketika di sudutkan antara Cinta dan keinginan Orang tua.


Pengorbanan ku seakan sia-sia selama ini,

__ADS_1


*Rasya membatin dengan sedih*


Bersambung........


__ADS_2